Urutkan
Anji V
15 Juni 2023 05:34
3
Tissa Y
15 Juni 2023 05:34
2
Jiny B
15 Juni 2023 05:34
0
Tissa Y
15 Juni 2023 05:34
0
Jiny B
15 Juni 2023 05:34
0
Lily S
15 Juni 2023 05:34
0
Anji V
15 Juni 2023 05:34
0
Lily S
15 Juni 2023 05:34
0
Tissa Y
15 Juni 2023 05:34
0
Hikayat Indera Bangsawan
Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Setelah berapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa qunut dan sedekah kepada fakir dan miskin. Hatta beberapa lamanya. Tuan Puteri Siti Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra laki-laki. Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang. Maka baginda pun terlalu amat sukacita dan menamai anaknya yang tua Syah Peri dan anaknya yang muda Indera Bangsawan.
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Setelah mendengar kata-kata baginda, Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bermohon pergi mencari buluh perindu itu. Mereka masuk hutan keluar hutan, naik gunung turun gunung, masuk rimba keluar rimba, menuju ke arah matahari hidup.
Maka datang pada suatu hari, hujan pun turunlah dengan angin ribut, taufan, kelam kabut, gelap gulita dan tiada kelihatan barang suatu pun. Maka Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bercerailah. Setelah teduh hujan ribut, mereka pun pergi saling cari mencari.
Tersebut pula perkataan Syah Peri yang sudah bercerai dengan saudaranya Indera Bangsawan. Maka ia pun menyerahkan dirinya kepada Allah Subhanahuwata'ala dan berjalan dengan sekuat-kuatnya.
Beberapa lama di jalan, sampailah ia kepada suatu taman, dan bertemu sebuah mahligai. la naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. Tiba-tiba ia terdengar orang yang melarangnya memukul gendang itu. Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. Putri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda. ltulah sebabnya la ditaruh orangtuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul. Di dalam cembul yang lain ialah perkakas dan dayang-dayangnya. Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Puteri Raina Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya.
Tersebut pula perkataan Indera Bangsawan pergi mencari saudaranya. la sampai di suatu padang yang terlalu luas. la masuk di sebuah gua yang ada di padang itu dan bertemu dengan seorang raksasa. Raksasa itu menjadi neneknya dan menceritakan bahwa lndera Bangsawan sedang berada di negeri Antah Berantah yang diperintah oleh Raja Kabir.
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian,negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu. Baginda bertitah lagi. “Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, ialah yang akan menjadi suami tuan puteri."
Setelah mendengar kata-kata baginda, si Hutan pun pergi mengambil seruas buluh yang berisi susu kambing serta menyangkutkannya pada pohon kayu. Maka ia pun duduk menunggui pohon itu. Sarung kesaktiannya dikeluarkannya, dan rupanya pun kembali seperti dahulu kala.
Hatta datanglah kesembilan orang anak raja meminta susu kambing yang disangkanya susu harimau beranak muda itu. Indera Bangsawan berkata susu itu tidak akan dijual dan hanya akan diberikan kepada orang yang menyediakan pahanya diselit besi hangat. Maka anak raja yang sembilan orang itu pun menyingsingkan kainnya untuk diselit Indera Bangsawan dengan besi panas. Dengan hati yang gembira, mereka mempersembahkan susu kepada raja, tetapi tabib berkata bahwa susu itu bukan susu harimau melainkan susu kambing. Sementara itu, Indera Bangsawan sudah mendapat susu harimau dari raksasa (neneknya) dan menunjukkannya kepada raja.
Tabib berkata itulah susu harimau yang sebenarnya. Diperaskannya susu harimau ke mata Tuan Puteri. Setelah genap tiga kali diperaskan oleh tabib, maka Tuan Puteri pun sembuhlah. Adapun setelah Tuan Puteri sembuh, baginda tetap bersedih. Baginda harus menyerahkan tuan puteri kepada Buraksa, raksasa laki-laki apabila ingin seluruh rakyat selamat dari amarahnya. Baginda sudah kehilangan daya upaya.
Hatta sampailah masa menyerahkan Tuan Puteri kepada Buraksa. Baginda berkata kepada sembilan anak raja bahwa yang mendapat jubah Buraksa akan menjadi suami Puteri. Untuk itu, nenek Raksasa mengajari Indera Bangsawan. Indera Bangsawan diberi kuda hijau dan diajari cara mengambil Jubah Buraksa yaitu dengan memasukkan ramuan daun-daunan ke dalam gentong minum Buraksa. Saat Buraksa datang hendak mengambil Puteri. Puteri menyuguhkan makanan, buah-buahan, dan minuman pada Buraksa. Tergoda sajian yang lezat itu tanpa piker panjang Buraksa menghabiskan semuanya lalu meneguk habis air minum dalam gentong.
Tak lama kemudian Buraksa tertidur. Indera Bangsawan segera membawa lari Puteri dan mengambil jubah Buraksa. Hatta Buraksa terbangun, Buraksa menjadi lumpuh akibat ramuan daun-daunan dalam air minumnya.
Kemudian sembilan anak raja datang. Melihat Buraksa tak berdaya, mereka mengambil selimut Buraksa dan segera menghadap Raja. Mereka hendak mengatakan kepada Raja bahwa selimut Buraksa sebagai jubah Buraksa.
Sesampainya di istana, Indera Bangsawan segera menyerahkan Puteri dan jubah Buraksa. Hata Raja mengumumkan hari pernikahan Indera Bangsawan dan Puteri. Saat itu sembilan anak raja datang. Mendengar pengumuman itu akhirnya mereka memilih untuk pergi. Mereka malu kalau sampai niat buruknya berbohong diketahui raja dan rakyatnya.
Sumber: Buku Kesusastraan Melayu Klasik
Bagaimana cara Indera Bangsawan masuk ke dalam istana Raja Kabir?
8
3.6
Hikayat Indera Bangsawan
Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Setelah berapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa qunut dan sedekah kepada fakir dan miskin. Hatta beberapa lamanya. Tuan Puteri Siti Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra laki-laki. Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang. Maka baginda pun terlalu amat sukacita dan menamai anaknya yang tua Syah Peri dan anaknya yang muda Indera Bangsawan.
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Setelah mendengar kata-kata baginda, Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bermohon pergi mencari buluh perindu itu. Mereka masuk hutan keluar hutan, naik gunung turun gunung, masuk rimba keluar rimba, menuju ke arah matahari hidup.
Maka datang pada suatu hari, hujan pun turunlah dengan angin ribut, taufan, kelam kabut, gelap gulita dan tiada kelihatan barang suatu pun. Maka Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bercerailah. Setelah teduh hujan ribut, mereka pun pergi saling cari mencari.
Tersebut pula perkataan Syah Peri yang sudah bercerai dengan saudaranya Indera Bangsawan. Maka ia pun menyerahkan dirinya kepada Allah Subhanahuwata'ala dan berjalan dengan sekuat-kuatnya.
Beberapa lama di jalan, sampailah ia kepada suatu taman, dan bertemu sebuah mahligai. la naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. Tiba-tiba ia terdengar orang yang melarangnya memukul gendang itu. Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. Putri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda. ltulah sebabnya la ditaruh orangtuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul. Di dalam cembul yang lain ialah perkakas dan dayang-dayangnya. Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Puteri Raina Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya.
Tersebut pula perkataan Indera Bangsawan pergi mencari saudaranya. la sampai di suatu padang yang terlalu luas. la masuk di sebuah gua yang ada di padang itu dan bertemu dengan seorang raksasa. Raksasa itu menjadi neneknya dan menceritakan bahwa lndera Bangsawan sedang berada di negeri Antah Berantah yang diperintah oleh Raja Kabir.
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian,negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu. Baginda bertitah lagi. “Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, ialah yang akan menjadi suami tuan puteri."
Setelah mendengar kata-kata baginda, si Hutan pun pergi mengambil seruas buluh yang berisi susu kambing serta menyangkutkannya pada pohon kayu. Maka ia pun duduk menunggui pohon itu. Sarung kesaktiannya dikeluarkannya, dan rupanya pun kembali seperti dahulu kala.
Hatta datanglah kesembilan orang anak raja meminta susu kambing yang disangkanya susu harimau beranak muda itu. Indera Bangsawan berkata susu itu tidak akan dijual dan hanya akan diberikan kepada orang yang menyediakan pahanya diselit besi hangat. Maka anak raja yang sembilan orang itu pun menyingsingkan kainnya untuk diselit Indera Bangsawan dengan besi panas. Dengan hati yang gembira, mereka mempersembahkan susu kepada raja, tetapi tabib berkata bahwa susu itu bukan susu harimau melainkan susu kambing. Sementara itu, Indera Bangsawan sudah mendapat susu harimau dari raksasa (neneknya) dan menunjukkannya kepada raja.
Tabib berkata itulah susu harimau yang sebenarnya. Diperaskannya susu harimau ke mata Tuan Puteri. Setelah genap tiga kali diperaskan oleh tabib, maka Tuan Puteri pun sembuhlah. Adapun setelah Tuan Puteri sembuh, baginda tetap bersedih. Baginda harus menyerahkan tuan puteri kepada Buraksa, raksasa laki-laki apabila ingin seluruh rakyat selamat dari amarahnya. Baginda sudah kehilangan daya upaya.
Hatta sampailah masa menyerahkan Tuan Puteri kepada Buraksa. Baginda berkata kepada sembilan anak raja bahwa yang mendapat jubah Buraksa akan menjadi suami Puteri. Untuk itu, nenek Raksasa mengajari Indera Bangsawan. Indera Bangsawan diberi kuda hijau dan diajari cara mengambil Jubah Buraksa yaitu dengan memasukkan ramuan daun-daunan ke dalam gentong minum Buraksa. Saat Buraksa datang hendak mengambil Puteri. Puteri menyuguhkan makanan, buah-buahan, dan minuman pada Buraksa. Tergoda sajian yang lezat itu tanpa piker panjang Buraksa menghabiskan semuanya lalu meneguk habis air minum dalam gentong.
Tak lama kemudian Buraksa tertidur. Indera Bangsawan segera membawa lari Puteri dan mengambil jubah Buraksa. Hatta Buraksa terbangun, Buraksa menjadi lumpuh akibat ramuan daun-daunan dalam air minumnya.
Kemudian sembilan anak raja datang. Melihat Buraksa tak berdaya, mereka mengambil selimut Buraksa dan segera menghadap Raja. Mereka hendak mengatakan kepada Raja bahwa selimut Buraksa sebagai jubah Buraksa.
Sesampainya di istana, Indera Bangsawan segera menyerahkan Puteri dan jubah Buraksa. Hata Raja mengumumkan hari pernikahan Indera Bangsawan dan Puteri. Saat itu sembilan anak raja datang. Mendengar pengumuman itu akhirnya mereka memilih untuk pergi. Mereka malu kalau sampai niat buruknya berbohong diketahui raja dan rakyatnya.
Sumber: Buku Kesusastraan Melayu Klasik
Siapakah yang selalu menolong Indera Bangsawan sehingga ia selalu bisa melakukan hal sulit yang diminta Raja Kabir?
1
5.0
Bacalah puisi berikut!
Perempuan-Perempuan Perkasa
(Karya: Hartojo Aldangdjaja)
Perempuan-perempuan perkasa yang membawa
bakul di pagi buta
dari manakah mereka
Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit
desa
sebelum peluit kereta pagi terjaga
sebelum hari bermula dalam pesta kerja
Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam
kereta
ke manakah mereka
Di atas roda-roda baja mereka berkendara
Mereka berlomba dengan surya menuju ke gerbang
kota
merebut hidup di pasar-pasar kota
Amanat dalam puisi tersebut adalah...
24
3.7
Hal-hal yang tidak perlu diungkapkan dalam menyusun resensi adalah ....
1
5.0
Moderator: Selamat siang, topik debat kali ini adalah tentang ujian nasional. Mosi debat kali ini adalah ujian nasional masih perlu diadakan. Silakan kepada setiap peserta dan setiap trn untuk menyampaikan pendapatnya.
Peserta 1: Ya setuju. Bagi saya, standar mutu pendidikan haruslah tetap ada. Ujian nasional harus tetap dilaksanakan. Akan tetapi, semua elemen pendidikan harus meningkatkan mutunya. Siswa harus meningkatkan belajarnya, guru lebih baik dalam mengajar, Pemerintah juga lebih baik memberikan anggaran untuk pendidikan, dan orang tua juga harus memberi dukungan yang lebih baik.
Peserta 2: Saya tidak sependapat dengan pernyataan pembicara tim lawan. Dalam kenyataannya, pelaksanaan ujian nasional setiap tahun selalu mengalami kecacatan dan hasil nilai ujian nasional tidak menjamin keberhasilan suatu pendidikan. Hasil ujian nasional tidak berlaku untuk siswa lulusan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Meskipun siswa RSBI tidak lulus ujian nasional, mereka masih bisa mendaftar kuliah di luar negeri.
Peserta 3: Ujian nasional penting. Ujian nasional menjadi standar kelulusan sebuah institusi pendidikan. Sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa akan berusaha mencapai standar kelulusan tersebut. Usaha ini akan menjaga kualitas standar pendidikan di I ndonesia. Bayangkan saja jika tidak ada ujian nasional sebagai standar kelulusan, institusi pendidikan tidak akan memiliki motivasi untuk meningkatkan standarnya
Peserta 4: Apa yang disampaikan oleh tim lawan sangat ideal dan hanya bisa dikerjakan di sekolah-sekolah di perkotaan dengan sumber daya memadai. Apakah adil menggunakan ujian nasional sebagai standar kelulusan di institusi pendidikan daerah-daerah terpencil dengan sumber daya minim? Masih adilkah menggunakan ujian nasional sebagai standar kelulusan? Faktanya terjadi kesenjangan sumber daya antara institusi pendidikan d kota dan di daerah.
Peserta 5: Saya sangat menyesalkan pemikiran teman-teman semua tentang kontroversi ujian nasional, terutama yang berpikir untuk menghapuskan ujian nasional. Sekali lagi saya tekankan bahwa ujian nasional sangat penting sebagai standar kelulusan. Untuk menjaga kualitas suatu sistem, diperlukan suatu standar, termasuk sistem pendidikan. Jika tidak ada standar kelulusan tersebut, suatu sistem tidak akan terjaga kualitasnya.
Peserta 6: Saya hampir setuju dengan pendapat Anda. Namun, pada praktiknya, seideal apa pun jenis ujian nasional yang diterapkan tetap memiliki kelemahan-kelemahan signifikan. Salah satu contoh kelemahan ujian yang paling dominan adalah proses belajar mengajar di sekolah tereduksi menjadi sekadar mengutamakan pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional. Oleh karena itu, solusi paling baik adalah meniadakan ujian nasional dan menggantinya dengan standar kelulusan baru.
Peserta 7: Kami tetap berpendapat bahwa ujian nasional sebaiknya ditiadakan. Argumen-argumen yang disampaikan teman-teman memperkuat pendapat tersebut.
Peserta 8 : Ujian nasional tetap harus diadakan. Ujian nasional sebagai tolok ukur standar pendidikan. Jadi, penghapusan ujian nasional tidak 'tepat dan bukan solusi baik.
Disadur dari: http://maswardiyanto.blogspot co.KI/2014/01/naskah-debat-masih-efekti kah-upan.html, diunduh 30 Maret 2016
Tentukan skema debat tersebut...
5
4.6
Pemerintah Indonesia terbukti membuat neraca perdagangan semakin tidak berimbang. Pertumbuhan ekspor lebih rendah daripada. impor. Indikatornya terlihat dari rendahnya rata-rata bea masuk barang impor ke Indonesia. Menurut seorang peneliti ekonomi Indonesia, saat ini bea masuk barang impor yang diterapkan Pemerintah rata-rata 6,8 persen. Politik antidumping Indonesia sangat lemah sehingga kinerja impor meningkat dan kinerja ekspor menurun. (...) penerapan perdagangan bebas masih perlu kita pertimbangkan lebih berhati-hati di Indonesia.
Dikutip dari: Kemdikbud. Bahasa Indonesia Ekspreso Drn dan Akadernik. Jakarta. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013
Konjungsi antarkalimat tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah...
1
5.0
Perhatikan mosi debat berikut!
Imunisasi dapat mencegah berbagai penyakit berbahaya pada anak-anak
Pernyataan pembicara pengulang tim oposisi berdasarkan mosi tersebut adalah...
6
4.8
Pendapatan negara dari cukai rokok ternyata tidak sebanding dengan biaya ekonomi dan kehilangan nilai ekonomi tenaga kerja produktif akibat rokok. Penerimaan negara dari cukai rokok diperkirakan sekitar Rp55 triliun. Akan tetapi, biaya yang harus dikeluarkan Pemerintah untuk menanggung jaminan kesehatan pasien akibat rokok mencapai empat kali lipatnya dalam setahun. Rokok telah menyebabkan kematian sekitar 400.000 orang (25.000 orang di antaranya perokok pasif) setiap tahun dan jutaan orang sakit serta menjadi tidak produktif.
Disadur dari: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/02/01/1727590/Pro-Kontra-Regulasi.Rokok.di.indonsesia. Diunduh 29 Matel 2016.
Permasalahan yang dibahas dalam teks tersebut adalah...
1
4.6
Bacaah penggalan teks resensi berikut!
Novel Sang Pemimpi menceritakan kesulitan hidup di tahah Belitung dan diperankan oleh anak-anak yang mempunyai sejuta impian. Mereka adalah bocah-bocah yang berjuang untuk hidup dengan banyak tantangan. Bocah-bocah inilah yang berjuang untuk melanjutkan pendidikan di SMA Negeri yang terletak sangat jauh dari kampung halamannya. Hingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal di sebuah pasar kumuh dan bekerja menjjadi kuli ngambat agar tetap bisa bertahan hidup. Tokoh utama novel Sang Pemimpi adalah Ikal. la anak seorang pegawai PT Timah. PT Tirnah tempat Ayah lkal bekerja terancam bangkrut. Selain lkal, tokoh lainnya adalah Arai yang hidup sebatang kara.
Disadur dari: http://sahabatnesia.com/contoh-resensi-novel-terlengkap, diunduh 16 Juli 2017
Penggalan resensi tersebut merupakan unsur ...
1
4.2
Analisislah rima dalam puisi tersebut!
Permintaan
(Karya: Muhammad Yamin)
Mendengarkan ombak pada hampirku
Debar-mendebar kiri dan kanan
Melagukan nyanyi penuh santunan
Terbitlah rindu ke tempat lahirku.
Sebelah timur pada pinggirku
Diliputi langit berawan-awan
Kelihatan pulau penuh keheranan
ltulah gerangan tanah airku.
Di mana laut debur-mendebur
Serta mendesir tiba di pasir
Di sanalah jiwaku, mula tertabur.
Di mana ombak sembur-menyembur
Membasahi barisan sebelah pesisir
Di sanalah hendaknya, aku berkubur
2
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia