Urutkan
Hilman H
22 September 2022 11:42
1
Silmi H
22 September 2022 11:42
2
Bani N
22 September 2022 11:42
2
Hilman H
22 September 2022 11:41
1
Aisha P
22 September 2022 11:40
3
Silmi H
22 September 2022 11:40
9
Bani N
22 September 2022 11:40
1
Aisha P
22 September 2022 11:40
2
Silmi H
22 September 2022 11:40
2
Bani N
22 September 2022 11:40
2
Bacalah teks cerpen berikut!
Perlu pula kuterangkan bahwa selama aku kawin dengan Wartini, sekali-sekali ada timbul perasaan kepadaku bahwa perbuatanku kepada Syamsu salah adanya. Syamsulah sebenamya yang berhak mendapatkan Wartini. Anehnya, sungguhpun Wartini menerangkan bahwa ia hanya mencintai aku, tetapi hatiku terus berkata, Wartini lebih dekat kepada Syamsu. Aku merasa diriku sebagai seorang perampok.
(Dari Ave ke Jalan Lain ke Roma, Idrus)
Nilai kehidupan yang terdapat pada kutipan cerpen adalah . . . .
1
5.0
Bacalah teks cerpen berikut ini!
Akan tetapi, anak muda yang makin menggila itu belum juga merasa puas. Mereka terus menghardik disertai tamparan, membentak disusul jotosan diselingi sepak terjang. Pengutil itu sempoyongan terhuyung ke sana kemari. Dari mulutnya belepotan darah; terdengar rintihan beruntun, "Ampun, ampun, ampun ..." seolah-olah hanya kata itu yang dikenalnya. Rintihan itu lama-lama bertambah lirih berubah menjadi semacam erangan yang mengeras dan ia pun lalu terjerembap ke tanah, diam tak berkutik
("Gerhana," Muhammad Ali)
Nilai moral yang tidak sesuai dengan kearifan bangsa kita adalah . . . .
1
3.6
Puisi berikut untuk soal nomor 11–13.
Foto Keluarga
Dari kiri ke kanan:
Abah,
selalu kepingin jadi ayah juara,
tapi lebih sering mengacaukan semua.
Emak,
perempuan paling tangguh
Yang tak pernah mengeluh.
Ara,
sumber tawa dan bahagia yang memandang segala dengan sederhana.
Dan aku; Euis,
yang berusaha menjalani semua dengan tegar dan besar hati
Dikutip dari: Rosi L. Simamora. Keluarga Cemara: Buku Puisi, Jakarta Gramedia Pustaka Utama.
Tema puisi tersebut adalah...
1
5.0
Watak tokoh pertapa dalam kutipan hikayat tersebut adalah...
2
5.0
Kata kunci yang sesuai dengan paragraf tersebut adalah...
1
0.0
Ide pokok paragraf tersebut adalah...
1
5.0
Perhatikan kutipan buku fiksi berikut ini!
Aku tetap menyabarkan diri. Tetap tenang karena aku paham, aku datang ke Jakarta. bukan untuk bertengkar. Aku datang untuk melihat ayah yang sedang sakit. Aku tak ingin ayah menjadi lebih sakit melihat aku bertengkar dengan saudaraku.
Sempat aku ingin lancang kepada kakakku itu. Kesabaranku sudah di ubun-ubun, bahkan tanganku rasanya gemetaran. Sesak rasanya dituduh melakukan apa yang tidak aku lakukan. Apalagi, dikatakan sebagai anak yang menghabiskan harta orang tua oleh saudaranya sendiri.
Dadaku terasa sesak. Aku datang ke sini bukan untuk menerima tuduhan yang tidak berdasar ini. Aku datang karena ayahku sedang bertarung antara hidup dan mati. Meski gemetaran karena dituduh begitu, emosi itu tetap kutahan karena aku tahu ayah masih dalam keadaan butuh banyak istirahat. Jika ayah tahu aku bertengkar hebat dengan saudaraku, tentu itu akan menganggu pikirannya. Akhirnya, aku memilih jalan sendiri. Demi ayah, aku harus melakukannya.
Dikutip dari: Boy Candra, "Untukmu Ayah" dalam Surat Kecil untuk Tuhan, Jakarta, Bukune, 2016
Nilai kehidupan yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
1
4.5
Perhatikan puisi berikut!
Penyihir
kau menatapku dari kejauhan
seperti senja yang mengharukan
sebab ada seribu jalan menuju dirimu
hampir gelap dan berbatu
(Dikutlp dari: Sapardi, "Penyihir" dalam 60 Puisi Indonesia Terbaik 2009, Jakarta, Gramedia, 2009.)
Majas yang digunakan dalam puisi tersebut adalah….
1
5.0
Perhatikan kutipan buku atau naskah drama berikut!
Bapak melangkah ke arah pintu terus membukanya. Muncullah Pelamar I mengenakan pakaian lengkap berdasii mentereng. Pelamar I menghormat dengan membungkukkan badan. Sambill senyum menjabat salam Bapak dengan kedua tangannya.
Bapak: Selamat datang!
Pelamar I: Maafkan saya.
Bapak: Ah, tak mengapa! Silakan duduk. Yang penting Anda hari ini telah datang memenuhi janji. Terlambat sepuluh menlt saja tak kuperhitungkan karena aku tidak bisa mengikat diri pada perputaran menit dan detik.
Pelamar I: Terima kasih.
Dikutip dari: B. Soelarto, Domba-Domba Revolsi: Kumpulan Drama, Yogyakarta, Hikayat, 2006
Susunlah tulisan refleksi berdasarkan nilai-nilai dalam kutipan drama tersebut!
1
5.0
Bacalah puisi berikut!
Nasib Tanah Airku
Karya : Asmara Hadi
Panas yang terik datang membakar,
Lemahlah kembang hampirkan mati,
Tunduk tergantung bersedih hati,
Mohonkan air kepada akar,
Mendapat air amatlah sukar,
Belumlah turun hujan dinanti,
Musim kemarau belum berhenti,
Angin bertiup belum bertukar,
(Dikutip dari : Suyono Suyatno, Joko Adi Sasmito, Erli Yetti, Aritologi Puisi Modern Anak-Anak, Jakarta; Yayasan Obor Indonesia, 2008.)
Suasana yang tergambar dalam puisi tersebut adalah….
1
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia