Urutkan
R N
03 November 2022 01:26
3
Toni K
03 November 2022 01:26
2
Sara K
03 November 2022 01:26
2
Farhan C
03 November 2022 01:26
1
R N
03 November 2022 01:26
2
Toni K
03 November 2022 01:26
4
Sara K
03 November 2022 01:26
3
R N
03 November 2022 01:25
3
Saniatul L
02 November 2022 09:08
1
Tentukan permasalahan dalam kutipan teks editorial berikut!
1
5.0
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
Klasifikasikan pernyataan-pernyataan tersebut sesuai dengan pembagian informasi bidang kehidupan yang kerap dijumpai dalam teks ceramah!
1
5.0
Cermati kutipan teks cerita sejarah berikut!
Mataram lagi dirundung duka yang amat mendalam dengan kepergian Ki Ageng Mataram. Rakyat Mataram serasa tak bisa menyadari ditinggal pemimpin mereka selama-lamanya. Masih terbayang, di benak mereka kebaikan hati, ketegasan, dan kewibawaan Ki Ageng Mataram amat mereka cintai. Kini tubuh lelaki tua itu yang senantiasa berusaha menyejahterakan rakyat Mataram, teguh mendukung dan menghamparkan kesetiaannya kepada Sultan Hadiwijaya itu, membujur kaku. Berduyun-duyun rakyat Mataram mengiring kepergian petinggi mereka dengan dukacita dan bershaf-shaf mereka memenuhi masjid untuk turut menyalatkan serta menguburkan. Jasad Ki Ageng Mataram pun disemayamkan di barat masjid.
Rakyat Mataram masih berduka meski jasad Ki Ageng Mataram telah bersatu dengan tanah, asal penciptaannya. Selaku petinggi baru, Danang Sutawijaya berusaha mengusir kedukaan itu dan menatap masa depan untuk menata Mataram, melanjutkan usaha keras yang jelah dirintis ayahandanya.
(Dikutip dari: Gamal Komandoko, Panembahan Senopati: Geger Ramalan Sunan Giri, Yogyakarta, Diva Press, 2009)
Tentukan latar tempat, waktu, dan suasana dalam kutipan teks cerita sejarah tersebut!
1
5.0
Bacalah kutipan novel sejarah berikut!
"Bagaimana hamba dapat mendoakan Ternate, bila juanga-juanga mereka menyapu biji-biji mutiara dari teluk-teluk keluarga-keluarga hamba?"
Lama Pangeran itu diam, tak mampu menjawab. Memang tak mungkin dijawab. Akhimya, dengan nada tenang namun agak gemetar terkena ragu-ragu, beliau mencoba menjawab, "Mutiara-mutiara itu tidak untuk kenikmatan Ternate, tetapi merupakan sumbangan seluruh Halmahera demi pengusiran orang-orang asing dari laut-laut kita."
"Apa perbedaan asing atau tidak asing, bila rakyat dirampas hak-haknya?"
"Anda memojokkan seorang pangeran Ternate. Tidakkah kau takut akibat-akibatnya?" Tampak nadanya gusar dan para pengiringnya sudah mulai melotot matanya. Tetapi pertanyaan itu dijawab oleh Mioti yang sudah tahu titik kelemahan orang gede.
(Dikutip dari: Y.B. Mangunwijaya, Ikan-Ikan Hiu, Ido, Homa, Jakarta. Kompas, 2015)
Penyebab konflik dalam kutipan novel sejarah tersebut adalah ....
2
4.5
Yang termasuk ke dalam struktur argumentasi dalam teks eksposisi tersebut adalah ....
2
5.0
Perhatikan surat lamaran pekerjaan berikut!

Tentukan isi dan sistematika dalam surat lamaran pekerjaan tersebut!
1
3.0
Perhatikan kutipan novel sejarah berikut!
Sultan Hadiwijaya benar-beriar murka. Senapati, anak yang telah diangkatnya laksana permata hati kandungnya sendiri, telah jauh tindakannya, melewati batas kesabarannya.Sejak awal, ia sengaja membiarkan anak angkatnya itu meski pembangkangannya telah begitu jelas ia ketahui. Bagaimanapun juga halnya, ia masih takut terkena petaka seperti yang disebutkan Kanjeng Sunan Giri. Kini, Senapati telah mendahului! Menurutnya, petaka tidak akan menimpanya, meski ia juga mengetahui, di tanah Mataram itu kelak akan muncul raja agung seperti yang disebutkan Kanjeng Sunan Giri. Seperti tidak penting lagi terwujudnya wirayatuya Kanjeng Sunan Giri di kemudian hari, karena yang terpenting baginya adalah menundukkan pembangkangan anak angkatnya itu dan mengembalikan keagungan kekuasaannya yang mulai dilecehkan Kedu dan Pagelen yang mengikuti jejak Mataram.
Dikutip dari: Gamal Komandoko, Panembahan Senopati Geger Ramalan Sunan Giri, Yogyakarta, Diva Press, 2009
Tentukan konflik dalam kutipan novel sejarah tersebut!
4
3.0
Perhatikan surat lamaran pekerjaan berikut!

Tentukan aspek tesis dan argumentasi yang terdapat dalam surat lamaran pekerjaan tersebut!
1
5.0
Perhatikan kutipan novel sejarah berikut!
Sultan Hadiwijaya benar-benar murka. Senapati, anak yang telah diangkatnya laksana permata hati kandungnya sendiri, telah jauh tindakannya, melewati batas kesabarannya. Sejak awal, ia sengaja membiarkan anak angkatnya itu meski pembangkangannya telah begitu jelas ia ketahui. Bagaimanapun juga halnya, ia masih takut terkena petaka seperti yang disebutkan Kanjeng Sunan Giri. Kini, Senapati telah mendahului! Menurutnya, petaka tidak akan menimpanya, meski ia juga mengetahui, di tanah Mataram itu kelak akan muncul raja agung seperti yang disebutkan Kanjeng Sunan Giri. Seperti tidak penting lagi terwujudnya wirayatuya Kanjeng Sunan Giri di kemudian hari, karena yang terpenting baginya adalah menundukkan pembangkangan anak angkatnya itu dan mengembalikan keagungan kekuasaannya yang mulai dilecehkan Kedu dan Pagelen yang mengikuti jejak Mataram.
Dikutip dari: Gamal Komandoko, Panembahan Senopati Geger Ramalan Sunan Giri, Yogyakarta, Diva Press, 2009
Tentukan unsur-unsur intrinsik dalam kutipan novel tersebut!
1
5.0
Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan novel sejarah tersebut adalah ....
2
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia