Urutkan
Jodhita P
11 Juli 2024 12:04

1
Satria S
10 Juli 2024 11:59
3
Risma M
09 Juli 2024 05:11
1
Nailah A
07 Juli 2024 09:19
3
Jodhita P
05 Juli 2024 10:00
1
Mioriya M
04 Juli 2024 15:11
1
Perhatikan kutipan proposal penelitian berikut!
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yaitu memberikan gambaran umum mengenai kondisi responden penelitian. Analisis ini disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan persentasenya.
Kutipan proposal tersebut merupakan bagian ....
33
4.9
Perhatikan kutipan karya ilmiah berikut!
Pada era modern ini masyarakat sering melupakan pola hidup sehat dalam keseharian. Padatnya kegiatan dan meningkatnya kebutuhan membuat banyak orang melupakan pola hidup sehat yang sebenarnya. Sebagai contoh aktivitas kecil yang sering terlupakan adalah mencuci tangan sebelum makan. Pada dasarnya aktivitas kecii tersebut merupakan salah satu kegiatan yang dapat memberikan manfaat yang besar.
Disadur dari: http://repository.upiedu/14686/4/S_PJKR_1005538_ Chapter1.pc11, diunduh 22 Juli 2017
Topik kutipan karya ilmiah tersebut adalah ....
1
4.3
Kalimat permintaan saran yang tepat dalam kata pengantar karya ilmiah adalah ....
1
4.5
Perhatikan teks puisi berikut!
Dengan puisi aku bernyanyi
sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
berbatas cakrawala
(Taufiq Ismail)
Maksud, puisi di atas dapat diterjemahkan bahwa ...
2
4.7
Bacalah kutipan teks berikut untuk menjawab soal nomor 26-30!
Keberhasilan kita hari ini dan hari kemarin merupakan keberhasilan guru dan kedua orang tua kita yang dengan susah payah telah membesarkan dan membimbing kita, sehingga kita bisa meraih apa yang kita miliki hari ini. Pendidikan yang mereka ajarkan kepada kita, sungguh sangat berarti. Darah mereka yang mengalir di tubuh kita. Menjadi penguat dan penyegar hidup kita. Kasih sayang yang mereka tumpahkan, telah menjadi butiran-butiran mutiara yang tak ternilai harganya.
Kepadamu ya tuhan, beri kami kesempatan untuk berbakti kepada orang tua dan guru-guru kami. Berikan kami keberanian untuk bersimpuh dipangkuannya, untuk meminta maaf dan do’a ibu dan Bapak.
Bapak ibu guru dan hadirin yang saya cintai inilah yang saya bisa ungkapan, semoga bermanfaat bagi kita sekalian. Mohon maaf bila ada kesalahan.
Inti dari kutipan teks di atas adalah.....
2
4.4
Nada yang digunakan untuk membacakan puisi tersebut adalah....
1
4.9
Teks drama berikut untuk menjawab soal nomor 9-12.
(Dalam sebuah ruang kamar kerja, lengkap dengan perabotannya yang mewah, serta sebuah telepon di atas meja kerja sebelah sudut. Dari pintu kamar tidur Tuan X keluar sambil melepas dasinya. Pelayan datang dari pintu kamar tamu, pada tangan kanannya tergenggam sebuah bungkusan kecil.)
Tuan X: Mana nyonya?
Pelayan: 1) Keluar kursus, Tuan.
Tuan X: 2) Oo ya, aku lupa-lupa saja kalau dia lagi asyik dengan kursus kecantikamya. Naik skuter apa sedan biru?
Pelayan: 3) Sedan biru, Tuan.
Tuan X: 4) Apa yang kau pegang?
Pelayan: Ini tadi dari Nyonya. Pesan Nyonya supaya disampaikan kepada Tuan, bila Tuan pulang lebih dulu. Nyonya bilang, bungkusan ini diterima dari seseorang yang belum dikenalnya untuk disampaikan kepada Tuan.
Tuan X: 5) Ada suratnya?
Pelayan: Cuma bungkusan ini saja.
(Pelayan menyerahkan bungkusan, terus pergi ke arah kamar tamu. Tuan X membuka bungkusan itu. Sebuah kotak kecil, terus dibukanya, tuan X tampak keheranan mengamati isinya.)
Dikutlp dari: B. Soelarto, "Abu" dalam Domba-Domba Revolusi, Yogyakarta, Hikayat Publishing, 2006.
Kebahasaan dalam teks drama tersebut yang menggunakan kosakata percakapan tidak baku terdapat pada dialog angka ...
1
5.0
Teks drama berikut untuk soal nomor 5-8.
(Waktu pagi cerah. Dalam ruang pertemuan yang didirikan secara darurat. Ruang yang sangat sederhana itu berisikan sebuah meja, dua buah kursi sederhana. Masuklah Mayor. Wajahnya gagah diserami rambut gondrong dan kumis-jenggot melebat. Pada ikat pinggangnya tergantung sepucuk Vickers, dan sebilah belati menghias pada sisi lain. la diiringi Kopral, yang dengan sikap hormat menyilakan duduk. Kopral berpakaian seragam kumal, bersenjatakan sebilah bayonet.)
Mayor: Berapa lama lagi aku mesti tunggu?
Kopral: Sabarlah sedikit, Pak.
Mayor: Jangan ditawarkan lagi.
Kopral: Apanya, Pak?
Mayor: Kesabarannya! Sabar itu prinsip. Tidak bisa ditawar-tawar, ngerti?
Kopral: Kalau begitu kuralat ucapan tadi. Sabarlah, titik habis.
Mayor: Ya. Tapi pertanyaanku belum Bung jawab.
Kopral: Setepat hitungan ilmu pasti tentu tidak dapat, Pak. Jadi, sabarlah. (serayu mau pergi)
Mayor: He,Tunggu dulu! Bung jadi ajudannya sudah berapa lama?
Kopral: [ . . . ]
Dikutlp dari: B. Soelarto, "Gempa" dalam Domba-Domba Revolusi, Yogyakarta, Hikayat Publishing, 2006.
Latar yang terdapat dalam teks drama tersebut adalah ...
20
4.7
Teks drama berikut untuk soal nomor 1-4.
(Penyair bangkit, menuju pintu. Henti di ambang, dan bersandar dengan memasukkan kedua tangan pada saku celana)
Penyair: Apa sebab tuan-tuan itu bikin sendat Saudari?
Perempuan: Coba pikir! Sekarang ini, sekaligus aku harus jadi tukang masak, pelayan mereka. Satu hal yang sama sekali belum pernah kualami sepanjang aku membuka perusahaan losmen. Coba pikir lagi! Itu mereka bukannya berterima kasih, tapi malah selalu menggerutu. Istimewa Tuan Pemimpin, katanya memberi makan "orang besar" kok seperti memberi makan tawanan. Tuan Pedagang kalau makan selalu minta tambah nasi, jatah untuk tiga orang dihabiskannya begitu saja. Ditambah lagi, sekarang persediaan beras dan lauk pauk sudah hampir habis. Dalam keadaan begini, di mana bisa didapatkan beras.
Penyair: Bagaimana dengan aku?
Perempuan: Bung di luar garis bicara.
Penyair: Kenapa begitu?
Perempuan: Sudahlah Bung, jangan tanya-tanya lagi. Aku sendiri tidak tahu kenapa.
Penyair: Luar Biasa
Perempuan: Apa yarig luar biasa?
Penyair: Bahwa Saudari sendiri sampai tidak tahu.
(Penyair tertawa dengan suara tertelan; ia membuka kunci pintu.)
Perempuan: Bung mau ke mana lagi?
Penyair Keluar. Aku perlu tahu perkembangan keadaan terakhir di luar, sebelum pergi dari sini.
Perempuan: Begitu penting Bung keluar lagi sekarang?
(Penyair mengangguk. Membuka pintu.)
Dikutip dari: B.Soelarto, “Domba-domba Revolusi” dalam Domba-Domba Revolusi. Ycgyakarta, Hikayat Publishing, 2006.
Suasana dalam teks drama tersebut ...
20
5.0

Berdasarkan topik tersebut, tanggapan berupa argumen negatif terdapat pada pernyataan . . .
1
4.8
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia