Urutkan
Farhan C
08 Februari 2023 07:21
1
Farhan C
08 Februari 2023 07:21
1
R N
08 Februari 2023 07:21
1
Toni K
08 Februari 2023 07:21
1
Farhan C
08 Februari 2023 07:21
1
R N
08 Februari 2023 07:20
2
Sara K
08 Februari 2023 07:20
1
Farhan C
08 Februari 2023 07:20
2
R N
08 Februari 2023 07:20
1
Sara K
08 Februari 2023 07:20
2
Jelaskan pengertian kritik sastra dan esai!
1
5.0
Apa yang dimaksud dengan argumentasi?
1
4.3
Jelaskan fungsi penggunaan konjungsi dalam artikel!
2
5.0
Jelaskan pendekatan yang dapat digunakan untuk mengungkapkan opini ke dalam paragraf!
1
3.6
Sebutkan tujuan penulisan artikel!
1
5.0
Perhatikan paragraf berikut!
Sistem multipot pada kebun vertikal digunakan bantuan struktur seperti besi atau bahan lain dan pot tanaman yang disusun sedemiktan rupa pada bidang vertikal. Struktur tersebut digunakan untuk penegakan pot-pot tanaman. Pot yang digunakan bisa berbentuk silinder, persegi panjang, atau pot memanjang seperti talang. Pot berisi dengan media tanam berupa bahan organik maupun anorganik. Selanjutnya, tanaman ditanam dalam pot dan disusun sedemikian rupa pada bidang vertikal sehingga tercipta suatu pola tertentu.
(Disadur dari: Slamet Budiarto, Inspirasi Desain dan Cara Membuat Vertical Garden, Jakarta, Agro Media Pustaka, 2013)
Perbaikan kata yang bercetak tebal dalam paragraf tersebut adalah ....
1
5.0
Bacalah novel sejarah berikut!
Diambilnya Kolonial Politiek. Ditatapnya. Spontan dia meniup debu di saimpul buku itu. Ada atau tidak ada debu, begitulah spontanitasnya saat menggenggam satu satu buku yang lama tak dijamah. Baginya, jangankan jejak tangan, setitik debu pun harus hilang dari setiap buku. Tapi andai ada jejak tangan di buku yang tengah dipegangnya, itu pastilah tapak Sjahrir. Sjahrir dulu pernah meminjamnya saat di Banda Neira. Sebulan lebih sampai Hatta mesti menagih balik. Ah, tiba tiba dia teringat Sjabrk Apa kabarnya sekarang? Terkenang pada kelakar dan gayanya yang nyeni namun elegan. Seorang humanis sejati. Lamunannya hinggap ke postur Sjahrir yang kecil namun energik. Dibuang ke Digul dan Banda telah membentuknya menjadi sosok yang sangat mannusia.
Hatta selalu terharu manakala terkenang akan sahabatnya itu. Kesabaran dan kecintaan Sjahrir yang besar pada anak-anak yang mungkin dia sendiri pun kalah saat itu. Sjahrir mencerna kemanusiaan secara nyata, bukan simbolik seperti di dalam roman dan karya sastra yang banyak dibacanya.
Dikutip dari: Sergius Sutanto, Hatta: Aku Datang karena Sejarah, Bandung, Penerbit Qanita, 2013
Sikap keteladanan dalam kutipan novel sejarah tersebut yang dapat diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari adalah...
1
5.0
Cermati paragraf berikut!
Pemerintah melalui Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja bertekad menggenjot pertumbuhan ekonomi sambil menarik investasi asing. Targetnya bisa menciptakan lapangan kerja sebanyak 2,7 juta sampai 3 juta per tahun. Selain itu, peningkatan investasi diyakini bisa meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat. Namun, tekad Pemerintah untuk mewujudkan UU sapu jagat itu tidaklah mudah. Dari 11 kluster yang diajukan dalam omnibus law kluster terkait ketenagakerjaan terbilang yang paling mendapat tentangan, terutaina dari kalangan pekerja. Selain polemik soal upah dan tenaga alih daya, aturan lain yang dipersoalkan adalah soal pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pesangon.
Disadur dari: https:/lbebas.koinpas.ldlbaca/r/set/2020103/18/bolspanas-pesangon-pekerja/? _ga=2.205221264. 122 3574670: 1584584220-1400229187. 1571994263, diunduh 19 Maret 2020
Kata polemik dalam paragraf tersebut berarti...
1
5.0
Perhatikan esai berikut ini!
Prosa Indonesia telah berkembang sedemikian rupa mencari bentuknya dengan dukungan sarana publikasi media massa cetak, prosa bersama dengan puisi, serta kritik sastra dan seni tumbuh subur dalam kehidupan sastra. Dari hari ke hari muncul sejumlah karya baru dan penulis baru. Sastra seakan mengukuhkan diri sebagai sebuah lini dari seni dan budaya yang mendapatkan tempat penting di tengah-tengah masyarakat. Keunikan sastra dalam mengolah berbagai emosi dan keberterimaannya dalam masyarakat luas karena peran bahasa sebagai media utamanya.
Dalam waktu belakangan, banyak lahir dan hadir penulis muda yang memiliki karakter tersendiri dalam karya-karya sastranya. Dengan wilayah eksplorasi yang berbeda, mereka menjadi pelanjut kehidupan sastra kita. Setiap masa selalu melahirkan sejarahnya sendiri. Setiap periode memiliki nama dan gaya pengucapan tersendiri yang merupakan hasil dari pergaulan antara sastra Indonesia dengan sastra dunia, antara sastra dengan disiplin yang lain, sastra dan realitas sosial, dan pergaulan berbagai wacana dan sejarah sastra itu sendiri.
Resepsi pembaca karya sastra bertaburan di media massa dengan latar belakang pembaca, kesiapan ketika berhadapan dengan karya sastra dalam koran, dan berbagai hal yang berkaitan dengan pengelola maupun penulisnya. Masyarakat dan masalah urban sangat terasa dalam karya sastra Indonesia belakangan ini. Sistem yang sentralistik ternyata merasuk begitu mendalam sehingga persoalan-persoalan dilihat dari perspektif urban. Gejala ini meruak sebagai akibat dari distribusi berita dan wacana yang dikembangkan oleh sumber informasi dan kebijakan. Karya sastra memberikan sumbangan yang penting pula dalam mengukuhkan keadaan ini. Kehidupan metropolis tetap membayang sebagai sebuah citra yang eksotis dan memabukkan. Dampak psikologis yang ditawarkan oleh karya-karya ini lambat laun mengisi ruang kognisi pembaca. Perlawanan pada perspektif metropolis ini secara tidak langsung dilakukan oleh sejumlah karya yang berangkat dari, atau dari penulis yang mengeksplorasi persoalan-persoalan masyarakat di luar arus utama. Dialektika tetap berlangsung dengan tanpa disadari karena adanya ketertarikan pengarang dan pembaca yang menginginkan keberagaman tema.
Reproduksi dan perjalanan karya sastra juga menjadi persoalan lain. Kebanyakan dari karya yang dimuat di koran-koran itu dikemas dalam bentuk antologi dan diterbitkan dalam format buku. Persoalan yang sangat terasa adalah ketersediaan akses bagi peneliti maupun pengapresiasi sastra yang sering luput untuk mendapatkan dan membicarakan karya sastra yang tersebar di berbagai daerah. Pembicaraan yang terjadi memang tidak dapat mewakili berbagai perkembangan yang terjadi. Hal ini membutuhkan perhatian kita bersama, untuk memperbaiki dari menjaga kelangsungan sastra Indonesia.
Disadur dari: https://sastra-indonesia.com/2020103/sastra-media-massa-dan-beberapa-fenomena/#more-32453, diunduh 16 Maret 2020
Tentukan informasi penting yang sesuai dengan isi teks esai tersebut!
1
5.0
Perhatikan teks berikut ini!
Guru, Pedagodi, dan Emosi
Emosi adalah satu dimensi affective state yang berbeda dengan dimensi lainnya (sensasi). Emosi menyangkut perasaan tentang sesuatu yang dikatakan, dipahami, dan disadari. Emosi merupakan internal state of being seseorang yang secara tipikal terkait dengan perasaan fisiologis dan sensoris. Emosi merupakan kondisi psikologis dan fisiologis. Emosi akan menjadi daya yang kukuh dan mandiri dalam urusan kehidupan yang memengaruhi persepsi, mewarnai memori, mengikat orang melalui tarikan, yang karenanya seorang menjadi dirinya terpisah lantaran kebencian dan kesalahan, rasa malu atau kebanggaan. Dalam konteks berprestasi, emosi dapat digolongkan dalam em pat besaran, yaitu emosi aktif positif, seperti menikmati, penuh harapjasa, dan kebanggaan; emosi aktif netral, seperti pulih dan relaksasi; emosi aktif negatif, seperti marah, cemas, dan malu; serta emosi negatif netral, seperti jenuh atau bosan dan putus asa.
Ada beberapa alasan guru-pendidik perlu memahami kajian emosi. Pertama, guru berinteraksi satu dengan lainnya sehingga dalam interaksi tersebut dimensi emosi akan .muncul. Sebagai manusia, guru ialah makhluk yang dianugerahi akal, hati, dan nafsu oleh Tuhan. Kedua, emosi dan kegiatan belajar. Emosi mengandung 'unsur-unsur sistem, yaitu sistem kognitif atau penilaian, the autonomic nervous system atau ANS, sistem monitor, dan sistem motorik. Belajar adalah interaksi antara proses kognitif, konatif, dan emosional pendekatan multidimensi yang mengaddress proses dan interaksi ketiga hal tersebut. Selain itu, dalam kegiatan belajar pengalaman emosi peserta didik terkait dengan tujuan dan tindakan perilaku (kehendak). Ketiga, dampak emosi terhadap belajar. Studi tentang hal itu mengungkapkan bahwa emosi memberi pengaruh terhadap hasil belajar. Rasa senang dalam , belajar, punya asa, dan percaya diri memengaruhi hasil atau prestasi akademis secara positif. Sebaliknya, emosi negatif aktif, seperti putus asa dan bosan akan memberi pengaruh negatif terhadap prestasi akademis peserta didik. Emosi positif membuat seseorang fokus terhadap kegiatan dan bermotivasi, yang kesemuanya mempunyai hubungan positif dengan hasil.
Sebaliknya, rasa cemas, malu, tidak bergairah, atau putus asa memengaruhi capaian hasil secara negatif. [ .... ] Pada sisi lain, kemampuan peserta didik mengendalikan emosi yang tidak menyenangkan seperti bosan, putus asa merupakan cara efektif dan memberikan basil positif. Salah satu contohnya, peserta didik berhasil menyelesaikan masalah dari suatu pelajaran.
Disadur dari: https://medialndonesia.com/read/detail/287394-guru-pedagoi-dan-emosi, diunduh 16 Maret 2020
Opini yang sesuai dengan isi artikel tersebut adalah ....
6
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia