Urutkan
Juliana I
26 September 2022 08:21
2
Fadelia B
26 September 2022 08:20
1
Rini P
26 September 2022 08:20
1
Andy D
26 September 2022 08:20
1
Juliana I
26 September 2022 08:20
1
Fadelia B
26 September 2022 08:20
1
Rini P
26 September 2022 08:20
2
Andy D
26 September 2022 08:20
1
Fadelia B
26 September 2022 08:20
1
Rini P
26 September 2022 08:20
2
Perhatikan kutipan buku fiksi berikut!
Kalian, anak-anakku, semakin susah ditemukan di rumah. Malam itu, apakah kalian ingat? Aku menunggu di beranda. Aku harus bisa bicara kepada kalian. Besoknya, aku tahu September sudah berangkat digantikan Oktober. Oktober biasanya datang membawa butir-butir hulan yang sedih. Seperti bulir-bulir air mata. Hujan sedikit, hujan sakit. Hujan yang tidak pernah sungguh-sungguh menghapus dosa-dosa dan debu, apalagi kenangan.
Satu per satu kalian tiba tanpa seucap selamat malam. Aku tahu perasaan yang menumpuk di tubuh kalian semua. Sebelum kalian lupa siapa nama ibu kalian, aku harus mengatakan satu hal. Aku mengajak kalian ke meja makan. Dulu, di meja itu ita sekeluarga sering tertawa bersama. Malam itu aku tidak menemukan satu gema tawa lagi di sana, paling bisik sekalipun.
Dikutip dari: M. Aan Mansyur. "Kukila, Rahasia Pohon Rahasia" dalam Kukila. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama. 2015
Jelaskan nilai dalam kutipan buku fiksi tersebut! Serta alasan penentuan nilai tersebut!
1
5.0
Jelaskan unsur-unsur penting dalam buku fiksi!
1
3.0
Bacalah kutipan drama berikut!
Tokoh I: Keuntungan apa yang diperdapat sementara aku tidak ikut berusaha?
Pedagang II: Cara seorang pemimpin berdagang tentu lain bentuknya.
Pedagang I: Tuanku mendapat keuntungan seperempat dari semua keuntungan kita.
Pedagang II: (pada temannya) Terlalu tinggi.
Tokoh I: Berapa?
Pedagang lI: Seperenam! Bersih dari pajak.
Pedagang I: Bagaimana, Tuanku? Diterima?
Dikutip dari: Wisran Hadi, Empat Lakon Perang Padri, Bandung, Angkasa, 2002
Nilai kehidupan yang terdapat dalam kutipan drama tersebut adalah ....
1
5.0
Bacalah kutipan artikel berikut!
Sebagian besar jumlah penduduk miskin berada di perdesaan. Mayoritas profesi mereka adalah petani dan peternak. Untuk mengatasi masalah tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) telah membuat berbagai program, salah satunya Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera). Program tersebut secara pasti telah memberi andil pada perbaikan pengentasan rakyat miskin dan kondisi perekonomian Indonesia.
Program Bekerja yang dijalankan Kementan mampu bersinergi dengan program unggulan lain. Semua program tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu menyejahterakan petani. Sebagai contoh, program upaya khusus (Upsus) peningkatan produksi padi, jagung, kedelai (Pajale), hortikultura, serta program Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab). Ada pula program pembenahan rantai pasok dan distribusi pangan membuat harga jual produk yang diterima petani terus membaik.
Disadur dari: https://www.suarakarya.id/detail/85419/Pembangunan-Pertanian-Turunkan-Angka-Kemiskinan diunduh 25 Februari 2019
Tentukan kalimat opini yang terdapat pada kutipan artikel tersebut!
2
5.0
Perhatikan kutipan drama berikut!
Radin: Ya ... ya ... Begini saja, saya ingin terbuka saja, sekaligus juga rahasia kita berdua .. Saya tidak mau menerima suap. Titik. Saya juga tidak mau menerima hadiah yang tidak berharga. Telah banyak hadiah yang kuterima. Apa? Bukan suap? Bukan juga hadiah, lalu apa namanya? Ha! Menjual rumah kepada saya? Ha! Lima miliar? Oke, oke. Begini saja, aku siap membantu Anda. Sekarang buat perjanjian dan kelengkapan hukumnya, bahwa saya telah membeli rumah Saudara dengan harga yang sama ya. Seolah-olah saja. Seolah-olah saya.telah membeli rumah Anda. Setuju? Ya, mesti begitu dong. Baik, baik. Sampai jumpa. Oh, ya! Jangan sampai lupa kelengkapan hukumnya! Oke, oke.
(Lalu telepon rumah berdering lagi. Putus. Telepon seluler berdering. juga putus. Telepon rumah berdering lagi. Putus lagi. Kesal. Telepon dibanting. Lampu padam)
(Musik mengalun. Seorang narator muncul di sudut panggung dan beraksi dian tara dua topeng. Bisa juga seperti dalang yang memainkan boneka)
Narator : Para penonton yang terhormat, itu tadi sebagian kecil dari perilaku Radin, pejabat kaya di kota tercinta. Ya, seperti layaknya pejabat terhormat di negeri ini, sudah kaya masih juga minta dipuji, minta dihormati lebih dari manusia. Bahkan, juga masih serakah untuk mendapatkan segala macam harta benda. Dulu, sewaktu ia masih remaja dan hidup di desa, Radin memiliki dua sahabat karib, namanya Yatim dan Kasim. Waktu itu,.ketiganya sepakat untuk kuliah ke kota. Akan tetapi, ketika Yatini ini hendak berangkat dan pamit dengan ibunya, ibunya menjawab dengan rasa berat.
Dikutip dari: Hamdy Salad, "Tiga Bayangan" dalam Tak Ada Bintang di Dadanya, Yogyakarta, Interlude, 2016
Latar suasana dalam kutipan naskah drama tersebut adalah ....
4
5.0
Perhatikan teks berikut ini!
Guru, Pedagodi, dan Emosi
Emosi adalah satu dimensi affective state yang berbeda dengan dimensi lainnya (sensasi). Emosi menyangkut perasaan tentang sesuatu yang dikatakan, dipahami, dan disadari. Emosi merupakan internal state of being seseorang yang secara tipikal terkait dengan perasaan fisiologis dan sensoris. Emosi merupakan kondisi psikologis dan fisiologis. Emosi akan menjadi daya yang kukuh dan mandiri dalam urusan kehidupan yang memengaruhi persepsi, mewarnai memori, mengikat orang melalui tarikan, yang karenanya seorang menjadi dirinya terpisah lantaran kebencian dan kesalahan, rasa malu atau kebanggaan. Dalam konteks berprestasi, emosi dapat digolongkan dalam em pat besaran, yaitu emosi aktif positif, seperti menikmati, penuh harapjasa, dan kebanggaan; emosi aktif netral, seperti pulih dan relaksasi; emosi aktif negatif, seperti marah, cemas, dan malu; serta emosi negatif netral, seperti jenuh atau bosan dan putus asa.
Ada beberapa alasan guru-pendidik perlu memahami kajian emosi. Pertama, guru berinteraksi satu dengan lainnya sehingga dalam interaksi tersebut dimensi emosi akan .muncul. Sebagai manusia, guru ialah makhluk yang dianugerahi akal, hati, dan nafsu oleh Tuhan. Kedua, emosi dan kegiatan belajar. Emosi mengandung 'unsur-unsur sistem, yaitu sistem kognitif atau penilaian, the autonomic nervous system atau ANS, sistem monitor, dan sistem motorik. Belajar adalah interaksi antara proses kognitif, konatif, dan emosional pendekatan multidimensi yang mengaddress proses dan interaksi ketiga hal tersebut. Selain itu, dalam kegiatan belajar pengalaman emosi peserta didik terkait dengan tujuan dan tindakan perilaku (kehendak). Ketiga, dampak emosi terhadap belajar. Studi tentang hal itu mengungkapkan bahwa emosi memberi pengaruh terhadap hasil belajar. Rasa senang dalam , belajar, punya asa, dan percaya diri memengaruhi hasil atau prestasi akademis secara positif. Sebaliknya, emosi negatif aktif, seperti putus asa dan bosan akan memberi pengaruh negatif terhadap prestasi akademis peserta didik. Emosi positif membuat seseorang fokus terhadap kegiatan dan bermotivasi, yang kesemuanya mempunyai hubungan positif dengan hasil.
Sebaliknya, rasa cemas, malu, tidak bergairah, atau putus asa memengaruhi capaian hasil secara negatif. [ .... ] Pada sisi lain, kemampuan peserta didik mengendalikan emosi yang tidak menyenangkan seperti bosan, putus asa merupakan cara efektif dan memberikan basil positif. Salah satu contohnya, peserta didik berhasil menyelesaikan masalah dari suatu pelajaran.
Disadur darl: https://medialndonesia.com/read/detail/287394-guru-pedagoi-dan-emosi, diunduh 16 Maret 2020
Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....
9
5.0
Bacalah paragraf berikut!
Selain sektor energi, industri petrokimia adalah salah satu sektor yang berkontribusi besar pada tingginya impor dan defisit neraca berjalan. Impor sektor petrokimia mencapai US$20 miliar atau Rp284 triliun setiap tahunnya. Dengan bonus demografi yang mencapai 250 juta jiwa, Indonesia merupakan pasar yang sangat besar bagi produk petrokimia. Akan tetapi, kondisi industri petrokimia saat ini belum memungkinkan bagi Indonesia untuk memaksimalkan keuntungan dari pasar domestik yang besar tersebut. Industri petrokimia di hulu memiliki tujuh building block.Untuk memproduksi tujuh building block tersebut dibutuhkan bahan baku hidrokarbon, seperti gas etana, nafta, dan batu bara. Salah satu sumber kelemahan industri petrokimia nasional saat ini adalah terbatasnya bahan baku hidrokarbon.
(Disadur dari: https://mediaindonesia.com/read/detai/1291677/memperkuat-industri-petrokimia-nasional, diunduh16 Maret 2020
Kalimat simpulan sesuai artikel tersebut adalah ....
2
5.0
Perhatikan teks berikut ini!
Guru, Pedagodi, dan Emosi
Emosi adalah satu dimensi affective state yang berbeda dengan dimensi lainnya (sensasi). Emosi menyangkut perasaan tentang sesuatu yang dikatakan, dipahami, dan disadari. Emosi merupakan internal state of being seseorang yang secara tipikal terkait dengan perasaan fisiologis dan sensoris. Emosi merupakan kondisi psikologis dan fisiologis. Emosi akan menjadi daya yang kukuh dan mandiri dalam urusan kehidupan yang memengaruhi persepsi, mewarnai memori, mengikat orang melalui tarikan, yang karenanya seorang menjadi dirinya terpisah lantaran kebencian dan kesalahan, rasa malu atau kebanggaan. Dalam konteks berprestasi, emosi dapat digolongkan dalam em pat besaran, yaitu emosi aktif positif, seperti menikmati, penuh harapjasa, dan kebanggaan; emosi aktif netral, seperti pulih dan relaksasi; emosi aktif negatif, seperti marah, cemas, dan malu; serta emosi negatif netral, seperti jenuh atau bosan dan putus asa.
Ada beberapa alasan guru-pendidik perlu memahami kajian emosi. Pertama, guru berinteraksi satu dengan lainnya sehingga dalam interaksi tersebut dimensi emosi akan .muncul. Sebagai manusia, guru ialah makhluk yang dianugerahi akal, hati, dan nafsu oleh Tuhan. Kedua, emosi dan kegiatan belajar. Emosi mengandung 'unsur-unsur sistem, yaitu sistem kognitif atau penilaian, the autonomic nervous system atau ANS, sistem monitor, dan sistem motorik. Belajar adalah interaksi antara proses kognitif, konatif, dan emosional pendekatan multidimensi yang mengaddress proses dan interaksi ketiga hal tersebut. Selain itu, dalam kegiatan belajar pengalaman emosi peserta didik terkait dengan tujuan dan tindakan perilaku (kehendak). Ketiga, dampak emosi terhadap belajar. Studi tentang hal itu mengungkapkan bahwa emosi memberi pengaruh terhadap hasil belajar. Rasa senang dalam , belajar, punya asa, dan percaya diri memengaruhi hasil atau prestasi akademis secara positif. Sebaliknya, emosi negatif aktif, seperti putus asa dan bosan akan memberi pengaruh negatif terhadap prestasi akademis peserta didik. Emosi positif membuat seseorang fokus terhadap kegiatan dan bermotivasi, yang kesemuanya mempunyai hubungan positif dengan hasil.
Sebaliknya, rasa cemas, malu, tidak bergairah, atau putus asa memengaruhi capaian hasil secara negatif. [ .... ] Pada sisi lain, kemampuan peserta didik mengendalikan emosi yang tidak menyenangkan seperti bosan, putus asa merupakan cara efektif dan memberikan basil positif. Salah satu contohnya, peserta didik berhasil menyelesaikan masalah dari suatu pelajaran.
Disadur darl: https://medialndonesia.com/read/detail/287394-guru-pedagoi-dan-emosi, diunduh 16 Maret 2020
Artikel tersebut membahas ....
8
5.0
Agar lebih memahami seperti apa buku pengayaan, kamu diajak membaca rangkuman buku di bawah ini.
Bob Sadino: Mereka Bilang Saya Gila!
Sumber: www.googleimage.com
Pengusaha sukses yang satu ini menjalani jalan hidup yang panjang dan berliku sebelum meraih sukses. Dia sempat menjadi sopir taksi hingga kuli bangunan yang hanya berpenghasilan Rp100,00. Gayanya yang sederhanadan terkesan nyentrik menjadi ciri khasnya tersendiri. Bercelana pendek jin, kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit, dan kerap menyelipkan cangklong di mulutnya. Ya, itulah sosok pengusaha ternama Bob Sadino, seorang entrepreneur sukses yang merintis usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Siapa sangka, pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket) ini pernah menjadi sopir taksi dan kuli bangunan dengan upah harian Rp100,00.
Celana pendek memang dikenal menjadi ”pakaian dinas” Om Bob begitu dia biasa disapa dalam setiap aktivitasnya. Pria kelahiran Lampung, 9 Maret 1933, yang mempunyai nama asli Bambang Mustari Sadino, hampir tidak pernah melewatkan penampilan ini, baik ketika santai, mengisi seminar entrepreneur, maupun bertemu pejabat pemerintah seperti presiden. Aneh, tetapi itulah Bob Sadino.
Keanehan juga terlihat dari perjalanan hidupnya. Kemapanan yang diterimanya pernah dianggap sebagai hal yang membosankan dan harus ditinggalkan. Anak bungsu dari keluarga berkecukupan ini mungkin tidak akan menjadi seorang pengusaha yang menjadi inspirasi semua orang seperti sekarang, jika dulu ia tidak memilih untuk menjadi orang miskin.
Ketika orang tuanya meninggal, Bob yang kala itu berusia 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena semua saudara kandungnya kala itu sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih sembilan tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam, Belanda, juga di Hamburg, Jerman. Di Eropa ini dia bertemu Soelami Soejoed yang kemudian menjadi istrinya.
Sebelumnya dia sempat bekerja di Unilever Indonesia. Namun, hidup dengan tanpa tantangan baginya merupakan hal yang membosankan. Ketika semua sudah pasti didapat dan sumbernya pun ada, ini menjadikannya tidak lagi menarik. ”Dengan besaran gaji waktu itu kerja di Eropa, ya enaklah kerja di sana. Siang kerja, malamnya pesta dan dansa. Begitu-begitu saja, terus menikmati hidup,” tulis Bob Sadino dalam bukunya Bob Sadino: Mereka Bilang Saya Gila.
Pada 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Kala itu dia membawa serta dua mobil Mercedes miliknya. Satu mobil dijual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri. Satu mobil Mercedes yang tersisa dijadikan ”senjata” pertama oleh Bob yang memilih menjalani profesi sebagai sopir taksi gelap. Tetapi, kecelakaan membuatnya tidak berdaya. Mobilnya hancur tanpa bisa diperbaiki.
Tak lama setelah itu Bob beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan. Gajinya ketika itu hanya sebesar Rp100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya. Bob merasakan pahitnya menghadapi hidup tanpa memiliki uang. Untuk membeli beras saja dia kesulitan. Oleh karena itu, dia memilih untuk tidak merokok. Jika dia membeli rokok, besok keluarganya tidak akan mampu membeli beras. ”Kalau kamu masih merokok malam ini, besok kita tidak bisa membeli beras,” ucap istrinya memperingati.
Keadaan tersebut ternyata diketahui teman-temannya di Eropa. Mereka prihatin. Bob yang dulu hidup mapan dalam menikmati hidup harus terpuruk dalam kemiskinan. Keprihatinan juga datang dari saudara-saudaranya. Mereka menawarkan berbagai bantuan agar Bob bisa keluar dari keadaan tersebut. Namun, Bob menolaknya.
Bob pun sempat depresi, tetapi bukan berarti harus menyerah. Baginya, kondisi tersebut adalah tantangan yang harus dihadapi. Menyerah berarti sebuah kegagalan. ”Mungkin waktu itu saya anggap tantangan. Ternyata ketika saya tidak punya uang dan saya punya keluarga, saya bisa merasakan kekuatan sebagai orang miskin. Itu tantangan, powerfull. Seperti magma yang sedang bergejolak di dalam gunung berapi,” papar Bob.
Jalan terang mulai terbuka ketika seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresinya. Pada awal berjualan, Bob bersama istrinya hanya menjual telur beberapa kilogram. Akhirnya, dia tertarik mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Padahal saat itu telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang.
Ketika bisnis telur ayam terus berkembang Bob melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam. Kini Bob mempunyai PT Kem Foods (pabrik sosis dan daging). Bob juga kini memiliki usaha agrobisnis dengan sistem hidroponik di bawah PT Kem Farms. Pergaulan Bob dengan ekspatriat rupanya menjadi salah satu kunci sukses. Ekspatriat merupakan salah satu konsumen inti dari supermarket miliknya, Kem Chick. Daerah Kemang pun kini identik dengan Bob Sadino.
”Kalau saja saya terima bantuan kakak-kakak saya waktu itu, mungkin saya tidak bisa bicara seperti ini kepada Anda. Mungkin saja Kem Chick tidak akan pernah ada,” ujarnya.
Pengalaman hidup Bob yang panjang dan berliku menjadikan dirinya sebagai salah satu ikon entrepreneur Indonesia. Kemauan keras, tidak takut risiko, dan berani menjadi miskin merupakan hal-hal yang tidak dipisahkan dari resepnya dalam menjalani tantangan hidup. Menjadi seorang entrepreneur menurutnya harus bersentuhan langsung dengan realitas, tidak hanya berteori. Karena itu, menurutnya, menjadi sarjana saja tidak cukup untuk melakukan berbagai hal karena dunia akademik tanpa praktik hanya membuat orang menjadi sekadar tahu dan belum beranjak pada taraf bisa. ”Kita punya ratusan ribu sarjana yang menghidupi dirinya sendiri saja tidak mampu, apalagi menghidupi orang lain,” jelas Bob.
Bob membuat rumusan kesuksesan dengan membagi dalam empat hal yaitu tahu, bisa, terampil, dan ahli. ”Tahu” merupakan hal yang ada di dunia kampus, di sana banyak diajarkan berbagai hal, tetapi tidak menjamin mereka bisa. ”Bisa” ada di dalam masyarakat. Mereka bisa melakukan sesuatu ketika terbiasa dengan mencoba berbagai hal walaupun awalnya tidak bisa sama sekali. ”Terampil” adalah perpaduan keduanya. Dalam hal ini orang bisa melakukan hal dengan kesalahan yang sangat sedikit. Sementara itu, ”ahli” menurut Bob tidak jauh berbeda dengan terampil. Namun, predikat ”ahli” harus mendapatkan pengakuan dari orang lain, tidak hanya klaim pribadi.
Sumber: www.reportase5.com
Setelah membaca teks di atas, kamu diminta menyampaikan tanggapannya antara lain dengan beberapa pertanyaan berikut.
Apa yang membuat Bob Sadino sanggup bangkit kembali setelah terpuruk dalam kemiskinan?
1
5.0
Makna kata proyeksi dalam paragraf tersebut adalah ....
3
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia