Urutkan
Tabina R
14 Agustus 2023 12:58
1
Rio R
14 Agustus 2023 06:47
1
Layla A
14 Agustus 2023 00:26
1
Layla A
13 Agustus 2023 13:10
1
Tabina R
13 Agustus 2023 12:03
2
Devina A
12 Agustus 2023 17:34

8
Someone U
12 Agustus 2023 14:00
1
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Tubuh Suing yang begitu lunglai direbahkan ke tanah. Karena bingung, Kimin hanya berdiri menatap temannya yang kini tergeletak tanpa daya. Ketika sadar harus berbuat sesuatu, Kimin membungkuk dan menggoyang tubuh yang terbujur itu.
"Suing, kamu masih kuat berjalan? Mari kita pulang. Aku akan memapahmu. Jangan takut kepada polisi kehutanan. Kukira mereka tak mau menangkap siapa pun yang dipapah. Ayo. Ayo, Suing! Kamu masih mendengar kataku, bukan?"
Bola mata yang pucat itu hanya bergulir perlahan. Bahkan napas Suing tersengal-sengal, membuat Kimin semakin tercekam rasa cemas. Laki-laki muda yang bingung itu keluar dari belukar. Lembah dan lereng yang terhampar di hadapannya tak memberi harapan apa pun. Hanya ribuan tonggak sonokeling yang mati dan dasar-dasar jurang yang tidak lagi berair. Ataukah Suing harus dibopong sampai ke kampong yang samar-samar jauh di tepi pensil? Boleh jadi orang lain mampu melakukannya. Namun, Kimin takkan sanggup karena tubuhnya yang lebih kecil.
Dikutip dari: Ahmad Tohari, Surabanglus" dalam Senyum Karyamin, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2015
Sifat tokoh Kimin pada kutipan cerpen tersebut adalah ....
2
5.0
Perhatikan kutipan esai berikut!
Sastra memang tidak bisa dilepaskan dari filsafat. Jika dipisahkan, sastra akan dilanda kegersangan yang dahsyat. Alasannya, sastra bermutu adalah sastra yang bernilai, memproses pemikiran dan membawa perkembangan bagi kualitas kehidupan. Salah satu nilai tersebut adalah beraneka topik yang berkelindan dengan dunia filsafat. Proses-proses edukatif dalam sastra akan memberikan nilai berharga bagi perkembangan manusia. [....] Dalam pembicaraan ini, sastra melibatkan dirinya ke situasi yang akan membangun perikehidupan dan peri kemanusiaan.
Disadur dari: http://www.riaupos.co/spesial.php?act=fufl&id=212&kat=2, diunduh 5 Maret 2020
Ide pokok kutipan esai tersebut adalah ...
1
5.0
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Tubuh Suing yang begitu lunglai direbahkan ke tanah. Karena bingung, Kimin hanya berdiri menatap temannya yang kini tergeletak tanpa daya. Ketika sadar harus berbuat sesuatu, Kimin membungkuk dan menggoyang tubuh yang terbujur itu.
"Suing, kamu masih kuat berjalan? Mari kita pulang. Aku akan memapahmu. Jangan takut kepada polisi kehutanan. Kukira mereka tak mau menangkap siapa pun yang dipapah. Ayo. Ayo, Suing! Kamu masih mendengar kataku, bukan?"
Bola mata yang pucat itu hanya bergulir perlahan. Bahkan napas Suing tersengal-sengal, membuat Kimin semakin tercekam rasa cemas. Laki-laki muda yang bingung itu keluar dari belukar. Lembah dan lereng yang terhampar di hadapannya tak memberi harapan apa pun. Hanya ribuan tonggak sonokeling yang mati dan dasar-dasar jurang yang tidak lagi berair. Ataukah Suing harus dibopong sampai ke kampong yang samar-samar jauh di tepi pensil? Boleh jadi orang lain mampu melakukannya. Namun, Kimin takkan sanggup karena tubuhnya yang lebih kecil.
Dikutip dari: Ahmad Tohari, Surabanglus" dalam Senyum Karyamin, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2015
Sudut pandang kutipan cerpen terse but adalah...
3
5.0
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Sangat sulit ia tidur. Pikirannya selalu terganggu. Ingin terus menggosok kata-kata. Hanya saja, kilau bintang tak kunjung muncul dari kata-katanya, kalimatnya, tulisannya. Dibaca sendiri pun tak enak. Apalagi dibaca orang lain. Ia sadar sesadar-sadarnya tentang hal ini. Semua koran dan majalah mengembalikan tulisan yang dikirimkannya.
Sampai akhirnya, ia berpikir, tampaknya tulisan adalah berkah dari langit. Hanya turun pada sejumlah manusia terpilih. Ia tidak termasuk satu di antaranya. Lebih baik aku berhenti, pikirnya. Maka, mulai saat itu ia memasuki pergulatan baru melupakan cita-cita jadi pengarang. Ia berusaha menghapus bekas pahatan cita-cita di otaknya untuk menjadi pengarang. Sesuatu yang tidak mudah.
Dikutip dari: Tim Media Indonesia, "Sang Pengarang" dalam. Orang-Orang dari Beijing dan Cerita-Cerita Lainnya: Koleksl Cerita Pendek Media Indonesia Minggu 2015, Jakarta, Media Indonesia, 2016
Akibat konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah . . .
1
5.0
Perhatikan kutipan buku berikut!
Suatu hari ia heran ketika salah seorang teman sekelasnya, Nita, tidak juga keluar kelas saat istirahat. Meja Nita agak jauh dari meja Nurul. Tapi Nurul langsung bisa merasakan ada yang aneh.
Dengan sudut matanya, Nurul melihat Nita berkali-kali membuka tasnya, tangannya seperti sedang mengaduk-aduk isinya, lalu membungkuk seperti mencari-cari sesuatu di bawah meja dan kursi.
Setelah itu, Nita menutup mukanya. Tidak ada suara yang keluar. Tapi kelihatan pundaknya berguncang-guncang. Nurul mendekati, lalu duduk di sebelah Nita.
Ada apa?" tanya Nurul.
Nita membuka tangannya yang menutupi muka, lalu menoleh. Benar, air matanya mengucur. Ia mencoba menghapus air matanya dan menahan isakannya.
"Bukuku ... hilang," kata Nita setelah isaknya mereda.
"Buku apa?"
“Buku catatan."
Nurul mencoba menatap sekeliling ke bawah meja-meja, siapa tahu buku Nita jatuh. "Tak ketinggalan di rumah, kan?''
"Tidak. Tadi aku letakkan di atas meja, Waktu bel istirahat berbunyi, aku langsung ke toilet dulu karena kebelet pipis. Begitu balik ke sini, sudah hilang. Aku sudah tanya Rosi, dia nggak tahu." Rosi adalah teman sebangku Nita.
...
Nita nyaris menangis lagi ketika muncul Rio di pintu sambil setengah berlari. Didekatinya Nita di mejanya. Ada buku di tangannya. Buku catatan Nita.
"Maafin aku, Nit, kata Rio. "Tadi aku mau pinjam bukti kamu, tapi kamu nggak ada. Takut kamu kelamaan, aku bawa dulu."
"Emang buat apa kamu pinjam buku Nita?"
“Aku tidak sempat mencatat dari awal. Jadi aku fotokopi punya Nita."
Dikutip dari: Hermawan Aksan, "Membantu Mencari Barang Hilang" dalam Jujur Pangkal Kaya Sekumpulan Kisah Remaja untuk Pend/Pikan Antikorupsi, Bandung, Nuansa Cendikia, 2016
Tentukan amanat yang terdapat dalam kutipan buku tersebut!
5
4.6
Perhatikan kalimat-kalimat opini acak berikut!
Disadur dari: https://mediaindonesia.com/read/detail/289968-sensus-penduduk-2020, diunduh 16 Maret 2020
Kalimat-kalimat opini acak tersebut dapat disusun menjadi paragraf padu dengan urutan ....
1
5.0
Perhatikan teks berikut ini!
Pada tahun 60-an di negeri ini terjadi krisis kertas: impor kertas tersendat-sendat. Kesulitan itulah yarig kemudian mendorong Pemerintah untuk melakukan penjatahan. Harga kertas di pasar be bas sarigat mahal, kertas yang didapat lewat jatah sangat murah. Ketimpangan semacam ini justru menimbulkan manipulasi; kertas yang didapat oleh penerbit ini dijual kepada penerbit itu. Inflasi melaju sangat cepat tahun-tahun itu sehingga lebih menguntungkan untuk menjual kertas jatah sebelum diproses menjadi buku, ma,jalah, atau koran.
(Disadur dari: Sapardl Djoko Damono, Kesusastraan Indonesia Modern Beberapa Catatan, Jakarta, Gramedla, 1983)
Makna istilah krisis dalam teks tersebut adalah ...
2
5.0
Teks 1
Sumber: http://fotojurnalistiku.blogspot.co.id
Pembeli: “Berapa harga sekilo mangga ini, Bang?”
Penjual: “Tiga puluh ribu, Bu. Murah.”
Pembeli: “Boleh kurang kan, bang?”
Penjual: “Belum boleh, Bu.
Barangnya bagus lho, Bu. Ini bukan karbitan. Matang pohon.”
Pembeli: “Iya, Bang, tapi harganya boleh kurang kan? Kan lagi musim, Bang. Dua puluh ribu saja ya?”
Penjual: “Belum boleh, Bu. Dua puluh delapan ribu, ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.”
Pembeli: “Baiklah, tapi saya boleh milih sendiri, kan Bang?”
Penjual: “Asal jangan pilih yang besar-besar, Bu. Nanti saya bisa rugi.”
Pembeli: “Iya, Bang. Yang penting saya dapat mangga yang bagus dan tidak busuk.”
Penjual: “Saya jamin, Bu. Kalau ada yang busuk boleh ditukarkan.”
Pembeli: “Baiklah, saya ambil 3 kilo ya Pak.”
Akhirnya, penjual mempersilakan pembeli untuk memilih dan menimbang sendiri mangga yang dibelinya.
Bagaimana kesepakatan itu terjadi?
1
5.0
Kalimat tersebut sering terdapat pada bagian ….
1
5.0
Bahasa yang digunakan dalam teks ceramah adalah ….
4
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia