Urutkan
Lily S
15 Juni 2023 05:34
0
Tissa Y
15 Juni 2023 05:34
0
Jiny B
15 Juni 2023 05:33
0
Lily S
15 Juni 2023 05:33
0
Anji V
15 Juni 2023 05:33
0
Anji V
15 Juni 2023 05:33
0
Tissa Y
15 Juni 2023 05:33
0
Anji V
15 Juni 2023 05:33

0
Lily S
15 Juni 2023 05:33
0
Bagian teks yang berisi tanggapan mendukung atau menolak pendapat disertai alasan, data, dan fakta yang menguatkan disebut . . .
1
3.6
Bacalah teks debat berikut!
Pembicara pertama tim afirmasi: Saya setuju dengan pendapat tersebut. Mayoritas anak di bawah umur dari kalangan menengah ke atas sudah memiliki gadget untuk keperluan interaksi dengan teman-temannya. Parahnya, anak-anak tidak mau berhenti dan kecanduan bermain gadget yang diberikan orang tuanya. Jadi, menurut saya, pemakaian gadget merugikan anak-anak.
Pembicara pertama tim oposisi: Saya ingin menyanggah pernyataan tim lawan. Gadget tidak selamanya berdampak negatif. Bermain gadget bersama orang tua merupakan pengalaman menyenangkan. Kegiatan ini dapat membangun ikatan emosional antara anak dan orang tua.
Paragraf yang berisi sanggahan pembicara kedua tim afirmasi adalah...
2
3.6
ldentifikasikanlah makna (pesan) yang ingin disampaikan penyair melalui puisi tersebut!
Teratai
(Karya: Sanusi Pane)
kepada Ki Hadjar Dewantara
Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tidak terlihat orang yang lalu.
Akarnya tumbuh di hati dunia,
Daun berseri Laksmi mengarang;
Biarpun ia diabaikan orang,
Seroja kembang gemilang mulia.
Teruslah, o, Teratai Bahagia
Berseri di kebun Indonesia,
Biarkan sedikit penjaga taman.
Biarpun engkau tidak dilihat,
Biarpun engkau tidak diminat,
Engkau turut menjaga Zaman.
1
4.2
Tuliskan dua kalimat yang menyatakan keunggulan cerpen yang dihubungkan konjungsi eksternal penambahan!
1
5.0
Seorang negosiator harus bersikap...
4
4.2
Perhatikan kutipan novel berikut!
....
Mengapa aku dinamai seperti itu, mengapa aku bernama jamur bukannya menur, beracun, dan bisa bikin orang mati, aku tak mengerti. Mengapa pula aku seperti tak nyata, hanya kelihatan di mata, semata muncul dari dalam pikiran-alam pikiran yang telah teracun, seperti jamur berbahaya itu-aku tak akan mengerti, dan tak peduli. Apa hubungannya nama dengan manusia, arti-arti nama mereka, seperti di buku nama-nama bayi? Tak ada, nama-nama tak berarti apa-apa, tak menyatakan pemiliknya. Karena sebal dengan namaku, aku jadi cenderung menyepelekan nama-nama, sering tak mengingat nama teman-teman lama, hanya ingat wajah-wajah, tahi lalat di lengan, kebiasaan, rumah, nomor-nomor telepon lama. Aku sering kerepotan dengan nama-nama.
Dikutip dari: Nukila Amal, Cala lbi, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2015
Latar suasana yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ....
2
5.0
Cermati teks negosiasi berikut!
Bu Rima: "Selamat siang, Pak."
Penjual Buah: "Selamat siang."
Bu Rima: "Ada apel malang, Pak?"
Penjual Buah: "Ada. Silakan dipilih dahulu!"
Bu Rima: "Kalau apel malang sekilo berapa, Pak?"
Penjual Buah: "Sekilonya dua puluh ribu."
Bu Rima: "Ya, mahal sekali, Pak"
Penjual Buah: "Memang segitu harganya."
Bu Rima: "Kalau lima belas ribu bagaimana, Pak?"
Penjual Buah: "Belum dapat, Bu."
Bu Rima: " Bagaimana kalau enam belas ribu, Pak?"
Penjual Buah: "Belum dapat, Bu. Saya masih rugi kalau segitu."
Bu Rima: "Ayolah, Pak. Anak saya ingin sekali makan apel malang."
Penjual Buah: "Begini saja, bagaimana kalau delapan belas ribu."
Bu Rima: "Tujuh belas ribu ya, Pak."
Penjual Buah: "Ya sudah, Bu. Setuju. Hitung-hitung sebagi penglaris. Beli berapa kilo, Bu?"
Bu Rima: "Sekilo saja, Pak."
Penjual Buah: "Saya pilihkan yang bagus-bagus, Bu."
Bu Rima: "Ini uangnya, Pak."
Penjual Buah: "Iya, Bu. Ini apel malangnya, terima kasih."
Bu Rima: "Sama-sama. Mari, Pak."
Penjual Buah: "Mari, Bu. Hati-hati di jalan."
Apakah negosiasi tersebut mencapai keberhasilan? Jelaskan!
2
4.6
Cermatilah teks negosiasi berikut!
Risti ingin membuat rujak. Risti ke pasar untuk membeli buah-buhan yang akan dipakai sebagai bahan rujak. Di pasar, ia membeli bengkoang, mentimun, dan belimbing.
Risti: "Selamat siangg, Bu."
Penjual: "Selamat siang, Dik. Mau beli apa Dik?"
Risti: "Bengkoang ada, Bu?"
Penjual: "Ada. Bengkoangnya bagus-bagus, lo."
Risti: " Sekilonya berapa, Bu?"
Penjual: "Sekilonya sepuluh ribu."
Risti: "Kok mahal, Bu. Boleh saya tawar?"
Penjual: "Silakan, Dik."
Risti: "Lima ribu ya, Bu?"
Penjual: "Belum dapat, Dik."
Risti: "Bagaimana kalau tujuh ribu?"
Penjual: "Belum dapatlah, Dik."
Risti: "Pasnya saja berapa?"
Penjual: "Untuk Adik saya beri harga delapan ribu lima ratus."
Risti: "Delapan ribu ya, Bu?"
Penjual: "Baiklah kalau begitu."
Risti: "Ada mentimun, Bu?"
Penjual: "Ada, Dik."
Risti: "Saya butuh tiga biji saja, Bu."
Penjual: "Empat ribu."
Risti: "Dua ribu, ya?"
Penjual: "Tiga ribu."
Risti: "Baiklah saya juga mau beli belimbing. Yang mana belimbingnya, Bu?"
Penjual: "Belimbingnya sedang kosong,Dik."
Risti: "Ya sudah, Bu. semua jadi berapa, Bu?"
Penjual: "Sebelas ribu."
Risti: "Ini, Bu." (memberikan uang dua puluh ribu)
Penjual: "Ini kembaliannya, Dik. Terima kasih kunjungannya."
Risti: "Sama-sama, Bu. Selamat siang."
Penjual: "Selamat siang."
Tentukan struktur teks negosiasi tersebut!
1
4.6
Cermati teks biografi berikut dengan saksama!
Dari Penjual Es Menjadi Pemain Sepak Bola
Andik Vermansyah adalah salah satu pemain sepak bola Indonesia. la lahir di Jember pada tanggal 23 November 1991. Saat ini Andik bermain untuk Selangor FA di Liga Super Malaysia. Dia dianggap sebagai salah satu dari sepuluh pemain Asia yang layak untuk ditonton pada tahun 2012 oleh Star Soccer. Andik Vermansyah memulai kariernya di Persebaya U-18. Dengan Persebaya U-18, Andik berhasil memenangkan Liga Pemuda Regional Jawa Timur pada tahun 2007. Pada tahun itu pula, di Pekan Olahraga Provinsi Andik berhasil membawa medali emas ke Kota Surabaya.
Andik Vermansyah menghabiskan masa kecilnya sebagai penjual es. Andik membantu orang tuanya karena penghasilan orang tuanya hampir tidak cukup untuk biaya hidup. Meskipun demikian, orang tuanya menyisihkan sedikit dana untuk membantu Andik mewujudkan mimpinya sebagai pemain sepak bola. Pada awalnya Andik tidak diizinkan menjadi pemain sepak bola. Namun, Andik sangat termotivasi tidak mudah putus asa. Dia berusaha keras untuk mengejar impiannya dengan segala cara. Untuk membiayai kariernya agar berkembang, ia harus menjual kue dan es. Andik juga bermain sepak bola turnamen antardesa hanya untuk dapat membeli sepasang sepatu bola.
Andik menerima terobosan besar ketika pelatih SSB Suryanaga, Rudi, menemukan bakatnya. Rudi menawari Andik untuk bermain di sekolah sepak bola di Jember secara gratis. Dalam laga persahabatan antara Indonesia melawan LA Galaxy di Stadion Gelora Bung Karno, Andik sempat mendapat tackling keras dari mega bintang Inggris, David Beckham, karena pergerakannya yang merepotkan sisi pertahanan LA Galaxy kala itu. Pada akhir laga Beckham bertukar kaos dengan Andik Vermansyah. Setelah penampilannya tersebut, Andik dikabarkan tengah diincar klub Portugal Benfica dan klub Serie B Reggina. Andik juga dilirik oleh klub Serie A Inter Milan.
Andik sempat menjalani masa trial di klub MLS, D.C. United dan mendapat pujian dari pelatih dan general manager. Pada tanggal 6 Oktober 2013 setelah uji coba di Ventforet Kofu, dalam debutnya dia mencetak gol dalam pertandingan cadangan melawan Shimizu S-Pulse. Penampilannya menjadi berita utama di koran-koran Jepang dan membuat terkesan 2.000 penonton yang hadir. Namun, kini ia lebih memilih untuk bergabung dengan klub di Liga Malaysia, yaitu Selangor FA.
Semangat dan usaha Andik dalam mencapai cita-citanya pantas dijadikan inspirasi oleh generasi muda. Andik tidak malu berjualan kue dan es agar dapat mewujudkan cita-citanya menjadi pemain sepak bola. Nama Andik Vermansyah telah mengharumkan nama Indonesia. Dengan bergabungnya Andik ke klub Liga Malaysia, ia telah menunjukkan bahwa Indonesia memiliki pemain-pemain sepak bola andal. Semoga semangat Andik dalam mewujudkan cita-citanya dapat memotivasi generasi muda.
Disadur dari: http://id.wikipedia.org/wiki/Andik_Vermansyah, diunduh 28 Maret 2016
Tentukan keteladanan dari tokoh dalam teks biografi tersebut!
1
3.8
Cermati teks biografi berikut!
Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada tanggal 16 Juni 1962. Ayah Chairul Tanjung bernama A. G. Tanjung yang berketurunan Batak, sedangkan ibunya bernama Halimah adalah orang Sunda tepatnya Sukabumi. Awalnya keluarga Chairul Tanjung adalah keluarga yang berlebih. Ayahnya seorang wartawan pada zaman Presiden Soekarno. Namun, pada era Soeharto surat kabar dari ayah Chairul Tanjung dicurigai sebagai antek orde lama dan akhirnya dipaksa untuk tutup. Dari sinilah perekonomian keluarganya menjadi berubah seratus delapan puluh derajat. Rumah yang didiami keluarganya terpaksa dijual untuk membayar utang dan memenuhi kebutuhan hidup. Meskipun tengah diimpit kesulitan ekonomi, ayah dan ibunya ingin anak-anaknya mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Oleh karena itu, setelah Chairul lulus dari SMA Boedi Oetomo pada tahun 1981, ia melanjutkan studinya di Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Chairul termasuk mahasiswa pandai. la sempat mendapat penghargaan sebagai mahasiswa teladan tingkat nasional pada tahun 1984-1985.
Disadur dari: http://biografi-orang-sukses-dunia.blogspot.co.id/2013/10/biografi-chairul-tanjung-anak-singkong./html, diunduh 28 Maret 2016
Keteladanan tokoh Chairul Tanjung adalah...
10
4.7
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia