Urutkan
Farhan C
06 September 2022 17:32
2
R N
06 September 2022 17:32
2
Toni K
06 September 2022 17:32
1
Sara K
06 September 2022 17:32
1
Farhan C
06 September 2022 17:31
2
R N
06 September 2022 17:31
3
Toni K
06 September 2022 17:31
3
Sara K
06 September 2022 17:31
11
Farhan C
06 September 2022 17:31
1
R N
06 September 2022 17:31
1
Masa Baru
Kepada Heinrich Heine
Sekali tiba masa ketika,
Dunia mewah gugur merata,
Enyah seni murni indah,
Tangan kasar akan merobek,
Segala apa nan molek,
Akan meramuk cabik,
Semua nan halus cantik.
Dan…
Sejak kelak pembungkus karang,
Prosa puisiku pembungkus kopi,
Dewi Seni akan menangis,
Namun beta rela,
Datanglah cepat “ketika” itu,
Ketika jelata akan bertakhta,
Akan kuasa,
Dunia adil sama rasa sama rata.
(Purwa Atmadja)
Suasana dalam puisi tersebut adalah …
4
5.0
<meta charset="utf-8">
"Maafkan, Mr. Dickens. Bagi saya Raffles tetap petinggi penjajah dan itu harus juga diungkapkan walaupun hanya dalam satu kalimat. Kalau tidak bagaimana saya harus memulai drama ini? Apakah saya harus menyebut Raffles sebagai ilmuwan atau seorang peneliti yang secara sukarela datang ke Hindia Belanda untuk meneliti Candi Borobudur,
Prambanan, dan meriset sastra Jawa? Apakah saya harus menyebutnya seorang turis yang tiba-tiba berhasrat melakukan penelitian karena banyak objek menarik di Hindia Belanda?"
Masih dalam suasana marah, dialog tetap berlangsung antara Sastri dan Harold Dickens tentang penjajah dan penjajahan. Mereka mempunyai pandangan berbeda tentang penjajah dan penjajahan. Paling tidak tentang Raffles yang disebut Sastri sebagai penjajah itu. Debat berlangsung keras sekitar lima belas menit karena Sastri berani membantah pendapat Dickens. Karena Harold Dickens tetap defensif dan menyalahkan Sastri, dengan suara pelan gadis berusia 24 tahun itu menjawab.
(Pilihan Sastri Handayani, Sori Siregar)
<meta charset="utf-8">Simpulan isi cerita dalam kutipan tersebut adalah . . .
1
4.0
Kangen
Kau takkan mengerti bagaimana kesepianku
Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
Kau takkan mengerti segala lukaku
Kerna cinta telah sembunyikan pisaunya
Membayangkan wajahmu adalah siksa
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan
Engkau telah menjadi racun bagi darahku
Apabila aku dalam kangen dan sepi
Itulah berarti
Aku tungku tanpa api
(Rendra)
3
4.2
Kangen
Kau takkan mengerti bagaimana kesepianku
Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
Kau takkan mengerti segala lukaku
Kerna cinta telah sembunyikan pisaunya
Membayangkan wajahmu adalah siksa
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan
Engkau telah menjadi racun bagi darahku
Apabila aku dalam kangen dan sepi
Itulah berate
Aku tungku tanpa api
(Rendra)
2
5.0
Kangen
Kau takkan mengerti bagaimana kesepianku
Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
Kau takkan mengerti segala lukaku
Kerna cinta telah sembunyikan pisaunya
Membayangkan wajahmu adalah siksa
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan
Engkau telah menjadi racun bagi darahku
Apabila aku dalam kangen dan sepi
Itulah berate
Aku tungku tanpa api
(Rendra)
10
5.0
Ketika Einstein, penemu teori relativitas, mencapai umur lima puluh tahun, Jerman memberi banyak tanda kehormatan kepadanya: mendirikan patung untuknya di Postdam, dan menghadiahkan sebuah rumah serta kapal layar sebagai tanda cinta dan rasa kagum bangsa Jerman kepadanya.
Akan tetapi, beberapa tahun kemudian, semua milik pribadinya dirampas. Ia pun takut pulang ke tanah airnya. Berminggu-minggu lamanya ia hidup di Belgia, di belakang pintu berlapis yang dijaga seorang polisi. Polisi itu setiap malam tidur di samping tempat tidurnya.
Konflik yang dihadapi tokoh dalam kutipan tersebut adalah ...
1
5.0
Ketika Einstein, penemu teori relativitas, mencapai umur lima puluh tahun, Jerman memberi banyak tanda kehormatan kepadanya: mendirikan patung untuknya di Postdam, dan menghadiahkan sebuah rumah serta kapal layar sebagai tanda cinta dan rasa kagum bangsa Jerman kepadanya.
Akan tetapi, beberapa tahun kemudian, semua milik pribadinya dirampas. Ia pun takut pulang ke tanah airnya. Berminggu-minggu lamanya ia hidup di Belgia, di belakang pintu berlapis yang dijaga seorang polisi. Polisi itu setiap malam tidur di samping tempat tidurnya.
Keistimewaan Einstein dalam kutipan tersebut adalah ...
1
5.0
Kutipan artikel berikut untuk soal nomor 14 dan 15.
1) Menurut Depan Fakultas Kesehatan Wispriyono, rokok adalah salah satu produk tembakau yang membahayakan kesehatan. 2) Rokok berbahaya karena kandungan racun dalam asapnya. 3) Gangguan kesehatan tidak hanya terhadap perokok aktif, tetapi juga kepada perokok pasif yang menghirup asap dari perokok aktif. 4) Oleh sebab itu, dibutuhkan keseriusan Pemerintah Indonesia untuk memaksa produsen rokok agar memproduksi bungkus rokok dengan peringatan berbentuk gambar bahaya rokok besar-besar. 5) Beliau menambahkan, penelitian di banyak negara menunjukkan, peringatan berbentuk gambar lebih efektif meningkatkan pemahaman bahaya mengidap tembakau dibanding tulisan. 6) Pasca penetapan gambar dalam bungkus rokok di Singapura, misalnya, 1 dari 6 perokok mengaku tidak lagi merokok di depan anak-anak 7) Sementara itu, lebih dari 50 persen perokok di Thailand mengaku berpikir ulang jika akan merokok. 8) Mereka memperhatikan gambar bahaya rokok bagi kesehatan yang dipasang di kemasan rokok.
Disadur dari: http:/www.suarakarya-online.com/sews.htm7category arne Sehat, diunduh 7 Februari 2018
Opini dalam paragraf tersebut terdapat pada nomor ...
1
3.0
Kutipan novel berikut untuk nomor 5-7.
"Yang di tengah ini pusat kompleks makam kita. Makam Eyang Kakung dan Eyang Putri. Arsitektur cungkupnya sederhana, tapi kita usahakan berwibawa. Atapnya sirap. Kijingnya dari marmer. Mestinya ya marmer impor Italia. Biar indah dan awet. Ya, to? Dan soal marmer Italia itu biar saya yang urus semua. Atau kamu punya ide lain, Har?"
"Biar saya urus sendiri makam orang tua saya. Itu tanggungan anak masing-masing terhadap orang tuanya, kan? Eh, Tip, kijang bapak dan ibu tempo hari kaupesan dari mana? Aku kok lupa."
"Dari Solo, Gus."
"Ah, itu kan cukup bagus, to? Dari apa itu, Tip?"
"Menurut saya kijing bapak-ibu itu bagus. Dari teraso abu-abu yang bagus kualitasnya, Gus."
"Nah, Mas Tomi, Bambang. Kami keluarga Harimurti dan keluarga Lantip, cukup puas dan bangga dengan kijing teraso itu."
Tommi dan Bambang diam. Kemudian, dengan seret Tommi mencoba melanjutkan pembicaraan antara sepupu itu.
"Djan, kamu dan Marie bagaimana?"
"Kami setuju-setuju saja dengan rencana konsep Mas Tommi. Bahkan, ikut bangga kijing orang tua kita dari marmer Italia."
"Nah, begitu to. Kalau kau Harno dan Sumi?"
"Ya, kalau kami harus berkata bagaimana? Kan almarhum orang tua Sumi sudah ikut dimakamkan di keluarga Harjono, bergabung dengan makam trah Madiun. Jadi, ya tidak ada soal apa-apa bagi kami, Mas."
Dikutip dari: Umar Kayam, Jalan Menikung Para Priyayi 2 Jakarta, Pustaka Utama Grafiti, 2012
Sifat tokoh Tommi dalam kutipan tersebut adalah glamour. Sifat tersebut dideskripsikan melalui cara ...
2
5.0
Bacalah kutipan novel berikut ini!
.......
Pria-pria muda yang duduk di dipan-dipan jarak asyik bermain, menghirup mi instan dari gelas plastik, dan main gitar. Jakarta telah merabunkan nurani orang-orang kampung itu yang tahun lalu ketika baru tiba dari udik masih sangat lugu. Cukup setahun, cukup setahun saja, Jakarta bisa saja membuat orang jadi durjana. Mereka tak mengacuhkan ibu-ibu dan anak- anaknya yang menghirup bau pesing WC sampai seluruh isi perut mau melompat, demi, semuanya demi, dua puluh empat jam kemudahan di atas kapal Sawit. Sungguh dahsyat pengaruh ibu kota.
Dikutip dari: Andreas Hirata, Maryamah Karpov. Bentang, Yogyakarta, 2008
Nilai kehidupan yang dituangkan pengarang dalam kutipan novel tersebut adalah ...
1
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia