Urutkan
Sara K
08 Februari 2023 07:22
1
Farhan C
08 Februari 2023 07:22
3
R N
08 Februari 2023 07:22
1
Toni K
08 Februari 2023 07:22
1
Sara K
08 Februari 2023 07:22
2
Toni K
08 Februari 2023 07:22
1
Farhan C
08 Februari 2023 07:22
1
R N
08 Februari 2023 07:21
2
Farhan C
08 Februari 2023 07:21
1
Toni K
08 Februari 2023 07:21
2

Latar belakang proposal tersebut tertuang dalam bagian ....
1
4.0


Jenis kegiatan yang akan dilaksanakan pada proposal tersebut tertuang dalam bagian ....
3
5.0
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Aku segera masuk ke gubuk itu. Dinding-dindingnya sudah berlubang di sana-sini. Lantainya terbuat dari tanah yang keras, beratap seng, tanpa plafon. Di ruangan itu aku melihat beberapa barang bekas teronggok di sudut. Ada kursi tamu yang sudah mengelupas lapisan plastiknya. Mungkin bapak ini menemukannya di tempat pembuangan sampah.
Aku segera duduk di kursi itu. "Tidak usah repot-repot, Pak. Saya tidak lama kok. Saya mau pamit dulu."
"Sabar dulu, Nak. Tidak baik menolak rezeki. Ini makanannya sudah siap."
Aku melihat ibu tua itu menyajikan makanan di lantai yang dialasi tikar penuh tambalan. Seketika itu juga ketiga anak kecil itu duduk di tikar. Aku dan lelaki penarik gerubak menyusul.
Hidangan yang tersedia sangat sederhana. Hanya nasi putih dan beberapa kerupuk. Aku miris melihatnya. Tampak ketiga anak tersebut berebutan ingin mengambil nasi terlebih dahulu. Mereka terlihat lapar sekali.
"Anak-anak, sabar dulu. Kita berdoa. Malu sama Om ini kalau kalian berebutan seperti itu," tegurnya.
Peristiwa yang terjadi di rumah itu jalin-menjalin dan terekam di memoriku. Lelaki tua itu memimpin doa, lalu memberikan kado kepada istrinya, dan mereka pun makan bersama.
Dikutip dari: Eko Ari Prabowo, "Kado Terindah" dalam Cerita Para Perambah: Kelas Cerpen KOMPAS 2016, Jakarta, KOMPAS, 2017
Nilai kehidupan dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
8
4.2


Atas perhatian dan bantuan yang diberikan, kami mengucapkan terima kasih.
Perbaikan yang tepat untuk kalimat penutup tersebut adalah ...
3
5.0
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Malaikat-malaikat kecil membawa terbang perempuan itu: menembus lapisan-lapisan cahaya. Kepak sayap mereka semakin cepat, melipat jarak jutaan kilometer waktu, hingga tak terasa perempuan itu sampai ke gerbang ruang maha cahaya. Luas, tanpa batas.
Di tepian laut itu, ia hanyalah pohon meranggas. Tubuhnya agak melengkung, lelah menopang beban di rongga dada dan kepala. Tubuhnya yang menghitam serupa pokok pohon terbakar dengan kulit, mengelupas. Matanya yang cekung serupa liang kayu, gelap dan dalam: sarang beribu serangga yang mengeroyok sukmanya.
Angin laut masih setia memainkan selendangnya yang kusam, yang telah lama ditinggalkan warna musim semi, hingga bunga-bunga yang merebak di dalamnya, tak lebih dari pahatan noktah yang tumpang-tindih serupa puing-puing karena tenunan benang yang terurai.
Dikutip dari: Indra Tranggunu, "Perempuan yang Disunting Gelombang" dalam Perempuan yang Disunting Gelombang. Kumpulan Cerpen, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2017
Kalimat esai yang sesuai kutipan cerpen tersebut adalah ....
3
5.0
Bacalah Kutipan cerita berikut!
Tukang Cukur
Gito, anak Getas Pejaten, kawasan pinggiran Kota Kudus, setiap hari kecuali Minggu dan hari libur, berjalan kaki pergi pulang hampir empat belas kilometer ke sekolahnya, sekolah dasar di Jalan Daendels. Karena banyak jalan menuju sekolahnya, Gito bisa memilih jalan mana yang paling disukainya. Kalau perlu, dia juga lewat jalan-jalan kecil yang lebih jauh untuk menyenangkan hatinya.
Seperti anak-anak lain, Gito sehari hanya makan satu kali, setelah pulang sekolah. Juga seperti anak-anak lain, Gito tidak mempunyai sandal, apalagi sepatu. Guru-guru pun bertelanjang kaki. Kalau ada guru memakai sepatu atau sandal, pasti sepatu atau sandalnya sudah reyot.
Pakaian Gito, demikian juga pakaian teman-temannya, serba compang-camping, penuh tambalan, demikian pula pakaian para guru. Semua pakaian sudah luntur warnanya dan kalau diwenter wamanya bisa tampak agak cerah, tapi dalam waktu singkat luntur lagi.
Gito tahu cara menangkal kelaparan. Kalau mau, dia bisa menangkap ikan di sungai tidak jauh dari rumahnya. Pada waktu pulang dari sekolah, kadang-kadang Gito lewat PasarJohar, tidak jauh dari stasiun jurusan Pati, Juana, Rembang, dan jurusan Pecangakan, Jepara. Di pasar itu dia bisa memunguti remah-remah gula jawa, gula yang bermanfaat untuk melewati rasa lapar.
Tidak jauh dari rumahnya ada pabrik bungkil kacang tanah untuk pakan temak. Kadang-kadang Gito juga memunguti remah-remah bungkil kacang tanah, meskipun dia tahu bungkil kacang tanah bisa menyebabkan sakit perut dan gondongen, leher bisa membengkak sampai besar.
Di rumah kalau beras padi habis, ayah, ibu, dan Gito, satu-satunya anak ayah dan ibunya, makan beras jagung, dan kalau beras jagung habis, mereka makan ketela pohung.
Pada suatu hari ketika pulang dan melewati kedai gulai kambing Kakek Leman, seorang laki-laki tua yang selalu memakai udeng Jawa di kepalanya, Gito dipanggil oleh Kakek Leman. Gito diberi makan. Lalu seperti biasa, Gito disuruh membersihkan rumput di pekarangan belakang kedai.
Dikutip dari: Budi Darma, "Tukang Cukur" dalam Tanah Air, Jakarta, Penerbit Buku Kompas, 2017
Tema dalam kutipan cerpen tersebut adalah . . .
1
5.0
Kutipan buku nonfiksi berikut untuk soal nomor 4-6.
Etika dalam hubungan antarmanusia sangat penting agar hubungan menjadi positif dan menghindari konflik. Etika ini pun berlaku dalam debat. Ketika kita berdebat, ada pula etika-etika yang harus Anda ketahui dan jalankan agar terhindar dari konflik.
Kita perlu memahami macam-macam etika dalam berdebat agar debat yang kita lakukan lebih berbobot dan berkesan. Etika debat ini membantu Anda menyampaikan debat dengan lebih terstruktur dan terorganisasi sesuai dengan prosesi debat yang tepat. Selain itu, Anda akan terbantu dalam mendapatkan poin dan juri. Secara umum, ada dua macam etika berdebat. Etika pertama adalah etika dalam berdebat secara umum, berupa aturan-aturan ideal dalam total penyajian debat. Etika kedua adalah etika dalam bertanya, yakni ketika sebagai seorang penanya untuk lawan debat, kita mengajukan pertanyaan kepada lawan debat Anda.
Disadur dari: Hasna Wikyati, Jago Debat: Bagaimana Cara Ampuh Memenangkan Debat, Yogyakarta, Komunika, 2018
Ide pokok paragraf pertama kutipan buku tersebut adalah...
13
5.0
Perhatikan teks berikut!
Karena Ibu banyak melamun, Tegar harus pula mengambill alih dapur. Dibantu adik perempuannya yang telah beranjak remaja, dia belanja, berih-bersih, mencuci pakaian, dan memasak. Setelah menyiapkan adik-adiknya untuk sekolah, setiap pagi dia sendiri terbirit-birit ke sekolah. Pulang dari sekolah, dia tidak bermain-main seperti remaja seusianya. Dia makan siang sebentar, berganti pakaian, lalu bergegas ke pinggir kota, ke bengkel sepeda Masa Depan, demikan nama bengkel sepeda peninggalan ayahnya itu. Bersama seorang karyawan lainnya, dia bekerja memperbaiki sepeda hingga senja. Usai bekerja, buru-buru ia pulang, mengurus Ibu dan adik-adiknya.
(DIkutip dari: Andrea Hirata, Sirkus Pohon, Yogyakarta, Bentang, 2017)
Buatlah sebuah pernyataan penutup teks kritik sesuai dengan kutipan berikut!
2
5.0
Sebutkan jenis-jenis esai!
1
5.0
Apa saja ciri-ciri esai?
1
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia