Iklan
Pertanyaan
Bacalah novel sejarah berikut!
Diambilnya Kolonial Politiek. Ditatapnya. Spontan dia meniup debu di saimpul buku itu. Ada atau tidak ada debu, begitulah spontanitasnya saat menggenggam satu satu buku yang lama tak dijamah. Baginya, jangankan jejak tangan, setitik debu pun harus hilang dari setiap buku. Tapi andai ada jejak tangan di buku yang tengah dipegangnya, itu pastilah tapak Sjahrir. Sjahrir dulu pernah meminjamnya saat di Banda Neira. Sebulan lebih sampai Hatta mesti menagih balik. Ah, tiba tiba dia teringat Sjabrk Apa kabarnya sekarang? Terkenang pada kelakar dan gayanya yang nyeni namun elegan. Seorang humanis sejati. Lamunannya hinggap ke postur Sjahrir yang kecil namun energik. Dibuang ke Digul dan Banda telah membentuknya menjadi sosok yang sangat mannusia.
Hatta selalu terharu manakala terkenang akan sahabatnya itu. Kesabaran dan kecintaan Sjahrir yang besar pada anak-anak yang mungkin dia sendiri pun kalah saat itu. Sjahrir mencerna kemanusiaan secara nyata, bukan simbolik seperti di dalam roman dan karya sastra yang banyak dibacanya.
Dikutip dari: Sergius Sutanto, Hatta: Aku Datang karena Sejarah, Bandung, Penerbit Qanita, 2013
Sikap keteladanan dalam kutipan novel sejarah tersebut yang dapat diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari adalah...
empati dan peduli kepada sesama
ketabahan dalam kondisi sulit
murah hati kepada sesama
saling berbagi keilmuan
tidak pantang menyerah
Iklan
R. Trihandayani
Master Teacher
1
5.0 (3 rating)
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia