Urutkan
Toni K
05 September 2022 15:37
2
Sara K
05 September 2022 15:37
1
Farhan C
05 September 2022 15:37
2
R N
05 September 2022 15:37
1
Sara K
05 September 2022 15:37
4
Toni K
05 September 2022 15:37
2
Sara K
05 September 2022 15:36
1
Farhan C
05 September 2022 15:36
2
R N
05 September 2022 15:36
5
Farhan C
05 September 2022 15:36
2
Perbaiki kalimat-kalimat tidak efektif di bawah ini menjadi kalimat efektif!

4
0.0
Kutipan Buku 1
Judul Buku: Nikmat Rasanya, Nikmat Untungnya-Pintar Budi Daya Ikan di Tambak Secara Intensif
Penulis: M. Ghufran H. Kordi K.
Tahun Terbit: 2010
Penerbit: Lily Publisher
Kota Terbit: Yogyakarta
Budi daya ikan dan udang tambak bukanlah sesuatu yang baru bagi masyarakat Indonesia, terutama penduduk yang bermukik di sekitar perairan umum (air tawar) dan pesisir pantai. Ratusan tahun lalu, pada zaman Hindu abad 13-14, kitab Kutaramenawa telah menuliskan undang-undang tentang Siwakan atau pengaturan air yang diduga merupakan awal pemeliharaan bandeng dalam tambak di Indonesia. Artinya, bangsa Indonesia telah mengenal budi daya ikan sejak zaman Hindu, sekitar 700 tahun lalu.
Seharusnya secara teknologi budi daya tambak di Indonesia harus lebih maju dari negara-negara lain, minimal Asia Tenggara. Namun, fakta berbicara lain.. Dalam budi daya bandeng di tambak, Indonesia tertinggal dari Filipina yang merupakan negara kecil dengan garis pantai tidak seberapa jika dibanding dengan Indonesia yang memiliki garis panjang sekitar 81.000 km. Sementara dalam budi daya udang windu (Penaeus monodon), Indonesia memang pernah menjadi eksportir udang terbesar di dunia. Namun, setelah industri perudangan mengalami kehancuran karena serangan penyakit, sampai kini pertambakan udang di Indonesia belum bangkit.
Ekspor udang windu Indonesia yang pada 1992 mencapai 140.000 ton menurun menjadi 53.000 ton pada 1999. Pada tahun 2000 ekspor udang windu mencapai 65.000 ton. Pada tahun 2005 ekspor udang windu telah mencapai 97.000 ton. Pada tahun 2007 ditargetkan mencapai 126.000 ton. Tingginya serangan penyakit terhadap udang windu mendorong penambak melirik udang vanname (Litopenaeus vanname) untuk memcau produksi udang budi daya. Produksi udang budi daya pada 2007 ditargetkan mencapai 410.000 ton dan 283.000 ton diantaranya adalah produksi udang vanname.
Dikutip dari: M.Ghufran H. Kordi K., Nikmat Rasanya, Nikmat Untungnya-Pintar Budi Daya Ikan di Tambak Secara Intensif, Yogyakarta, Lily Publisher, 2010
Kutipan Buku 2
Judul Buku: Budi Daya Jamur Merang
Penulis: Meity Suradji Sinaga
Tahun Terbit: 2011
Penerbit: Penebar Swadaya
Kota Terbit: Jakarta
Jamur yang dalam bahasa daerah (Sunda) dikenal dengan sebutan supa atau dalam bahasa inggris disebut mushroom termasuk golongan fungi atau cendawan. Menurut masyarakat awam, jamur adalah tubuh buah yang dapat dimakan. Sementara itu, menurut ahli mikrobiologi. jamur atau mushroom adalah fungi yang mempunyai berituk tubuh buah seperti payung. Struktur reproduksinya berbentuk bilah (gills) yang terletak pada permukaan bawah dari payung atau tudung. Jamur merupakan organisme yang tidak berklorofit dan termasuk ordo agaricales dan kelas Basidiornycetes.
Kehidupan jamur berawal dari spora (basidiospora) yang kemudian akan berke-cambah membentuk hifa yang berupa benang-benang halus. Hifa ini akan tumbuh ke seluruh bagian media tumbuh. Dari kumpulan hifa atau miselium akan terbentuk gumpalan kecil seperti simpul benang yang menandakan bahwa tubuh buah jamur mulai terbentuk. Simpul tersebut berbentuk bundar atau lonjong dan dikenal dengan stadia kepala jarum (pinhead) atau primordia. Simpul ini akan membesar dan disebut stadia kancing kecil (small button). Selanjutnya stadia kancing kecil akan terus membesar mencapai stadia kancing (button) dan stadia telur (egg). Pada stadia ini tangkai dan tudung yang tadinya tertutup selubung universal mulai membesar. Selubung tercabik, lalu diikuti stadia perpanjangan (elongation). Cawan (yolya) pada stadia ini terpisah dengan tudung (pileus) karena perpanjangan tangkai (stalk). Stadia terakhir adalah stadia dewasa tubuh buah.
Pada stadia kancingyangtelah membesar akan terbentuk bilah. Bilah yang matang akan memproduksi basidia dan basidiospora, lalu tudung membesar. Pada waktu itu, selubung universal yang semula membungkus seluruh tubuh buah akan tercabik. Tudung akan terangkat ke atas karena memanjangnya batang, sedangkan selubung universal yang sobek akan tertinggal di bawah dan disebut cawan. Tipe perkembangan tubuh seperti ini disebut tipe angiocarpic. Pada tipe perkembangan yang lain, yaitu gymnocarpic, lapisan universal tidak terbentuk. Sisi dari pembesaran tudung dihubungkan dengan batang oleh selubung dalam. Pada waktu bilah membesar, selubung dalam tercabik dan melekat melingkari batang membentuk cincin atau anulus.
Sebagai organisme yang tidak berklorofil, jamur tidak dapat melakukan proses fotosintesis seperti halnya tumbuh-tumbuhan. Dengan demikian, jamur mendapat makanan dalam bentuk jadi seperti selulosa, glukosa, lignin, protein, dan senyawa pati. Bahan makanan ini akan diurai dengan bantuan enzim yang diproduksi oleh hifa menjadi senyawa yang dapat diserap dan digunakan untuk tumbuh dan berkembang. Semua jamur yang edibel (dapat dimakan) bersifat saprofit, yaitu hidup dari senyawa organik yang telah mati.
Dikutip darl: Meoty Suradji Sinaga, Budi Daya Jamur Mereng. Jakarta, Penebar Swadaya, 2011
Temukan unsur penting dalam kedua kutipan buku pengayaan tersebut berupa kover, judul buku, nama penulis, tahun terbit, nama penerbit, dan kota terbit !
1
0.0
Perhatikan teks berikut!
[…]
(1) Tanggal 7 Februari 1903, meluncurlah Soenda Berita yang menjadi tonggak sejarah pers nasional. Dalam pengantar buku Karya-Karya Lengkap Tirto Adhi Soerjo: Pers Pergerakan dan Kebangsaan (2008) yang disusun Muhidin M. Dahlan & Iswara N. Raditya tercatat, Soenda Berita adalah koran pertama Indonesia yang dimodali dan diisi tenaga-tenaga bumiputra sendiri, tak lagi menjadi bawahan bangsa lain (hlm. 17). (2) Surat kabar ini merupakan embrio yang menjadi pertaruhan sekaligus petunjuk pertama ke mana arah ayun kecendekiaan Tirto dalam upaya menyuluh bangsanya secara nasional. Bersama Soenda Berita, Tirto ingin mencapai cita-cita perjuangan demi memajukan bangsanya.
(3) Sebagai strategi untuk menarik minat dan menyadarkan pembaca yang memang ditujukan kepada rakyat kebanyakan, Soenda Berita oleh Tirto Adhi Soerjo disematkan label: “kepoenjaan kami pribumi”. (4) Sayangnya, Soenda Berita lantas mengalami krisis finansial. Antara 1905-1906, Tirto melakukan perjalanan panjang ke luar Jawa untuk menggalang dana, namun justru berdampak fatal terhadap korannya tersebut. Soenda Berita seperti kehilangan induk dan akhirnya berhenti terbit.
(5) Tirto kemudian meluncurkan Medan Prijaji. Ahmat Adam dalam The Vernacular Press and the Emergence of Modern Indonesian Consciousness 1855-1913 (1995) menyebutkan, Medan Prijaji terbit perdana pada 1 Januari 1907 (hlm. 111). Selain sebagai penggagas, Tirto juga bertindak selaku editor sekaligus administrator mingguan ini.
(6) Penerbitan Medan Prijaji memperoleh bantuan dari bangsawan lokal dan saudagar anak negeri. Pada 10 Desember 1908, NV Javasche Boekhandel en Drukkerij en Handel in Schrijfbohoeften “Medan Prijaji” resmi berbadan hukum. (7) 8 NV (Naamloze Vennootschap atau perseroan terbatas alias PT) ini tidak hanya … Medan Prijaji, melainkan juga beberapa media lainnya, termasuk Soeloeh Keadilan.
(8) Kali ini tak main-main. Medan Prijaji dan Soeloeh Keadilan menjadikan Tirto sebagai orang Indonesia pertama yang menyuluh rasa kesadaran berbangsa bumiputra melalui kuasa media. Dalam 9 konteks ini, ia memperkenalkan apa yang sekarang disebut sebagai jurnalisme advokasi. Tak jarang, Tirto membela kaum tertindas lewat surat kabarnya.
(9) Medan Prijaji dan Soeloeh Keadilan ibarat kendaraan perang bagi Tirto untuk bertempur di medan jurnalistik. Bahkan sejak era Pembrita Betawi dan Soenda Berita, cukup banyak pejabat, baik dari kalangan kolonial maupun pribumi, yang—dalam istilah Marco—muntah darah akibat tulisan-tulisan tajam karyanya.
(10) Andi Suwirta dalam Suara dari Dua Kota: Revolusi Indonesia dalam Pandangan Surat Kabar Merdeka (Jakarta) dan Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta) 1945-1947 (2000) menuliskan, tulisan dan pandangan yang dikemukakan Tirto membeberkan tentang kesewenang-wenangan para pejabat. Sepak-terjang macam ini ternyata berakibat buruk baginya.
Diadaptasi dari https://tirto.id/ Pada 23 April 2020)
Kata yang paling tepat untuk melengkapi titik-titik pada kalimat (7) adalah ….
2
0.0
Perhatikan kutipan cerpen berikut ini !
Kinari menutup dan mengunci pintu kantornya. Sebuah ruko yang diubah menjadi lembaga pendidikan. Dia berjalan ke tempat parkir, di mana sepeda motornya menunggu. Sambil memakai helm, dibayangkannya kembali peristiwa hari ini. Beberapa siswa mendadak mengundurkan diri, walau sudah membayar uang pangkal satu semester. Mereka ingin pindah ke lembaga pendidikan lain yang menawarkan solusi cepat menjawab soal ujian masuk perguruan tinggi.
Ada saja yang melecehkan pendidikan, pikir Kinari. Bukan hal asing, begitu banyak sarjana pengangguran dibandingkan para pengusaha beromzet miliaran rupiah yang sekolah dasar pun tidak lulus. Bagi masyarakat, tolok ukur kesuksesan adalah uang, nama besar, dan aset melimpah. Kecerdasan, bila tak mampu menghasilkan ketiga hal itu, bukan kesuksesan. Buku-buku menyajikan hasil secara cepat dan mudah yang ditanamkan pada generasi muda, bahkan pada lembaga pendidikan. Bagaimana cara menjawab ujian masuk perguruan tinggi dengan utak-atik soal. Sangat tidak ilmiah, tetapi manjur mendapatkan jawaban yang benar.
Kinari mendirikan lembaga pendidikan untuk mendampingi siswa yang kesulitan memahami pelajaran sekolah. Sekaligus memberikan pelajaran tambahan untuk siswa masuk peguruan tinggi. Hanya sejak beberapa tahun yang lalu, permintaan siswa semakin aneh. Mereka minta diajari "jembatan keledai" untuk menjawab soal. Bagi Kinari, "jembatan keledai" hanya untuk menjawab pertanyaan yang perlu hafalan. Tetapi itu pun ada logika yang mendasari. Untuk hitungan ilmu alam, seperti matematika, fisika, dan kimia, seluruh pertanyaan berdasarkan logika. Atau bila logika belum mencapainya, imajinasi diperlukan, seperti halnya pada fisika teori. Tidak ada cara khusus agar bisa dipelajari sehari semalam. Semua perlu proses.
Anak-anak didik Kinari adalah siswa dari sekolah terbaik di Indonesia, dengan biaya pendidikan termahal, dan juga otak tercerdas. Hanya saja, mereka terbius keinginan lulus dengan mudah. Satu per satu anak-anak didik Kinari mulai keluar dari lembaga pendidikan. Di tengah keputusasaannya, Kinari berusaha introspeksi diri dan mempelajari sistematika yang ditawarkan pesaingnya. Mereka punya kemampuan mempelajari pola soal ditawarkan ujian setiap tahun. Setelah itu berdasarkan teori, menemukan cara termudah untuk menjawabnya. Kesalahannya adalah, teori itu tak dijelaskan kepada anak didiknya, tetapi langsung memberi tahu cara kerja "jembatan keledai" tersebut. Akibatnya, dapat dipasttikan siswa masuk ke perguruan tinggi dengan kemampuan nol besar.
Kinari tak mau menjalankannya. Dia tabu, pendidikan sekarang telah menjadi industri yang menelan biaya triliunan rupiah karena hanya yang dapat menamatkan pendidikan tinggi, yang mendapat tempat .di dunia pekerjaan. Pendidikan menjamin masa depanmu, asal kamu mendapat uang darinya. Akibatnya lembaga pendidikan Kinari mulai kosong, kehilangan anak-anak didik. Hanya kelas dengan peserta siswa SMA kelas X saja yang masih ada penghuninya. Itupun hanya lima orang, dari kapasitas 15 orang per kelas. Kinari menggigit bibir. Mereka tidak memahami esensi pengetahuan. Bahwa saraf di otak, akan lebih memahami bila pengetahuan itu diulang terus-menerus dan bertambah tiap saatnya. Bukan dijejalkan semalam atau direduksi hingga tinggal ekstraknya saja.
Dikutip darl: Nini Avieni, "Genta Gel as Neira" dalam Cerita Para Perambah, Jakarta, Kompas, 2017
Tentukan informasi penting dalam kutipan cerpen tersebut !
3
1.0
Perhatikan kutipan cerpen berikut ini !
Kinari menutup dan mengunci pintu kantornya. Sebuah ruko yang diubah menjadi lembaga pendidikan. Dia berjalan ke tempat parkir, di mana sepeda motornya menunggu. Sambil memakai helm, dibayangkannya kembali peristiwa hari ini. Beberapa siswa mendadak mengundurkan diri, walau sudah membayar uang pangkal satu semester. Mereka ingin pindah ke lembaga pendidikan lain yang menawarkan solusi cepat menjawab soal ujian masuk perguruan tinggi.
Ada saja yang melecehkan pendidikan, pikir Kinari. Bukan hal asing, begitu banyak sarjana pengangguran dibandingkan para pengusaha beromzet miliaran rupiah yang sekolah dasar pun tidak lulus. Bagi masyarakat, tolok ukur kesuksesan adalah uang, nama besar, dan aset melimpah. Kecerdasan, bila tak mampu menghasilkan ketiga hal itu, bukan kesuksesan. Buku-buku menyajikan hasil secara cepat dan mudah yang ditanamkan pada generasi muda, bahkan pada lembaga pendidikan. Bagaimana cara menjawab ujian masuk perguruan tinggi dengan utak-atik soal. Sangat tidak ilmiah, tetapi manjur mendapatkan jawaban yang benar.
Kinari mendirikan lembaga pendidikan untuk mendampingi siswa yang kesulitan memahami pelajaran sekolah. Sekaligus memberikan pelajaran tambahan untuk siswa masuk peguruan tinggi. Hanya sejak beberapa tahun yang lalu, permintaan siswa semakin aneh. Mereka minta diajari "jembatan keledai" untuk menjawab soal. Bagi Kinari, "jembatan keledai" hanya untuk menjawab pertanyaan yang perlu hafalan. Tetapi itu pun ada logika yang mendasari. Untuk hitungan ilmu alam, seperti matematika, fisika, dan kimia, seluruh pertanyaan berdasarkan logika. Atau bila logika belum mencapainya, imajinasi diperlukan, seperti halnya pada fisika teori. Tidak ada cara khusus agar bisa dipelajari sehari semalam. Semua perlu proses.
Anak-anak didik Kinari adalah siswa dari sekolah terbaik di Indonesia, dengan biaya pendidikan termahal, dan juga otak tercerdas. Hanya saja, mereka terbius keinginan lulus dengan mudah. Satu per satu anak-anak didik Kinari mulai keluar dari lembaga pendidikan. Di tengah keputusasaannya, Kinari berusaha introspeksi diri dan mempelajari sistematika yang ditawarkan pesaingnya. Mereka punya kemampuan mempelajari pola soal ditawarkan ujian setiap tahun. Setelah itu berdasarkan teori, menemukan cara termudah untuk menjawabnya. Kesalahannya adalah, teori itu tak dijelaskan kepada anak didiknya, tetapi langsung memberi tahu cara kerja "jembatan keledai" tersebut. Akibatnya, dapat dipasttikan siswa masuk ke perguruan tinggi dengan kemampuan nol besar.
Kinari tak mau menjalankannya. Dia tabu, pendidikan sekarang telah menjadi industri yang menelan biaya triliunan rupiah karena hanya yang dapat menamatkan pendidikan tinggi, yang mendapat tempat di dunia pekerjaan. Pendidikan menjamin masa depanmu, asal kamu mendapat uang darinya. Akibatnya lembaga pendidikan Kinari mulai kosong, kehilangan anak-anak didik. Hanya kelas dengan peserta siswa SMA kelas X saja yang masih ada penghuninya. Itupun hanya lima orang, dari kapasitas 15 orang per kelas. Kinari menggigit bibir. Mereka tidak memahami esensi pengetahuan. Bahwa saraf di otak, akan lebih memahami bila pengetahuan itu diulang terus-menerus dan bertambah tiap saatnya. Bukan dijejalkan semalam atau direduksi hingga tinggal ekstraknya saja.
Dikutip darl: Nini Avieni, "Genta Gel as Neira" dalam Cerita Para Perambah, Jakarta, Kompas, 2017
Jelaskan latar suasana yang digunakan dalam kutipan cerpen tersebut !
1
0.0
Perhatikan kutipan cerpen berikut ini !
Kinari menutup dan mengunci pintu kantornya. Sebuah ruko yang diubah menjadi lembaga pendidikan. Dia berjalan ke tempat parkir, di mana sepeda motornya menunggu. Sambil memakai helm, dibayangkannya kembali peristiwa hari ini. Beberapa siswa mendadak mengundurkan diri, walau sudah membayar uang pangkal satu semester. Mereka ingin pindah ke lembaga pendidikan lain yang menawarkan solusi cepat menjawab soal ujian masuk perguruan tinggi.
Ada saja yang melecehkan pendidikan, pikir Kinari. Bukan hal asing, begitu banyak sarjana pengangguran dibandingkan para pengusaha beromzet miliaran rupiah yang sekolah dasar pun tidak lulus. Bagi masyarakat, tolok ukur kesuksesan adalah uang, nama besar, dan aset melimpah. Kecerdasan, bila tak mampu menghasilkan ketiga hal itu, bukan kesuksesan. Buku-buku menyajikan hasil secara cepat dan mudah yang ditanamkan pada generasi muda, bahkan pada lembaga pendidikan. Bagaimana cara menjawab ujian masuk perguruan tinggi dengan utak-atik soal. Sangat tidak ilmiah, tetapi manjur mendapatkan jawaban yang benar.
Kinari mendirikan lembaga pendidikan untuk mendampingi siswa yang kesulitan memahami pelajaran sekolah. Sekaligus memberikan pelajaran tambahan untuk siswa masuk peguruan tinggi. Hanya sejak beberapa tahun yang lalu, permintaan siswa semakin aneh. Mereka minta diajari "jembatan keledai" untuk menjawab soal. Bagi Kinari, "jembatan keledai" hanya untuk menjawab pertanyaan yang perlu hafalan. Tetapi itu pun ada logika yang mendasari. Untuk hitungan ilmu alam, seperti matematika, fisika, dan kimia, seluruh pertanyaan berdasarkan logika. Atau bila logika belum mencapainya, imajinasi diperlukan, seperti halnya pada fisika teori. Tidak ada cara khusus agar bisa dipelajari sehari semalam. Semua perlu proses.
Anak-anak didik Kinari adalah siswa dari sekolah terbaik di Indonesia, dengan biaya pendidikan termahal, dan juga otak tercerdas. Hanya saja, mereka terbius keinginan lulus dengan mudah. Satu per satu anak-anak didik Kinari mulai keluar dari lembaga pendidikan. Di tengah keputusasaannya, Kinari berusaha introspeksi diri dan mempelajari sistematika yang ditawarkan pesaingnya. Mereka punya kemampuan mempelajari pola soal ditawarkan ujian setiap tahun. Setelah itu berdasarkan teori, menemukan cara termudah untuk menjawabnya. Kesalahannya adalah, teori itu tak dijelaskan kepada anak didiknya, tetapi langsung memberi tahu cara kerja "jembatan keledai" tersebut. Akibatnya, dapat dipasttikan siswa masuk ke perguruan tinggi dengan kemampuan nol besar.
Kinari tak mau menjalankannya. Dia tabu, pendidikan sekarang telah menjadi industri yang menelan biaya triliunan rupiah karena hanya yang dapat menamatkan pendidikan tinggi, yang mendapat tempat .di dunia pekerjaan. Pendidikan menjamin masa depanmu, asal kamu mendapat uang darinya. Akibatnya lembaga pendidikan Kinari mulai kosong, kehilangan anak-anak didik. Hanya kelas dengan peserta siswa SMA kelas X saja yang masih ada penghuninya. Itupun hanya lima orang, dari kapasitas 15 orang per kelas. Kinari menggigit bibir. Mereka tidak memahami esensi pengetahuan. Bahwa saraf di otak, akan lebih memahami bila pengetahuan itu diulang terus-menerus dan bertambah tiap saatnya. Bukan dijejalkan semalam atau direduksi hingga tinggal ekstraknya saja.
Dikutip darl: Nini Avieni, "Genta Gel as Neira" dalam Cerita Para Perambah, Jakarta, Kompas, 2017
Jelaskan nilai kehidupan yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut !
2
0.0
Perhatikan kutipan cerpen berikut ini !
Kinari menutup dan mengunci pintu kantornya. Sebuah ruko yang diubah menjadi lembaga pendidikan. Dia berjalan ke tempat parkir, di mana sepeda motornya menunggu. Sambil memakai helm, dibayangkannya kembali peristiwa hari ini. Beberapa siswa mendadak mengundurkan diri, walau sudah membayar uang pangkal satu semester. Mereka ingin pindah ke lembaga pendidikan lain yang menawarkan solusi cepat menjawab soal ujian masuk perguruan tinggi.
Ada saja yang melecehkan pendidikan, pikir Kinari. Bukan hal asing, begitu banyak sarjana pengangguran dibandingkan para pengusaha beromzet miliaran rupiah yang sekolah dasar pun tidak lulus. Bagi masyarakat, tolok ukur kesuksesan adalah uang, nama besar, dan aset melimpah. Kecerdasan, bila tak mampu menghasilkan ketiga hal itu, bukan kesuksesan. Buku-buku menyajikan hasil secara cepat dan mudah yang ditanamkan pada generasi muda, bahkan pada lembaga pendidikan. Bagaimana cara menjawab ujian masuk perguruan tinggi dengan utak-atik soal. Sangat tidak ilmiah, tetapi manjur mendapatkan jawaban yang benar.
Kinari mendirikan lembaga pendidikan untuk mendampingi siswa yang kesulitan memahami pelajaran sekolah. Sekaligus memberikan pelajaran tambahan untuk siswa masuk peguruan tinggi. Hanya sejak beberapa tahun yang lalu, permintaan siswa semakin aneh. Mereka minta diajari "jembatan keledai" untuk menjawab soal. Bagi Kinari, "jembatan keledai" hanya untuk menjawab pertanyaan yang perlu hafalan. Tetapi itu pun ada logika yang mendasari. Untuk hitungan ilmu alam, seperti matematika, fisika, dan kimia, seluruh pertanyaan berdasarkan logika. Atau bila logika belum mencapainya, imajinasi diperlukan, seperti halnya pada fisika teori. Tidak ada cara khusus agar bisa dipelajari sehari semalam. Semua perlu proses.
Anak-anak didik Kinari adalah siswa dari sekolah terbaik di Indonesia, dengan biaya pendidikan termahal, dan juga otak tercerdas. Hanya saja, mereka terbius keinginan lulus dengan mudah. Satu per satu anak-anak didik Kinari mulai keluar dari lembaga pendidikan. Di tengah keputusasaannya, Kinari berusaha introspeksi diri dan mempelajari sistematika yang ditawarkan pesaingnya. Mereka punya kemampuan mempelajari pola soal ditawarkan ujian setiap tahun. Setelah itu berdasarkan teori, menemukan cara termudah untuk menjawabnya. Kesalahannya adalah, teori itu tak dijelaskan kepada anak didiknya, tetapi langsung memberi tahu cara kerja "jembatan keledai" tersebut. Akibatnya, dapat dipasttikan siswa masuk ke perguruan tinggi dengan kemampuan nol besar.
Kinari tak mau menjalankannya. Dia tabu, pendidikan sekarang telah menjadi industri yang menelan biaya triliunan rupiah karena hanya yang dapat menamatkan pendidikan tinggi, yang mendapat tempat .di dunia pekerjaan. Pendidikan menjamin masa depanmu, asal kamu mendapat uang darinya. Akibatnya lembaga pendidikan Kinari mulai kosong, kehilangan anak-anak didik. Hanya kelas dengan peserta siswa SMA kelas X saja yang masih ada penghuninya. Itupun hanya lima orang, dari kapasitas 15 orang per kelas. Kinari menggigit bibir. Mereka tidak memahami esensi pengetahuan. Bahwa saraf di otak, akan lebih memahami bila pengetahuan itu diulang terus-menerus dan bertambah tiap saatnya. Bukan dijejalkan semalam atau direduksi hingga tinggal ekstraknya saja.
Dikutip darl: Nini Avieni, "Genta Gel as Neira" dalam Cerita Para Perambah, Jakarta, Kompas, 2017
Jelaskan penyebab konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut !
2
5.0
Perhatikan kutipan cerpen berikut ini !
Kinari menutup dan mengunci pintu kantornya. Sebuah ruko yang diubah menjadi lembaga pendidikan. Dia berjalan ke tempat parkir, di mana sepeda motornya menunggu. Sambil memakai helm, dibayangkannya kembali peristiwa hari ini. Beberapa siswa mendadak mengundurkan diri, walau sudah membayar uang pangkal satu semester. Mereka ingin pindah ke lembaga pendidikan lain yang menawarkan solusi cepat menjawab soal ujian masuk perguruan tinggi.
Ada saja yang melecehkan pendidikan, pikir Kinari. Bukan hal asing, begitu banyak sarjana pengangguran dibandingkan para pengusaha beromzet miliaran rupiah yang sekolah dasar pun tidak lulus. Bagi masyarakat, tolok ukur kesuksesan adalah uang, nama besar, dan aset melimpah. Kecerdasan, bila tak mampu menghasilkan ketiga hal itu, bukan kesuksesan. Buku-buku menyajikan hasil secara cepat dan mudah yang ditanamkan pada generasi muda, bahkan pada lembaga pendidikan. Bagaimana cara menjawab ujian masuk perguruan tinggi dengan utak-atik soal. Sangat tidak ilmiah, tetapi manjur mendapatkan jawaban yang benar.
Kinari mendirikan lembaga pendidikan untuk mendampingi siswa yang kesulitan memahami pelajaran sekolah. Sekaligus memberikan pelajaran tambahan untuk siswa masuk peguruan tinggi. Hanya sejak beberapa tahun yang lalu, permintaan siswa semakin aneh. Mereka minta diajari "jembatan keledai" untuk menjawab soal. Bagi Kinari, "jembatan keledai" hanya untuk menjawab pertanyaan yang perlu hafalan. Tetapi itu pun ada logika yang mendasari. Untuk hitungan ilmu alam, seperti matematika, fisika, dan kimia, seluruh pertanyaan berdasarkan logika. Atau bila logika belum mencapainya, imajinasi diperlukan, seperti halnya pada fisika teori. Tidak ada cara khusus agar bisa dipelajari sehari semalam. Semua perlu proses.
Anak-anak didik Kinari adalah siswa dari sekolah terbaik di Indonesia, dengan biaya pendidikan termahal, dan juga otak tercerdas. Hanya saja, mereka terbius keinginan lulus dengan mudah. Satu per satu anak-anak didik Kinari mulai keluar dari lembaga pendidikan. Di tengah keputusasaannya, Kinari berusaha introspeksi diri dan mempelajari sistematika yang ditawarkan pesaingnya. Mereka punya kemampuan mempelajari pola soal ditawarkan ujian setiap tahun. Setelah itu berdasarkan teori, menemukan cara termudah untuk menjawabnya. Kesalahannya adalah, teori itu tak dijelaskan kepada anak didiknya, tetapi langsung memberi tahu cara kerja "jembatan keledai" tersebut. Akibatnya, dapat dipasttikan siswa masuk ke perguruan tinggi dengan kemampuan nol besar.
Kinari tak mau menjalankannya. Dia tabu, pendidikan sekarang telah menjadi industri yang menelan biaya triliunan rupiah karena hanya yang dapat menamatkan pendidikan tinggi, yang mendapat tempat .di dunia pekerjaan. Pendidikan menjamin masa depanmu, asal kamu mendapat uang darinya. Akibatnya lembaga pendidikan Kinari mulai kosong, kehilangan anak-anak didik. Hanya kelas dengan peserta siswa SMA kelas X saja yang masih ada penghuninya. Itupun hanya lima orang, dari kapasitas 15 orang per kelas. Kinari menggigit bibir. Mereka tidak memahami esensi pengetahuan. Bahwa saraf di otak, akan lebih memahami bila pengetahuan itu diulang terus-menerus dan bertambah tiap saatnya. Bukan dijejalkan semalam atau direduksi hingga tinggal ekstraknya saja.
Dikutip darl: Nini Avieni, "Genta Gel as Neira" dalam Cerita Para Perambah, Jakarta, Kompas, 2017
Jelaskan akibat konflik yang dalam kutipan cerpen tersebut !
1
0.0
Kutipan Buku 1
Judul Buku: Nikmat Rasanya, Nikmat Untungnya-Pintar Budi Daya Ikan di Tambak Secara Intensif
Penulis: M. Ghufran H. Kordi K.
Tahun Terbit: 2010
Penerbit: Lily Publisher
Kota Terbit: Yogyakarta
Budi daya ikan dan udang tambak bukanlah sesuatu yang baru bagi masyarakat Indonesia, terutama penduduk yang bermukik di sekitar perairan umum (air tawar) dan pesisir pantai. Ratusan tahun lalu, pada zaman Hindu abad 13-14, kitab Kutaramenawa telah menuliskan undang-undang tentang Siwakan atau pengaturan air yang diduga merupakan awal pemeliharaan bandeng dalam tambak di Indonesia. Artinya, bangsa Indonesia telah mengenal budi daya ikan sejak zaman Hindu, sekitar 700 tahun lalu.
Seharusnya secara teknologi budi daya tambak di Indonesia harus lebih maju dari negara-negara lain, minimal Asia Tenggara. Namun, fakta berbicara lain.. Dalam budi daya bandeng di tambak, Indonesia tertinggal dari Filipina yang merupakan negara kecil dengan garis pantai tidak seberapa jika dibanding dengan Indonesia yang memiliki garis panjang sekitar 81.000 km. Sementara dalam budi daya udang windu (Penaeus monodon), Indonesia memang pernah menjadi eksportir udang terbesar di dunia. Namun, setelah industri perudangan mengalami kehancuran karena serangan penyakit, sampai kini pertambakan udang di Indonesia belum bangkit.
Ekspor udang windu Indonesia yang pada 1992 mencapai 140.000 ton menurun menjadi 53.000 ton pada 1999. Pada tahun 2000 ekspor udang windu mencapai 65.000 ton. Pada tahun 2005 ekspor udang windu telah mencapai 97.000 ton. Pada tahun 2007 ditargetkan mencapai 126.000 ton. Tingginya serangan penyakit terhadap udang windu mendorong penambak melirik udang vanname (Litopenaeus vanname) untuk memcau produksi udang budi daya. Produksi udang budi daya pada 2007 ditargetkan mencapai 410.000 ton dan 283.000 ton diantaranya adalah produksi udang vanname.
Dikutip dari: M.Ghufran H. Kordi K., Nikmat Rasanya, Nikmat Untungnya-Pintar Budi Daya Ikan di Tambak Secara Intensif, Yogyakarta, Lily Publisher, 2010
Kutipan Buku 2
Judul Buku: Budi Daya Jamur Merang
Penulis: Meity Suradji Sinaga
Tahun Terbit: 2011
Penerbit: Penebar Swadaya
Kota Terbit: Jakarta
Jamur yang dalam bahasa daerah (Sunda) dikenal dengan sebutan supa atau dalam bahasa inggris disebut mushroom termasuk golongan fungi atau cendawan. Menurut masyarakat awam, jamur adalah tubuh buah yang dapat dimakan. Sementara itu, menurut ahli mikrobiologi. jamur atau mushroom adalah fungi yang mempunyai berituk tubuh buah seperti payung. Struktur reproduksinya berbentuk bilah (gills) yang terletak pada permukaan bawah dari payung atau tudung. Jamur merupakan organisme yang tidak berklorofit dan termasuk ordo agaricales dan kelas Basidiornycetes.
Kehidupan jamur berawal dari spora (basidiospora) yang kemudian akan berke-cambah membentuk hifa yang berupa benang-benang halus. Hifa ini akan tumbuh ke seluruh bagian media tumbuh. Dari kumpulan hifa atau miselium akan terbentuk gumpalan kecil seperti simpul benang yang menandakan bahwa tubuh buah jamur mulai terbentuk. Simpul tersebut berbentuk bundar atau lonjong dan dikenal dengan stadia kepala jarum (pinhead) atau primordia. Simpul ini akan membesar dan disebut stadia kancing kecil (small button). Selanjutnya stadia kancing kecil akan terus membesar mencapai stadia kancing (button) dan stadia telur (egg). Pada stadia ini tangkai dan tudung yang tadinya tertutup selubung universal mulai membesar. Selubung tercabik, lalu diikuti stadia perpanjangan (elongation). Cawan (yolya) pada stadia ini terpisah dengan tudung (pileus) karena perpanjangan tangkai (stalk). Stadia terakhir adalah stadia dewasa tubuh buah.
Pada stadia kancingyangtelah membesar akan terbentuk bilah. Bilah yang matang akan memproduksi basidia dan basidiospora, lalu tudung membesar. Pada waktu itu, selubung universal yang semula membungkus seluruh tubuh buah akan tercabik. Tudung akan terangkat ke atas karena memanjangnya batang, sedangkan selubung universal yang sobek akan tertinggal di bawah dan disebut cawan. Tipe perkembangan tubuh seperti ini disebut tipe angiocarpic. Pada tipe perkembangan yang lain, yaitu gymnocarpic, lapisan universal tidak terbentuk. Sisi dari pembesaran tudung dihubungkan dengan batang oleh selubung dalam. Pada waktu bilah membesar, selubung dalam tercabik dan melekat melingkari batang membentuk cincin atau anulus.
Sebagai organisme yang tidak berklorofil, jamur tidak dapat melakukan proses fotosintesis seperti halnya tumbuh-tumbuhan. Dengan demikian, jamur mendapat makanan dalam bentuk jadi seperti selulosa, glukosa, lignin, protein, dan senyawa pati. Bahan makanan ini akan diurai dengan bantuan enzim yang diproduksi oleh hifa menjadi senyawa yang dapat diserap dan digunakan untuk tumbuh dan berkembang. Semua jamur yang edibel (dapat dimakan) bersifat saprofit, yaitu hidup dari senyawa organik yang telah mati.
Dikutip darl: Meoty Suraci Sinaga, Budi Daya Jamur Mereng. Jakarta, Penebar Swadaya, 2011
Temukan informasi penting dari dua kutipan buku pengayaan tersebut!
1
0.0
Kutipan Buku 1
Judul Buku: Nikmat Rasanya, Nikmat Untungnya-Pintar Budi Daya Ikan di Tambak Secara Intensif
Penulis: M. Ghufran H. Kordi K.
Tahun Terbit: 2010
Penerbit: Lily Publisher
Kota Terbit: Yogyakarta
Budi daya ikan dan udang tambak bukanlah sesuatu yang baru bagi masyarakat Indonesia, terutama penduduk yang bermukik di sekitar perairan umum (air tawar) dan pesisir pantai. Ratusan tahun lalu, pada zaman Hindu abad 13-14, kitab Kutaramenawa telah menuliskan undang-undang tentang Siwakan atau pengaturan air yang diduga merupakan awal pemeliharaan bandeng dalam tambak di Indonesia. Artinya, bangsa Indonesia telah mengenal budi daya ikan sejak zaman Hindu, sekitar 700 tahun lalu.
Seharusnya secara teknologi budi daya tambak di Indonesia harus lebih maju dari negara-negara lain, minimal Asia Tenggara. Namun, fakta berbicara lain.. Dalam budi daya bandeng di tambak, Indonesia tertinggal dari Filipina yang merupakan negara kecil dengan garis pantai tidak seberapa jika dibanding dengan Indonesia yang memiliki garis panjang sekitar 81.000 km. Sementara dalam budi daya udang windu (Penaeus monodon), Indonesia memang pernah menjadi eksportir udang terbesar di dunia. Namun, setelah industri perudangan mengalami kehancuran karena serangan penyakit, sampai kini pertambakan udang di Indonesia belum bangkit.
Ekspor udang windu Indonesia yang pada 1992 mencapai 140.000 ton menurun menjadi 53.000 ton pada 1999. Pada tahun 2000 ekspor udang windu mencapai 65.000 ton. Pada tahun 2005 ekspor udang windu telah mencapai 97.000 ton. Pada tahun 2007 ditargetkan mencapai 126.000 ton. Tingginya serangan penyakit terhadap udang windu mendorong penambak melirik udang vanname (Litopenaeus vanname) untuk memcau produksi udang budi daya. Produksi udang budi daya pada 2007 ditargetkan mencapai 410.000 ton dan 283.000 ton diantaranya adalah produksi udang vanname.
Dikutip dari: M.Ghufran H. Kordi K., Nikmat Rasanya, Nikmat Untungnya-Pintar Budi Daya Ikan di Tambak Secara Intensif, Yogyakarta, Lily Publisher, 2010
Kutipan Buku 2
Judul Buku: Budi Daya Jamur Merang
Penulis: Meity Suradji Sinaga
Tahun Terbit: 2011
Penerbit: Penebar Swadaya
Kota Terbit: Jakarta
Jamur yang dalam bahasa daerah (Sunda) dikenal dengan sebutan supa atau dalam bahasa inggris disebut mushroom termasuk golongan fungi atau cendawan. Menurut masyarakat awam, jamur adalah tubuh buah yang dapat dimakan. Sementara itu, menurut ahli mikrobiologi. jamur atau mushroom adalah fungi yang mempunyai berituk tubuh buah seperti payung. Struktur reproduksinya berbentuk bilah (gills) yang terletak pada permukaan bawah dari payung atau tudung. Jamur merupakan organisme yang tidak berklorofit dan termasuk ordo agaricales dan kelas Basidiornycetes.
Kehidupan jamur berawal dari spora (basidiospora) yang kemudian akan berke-cambah membentuk hifa yang berupa benang-benang halus. Hifa ini akan tumbuh ke seluruh bagian media tumbuh. Dari kumpulan hifa atau miselium akan terbentuk gumpalan kecil seperti simpul benang yang menandakan bahwa tubuh buah jamur mulai terbentuk. Simpul tersebut berbentuk bundar atau lonjong dan dikenal dengan stadia kepala jarum (pinhead) atau primordia. Simpul ini akan membesar dan disebut stadia kancing kecil (small button). Selanjutnya stadia kancing kecil akan terus membesar mencapai stadia kancing (button) dan stadia telur (egg). Pada stadia ini tangkai dan tudung yang tadinya tertutup selubung universal mulai membesar. Selubung tercabik, lalu diikuti stadia perpanjangan (elongation). Cawan (yolya) pada stadia ini terpisah dengan tudung (pileus) karena perpanjangan tangkai (stalk). Stadia terakhir adalah stadia dewasa tubuh buah.
Pada stadia kancingyangtelah membesar akan terbentuk bilah. Bilah yang matang akan memproduksi basidia dan basidiospora, lalu tudung membesar. Pada waktu itu, selubung universal yang semula membungkus seluruh tubuh buah akan tercabik. Tudung akan terangkat ke atas karena memanjangnya batang, sedangkan selubung universal yang sobek akan tertinggal di bawah dan disebut cawan. Tipe perkembangan tubuh seperti ini disebut tipe angiocarpic. Pada tipe perkembangan yang lain, yaitu gymnocarpic, lapisan universal tidak terbentuk. Sisi dari pembesaran tudung dihubungkan dengan batang oleh selubung dalam. Pada waktu bilah membesar, selubung dalam tercabik dan melekat melingkari batang membentuk cincin atau anulus.
Sebagai organisme yang tidak berklorofil, jamur tidak dapat melakukan proses fotosintesis seperti halnya tumbuh-tumbuhan. Dengan demikian, jamur mendapat makanan dalam bentuk jadi seperti selulosa, glukosa, lignin, protein, dan senyawa pati. Bahan makanan ini akan diurai dengan bantuan enzim yang diproduksi oleh hifa menjadi senyawa yang dapat diserap dan digunakan untuk tumbuh dan berkembang. Semua jamur yang edibel (dapat dimakan) bersifat saprofit, yaitu hidup dari senyawa organik yang telah mati.
Dikutip darl: Meoty Suradji Sinaga, Budi Daya Jamur Mereng. Jakarta, Penebar Swadaya, 2011
Tentukan topik pembicaraan kedua kutipan buku tersebut!
1
0.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia