Urutkan
Kutipan artikel berikut untuk soal 10 dan 11.
Sosialisasi gas elpiji dan perubahan gaya hidup masyarakat dari pemakai minyak tanah ke gas elpiji menuai sukses besar. Rakyat yang semula enggan kini lebih suka memakai gas elpiji. Sekitar 42 juta keluarga se-Indonesia telah menggunakan gas elpiji. Andaikan pasokan lancar dan tingkat harga relatif terjangkau, realisasi pengalihan minyak tanah ke gas elpiji akan berjalan lebih cepat dari target. Sebuah penelitian menunjukkan, lebih dari 95% ibu rumah tangga dan pedagang kecil yang dijadikan responden mengaku senang menggunakan gas elpiji daripada minyak tanah. Mereka enggan kembali menggunakan minyak tanah. Gas elpiji diakui lebih praktis dan hemat.
Dari sisi Pemerintah, yang setiap tahun masih menyediakan dana subsidi BBM, penggunaan gas elpiji lebih hemat 32% dibanding minyak tanah. Jika dalam setahun subsidi minyak tanah Rp50 triliun, subsidi gas elpiji cukup Rp34 triliun. Penggunaan gas elpiji juga membuat udara lebih bersih. Tidak diragukan lagi manfaat penggunaan gas elpiji bagi Pemerintah dan masyarakat. Persoalan kini tinggal kecukupan pasokan dengan harga terjangkau. Jangan sampai, ketika rakyat sudah berhasil meninggalkan minyak tanah, gas elpiji tidak cukup tersedia. Sebagai salah satu negara produsen gas terbesar di dunia, alangkah anehnya Indonesia jika harus mengalami kelangkaan gas elpiji.
Disadur dari: http:/202.169.46231/Sews/2008/12/17/Editoriedito4htm diunduh 7 Februari 2018
Gagasan penulis yang sesuai dengan kutipan, artikel tersebut yaitu ...
5
5.0
Kutipan artikel berikut untuk soal 10 dan 11.
Sosialisasi gas elpiji dan perubahan gaya hidup masyarakat dari pemakai minyak tanah ke gas elpiji menuai sukses besar. Rakyat yang semula enggan kini lebih suka memakai gas elpiji. Sekitar 42 juta keluarga se-Indonesia telah menggunakan gas elpiji. Andaikan pasokan lancar dan tingkat harga relatif terjangkau, realisasi pengalihan minyak tanah ke gas elpiji akan berjalan lebih cepat dari target. Sebuah penelitian menunjukkan, lebih dari 95% ibu rumah tangga dan pedagang kecil yang dijadikan responden mengaku senang menggunakan gas elpiji daripada minyak tanah. Mereka enggan kembali menggunakan minyak tanah. Gas elpiji diakui lebih praktis dan hemat.
Dari sisi Pemerintah, yang setiap tahun masih menyediakan dana subsidi BBM, penggunaan gas elpiji lebih hemat 32% dibanding minyak tanah. Jika dalam setahun subsidi minyak tanah Rp50 triliun, subsidi gas elpiji cukup Rp34 triliun. Penggunaan gas elpiji juga membuat udara lebih bersih. Tidak diragukan lagi manfaat penggunaan gas elpiji bagi Pemerintah dan masyarakat. Persoalan kini tinggal kecukupan pasokan dengan harga terjangkau. Jangan sampai, ketika rakyat sudah berhasil meninggalkan minyak tanah, gas elpiji tidak cukup tersedia. Sebagai salah satu negara produsen gas terbesar di dunia, alangkah anehnya Indonesia jika harus mengalami kelangkaan gas elpiji.
Disadur dari: http:/202.169.46231/Sews/2008/12/17/Editoriedito4htm diunduh 7 Februari 2018
Kutipan artikel tersebut membahas ...
2
0.0
Perhatikan kutipan artikel berikut!
1) Jika diperhatikan secara saksama, di Indonesia banyak pejabat yang tidak istikamah. 2) Sebuah contoh realitas kecil di lingkungan kita, yakni adanya razia, terutama narkoba dan minuman keras.3) Kalau memang penyelenggara negeri ini cinta dan sayang kepada rakyat dan bangsanya, seharusnya mereka bersikap tegas dan bijaksana. 4) Mereka seharusnya berani melarang penggunaan berbagai produk, baik narkoba maupun minuman keras. 5) Pemerintah semestinya tidak lagi memberikan izin kepada pabrik narkoba dan minuman keras untuk tetap beroperasi.
Disadur dari: http:/kontesblogmuslim.com/taglomba-log/pagi/6 diunduh 7 Februari 2018
Kalimat opini ditunjukkan oleh kalimat nomor ...
2
5.0
Kutipan novel berikut untuk nomor 5-7.
"Yang di tengah ini pusat kompleks makam kita. Makam Eyang Kakung dan Eyang Putri. Arsitektur cungkupnya sederhana, tapi kita usahakan berwibawa. Atapnya sirap. Kijingnya dari marmer. Mestinya ya marmer impor Italia. Biar indah dan awet. Ya, to? Dan soal marmer Italia itu biar saya yang urus semua. Atau kamu punya ide lain, Har?"
"Biar saya urus sendiri makam orang tua saya. Itu tanggungan anak masing-masing terhadap orang tuanya, kan? Eh, Tip, kijang bapak dan ibu tempo hari kaupesan dari mana? Aku kok lupa."
"Dari Solo, Gus."
"Ah, itu kan cukup bagus, to? Dari apa itu, Tip?"
"Menurut saya kijing bapak-ibu itu bagus. Dari teraso abu-abu yang bagus kualitasnya, Gus."
"Nah, Mas Tomi, Bambang. Kami keluarga Harimurti dan keluarga Lantip, cukup puas dan bangga dengan kijing teraso itu."
Tommi dan Bambang diam. Kemudian, dengan seret Tommi mencoba melanjutkan pembicaraan antara sepupu itu.
"Djan, kamu dan Marie bagaimana?"
"Kami setuju-setuju saja dengan rencana konsep Mas Tommi. Bahkan, ikut bangga kijing orang tua kita dari marmer Italia."
"Nah, begitu to. Kalau kau Harno dan Sumi?"
"Ya, kalau kami harus berkata bagaimana? Kan almarhum orang tua Sumi sudah ikut dimakamkan di keluarga Harjono, bergabung dengan makam trah Madiun. Jadi, ya tidak ada soal apa-apa bagi kami, Mas."
Dikutip dari: Umar Kayam, Jalan Menikung Para Priyayi 2 Jakarta, Pustaka Utama Grafiti, 2012
Watak tokoh Harimurti dalam kutipan tersebut adalah ...
4
0.0
Kutipan novel berikut untuk soal nomor 1-3
Meskipun budi nyonya itu tidak kasar, tetapi di dalam sesuatu hal terasa oleh Hanafi, bahwa ia di dalam rumah itu diterima orang dengan setengah hati saja, seolah-olah mengawani orang yang tidak takut. Meskipun sudah tiga bulan ia diam di sana, tapi yang boleh dikatakan tempat kediamannya hanyalah kamar di muka tempat ketidurannya saja. Jika ia hendak ke belakang atau ke kamar mandi, terpaksalah ia turun ke tanah berjalan keliling rumah, karena dari budi nyonya rumah. nyata kepadanya, bahwa ia masuk ke dalam rumah hanya diizinkan pada waktu makan saja. Belum pernah ia diperkenankan dengan seseorang tamu yang datang mengunjungi tuan dan nyonya rumah itu. la sendiri tidak pernah didatangi orang, jadi sepanjang waktu, sepulang dari kantor duduklah ia termenung-menung di dalam kamarnya atau berbaringlah ia di atas tempat tidurnya, mencoba membaca sesuatu buku cerita yang belum pernah tamat dibacanya. Jika tuan dan nyonya rumah duduk- duduk santai menghadapi meja teh di bawah pohon kayu di halaman belakang, ingin benarkah Hanafi akan duduk beserta dan turut bersenda gurau. Meskipun sudah dua tiga kali ia meminta kepada jongos supaya cangkir teh bagiannya disediakan saja di belakang, jongos itu seolah-olah tidak mengindahkan kehendaknya. Karena setiap ia keluar kamarnya, setelah bersalin sehabis mandi petang hari, maka kelihatanlah teko dan cangkir teh terletak di atas meja muka. Lalu insaflah Hanafi, bahwa jongos itu tidak lain hanya semata-mata menurut perintah dari nyonya tuannya saja.
Dikutip dari: Abdoel Moeis, Salah Asuhan, Jakarta, Balai Pustaka, 2010
Nilai kehidupan yang dituangkan pengarang dalam kutipan novel tersebut adalah ...
31
0.0
Kutipan novel berikut untuk soal nomor 1-3
Meskipun budi nyonya itu tidak kasar, tetapi di dalam sesuatu hal terasa oleh Hanafi, bahwa ia di dalam rumah itu diterima orang dengan setengah hati saja, seolah-olah mengawani orang yang tidak takut. Meskipun sudah tiga bulan ia diam di sana, tapi yang boleh dikatakan tempat kediamannya hanyalah kamar di muka tempat ketidurannya saja. Jika ia hendak ke belakang atau ke kamar mandi, terpaksalah ia turun ke tanah berjalan keliling rumah, karena dari budi nyonya rumah. nyata kepadanya, bahwa ia masuk ke dalam rumah hanya diizinkan pada waktu makan saja. Belum pernah ia diperkenankan dengan seseorang tamu yang datang mengunjungi tuan dan nyonya rumah itu. la sendiri tidak pernah didatangi orang, jadi sepanjang waktu, sepulang dari kantor duduklah ia termenung-menung di dalam kamarnya atau berbaringlah ia di atas tempat tidurnya, mencoba membaca sesuatu buku cerita yang belum pernah tamat dibacanya. Jika tuan dan nyonya rumah duduk- duduk santai menghadapi meja teh di bawah pohon kayu di halaman belakang, ingin benarkah Hanafi akan duduk beserta dan turut bersenda gurau. Meskipun sudah dua tiga kali ia meminta kepada jongos supaya cangkir teh bagiannya disediakan saja di belakang, jongos itu seolah-olah tidak mengindahkan kehendaknya. Karena setiap ia keluar kamarnya, setelah bersalin sehabis mandi petang hari, maka kelihatanlah teko dan cangkir teh terletak di atas meja muka. Lalu insaflah Hanafi, bahwa jongos itu tidak lain hanya semata-mata menurut perintah dari nyonya tuannya saja.
Dikutip dari: Abdoel Moeis, Salah Asuhan, Jakarta, Balai Pustaka, 2010
Amanat yang tertuang dalam kutipan novel tersebut adalah ...
5
5.0
Kutipan novel berikut untuk soal nomor 1-3
Meskipun budi nyonya itu tidak kasar, tetapi di dalam sesuatu hal terasa oleh Hanafi, bahwa ia di dalam rumah itu diterima orang dengan setengah hati saja, seolah-olah mengawani orang yang tidak takut. Meskipun sudah tiga bulan ia diam di sana, tapi yang boleh dikatakan tempat kediamannya hanyalah kamar di muka tempat ketidurannya saja. Jika ia hendak ke belakang atau ke kamar mandi, terpaksalah ia turun ke tanah berjalan keliling rumah, karena dari budi nyonya rumah. nyata kepadanya, bahwa ia masuk ke dalam rumah hanya diizinkan pada waktu makan saja. Belum pernah ia diperkenankan dengan seseorang tamu yang datang mengunjungi tuan dan nyonya rumah itu. la sendiri tidak pernah didatangi orang, jadi sepanjang waktu, sepulang dari kantor duduklah ia termenung-menung di dalam kamarnya atau berbaringlah ia di atas tempat tidurnya, mencoba membaca sesuatu buku cerita yang belum pernah tamat dibacanya. Jika tuan dan nyonya rumah duduk- duduk santai menghadapi meja teh di bawah pohon kayu di halaman belakang, ingin benarkah Hanafi akan duduk beserta dan turut bersenda gurau. Meskipun sudah dua tiga kali ia meminta kepada jongos supaya cangkir teh bagiannya disediakan saja di belakang, jongos itu seolah-olah tidak mengindahkan kehendaknya. Karena setiap ia keluar kamarnya, setelah bersalin sehabis mandi petang hari, maka kelihatanlah teko dan cangkir teh terletak di atas meja muka. Lalu insaflah Hanafi, bahwa jongos itu tidak lain hanya semata-mata menurut perintah dari nyonya tuannya saja.
Dikutip dari: Abdoel Moeis, Salah Asuhan, Jakarta, Balai Pustaka, 2010
Watak tokoh Hanafi sesuai kutipan novel tersebut ...
1
0.0
1) Antara Indonesia dan Malaysia sebetulnya terdapat situasi yang saling memerlukan dalam soal TKI. (2) Di satu sisi, sebagai sebuah negara yang sedang giat-giatnya membangun, Malausia sangat membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia. (3) Kebutuhan tenaga kerja tidak bisa dicukupi oleh tenaga kerja yang ada di Malaysia. (4) Di sisi lain, angka pengangguran di Indonesia sendiri tinggi sementara lapangan pekerjaan yang tersedia sedikit. (5) Sedikit demi sedikit TKI yang ke Malaysia, penghidupannya menjadi sejahtera.
Kalimat utama paragraf tersebut adalah...
3
0.0
(1) Antara Indonesia dan Malaysia sebetulnya terdapat situasi yang saling memerlukan dalam soal TKI. (2) Di satu sisi, sebagai sebuah negara yang sedang giat-giatnya membangun, Malausia sangat membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia. (3) Kebutuhan tenaga kerja tidak bisa dicukupi oleh tenaga kerja yang ada di Malaysia. (4) Di sisi lain, angka pengangguran di Indonesia sendiri tinggi sementara lapangan pekerjaan yang tersedia sedikit. (5) Sedikit demi sedikit TKI yang ke Malaysia, penghidupannya menjadi sejahtera.
Kalimat penjelas yang tidak padu dalam paragraf tersebut adalah....
1
0.0
Simpulan yang tepat dari isi tabel tersebut adalah …
3
0.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia