Iklan
Pertanyaan
Bacalah paragraf berikut!
Selain sektor energi, industri petrokimia adalah salah satu sektor yang berkontribusi besar pada tingginya impor dan defisit neraca berjalan. Impor sektor petrokimia mencapai US$20 miliar atau Rp284 triliun setiap tahunnya. Dengan bonus demografi yang mencapai 250 juta jiwa, Indonesia merupakan pasar yang sangat besar bagi produk petrokimia. Akan tetapi, kondisi industri petrokimia saat ini belum memungkinkan bagi Indonesia untuk memaksimalkan keuntungan dari pasar domestik yang besar tersebut. Industri petrokimia di hulu memiliki tujuh building block.Untuk memproduksi tujuh building block tersebut dibutuhkan bahan baku hidrokarbon, seperti gas etana, nafta, dan batu bara. Salah satu sumber kelemahan industri petrokimia nasional saat ini adalah terbatasnya bahan baku hidrokarbon.
(Disadur dari: https://mediaindonesia.com/read/detai/1291677/memperkuat-industri-petrokimia-nasional, diunduh16 Maret 2020
Kalimat simpulan sesuai artikel tersebut adalah ....
Dunia saat ini meniiiiki dua bahan baku utama untuk industri petrokimia, yaitu gas etana dan nafta.
Industri petrokimia di Indonesia belum memungkinkan untuk memaksimalkan keuntungan dari pasar domestik dunia.
Industri petrokimia berkontribusi besar pada tingginya impor dan defisit neraca berjalan, tetapi memiliki keterbatasan pada bahan baku hidrokarbon.
Kehadiran industri petrokimia yang kuat akan memperkuat ketahanan energi, terutama produksi bahan bakar nabati sebagai prioritas nasional.
Industri petrokimia di Indonesia perlu diperkuat untuk mengamankan suplai gas alam, nafta, dan batu bara dengan roadmap yang jelas dan terstruktur.
Iklan
R. Trihandayani
Master Teacher
2
5.0 (1 rating)
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia