Urutkan
Farhan C
06 September 2022 17:30
8
Toni K
06 September 2022 17:30
1
Sara K
06 September 2022 17:30
1
Bintang B
06 September 2022 12:57
1
Zain Z
06 September 2022 11:55
2
Tutuma T
06 September 2022 10:03
1
Filka P
06 September 2022 08:09
3
Paul P
06 September 2022 04:02
9
Cassano C
06 September 2022 04:02
5
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Sesudah tahlilan bubar, aku duduk di samping Wak Misnah. Sambil membantunya membagikan besok makanan, aku dipaksanya mendengar petuah lama. Petuah ini tidak masuk akal dikatakannya saat ini, tetapi tampaknya bibirku sedang ingin mengoceh tak karun agar pikirannya tidak dipusingkan persoalan.
Nilai kehidupan yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah....
2
4.3
Sejak masuk ormas, Bontoan kerap keluar rumah tanpa kenal waktu. Kadang pamit kadang pergi begitu saja. Apalagi menjelang pemilu. Bontoan selalu keluar rumah membawa senjata tajam. Alasannya macam- macam, tetapi lebih sering berhubungan dengan partai. Ini karena ormas Bontoan memang disewa oleh sebuah partai politik dengan tugas mengawal tokoh-tokoh partai, mengamankan kegiatan partai sekaligus menjaga atribut-atributnya. Lelaki itu bersemangat dan selalu terkesan terburu-buru, karena ormas yang dulu pernah mengeroyoknya kini disewa oleh partai politik lain, sebuah partai yang menjadi saingan dari partai yang dibela Bontoan.
Nilai kehidupan yang terkandung dalam kutipan cerpen tersebut adalah...
1
4.5
|
Ah, betul! itu dia. Dari tadi aku mau bilang begitu. Tarsa, kamu betul. Mata orang yang suka memberi tidak galak. Mata orang yang suka memberi, kata teman-teman yang melek, enak dipandang. Ya, kukira betul; mata orang yang suka memberi memang enak dipandang." Tarsa nyengir. Ada suara gemuruh dan bunyi rem logam yang menggurat telinga. Kereta masuk. "Akan kucari penumpang-penumpang yang matanya enak dipandang. Ayo, Kang Mirta, kita jalan." MIrta tidak sedikit pun bergerak. "Sudah kubilang kali ini aku malas. Apa kamu lupa kereta yang baru datang? Kereta utama, bukan? Kita tidak akan bisa masuk kereta seperti itu. Ngemis lewat jendela pun payah. Tunggu saja nanti kereta kelas tiga." "Tapi kita belum makan, Kang." "Percuma mengemis di kereta api utama. Aku sudah berpengalaman. Jadi, turutilah apa yang kubilang. Tunggu saja kereta kelas tiga." Keterkaitan isi cerpen tersebut dengan kehidupan saat ini adalah... |
1
5.0
Perhatikan kalimat-kalimat berikut!
1) Semua penghuni bergegas turun ke bawah untuk menyelamatkan diri.
2) Badannya sangat kurus, hanya tinggal tulang dan kulit.
3) Hanya tamu undangan saja yang dipersilakan masuk ke dalam.
4) Bagus sekali tulisanmu, aku sampai susah membacanya.
5) Setiap hari ia memeras keringat hanya demi sesuap nasi.
6) Jam delapan pagi baru datang, itu namanya siswa teladan.
Kalimat yang menggunakan gaya bahasa hiperbola adalah kalimat nomor...
1
4.0
Di hari-hari menjelang Lebaran itulah, Nak, kota akan terlihat penuh tukang jahit yang berkeliling menjahitkan pakaian. Mereka menggelar dasaran di trotoar, di pojokan jalan, di keteduhan pepohonan, dan di emper pertokoan. Mereka mengeluarkan mesin jahit lipat dari kotak yang dibawanya; menara bundelan-bundelan benang, jarum dondom dan jarum pentul, gunting, silet, mangkuk-mangkuk berisi kancing warna-warni, dan meletakkan di atas kotak kayu yang digunakan sebagai meja. Para penduduk antre menjahitkan pakaian dan hiruk dalam keramaian menyambut lebaran. Anak-anak berceloteh riang tentang baju baru yang akan mereka kenakan.
Nilai kehidupan yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah...
3
4.5
Janganlah sampai kawan
Kesejahteraan tinggallah angan
Keadilan hanyalah khayal
Kemerdekaan kembali terjajah
Yang tersisa hanyalah kebodohan
Mari naik kapal, kawan
Jangan hanya tinggal diam
Mari bersatu ambil peranan
Buatlah perubahan
Kata naik kapal dalam puisi tersebut melambangkan .....
1
5.0
Di hari-hari menjelang Lebaran itulah, Nak, kota akan terlihat penuh tukang jahit yang berkeliling menjahitkan pakaian. Mereka menggelar dasaran di trotoar, di pojokan jalan, di keteduhan pepohonan, dan di emper pertokoan. Mereka mengeluarkan mesin jahit lipat dari kotak yang dibawanya; menara bundelan-bundelan benang, jarum dondom dan jarum pentul, gunting, silet, mangkuk-mangkuk berisi kancing warna-warni, dan meletakkan di atas kotak kayu yang digunakan sebagai meja. Para penduduk antre menjahitkan pakaian dan hiruk dalam keramaian menyambut lebaran. Anak-anak berceloteh riang tentang baju baru yang akan mereka kenakan.
Sudut pandang yang digunakan pengarah dalam kutipan cerpen tersebut adalah...
4
4.0
|
Kami sekeluarga berkumpul di ruang tengah. Ruang tengah bagi keluarga kami, semacam ruang sidang keluarga di atas bentangan tikar. Jika ada ajakan ayah atau ibu untuk berkumpul di ruang tengah selepas makan malam, berarti ada hal penting yang ingin diutarakan ayah. Hal penting itu, jelas mesti disepakati bersama karena megundang anggota keluarga, termasuk paman, bibi-bibi kami, dan para menantu. Aku sudah dapat menduga-duga gerangan apa yang akan disampaikan selepas makan malam oleh ayah yang dalam hal ini sebagai si pangkal, pengundang kami. Apalagi kalau bukan soal Ratih, yang beberapa hari terakhir ini disebut-sebut ayah, dikoarkannya sebagai suatu yang teramat penting, menjadi gunjingan menarik di antara kami bersaudara. Ratih adalah anak almarhum Aman Saka yang mati disambar petir saat membajak sawah di kala hujan setahun lalu. Sejak Pak Aman tiada, Ratih hidup bersama ibunya yang sehari-hari mencari makan dengan berjualan sayur ke Pasar Rabunan. Kami sering dengar dari Ayah, bahwa siapa pun orangnya perlu kasihan kepada Bu Nyali yang hidup menderita; susah cari makan dan kadang mesti minta ke tetangga atau ke ayah kami. "Sebagaimana yang sudah dibayang-bayangkan olehku, untuk jelasnya kini, bagaimana kalau kita mengangkat Ratih menjadi anggota keluarga kita. Kebetulan kita tak punya anak atau saudara perempuan. Padahal kalau kita mengangkat anak seperti Ratih, menyelamatkan hidup sehari-harinya, meringankan beban ibunya dan ajaran agama menganjurkan itu, suatu kebaikan ..." Demikian kata ayah setelah cerita ke sana kemari soal saling menyayangi, mencintai orang tak mampu, megasihi orang-orang yang melarat hidupnya. Lalu Ayah membayangkan, Ratih anak yang cerdas, putus sekolah sejak kelas II SMU lantaran ayahnya mati dan ibunya tak mampu carikan biaya. Selai cantik, ia menguasai ilmu bela diri yang diturunkan ayahnya. Watak tokok Ayah dalam kutipan cerpen tersebut adalah... |
1
3.0
Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, 20 Mei 2013 genap berumur 105 tahun. Karean itu, peringatan Hari Kebangkita Nasional tahun ini mempunyai arti … khusu. Kebangkitan Nasional dimulai sejak Budi Utomo berdiri tanggal 20 Mei 1908. Sejak itu, negeri kita memasuki babak baru. Dikatakan sebagai babak baru karena sejak itu pejuang mulai menggunakan cara-cara organisasi modern. Perjuangan itu merupakan … dari perjuangan sebelumnya yang gagah berani, walaupun belum … karena perjuangan masih bersifat kedaerahan.
Kata yang berimbuhan yang tepat unuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....
1
4.0
Waktu terus berjalan maju, tidak ada seorang pun yang dapat menahan berjalannya waktu, detik demi detik, hari berganti hari, minggu berganti minggu. builan berganti bulan, tahun pun berganti tahun, terasa cepat waktu terus berjalan. Waktu bisa menjadi teman terbaik dan bisa juga menjadi musuh paling jahat. Manusia akan rugi bila tidak memanfaatkan waktu, yang beruntung adalah orang yang bisa memanfaatkan waktu untuk kebaikan-kebaikan. Orang yang dapat menghargai dan memanfaatkan waktu adalah seorang pemenang. Oleh karena itu, mulai saat ini selayaknya kita bisa mengelola waktu secara efektif dan efisien. Buatlah perencanaan kegiatan Anda.
Simpulan yang tepat isi teks ceramah tersebut adalah ...
4
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia