Urutkan
Riko P
21 Agustus 2023 04:51
2
Ruru R

20 Agustus 2023 15:02
32
Aaiibong A
20 Agustus 2023 12:06
4
Na'Imatun U
20 Agustus 2023 08:12
4
Altari R
19 Agustus 2023 08:36
3
Anonim A
18 Agustus 2023 11:31
9
Qaish Q
17 Agustus 2023 12:09

1
Siapa yang membuat pengajuan awal?
3
3.5
Dalam bernegosiasi, konflik akan muncul. Struktur teks negosiasi yang terdapat konflik adalah....
1
4.2
Fungsi tema dalam menulis puisi adalah...
1
4.0
Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 37 dan 38.
(1) Jika kamu pernah membaca atau punya buku kumpulan cerpen ini, kamu beruntung. (2) Hal ini disebabkan penulisnya pun "pulang" dan tak sempat melihat buku ini diterbitkan. (3) Ya, Nevi Yuli Safitri tampaknya ingin mengatakan pada dunia melalui judul bukunya bahwa Aku (Telah) Pulang. (4) Sama seperti Diana Roswita, Nevi yang tengah hamil besar menjadi salah satu korban musibah akbar tsunami di Aceh bersama suami tercinta, Muhammad Akmal. (5) Melalui pemberitahuan "kepulangannya" ini, Nevi layak dikirimi bait-bait doa karena cerpen-cerpennya dalam buku ini penuh hikmah.
Cuplikan ulasan buku kumpulan cerpen di atas lebih banyak berkenaan dengan...
1
4.0
proposal proyek pembangunan mushola di SMA kusuma bangsa.
Tuliskan perbaikan penulisan judul tersebut.
1
5.0
Bacalah kutipan novel di bawah ini!
"Semakin aku tumbuh dan semakin melahap banyak bacaan, perlahan aku menyimpulkan bahwa ada dua hal yang selalu menghantui orang miskin di Indonesia: kemiskinan dan kematian."
Sejak saat itu Bram merasa harus lebih dekat bersama kakeknya di Cilacap daripada mengikuti orang tuanya pindah ke Bogor. "Aku merasa harus banyak belajar apa yang diinginkan petani di desa. Secara batin pula aku merasa harus membantu mereka," katanya sambil terus menceritakan bagaimana sulitnya meyakinkan orang tuanya agar mengizinkan dia menempuh pendidikan menengah di Cilacap. Selain mereka tak ingin berpisah dengan Bram, ayahnya curiga Bram hanya ingin bebas membandel; ingin keluar dari peta hidup yang sudah dirancang orang tuanya. Ayahnya ingin Bram dan adiknya hidup tertata rapi dan "steril dari kuman", demikian Bram membahasakan pemikiran orang tuanya pada masa lalu.
Dikutip dari: Leila S. Chudori, Laut Bercerila, Jakarta, KPG (Kepustalcaan Populer Gramedia), 2017
Konflik dalam kutipan novel tersebut disebabkan oleh ....
2
4.3
Perhatikan paragraf berikut!
1) Sebuah penelitian terbaru membahas dampak kebakaran hutan di Indonesia tahun 1997 terhadap pertumbuhan anak-anak saat ini. 2) Kebakaran hutan pada tahun 1997 dianggap sebagai salah satu yang terburuk dalam sejarah. 3) Kabut asap kebakaran hutan di Riau sangat tebal. 4) Penelitian terbaru dari Singapura dan Amerika Serikat menunjukkan kabut asap akibat kebakaran hutan tersebut menghambat pertumbuhan generasi berikutnya. 5) Penelitian Iasi menemukan bukti bahwa anak-anak di dalam rahim yang terpapar kabut asap tersebut berpotensi membuat tubuh mereka lebih pendek. 6) Kabut asap tersebut menghambat pasokan oksigen ke janin yang menyebabkan perubahan permanen pada janin.
Disadur dari: https://sains.kompas.com/read/2019/0.2/24/ 195345523/kebakaran-huian-indonesia-1997- sebabkan-anak-tumbuh-lebih-pendek-3-cm. 25 Februari 2019
Kalimat penjelas yang tidak sesuai dengan paragraf tersebut adalah kalimat berangka ....
2
5.0
Bacalah kutipan novel berikut!
"Semakin aku tumbuh dan semakin melahap banyak bacaan, perlahan aku menyimpulkan bahwa ada dua hal yang selalu menghantui orang miskin di Indonesia: kemiskinan dan kematian."
Sejak saat itu Bram merasa harus lebih dekat bersama kakeknya di Cilacap daripada mengikuti orang tuanya pindah ke Bogor. "Aku merasa harus banyak belajar apa yang diinginkan petani di desa. Secara batin pula aku merasa harus membantu mereka," katanya sambil terus menceritakan bagaimana sulitnya meyakinkan orang tuanya agar mengizinkan dia menempuh pendidikan menengah di Cilacap. Selain mereka tak ingin berpisah dengan Bram, ayahnya curiga Bram hanya ingin bebas membandel; ingin keluar dari peta hidup yang sudah dirancang orang tuanya. Ayahnya ingin Bram dan adiknya hidup tertata rapi dan "steril dari kuman", demikian Bram membahasakan pemikiran orang tuanya pada masa lalu.
Dikutip dari: Leila S. Chudori, Laut Bercerita, Jakarta, KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), 2017
Nilai sosial dalam kutipan novel tersebut adalah ....
3
4.3
Bacalah kutipan cerita berikut!
Tukang Cukur
Gito, anak Getas Pejaten, kawasan pinggiran Kota Kudus, setiap hari kecuali Minggu dan hari libur, berjalan kaki pergi pulang hampir empat belas kilometer ke sekolahnya, sekolah dasar di Jalan Daendels. Karena banyak jalan menuju sekolahnya, Gito bisa memilih jalan mana yang paling disukainya. Kalau perlu, dia juga lewat jalan-jalan kecil yang lebih jauh untuk menyenangkan hatinya.
Seperti anak-anak lain, Gito sehari hanya makan satu kali, setelah pulang sekolah. Juga seperti anak-anak lain, Gito tidak mempunyai sandal, apalagi sepatu. Guru-guru pun bertelanjang kaki. Kalau ada guru memakai sepatu atau sandal, pasti sepatu atau sandalnya sudah reyot.
Pakaian Gito, demikian juga pakaian teman-temannya, serba compang-camping, penuh tambalan, demikian pula pakaian para guru. Semua pakaian sudah luntur warnanya dan kalau diwenter wamanya bisa tampak agak cerah, tapi dalam waktu singkat luntur lagi.
Gito tahu cara menangkal kelaparan. Kalau mau, dia bisa menangkap ikan di sungai tidak jauh dari rumahnya. Pada waktu pulang dari sekolah, kadang-kadang Gito lewat PasarJohar, tidak jauh dari stasiun jurusan Pati, Juana, Rembang, dan jurusan Pecangakan, Jepara. Di pasar itu dia bisa memunguti remah-remah gula jawa, gula yang bermanfaat untuk melewati rasa lapar.
Tidak jauh dari rumahnya ada pabrik bungkil kacang tanah untuk pakan temak. Kadang-kadang Gito juga memunguti remah-remah bungkil kacang tanah, meskipun dia tahu bungkil kacang tanah bisa menyebabkan sakit perut dan gondongen, leher bisa membengkak sampai besar.
Di rumah kalau beras padi habis, ayah, ibu, dan Gito, satu-satunya anak ayah dan ibunya, makan beras jagung, dan kalau beras jagung habis, mereka makan ketela pohung.
Pada suatu hari ketika pulang dan melewati kedai gulai kambing Kakek Leman, seorang laki-laki tua yang selalu memakai udeng Jawa di kepalanya, Gito dipanggil oleh Kakek Leman. Gito diberi makan. Lalu seperti biasa, Gito disuruh membersihkan rumput di pekarangan belakang kedai.
Dikutip dari: Budi Darma, "Tukang Cukur" dalam Tanah Air, Jakarta, Penerbit Buku Kompas, 2017
Latar suasana dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
1
4.5
Buatlah sebuah bagian isi teks esai berdasarkan fenomena berkaitan dengan sastra yang pernah Anda baca!
8
4.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia