Urutkan
Fadelia B
15 Januari 2023 22:34
1
Rini P
15 Januari 2023 22:34
3
Andy D
15 Januari 2023 22:34
2
Rini P
15 Januari 2023 22:34
1
Andy D
15 Januari 2023 22:34
10
Fadelia B
15 Januari 2023 22:34
1
Andy D
15 Januari 2023 22:33
5
Lulu L
15 Januari 2023 15:39
3
Anna T
15 Januari 2023 15:39
1
Perhatikan kalimat acak berikut!
1) Tetapi yang tidak dapat membayar lawon Rp10,00 semester juga menghiasi halaman rumah dengan kertas bergerisik.
2) Tetapi aku berjanji akan lebih memasang mata dan telinga bagimu betapa hari ini dirayakan di Sukabumi
3) Orang berlomba-lomba memasang bendera yang paling bagus dan paling besar: dari sutra ataupun kashmir.
4) Nini! Engkau sakit; engkau mungkin dapat turut merayakan "Hari Angkatan Perang" dalam kamarmu. Kutahu, di dinding bilikmu terpancang "merah putih". Banyak kenangan niscaya melayang dalam pikiranmu kepada waktu yang silam ketika engkau memperjuangkan tanah air
5) Seluruh kota sampai ke pelosok-pelosok desa, di mana orang ramai tidak akan lewat, seluruh kota dan desa itu bermandikan sang Dwiwarna.
Dikutip dari: Naoh K. Hadimadja, Hari Angkatan Perang dalam Manusia dan Tanahnya, Jakarta, Balai Pustaka, 2011
Kalimat acak dapat disusun menjadi cerita padu dengan urutan...
1
3.3
Perhatikan kutipan artikel rumpang berikut!
Kasus anak putus sekolah di Indonesia masih tinggi. Menurut data Kemendikbud, terdapat lebih dari 1,8 juta setiap tahun anak- anak yang tidak mampu melanjutkan pendidikan. Data tersebut sangat memprihatinkan di tengah kemajuan bangsa Indonesia. Masalah tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Aspek ekonomi merupakan faktor utama munculnya masalah anak putus sekolah. [. . . .] Pemerintah harus segera mengambil sikap terhadap permasalahan pendidikan tersebut. Pendidikan merupakan kunci satu orang mencapai kesejahteraan di masa depan.
Disadur dari: http://www.pedidikanindonesia.com/2015/01/potret-dunia-pendidikan-di-indonesia.html, diunduh 8 Februari 2018
Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah...
1
4.5
Kutipan artikel berikut untuk soal nomor 15-18
Potret Pendidikan Indonesia
Sektor pendidikan di Indonesia mendapat angin segar. Pemerintah telah menganggarkan 20% APBN untuk bidang pendidikan. Kondisi tersebut membawa dampak positif bagi pendidikan di Indonesia.
Pendidikan di Indonesia memiliki sistem cukup baik. Akan tetapi, pelaksanaan pendidikan di lapangan masih jauh dari ketentuan yang berlaku, misalnya penyelenggaraan Ujian Nasional. Ujian Nasional yang telah disusun dengan baik sering menemui kendala di lapangan.
Dalam pelaksanaan Ujian Nasional sering ditemukan kejadian-kejadian yang tidak seharusnya terjadi. Kejadian yang dilakukan oleh para oknum yang berkecimpung di dunia pendidikan. Kejadian tersebut mencoreng dunia pendidikan.
Pelaksanaan Ujian Nasional merupakan pekerjaan rumah yang terus bertambah dari tahun ke tahun dan tidak kunjung selesai. Para pendidik memiliki beban berat dalam melaksanakan pendidikan terutama yang berkaitan dengan kelulusan siswa. Kondisi tersebut diperparah dengan disahkannya undang-undang HAM yang tidak memperbolehkan seorang pendidik memberikan sanksi kepada siswa. Kondisi tersebut membuat anak didik tidak lag menghormati dan menghargai guru-guru mereka.
1) Mendidik pekerjaan sangat berat dan melelahkan bagi pendidik.
2) Wajar jika Pemerintah memberikan perhatian khusus di bidang pendidikan.
3) Generasi muda tanpa pendidikan akan membuat Indonesia hancur.
4) Di masa yang akan datang Indonesia akan kalah bersaing dengan negara lain.
5) Oleh karena itu, Pemerintah sangat menggantungkan peran pendidik dalam kemajuan bangsa.
Disadur dari: http://www.artikelbagus.com/2012/03/potret-pendidikan-di-indonesia.html, diunduh 8 Februari 2018
Kalimat simpulan pada paragraf kelima yang mewakili gagasan penulis ditunjukkan oleh kalimat nomor...
1
5.0
(1) Pada akhir tahun 1960-an, sejumlah ahli bahasa Indonesia beranggapan bahwa bahasa Indonesia kacau-balau sehingga harus ada pembakuan bahasa. (2) Menurut mereka, yang harus didahulukan dilakukan ialah pembakuan ejaan. (3) Kata mereka, Ejaan Republilk yang diumumkan pada zaman revolusi oleh Menteri P dan K, Mr. Suwandi, tidak lagi ditaati. (4) Hal tersebut tentu harus tetap dipertahankan. (5) Harus disusun ejaan baru yang lebih sesuai dengan keadaan dan kebutuhan bahasa Indonesia sekarang.
Kalimat utama paragraf tersebut adalah ...
3
4.5
Artikel berikut untuk soal nomor 11-14.
Pemerataan Guru di Indonesia
Banyak orang tua murid dan warga yang sudah menyampaikan keluhan kepada sekolah dan pemerintah daerah bahwa sekolah anaknya hanya memiliki satu atau dua guru yang mengajar di beberapa kelas. Sayangnya, keluhan mereka tidak ditanggapi secara serius oleh sekolah dan pemerintah daerah. Mereka beralasan daerah setempat kekurangan guru dan rekrutmennya kewenangan pemerintah pusat. Padahal, mereka memiliki kewenangan memindahkan guru dari sekolah di perkotaan yang kelebihan guru ke sekolah di perdesaan dan terpencil yang kekurangan guru.
Partisipasi masyarakat dalam Pemerataan dan Penataan Guru (PPG) di daerah terpencil dapat berupa perhitungan bersama kebutuhan guru di sekolah, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. Perhitungan kebutuhan guru dapat dijadikan dasar melihat kebutuhan pemerataan guru. Perhitungan kebutuhan guru di daerah terpencil memunculkan gambaran detail sekolah yang kelebihan dan kekurangan guru. Masyarakat dapat mengawal dan menekan pemerintah daerah agar melakukan pemindahan guru ke sekolah kekurangan guru.
Masalah lain yang tidak kalah pelik adalah kesediaan guru PNS dipindahkan ke sekolah terpencil. Banyak guru tidak bersedia dipindahkan karena tidak ingin berpisah dari keluarga. Ada juga guru yang beralasan bahwa daerah tersebut minim sarana dan prasarana. Mereka ingin agar anak-anak mereka tumbuh di daerah yang memiliki fasilitas memadai untuk berkembang dan belajar.
Disadur dari: http://widyanto.com/kebijakan-pemerataan-guru/, diunduh 8 Februari 2018
Paragraf simpulan yang tepat untuk melengkapi artikel tersebut adalah...
1
5.0
Artikel berikut untuk soal nomor 11-14.
Pemerataan Guru di Indonesia
Banyak orang tua murid dan warga yang sudah menyampaikan keluhan kepada sekolah dan pemerintah daerah bahwa sekolah anaknya hanya memiliki satu atau dua guru yang mengajar di beberapa kelas. Sayangnya, keluhan mereka tidak ditanggapi secara serius oleh sekolah dan pemerintah daerah. Mereka beralasan daerah setempat kekurangan guru dan rekrutmennya kewenangan pemerintah pusat. Padahal, mereka memiliki kewenangan memindahkan guru dari sekolah di perkotaan yang kelebihan guru ke sekolah di perdesaan dan terpencil yang kekurangan guru.
Partisipasi masyarakat dalam Pemerataan dan Penataan Guru (PPG) di daerah terpencil dapat berupa perhitungan bersama kebutuhan guru di sekolah, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. Perhitungan kebutuhan guru dapat dijadikan dasar melihat kebutuhan pemerataan guru. Perhitungan kebutuhan guru di daerah terpencil memunculkan gambaran detail sekolah yang kelebihan dan kekurangan guru. Masyarakat dapat mengawal dan menekan pemerintah daerah agar melakukan pemindahan guru ke sekolah kekurangan guru.
Masalah lain yang tidak kalah pelik adalah kesediaan guru PNS dipindahkan ke sekolah terpencil. Banyak guru tidak bersedia dipindahkan karena tidak ingin berpisah dari keluarga. Ada juga guru yang beralasan bahwa daerah tersebut minim sarana dan prasarana. Mereka ingin agar anak-anak mereka tumbuh di daerah yang memiliki fasilitas memadai untuk berkembang dan belajar.
Disadur dari: http://widyanto.com/kebijakan-pemerataan-guru/, diunduh 8 Februari 2018
Kalimat fakta yang dapat mendukung topik artikel tersebut adalah...
1
3.6
Artikel berikut untuk soal nomor 11-14.
Pemerataan Guru di Indonesia
Banyak orang tua murid dan warga yang sudah menyampaikan keluhan kepada sekolah dan pemerintah daerah bahwa sekolah anaknya hanya memiliki satu atau dua guru yang mengajar di beberapa kelas. Sayangnya, keluhan mereka tidak ditanggapi secara serius oleh sekolah dan pemerintah daerah. Mereka beralasan daerah setempat kekurangan guru dan rekrutmennya kewenangan pemerintah pusat. Padahal, mereka memiliki kewenangan memindahkan guru dari sekolah di perkotaan yang kelebihan guru ke sekolah di perdesaan dan terpencil yang kekurangan guru.
Partisipasi masyarakat dalam Pemerataan dan Penataan Guru (PPG) di daerah terpencil dapat berupa perhitungan bersama kebutuhan guru di sekolah, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. Perhitungan kebutuhan guru dapat dijadikan dasar melihat kebutuhan pemerataan guru. Perhitungan kebutuhan guru di daerah terpencil memunculkan gambaran detail sekolah yang kelebihan dan kekurangan guru. Masyarakat dapat mengawal dan menekan pemerintah daerah agar melakukan pemindahan guru ke sekolah kekurangan guru.
Masalah lain yang tidak kalah pelik adalah kesediaan guru PNS dipindahkan ke sekolah terpencil. Banyak guru tidak bersedia dipindahkan karena tidak ingin berpisah dari keluarga. Ada juga guru yang beralasan bahwa daerah tersebut minim sarana dan prasarana. Mereka ingin agar anak-anak mereka tumbuh di daerah yang memiliki fasilitas memadai untuk berkembang dan belajar.
Disadur dari: http://widyanto.com/kebijakan-pemerataan-guru/, diunduh 8 Februari 2018
Mereka memiliki kewenangan memindahkan guru dari sekolah di perkotaan yang kelebihan guru ke sekolah di perdesaan dan terpencil yang kekurangan guru.
Makna imbuhan me-kan pada kata bercetak miring adalah...
1
5.0
Kutipan artikel berikut untuk soal nomor 6-10.
Karut-marut Pelaksanaan UN
Karut-marut pelaksanaan Ujian Nasional (UN) berlangsung setiap tahun. Tertundanya UN untuk tingkat SMA/SMK dan sederajat pada tempo lalu di 11 provinsi menjadi bukti bahwa negara telah lalai dalam memenuhi hak anak atas pendidikan. Peristiwa tersebut merupakan tanda kegagalan Pemerintah dalam penyelenggaraan UN. Penjadwalan ulang UN di 11 provinsi pun berlangsung secara tidak sempurna. Penundaan UN berpotensi mengganggu psikologi peserta didik. Alih-alih membuat peserta didik punya lebih banyak waktu belajar, penundaan UN justru membuat peserta didik semakin gelisah menantikan hari ujian. Kondisi tersebut menyebabkan suasana belajar peserta didik tidak nyaman.
Karut-marut pelaksanaan UN bukan cuma berhenti pada penundaan jadwal pelaksanaan UN. Masalah muncul saat terjadi kebocoran jawaban soal UN. Walaupun Mendiknas telah menyatakan tidak mungkin terjadi kebocoran dalam penyelenggaraan UN, tetapi semua itu tidak sesuai kenyataan di lapangan. Kebocoran telah terjadi di lapangan pada hari kedua pelaksanaan UN. Banyak kunci jawaban beredar melalui SMS maupun BBM yang kebenarannya nyaris 100%. Bahkan, banyak sekolah memfasilitasi keadaan tersebut. Karakter kejujuran peserta didik di sekolah tersebut rusak dalam sekejap. Sia-sialah pendidikan karakter yang telah ditanamkan kepada peserta didik selama tiga tahun belajar di lembaga pendidikan SMA.
Sistem pendidikan yang diterapkan saat ini melahirkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Semua itu diawali saat pelaksanaan UN. Realitas di lapangan dalam penyelenggaraan UN justru merusak karakter baik peserta didik. Banyak oknum di lembaga pendidikan membantu dan mendorong peserta didik untuk tidak jujur karena takut dan kasihan kalau peserta didiknya tidak lulus. Oleh sebab itu, solusi tepat mengatasi masalah pendidikan di Indonesia adalah mengubah sistem sosial berkaitan dengan sistem pendidikan.
Disadur dari: http://www.kompasiana.com/ardiputra/carut-marutnya-pelaksanaan-ujian-nasional-un-di-negeri-ini-merupakan-kegagalan-sistem-pendidikan-yang-saat-ini-diterapkan_552b71a86ea8346748b456b, diunduh 8 Februari 2018
Kalimat simpulan sesuai artikel tersebut adalah...
1
4.0
Kutipan artikel berikut untuk soal nomor 6-10.
Karut-marut Pelaksanaan UN
Karut-marut pelaksanaan Ujian Nasional (UN) berlangsung setiap tahun. Tertundanya UN untuk tingkat SMA/SMK dan sederajat pada tempo lalu di 11 provinsi menjadi bukti bahwa negara telah lalai dalam memenuhi hak anak atas pendidikan. Peristiwa tersebut merupakan tanda kegagalan Pemerintah dalam penyelenggaraan UN. Penjadwalan ulang UN di 11 provinsi pun berlangsung secara tidak sempurna. Penundaan UN berpotensi mengganggu psikologi peserta didik. Alih-alih membuat peserta didik punya lebih banyak waktu belajar, penundaan UN justru membuat peserta didik semakin gelisah menantikan hari ujian. Kondisi tersebut menyebabkan suasana belajar peserta didik tidak nyaman.
Karut-marut pelaksanaan UN bukan cuma berhenti pada penundaan jadwal pelaksanaan UN. Masalah muncul saat terjadi kebocoran jawaban soal UN. Walaupun Mendiknas telah menyatakan tidak mungkin terjadi kebocoran dalam penyelenggaraan UN, tetapi semua itu tidak sesuai kenyataan di lapangan. Kebocoran telah terjadi di lapangan pada hari kedua pelaksanaan UN. Banyak kunci jawaban beredar melalui SMS maupun BBM yang kebenarannya nyaris 100%. Bahkan, banyak sekolah memfasilitasi keadaan tersebut. Karakter kejujuran peserta didik di sekolah tersebut rusak dalam sekejap. Sia-sialah pendidikan karakter yang telah ditanamkan kepada peserta didik selama tiga tahun belajar di lembaga pendidikan SMA.
Sistem pendidikan yang diterapkan saat ini melahirkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Semua itu diawali saat pelaksanaan UN. Realitas di lapangan dalam penyelenggaraan UN justru merusak karakter baik peserta didik. Banyak oknum di lembaga pendidikan membantu dan mendorong peserta didik untuk tidak jujur karena takut dan kasihan kalau peserta didiknya tidak lulus. Oleh sebab itu, solusi tepat mengatasi masalah pendidikan di Indonesia adalah mengubah sistem sosial berkaitan dengan sistem pendidikan.
Disadur dari: http://www.kompasiana.com/ardiputra/carut-marutnya-pelaksanaan-ujian-nasional-un-di-negeri-ini-merupakan-kegagalan-sistem-pendidikan-yang-saat-ini-diterapkan_552b71a86ea8346748b456b, diunduh 8 Februari 2018
Kalimat opini sesuai dengan artikel tersebut adalah...
5
5.0
Sebagai keilmuan, terjadinya paradigma bahasa bahwa hal yang wajar. Hal ini biasa terjadi, namun sesungguhnya paradigma itu sendiri merupakan petunjuk teori yang membentuk kerangka berpikir bagaimana manusia memandang aspek-aspek kehidupan dalam hal ini tentunya aspek kebahasaan.
Perbaikan kata penghubung yang tercetak miring pada paragraf tersebut adalah...
4
4.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia