Urutkan
Lulu L
15 Januari 2023 15:36
1
Lala L
15 Januari 2023 15:36
3
Lulu L
15 Januari 2023 15:36
1
Lala L
15 Januari 2023 15:36
1
Nabil A
15 Januari 2023 15:36
1
Anna T
15 Januari 2023 15:36
1
Anna T
15 Januari 2023 15:36
1
Nabil A
15 Januari 2023 15:35
2
Anna T
15 Januari 2023 15:35
1
Lulu L
15 Januari 2023 15:35
3
Adapun raja di Kota Maligai itu namanya Paya Tu Kerub Mahajana. Maka Paya Tu Kerub Mahajana pun beranak seorang laki-laki, maka dinamai anakanda baginda itu Paya Tu Antara. Hatta berapa lamanya maka Paya Tu Mahajana pun matilah. Syahdan maka Paya Tu Antara pun kerajaanlah menggantikan ayahanda baginda itu. Ia menamai dirinya Paya Tu Naqpa. Selama Paya Tu Naqpa kerajaan itu senantiasa ia pergi dan berburu. Pada suatu hari Paya Tu Naqpa pun duduk di atas takhta kerajaanya dihadap oleh segala menteri pegawai hulubalang dan rakyat sekalian. Arkian maka titah baginda : “Aku dengar khabarnya perburuan sebelah tepi laut itu terlalu banyak konon.”
(Hikayat Seribu Satu Malam)
6
4.6
Kualitas pendidikanm di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Hal tersebut tecermin, antara lain, dari hasil studi kemampuan membaca untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) yang dilaksanakan oleh organisasi International Education Achievement (IEA) yang menunjukkan bahwa siswa SD di Indonesia berada pada urutan ke-38 dari 39 negara peserta studi. Sementara untuk tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), studi untuk kemampuan matematika siswa SMP sederajat di Indonesia hanya berada pada urutan ke-39 dari 42 negara dan untuk kemampuan Ilmu Pengetahaun Alam (IPA) hanya berada di urutan ke-40 dari 42 negara peserta.
Ide pokok dari paragraf tersebut adalah ....
5
5.0
Artikel berikut untuk mengerjakan soal nomor 1-5.
Pendidikan di Indonesia
1) Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Kulatitas pendidikan Indonesia dibuktikan dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index). Data UNESCO meliputi komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan dan penghasilan per kepala yang menunjukkan bahwa Indeks Pengembangan Manusia Indonesia semakin menurun. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999).
2) Menurut survei Political and Economic Risk Consultan (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing rendah, yaitu hanya mendudukan urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia.
3) Memasuki abad ke-21 dunia pendidikan di Indonesia menjadi heboh. Kehebohan tersebut bukan disebabkan oleh kehebatan mutu pendidikan nasional, tetapi lebih banyak disebabkan kesadaran bahaya keterbelakangan pendidikan di Indonesia. Kondisi tersebut disebabkan aspek mendasar seperti globalisasi.
4) Memasuki abad ke-21 arus globalisasi sangat kuat dan terbuka. Kemajuan teknologi memberikan kesdaran baru bahwa Indonesia tidak berdiri sendiri. Indonesia berada di tengah-tengah dunia baru. Kita merasakan adanya ketertinggalan mutu pendidikan baik pendidikan formal maupun informal. Hasil tersebut diperoleh setelah kita membandingkan dengan negara lain.
5) Pendidikan memang menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. Sumber daya manusia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain.
Disadur dari: https://sitichotijah269.wordpress.com/tugas-kuliah/tugas-internet-desing/artikel-pendidikan-di-Indonesia/, diunduh 8 Februari 2018
Struktur isi artikel ditunjukkan oleh paragraf nomor...
11
5.0
Walaupun sejak tahun 2005 setiap 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila, bobot kesaktian Pancasila makin hilang. Kesaktian Pancasila yang dulu diagungkan, bagi generasi sekarang dianggap sebagai rekayasa Orde Baru. Upaya menghidupkan kembali kesaktian Pancasila jadi utama. Belakangan bahkan ingin dikembangkan paradigm sebagai salah satu pilar kehidupan berbangsa selain UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Menempatkannya berbagai salah satu pilar secara tidak langsung mendegradasi bobot Pancasila.
Kesaktian Pancasila terletak sebagai posisi ideologis dasar negara. Ketika Pancasila tidak lagi dianggap sebagai batu sendi dan common platform bernegara Indonesia, apalagi tidak lagi menjadi wacana public, maka kesaktiannya pun berangsur punah. Pancasila tidak lagi hanya berada di ujung tanduk dan masuk kotak, tetapi juga terbuang percuma. Olah pikir di atas perlu diapresiasi sebagai upaya revitalisasi nilai-nilai Pancasila. Sebagai ideologi, Pancasila terbuka dikembangkan sesuai dengan kebutuhan aktual, terutama dalam praktik bernegara dan bermasyarakat di Indonesia.
6
4.5
Jam sepuluh lebih seperempat saat itu. Warung sudah buka sejak lebih, tetapi baru ada satu orang yang berkunjung. Itu pun cuma datang membawa ranting membeli gula kambing untuk dibawa pulang. Pada masa sebelum ibu datang, sekitar jam begini Murni dan Pardi biasanya sudah sibuk mencuci piring kotor, sementara Asih mulai memilah-malah uang yang memenuhi lagi dan menghitungnya.
Dari balik kaca kasir Asih memandang ke teras depan. Ya, Tuhan, ibu tidak ada di situ!
"Murtil Pardi lain! Ibu di mana?"
Tidak ada yang tahu.
Semua sibuk mencari. Di semua kamar. Di WC. Di gudang belakang. Di warung sebelah. Ibu rais. Entah ke mana.
"Waktu menggoreng jerman setahu saya ibu masih di kamar mandi," kata Murni. Itu kurang lebihjam setengah sembilan. Berarti kalau ibu keluar berjalan kaki segera setelah itu, jarak yang ditempuhnya belum jauh benar. Tapi kalau nekat menumpang taksi?
Latar yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah...
5
3.3
Ah, betul! itu dia. Dari tadi aku mau bilang begitu. Tarsa, kamu betul. Mata orang yang suka memberi tidak galak. Mata orang yang suka memberi, kata teman-teman yang melek, enak dipandang. Ya, kukira betul; mata orang yang suka memberi memang enak dipandang."
Tarsa nyengir. Ada suara gemuruh dan bunyi rem logam yang menggurat telinga. Kereta masuk.
"Akan kucari penumpang-penumpang yang matanya enak dipandang. Ayo, Kang Mirta, kita jalan."
MIrta tidak sedikit pun bergerak.
"Sudah kubilang kali ini aku malas. Apa kamu lupa kereta yang baru datang? Kereta utama, bukan? Kita tidak akan bisa masuk kereta seperti itu. Ngemis lewat jendela pun payah. Tunggu saja nanti kereta kelas tiga."
"Tapi kita belum makan, Kang."
"Percuma mengemis di kereta api utama. Aku sudah berpengalaman. Jadi, turutilah apa yang kubilang. Tunggu saja kereta kelas tiga."
Watak tokoh Mirta dalam kehidupan cerpen tersebut adalah...
2
4.5
Surau kecil itu berada di salah satu sudut tambak yang lumayan lebar. Seperti balai kambang. Disangga oleh empat batang kelapa yag terpancang ke dasar tambak. Surau itu kadang tampak seperti perahu atau rumah panggung kecil di atas air. Dan siapa saja yang mau salat di sana akan berjalan melewati titian bambu sepanjang belasan langkah. Ada tempat berwudu di pangkal titian berupa pancuran yag dikelilingi bilik anyaman daun kelapa. Pancuran itu memasok air segar dari lereng bukit ke dalam kolam. Di dalam bilik itu orang berwudu, biasanya sesudah membuang hajat.
Karena agak jauh dari permukiman, surau itu hanya dipergunakan orang untuk salat zuhur dan asar di siang hari. Setelah matahari terbenam, surau itu gelap dan merana. Burung hantu yang sedang mengintai ikan suka bertengger di atapnya.Hanya beberpa orang yang biasa salat di sana. Diantaraya dua orang penyadap nira. Sering juga ada pedagang keliling singgah untuk menuaikan ibadah. Selebihnya hanya kadang-kadang adalah saya dan Kang Nurya.
Keterkaitan isi cerpen dengan kehidupan saat ini adalah...
1
3.4
Maskun : "Kau mesti peringatkan Suhita! Anak itu kian hari kian menjadi liar."
Mardilah : "Ada apa dengan Suhita, Pak? Tadi pun dia mengeluh karena katanya kau marahi lagi. Sudah selayaknya kau berdamai dengan dia."
Maskun : "Dia yang harus berdamai dengan aku."
Mardilah : "Mengapa kau berperasaan demikian?"
Maskun : "Tak tahu aku. Mulut anak itu semakin berbau racun. Barusan tadi dia berkata, rumah ini rumah penjara. Dan akulah kepala penjaranya."
Mardilah : "Adakah sesuatu yang salah, engkau tidak tenang. Adakah yang salah?"
Maskun : "Aku bukan orang lemah! Aku kuat! Kalau kau bisa melarang Suhita bercampur gaul dengan kwan-kawannya yang sok tahu politik itu, nah, baru tidak ada yang salah."
Watak Suhita dalam kutipan drama tersebut adalah ...
1
5.0
Di sebuah hujan yang lebat, ketika kami seperti biasa, bermain sepak bola, juga bermain kristal-kristal lembut di punggung-punggung daun pandan ibu-ibu warga desa. Sebuah peristiwa telah berhasil membuatku diam bagai batu, tetapi tidak ada setetes air pun yang mengalir di atasku. Hujan itu, air berlarian, mengombak di parit-parit depan rumah di pinggir jalan raya.
"Agh... kak .., tolong.... to..." suara Ujo, adik kembarku setengah berteriak.
"Ujo....." ucapku berteriak. Terasa sebongkah kerikil menutup kerongkonganku. Namun, tidak banyak yang dapat kulakukan. Kakiku gemetar,..
(Hujan dan Seikat Seruni, Nurul Hasa, Horison IV/2010)
Kalimat kritik yang menyatakan kelemahan sesuai dengan kutipan tersebut adalah.......
3
5.0
|
Topik : Hubungan minat baca dengan prestasi belajar siswa |
Latar belakang yang sesuai dengan topik tersebut adalah...
2
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia