Urutkan
Bani N
26 September 2022 10:57
1
Rini P
26 September 2022 08:21
2
Andy D
26 September 2022 08:21
1
Juliana I
26 September 2022 08:21
2
Fadelia B
26 September 2022 08:21
2
Rini P
26 September 2022 08:21
4
Andy D
26 September 2022 08:21
17
Juliana I
26 September 2022 08:21
3
Fadelia B
26 September 2022 08:21
3
Rini P
26 September 2022 08:21
2
Perhatikan paragraf berikut!
Kondisi pandemi Covid-19 ini menjadi peluang bagi para petani Indonesia dan menjadikan produk pertanian lokal menjadi tuan rumah di negaranya sendiri. Saat ini memang lebih menggemari produk lokal karena lebih segar dan terjamin keamanannya. Kebutuhan masyarakat terhadap produk pertanian pun meningkat. Apalagi para ahli gizi juga menyarankan masyarakat untuk tetap mengonsumsi makanan sehat dan bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus Covid-19.
Disadur dari: https://mediaindonesia.com/read/detail/299018-petani-milenial-siapkan-/ayanan-antar-produk-pangan, diunduh 24 Maret 2020
Kalimat yang bercetak miring adalam paragaf tersebut tidak tepat karena ....
4
5.0
Perhatikan paragraf berikut!
Selama musim panas pada 1576, wabah yang dikenal dengan wabah Santo Charles (sampar) menghancurkan sebagian besar wilayah utara ltalia. Warga memilih untuk saling dukung dan menguatkan. Mereka berpadu dalam aksi [...]. Jendela-jendela dibuka. Ribuan pria, wanita, dan anak-anak mulai bernyanyi. Ahli musik dari Loyola University, Remi Chiu, menemukan keterkaitan [.. . ] tersebut dengan lagu "Wuhan jiayou" (Wuhan Bisa) atau "Tetaplah kuat, Wuhan!". Nyanyian itu dimulai pada Januari di Tiongkok ketika pandemi mulai merebak. Begitupun dengan nyanyian lagu-lagu [ . . . ] di balkon penduduk ltalia. Menurutnya, kemampuan musik untuk mengatasi ego adalah media yang sangat kuat dalam menghadapi krisis.
(Disadur dari: https://mediaindonesia.com/read/deta/1/301843-sejak-abad-ke-7-sm-musik-jadl-terapi-melawani-pandemi, diunduh 18 Maret 20120)
Kata serapan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....
2
5.0
Cermati resensi berikut!
Mengingat begitu luas ruang lingkup yang tercakup pada kekayaan intelektual tradisional, yang dimiliki masyarakat Indonesia, maka diperlukan pemikiran yang lebih mendalam, holistik dan komprehensif. Tujuannya untuk mengkaji bentuk perlindungan hukum yang tepat guna melindungi kekayaan intelektual tradisiohal. Walaupun peraturan perundangundangan yang mencoba mengatur masalah perlindungan terhadap kekayaan intelektual tradisional telah silih berganti, ternyata belum menyentuh atau menyelesaikan permasalahan tentang bentuk perlindungan hukum yang sesuai untuk melindungi kekayaan intelektual tradisional. Pemikiran yang terrimat di dalam kumpulan naskah tulisan dalam kurun 2005-2015 masih sangat relevan untuk menjadi bahan kajian lebih lanjut. [....] Buku Kumpulan Tulisan Perlindungan Hukum Terhadap Kekayaan Intelektual Tradisional ini bisa digunakan sebagai referensi Mata Kuliah Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
(Disadur dari: https:/republika.co.id/beritalo8qxo6384/melindungi-kekayaan-intelektual-tradisional-indonesia, diunduh 24 Maret 2020)
Kalimat yang tepat untuk melengkapi resensi rumpang tersebut adalah ...
1
5.0
Bacalah puisi berikut!
Syair Perahu
Karya : Hamzah Fansuri
Wahai muda, kenali dirimu,
ialah perahu tamsil tubuhmu.
tiadalah berapa lama hidupmu,
ke akhirat jua kekal diainmu.
Makna kata tamsil dalam puisi tersebut adalah....
3
5.0
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Kutipan 1
Kerabat-kerabat - walau iba pada nenek yahg bekerja keras memasak saat ada saudara meninggal - juga enggan untuk berada dekat-dekat. Sebisanya menjaga jarak. Rupanya mereka begitu khawatir pada racauan nenek perihal tanda-tanda yang hampir tak pernah meleset (aku tak ingat kapan racauanya pernah meleset). Mereka berprasangka tentang siapa yang dimaksudkan dalam ucapan itu. Bisa ayah mereka, ibu, paman, adik, kakak, atau diri mereka sendiri. Sehingga, ketika hanya aku yang cukup berani dekat-dekat nenek dalam jangka waktu lebih lama, akulah yang jadi sasaran pertanyaan-pertanyaan mereka. Rahasia kematian selalu jadi sumber rasa penasaran, bagaimanapun ditolak kehadirannya.
Dikutip dari: Wisnu Sumarwan, "Perinal Tanda-Tanda" dalam Kasur Tanah Cerpen Pilihan Kompas 2017, Jakarta, Penerbit Buku Kompas. 2018
Kutipan 2
Jenazah Kang Nurya kami urus dengan biaya gotong royong para tetangga. Ada juga dari kas RT. Repotnya adalah kerbau itu. Kami merasa tak berhak menjualnya meski ada wasiat lisan dari Kang Nurya. Maka selamatan tiga dan tujuh hari kami lakukan ala kadarnya. Hari kesepuluh sejak kematian Kang Nurya, seorang anak lelakinya datang. Kami melihat kesan kepindahannya ke Lampung tidak mengubah derajat hidupnya. Kemelaratan masih tergambar jelas dari seluruh penampilannya. Jadi, ada benarnya kata orang, transmigrasi bisa berarti pemerataan kemiskihan ke luar Jawa. Ah, entahlah.
Dikutip dari: Ahmad Tohari, "Harta Gantungan" dalam Mata yang Enak Dipandang, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2013.
Perbedaan pengembangan struktur orientasi pada kedua kutipan cerita tersebut adalah...
5
5.0
Perhatikan paragraf berikut!
1) Harga minyak kembali jatuh pada Rabu, 19 Maret 2020 ke level terendahnya dalam kurun waktu 18 tahun terakhir, mendekati level 20 dolar AS per barel. 2) Minyak mentah berjangka AS turun setelah data mingguan AS menunjukkan penurunan yang signifikan dalam persediaan bensin dan solar. 3) Meski mencoba rebound seiring terbitnya langkah Bank Sentral Eropa (ECB) dalam penanggulangan wabah Covid-19 pada Kamis pagi waktu Indonesia, kejatuhan harga minyak masih membayangi dan dapat kembali terjadi sewaktu-waktu. 4) Lembaga Goldman Sachs memperkirakan permintaan minyak secara global dapat turun sebanyak 8-9 juta barel per hari (bpp) pada akhir Maret ini. 5) Keadaan ini merupakan pengaruh langsung dari langkah-langkah yang diambil negara-negara dalam menghadapi pandemi Covid-19. 6) Seperti kita ketahui, sejumlah negara mempercepat langkahnya menutup atau mengisolasi wilayah-wilayahnya, mengakibatkan turunnya permintaan minyak secara global.
Disadur dari: https:llbebas. kompas.id/baca/internasiona/1 2020/03/ 19/ha rga-minya·k-mendeka ti-20-dollaras-per-baref-terendah-dalam-18-tahun/?a=2. 1464 75441223574670. 1584584220- 1400229187.1571994263, diunduh 19 Maret 2020
Kata ini pada kalimat berangka 5) merujuk pada.....
3
4.6
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
"Apakah tugasmu jadi wali kota untuk menghukum mereka?"
Aku sudah membantu mereka, setiap minggu aku turun ke pelosok-pelosok kota. Aku berkeliling melihat mereka dan kadang aku memberikan mereka bantuan dari kantongku sendiri. Lewat anak buahku, aku juga telah mengirimkan bantuan kepada mereka. Aku memberikan mereka bahan makanan, pakaian, dan semua yang mereka butuhkan. Membuat banyak program agar mereka tidak miskin lagi. Tapi toh mereka tetap miskin, mereka pemalas. Apakah aku salah?"
Dikutip dari: Supartika, "Gugatan" dalam Kasur Tanah Cerpen Pilihan Kompas 2017, Jakarta, Penerbit Buku Kompas, 2017
Nilai kehidupan dalam kutipan cerpen tersebut adalah....
5
5.0
Perhatikan kutipan buku fiksi berikut!
Namaku Wulan. Aku merupakan anak kelas dua SMA yang bersekolah di salah satu sekolah negeri di Bali. Aku ditugasi oleh sekolah untuk mewawancarai seorang pahlawan. Syukurlah temanku memiliki seorang paman yang juga pengelola panti jompo dan di sana terdapat seorang nenek yang merupakan istri seorang pahlawan. Nenek ini biasa dipanggil Odah Jati atau Nenek Jati.
"Odah, ini anak-anak yang ingin bertemu. Mereka mendapat tugas untuk mewawancarai peristiwa yang terjadi saat Perang Puputan,” jelas seorang pengurus panti kepadanya.
"Selamat siang, Odah. Saya Dian dan ini taman saya Wulan," sapa Dian sopan. Dian mengulurkan tangan dan diterima oleh Odah Jati. Selanjutnya aku pun melakukan hal yang sama. Odah Jati menampilkan seulas senyum meneduhkan untuk kami berdua.
"Odah sangat terharu masih ada anak muda yang mau mendengarkan sejarah bangsa kita. Tidak semua kejadian peperangan diceritakan dalam buku-buku sejarah kalian . Masih banyak peristiwa yang tidak dijelaskan secara lengkap. Pada zaman itu, Odah tidak ikut turun ke medan perang. Jadi, Odah hanya bisa menceritakan apa yang Odah alami pada saat itu. Apa tidak apa-apa?" jelas Odah Jati.
'Tidak apa-apa, Odah. Kami hanya ditugasi untuk melakukan wawancara tentang kejadian pada masa itu, bahkan kami akan sangat senang apabila Odah bisa menceritakan perang tersebut dari sisi lainnya, bukan hanya yang diceritakan dalam buku-buku kami," Dian terlihat sangat antusias menunggu Odah Jati untuk melanjutkan ceritanya.
"Baiklah. Jika benar tidak ada masalah, Odah akan menceritakan bagaimana perjuangan wanita pada zaman itu. Kami kaum wanita tidak
turun langsung ke medan perang. Tugas kami adalah menyediakan bahan makanan pagi para pejuang. Kami menyediakan logistik yang akan dibawa untuk bergerilya. Saat para pejuang beristirahat, kami membantu membersihkan senjata-senjata mereka. Bahkan, kami juga kerap merangkap sebagai perawat saat ada pejuang yang terluka. Kami melakukan semua yang kami bisa untuk membantu mereka. Prinsip kami pada saat itu adalah lakukan yang bisa dilakukan. Kaum wanita bukanlah kaum lemah. Kalaupun diperlukan untuk ikut angkat senjata, kami siap melakukannya. Namun, kami sadar bahwa kami lebih dibutuhkan untuk menyediakan logistik dan perawat bagi para pejuang,” Odah Jati tersenyum tipis dan tampak menikmati ekspresi kaget di wajah kami yang sangat kentara.
“Jadi, wanita mempunyai peran sangat penting pada zaman itu ya, Odah?" ucapku. Akhirnya aku angkat bicara setelah kebisuan panjangku semenjak menginjakkan kaki di panti ini. Odah Jati hanya tersenyum memandangku. Lagi-lagl senyum meneduhkan itu. Mungkin, senyum beliau bisa menjadi salah satu senyum terbaik yang pernah aku lihat.
Dikutip dari: Lenny Omi Priyatni, "Gelora Wanita Lintas Generasi" dalam Kumpulan Cerita Pendek Kartini Masa Kini, Jakarta, Andamari Creative, 2019
Jelaskan nilai dalam kutipan buku fiksi tersebut! Sertakan alasan penentuan nilai tersebut!
5
5.0
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
"Pemilik kilang, pengusaha kaya dari kota, melarang Paman Doblo terlalu bermurah hati · kepada penduduk sekitar. Dia hanya dibenarkan memberikan limbah yang berupa kulit kayu kepada anak-anak. Selebihnya harus dikumpulkan karena bisa dijual ke pabrik kertas atau perusahan pembuat genteng."
"Dan Paman Doblo patuh?"
"Papa mulanya tampak tertekan. Namun, kemudian dia laksanakan juga keinginan majikan. Perubahan. pada dirinya pun mulai tampak. Keramahan mulai surut dari wajahnya. Dan kejadian terakhir kemarin malah menyangkut anak lelaki saya yang baru naik kelas 3 SD."
“Anakmu mencuri limbah?"
"Tidak. Layang~layang anak saya tersangkut kawat berduri atas tembok pagar kilang. Ingat, andaikan peristiwa itu terjadi dulu ketika kita masih anak-anak, Paman Dablo tentu akan datang menolong sambil tersenyum."
"Dan terhadap anakmu kemarin?"
"Paman Dablo datang dengan langkah gopoh dan mata membulat sehingga anak saya lari ketakutan sampai terkencing-kencing."
Dikutip dari: Ahmad Tohari, "Paman Dablo Merobek Layang-Layang" dalam Mata yang Enak Dipandang, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2013
Penyebab konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah…
3
5.0
Perhatikan paragraf berikut!
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Jakarta Barat gencar merazia pelajar yang kedapatan sedang berada di warung internet (warnet). Pelajar ini dianggap menyalahi instruksi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, agar belajar di rumah selama masa penanganan pandemi virus corona COVID-19. Mereka juga dianggap tidak taat untuk menjaga jarak (social distancing). Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat, mengatakan warnet menjadi sasaran razia karena merupakan tempat pelajar biasanya bermain gim daring. Razia pelajar terus berlangsung selama masa tanggap darurat penanganan COVID-19 selesai. Selain warnet, inspeksi dadakan, Satpol PP Jakbar akan mengarah ke lokasi-lokasi lain tempat pelajar berkumpul ramai seperti persewaan gim dan pusat belanja. Pelajar yang terjaring razia hanya akan diberi imbauan untuk pulang dan tetap tinggal di rumah saja.
Disadur dari: https:lltirto.idlsatpol-pp-razia-pelajar-yang-langgar-instruksi-belajar-di-rumah-eGdb, diunduh 19 Maret 2020
Kalimat tanggapan yang tepat berdasarkan paragraf tersebut adalah...
22
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia