Urutkan
Toni K
06 September 2022 17:31
1
Sara K
06 September 2022 17:31
5
Farhan C
06 September 2022 17:31
2
R N
06 September 2022 17:31
1
Toni K
06 September 2022 17:31
2
Sara K
06 September 2022 17:31
1
Farhan C
06 September 2022 17:31
1
R N
06 September 2022 17:31
1
Toni K
06 September 2022 17:31
11
Sara K
06 September 2022 17:30
1
Lelaki berlengan satu, itu menyukai pekerjaannya, melakukan tanpa menggerutu. Bahkan, tak tergoda menjadi pengemis seperti perempuan yang menutupi sebagian wajahnya dengan selendang biru. Yang pendapatannya jauh lebih besar, tanpa perlu mengambil dagangan dan menyetorkan penghasilan, seperti dirinya. Perempuan yang menengadahkan tangannya dan memamerkan wajah pilu itu men-dapatkan penghasilan dari rasa iba sekurangnya setiap sepuluh mobil yang dilalui. Satu kali pemberian bisa seharga koran yang dijualnya. Yang diterima secara utuh. "Kamu lebih beralasan mengemis karena tanganku satu." Tapi ia tak melakukan itu. Juga tidak ketika beberapa ibu-ibu yang lain, berjajar menjadi joki 3 in 1. Padahal, sekali diajak, pendapatan nya cukup besar dibandingkan dengan dirinya.
"Tak apa. Selama masih ada orang membeli koran di jalanan, saya masih akan jualan." Kalau ada yang mulai dikeluhkan terutama karena sinar matahari makin terik, dan pantulan pada aspal semakin keras menusuk matanya. Sehingga. kadang membuat agak kabur, mengernyitkan jidat dan hati-hati. Juga kalau hujan menderas, ia berteduh dan mengutamakan koran dagangannya, bukan hanya tubuhnya. Selebihnya biasa-biasa saja, dan ia me-myukai semuanya: panas, hujan, atau biasa.
Karya : Arswendo Atmowilato
Dikutip dari: http:// cerpen pvint.kompas.com/2014/05/11penjual- koran-satu-lengan/, diunduh 2 Februari 2017
Tema kutipan cerpen tersebut adalah....
1
5.0
Dan Lebaran pun datang lagi. Persoalannya belum bergerak. Harga kebutuhan pokok naik. Masyarakat panik. Heboh mudik. Korban jiwa di jalanan bikin galau dan arus balik dapat dipastikan akan tetap kacau. Aku sendiri punya persoalan buntu yang tak bisa dipecahkan. Walau sudah setengah mati banting tulang, hasilnya hanya cukup untuk bayar uang pangkal sekolah anak-anak.
Sempat ada cucunguk yang menawarkan bagaimana mendapat SKM, dan KGS kartu yang bisa menolong mengurangi beban. Tapi apa daya hati kecil menolak. Akhirnya kesombongan itu terkumpul membuat bangkrut di puncak Ramadhan.
Sementara, orang suka ria jor-joran merayakan hari Kemenangan, kami sekeluarga teriris kesunyian. Untungnya tak ada anak-anak yang ngomel, Mungkin ibunya sudah berhasil mencuci otak mereka. Paling tidak untuk menyakiti hati bapaknya yang sudah keok.
Namun penderitaanku tetap tidak berkurang.
Karya: Putu Wijaya
Dikutip dari: http://cerpen print.kompas.com/kumpulan-cerpen-kompas
diunduh 2 Februari 2017
Realitas kehidupan sehari-hari yang sering ditemui dalam kutipan cerpen tersebut adalah...
1
2.6
Tiba-tiba dari ruang makan ada teriakan.
"Hee, ayo buruan! Nanti keburu dingin semua!"
Kami semua terkejut, lalu bergegas ke meja makan. Di situ menunggu Eyang dengan meja penuh makanan. Kami takjub. Bau sedap mengacau otak kami.
"Ayo serba saja, kalian sudah 30 hari kelaparan, kan?"
Tanpa menunggu komando kedua, kami menyerbu. Seperti piranha kami sikat habis yang ada di meja. Dalam sekejap, ludas tandas semua. Eyang memperhatikan kami makan dengan kagum. Matanya yang bersinar itu berkaca-kaca. la kelihatan begitu terharu pada kerakusan kami.
"Eyang belum pernah melihat orang menghargai makanan seperti kalian," kata Eyang sambil menepuk pundak anak-anakku, Dada ini rasanya plong, hidangan tidak ada sisanya. Besok di samping dipesankan lagi yang lebih enak, Eyang juga akan masak resep tradisional warisan leluhur Eyang. Setuju?"
Kami menjawab serentak, "Setuju!"
Habis makan, kami pindah ke ruang depan nonton televisi. Atas usul Eyang, anak-anak memilih mata acara, kemudian dinikmati bersama. Itu terbalik dari kebiasaan. Biasanya aku atau istriku yang berperan.
"Eyang heran, kenapa kalian tidak masak menjelang buka, air juga merah mengandung larutan zat besi begitu! Ternyata tidak ada beras lagi di dapur. Eyang pikir kalian berkecukupan, habis pakaiannya keren-keren begitu, eee ternyata itu keliru, kalian ternyata kere, he-he-he! Tapi tak apa. Biasa! Semua orang begitu! Besok semua biaya tanggungan Eyang!"
Karya Putu Wijaya
Dikutip dari: http://cerpen print.kompas.com/kumpulan-cerpen-kompast/#
diunduh 2 Februari 2017
Sudut pandang dalam kutipan cerpen tersebut.........
923
5.0
Bahasa pengantar ialah bahasa yang dipergunakan dalam perundingan atau diskusi yang dapat dipahami oleh semua peserta. Bahasa tersebut juga digunakan oleh guru atau penceramah yang dapat dipahami oleh para murid atau mereka yang mengikuti ceramah itu. Dengan demikian, bahasa pengantar adalah bahasa yang dianggap dapat mengantarkan pelajaran kepada para pelajar. Oleh karena itu, bahasa pengantar itu harus dikuasai bukan saja oleh pengajar, melainkan juga oleh mereka yang belajar.
Ide pokok paragraf tersebut adalah ...
2
5.0
...
Adikku mengecap dahinya yang berkeringat.
"Enam bulan yang lalu, saat Dede datang ke rumah mereka, Om Danar minta tolong untuk mencetak revisi edisi kedua buku yang diterbitkan tahun lalu. Buku yang Kak Tania beli bersama Adi di toko buku Depok. Ingat, kan? Malam-malam setelah dari delapan tahun.. . dari pusara ibu."
Aku menelan ludah mendengar nama Adi.
"Om Danar memberikan password laptopnya. Dede membuka file naskah itu. Dede sungguh tidak berniat membuka file-file lain. Kak Tania tahu, Om Danar marah bukan lain waktu Dede membuka laptopnya tanpa izin. Dede hanya mencetak naskah itu, sesuai yang disuruh Om Danar. Dua ratus halaman. Besok Dede juga diminta mengantarkannya ke penerbit."
Adikku tersengal. Aku masih mencengkram tangannya.
"Tapi, tapi ... Dede nggak sengaja membuka recent document laptop Om Danar. Sumpah. Dede nggak sengaja. Di sana ada file dengan nama ganjil: Cinta dari Pohon Linden...Nama file itu berarti banyak bagi Dede. Nanti Kak Tania juga akan mengerti kenapa nama itu berarti banyak. Pohon linden. Dede penasaran. Maka Dede mengopinya dalam flash disk file."
Adikku menatapmu sedih, tertunduk.
Sifat yang tergambar dari tokoh Dede adalah...
1
5.0
Kutipan artikel berikut untuk soal nomor 6-10.
Karut-marut Pelaksanaan UN
Karut-marut pelaksanaan Ujian Nasional (UN) berlangsung setiap tahun. Tertundanya UN untuk tingkat SMA/SMK dan sederajat pada tempo lalu di 11 provinsi menjadi bukti bahwa negara telah lalai dalam memenuhi hak anak atas pendidikan. Peristiwa tersebut merupakan tanda kegagalan Pemerintah dalam penyelenggaraan UN. Penjadwalan ulang UN di 11 provinsi pun berlangsung secara tidak sempurna. Penundaan UN berpotensi mengganggu psikologi peserta didik. Alih-alih membuat peserta didik punya lebih banyak waktu belajar, penundaan UN justru membuat peserta didik semakin gelisah menantikan hari ujian. Kondisi tersebut menyebabkan suasana belajar peserta didik tidak nyaman.
Karut-marut pelaksanaan UN bukan cuma berhenti pada penundaan jadwal pelaksanaan UN. Masalah muncul saat terjadi kebocoran jawaban soal UN. Walaupun Mendiknas telah menyatakan tidak mungkin terjadi kebocoran dalam penyelenggaraan UN, tetapi semua itu tidak sesuai kenyataan di lapangan. Kebocoran telah terjadi di lapangan pada hari kedua pelaksanaan UN. Banyak kunci jawaban beredar melalui SMS maupun BBM yang kebenarannya nyaris 100%. Bahkan, banyak sekolah memfasilitasi keadaan tersebut. Karakter kejujuran peserta didik di sekolah tersebut rusak dalam sekejap. Sia-sialah pendidikan karakter yang telah ditanamkan kepada peserta didik selama tiga tahun belajar di lembaga pendidikan SMA.
Sistem pendidikan yang diterapkan saat ini melahirkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Semua itu diawali saat pelaksanaan UN. Realitas di lapangan dalam penyelenggaraan UN justru merusak karakter baik peserta didik. Banyak oknum di lembaga pendidikan membantu dan mendorong peserta didik untuk tidak jujur karena takut dan kasihan kalau peserta didiknya tidak lulus. Oleh sebab itu, solusi tepat mengatasi masalah pendidikan di Indonesia adalah mengubah sistem sosial berkaitan dengan sistem pendidikan.
Disadur dari: http://www.kompasiana.com/ardiputra/carut-marutnya-pelaksanaan-ujian-nasional-un-di-negeri-ini-merupakan-kegagalan-sistem-pendidikan-yang-saat-ini-diterapkan_552b71a86ea8346748b456b, diunduh 8 Februari 2018
Kata karut-marut dalam artikel tersebut berarti...
1
4.0
Adapun raja di Kota Maligai itu namanya Paya Tu Kerub Mahajana. Maka Paya Tu Kerub Mahajana pun beranak seorang laki-laki, maka dinamai anakanda baginda itu Paya Tu Antara. Hatta berapa lamanya maka Paya Tu Mahajana pun matilah. Syahdan maka Paya Tu Antara pun kerajaanlah menggantikan ayahanda baginda itu. Ia menamai dirinya Paya Tu Naqpa. Selama Paya Tu Naqpa kerajaan itu senantiasa ia pergi dan berburu. Pada suatu hari Paya Tu Naqpa pun duduk di atas takhta kerajaanya dihadap oleh segala menteri pegawai hulubalang dan rakyat sekalian. Arkian maka titah baginda : “Aku dengar khabarnya perburuan sebelah tepi laut itu terlalu banyak konon.”
(Hikayat Seribu Satu Malam)
7
4.5
Artikel berikut untuk mengerjakan soal nomor 1-5.
Pendidikan di Indonesia
1) Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Kulatitas pendidikan Indonesia dibuktikan dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index). Data UNESCO meliputi komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan dan penghasilan per kepala yang menunjukkan bahwa Indeks Pengembangan Manusia Indonesia semakin menurun. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999).
2) Menurut survei Political and Economic Risk Consultan (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing rendah, yaitu hanya mendudukan urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia.
3) Memasuki abad ke-21 dunia pendidikan di Indonesia menjadi heboh. Kehebohan tersebut bukan disebabkan oleh kehebatan mutu pendidikan nasional, tetapi lebih banyak disebabkan kesadaran bahaya keterbelakangan pendidikan di Indonesia. Kondisi tersebut disebabkan aspek mendasar seperti globalisasi.
4) Memasuki abad ke-21 arus globalisasi sangat kuat dan terbuka. Kemajuan teknologi memberikan kesdaran baru bahwa Indonesia tidak berdiri sendiri. Indonesia berada di tengah-tengah dunia baru. Kita merasakan adanya ketertinggalan mutu pendidikan baik pendidikan formal maupun informal. Hasil tersebut diperoleh setelah kita membandingkan dengan negara lain.
5) Pendidikan memang menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. Sumber daya manusia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain.
Disadur dari: https://sitichotijah269.wordpress.com/tugas-kuliah/tugas-internet-desing/artikel-pendidikan-di-Indonesia/, diunduh 8 Februari 2018
Pernyataan yang sesuai dengan bagian simpulan artikel tersebut adalah...
1
2.6
Artikel berikut untuk mengerjakan soal nomor 1-5.
Pendidikan di Indonesia
1) Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Kulatitas pendidikan Indonesia dibuktikan dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index). Data UNESCO meliputi komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan dan penghasilan per kepala yang menunjukkan bahwa Indeks Pengembangan Manusia Indonesia semakin menurun. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999).
2) Menurut survei Political and Economic Risk Consultan (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing rendah, yaitu hanya mendudukan urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia.
3) Memasuki abad ke-21 dunia pendidikan di Indonesia menjadi heboh. Kehebohan tersebut bukan disebabkan oleh kehebatan mutu pendidikan nasional, tetapi lebih banyak disebabkan kesadaran bahaya keterbelakangan pendidikan di Indonesia. Kondisi tersebut disebabkan aspek mendasar seperti globalisasi.
4) Memasuki abad ke-21 arus globalisasi sangat kuat dan terbuka. Kemajuan teknologi memberikan kesdaran baru bahwa Indonesia tidak berdiri sendiri. Indonesia berada di tengah-tengah dunia baru. Kita merasakan adanya ketertinggalan mutu pendidikan baik pendidikan formal maupun informal. Hasil tersebut diperoleh setelah kita membandingkan dengan negara lain.
5) Pendidikan memang menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. Sumber daya manusia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain.
Disadur dari: https://sitichotijah269.wordpress.com/tugas-kuliah/tugas-internet-desing/artikel-pendidikan-di-Indonesia/, diunduh 8 Februari 2018
Ide pokok paragraf pertama adalah...
4
2.6
(1) Isi buku tersebut menjelaskan cara mendidik anak dalam rumah tangga. (2) Menurut saya pola yang diterapakan dalam rumah tangga sangat memengaruhi perkembangan anak, sekalipun dengan cara primitif, otoriter, atau demokratis. (3) Perhatian orang tua terhadap anak sangat diperlukan. (4) Orang tua harus bisa menjadi teladan, komunikasi orang tua dan anak terhadap perkembangan anak dan pola pendididkan juga harus memperhatikan tahap perkembangan anak. (5) Perkembangan anak tidak boleh lepas dari pantauan orang tua.
Kalimat utama paragraf tersebut adalah nomor ....
5
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia