Urutkan
Arjuna A
13 September 2022 23:50
1
Suropati S
13 September 2022 23:50
1
Yudhistira Y
13 September 2022 23:50
2
Nakula N
13 September 2022 23:50
2
Arjuna A
13 September 2022 23:50
2
Suropati S
13 September 2022 23:50
2
Yudhistira Y
13 September 2022 23:50
11
Nakula N
13 September 2022 23:50
1
Arjuna A
13 September 2022 23:49
1
Suropati S
13 September 2022 23:49
5
Cermatilah teks negosiasi berikut!
Membeli Apel di Pasar
(Sumber: http://www.dprdpayakumbuh.files.wordpress.com, diunduh
30 Mei 2016)
Bu Rinda: "Selamat siang, Pak."
Penjual Buah: "Selamat siang."
Bu Rinda: "Ada apel, Pak?"
Penjual Buah: "Ada. Silakan dipilih dahulu!"
Bu Rinda: "Kalau apel merah harganya berapa, Pak?"
Penjual Buah: "Sekilonya dua puluh lima ribu."
Bu Rinda: "Ya, mahal sekali, Pak"
Penjual Buah: "Memang segitu harganya."
Bu Rinda: "Kalau dua puluh ribu bagaimana, Pak?"
Penjual Buah: "Belum dapat, Bu."
Bu Rinda: " Bagaimana kalau dua puluh satu ribu, Pak?"
Penjual Buah: "Belum dapat, Bu. Saya masih rugi kalau segitu."
Bu Rinda: "Ayolah, Pak. Anak saya ingin sekali makan apel."
Penjual Buah: "Begini saja, bagaimana kalau dua puluh empat ribu."
Bu Rinda: "Dua puluh tiga ribu ya, Pak."
Penjual Buah: "Ya sudah, Bu. Setuju. Hitung-hitung sebagi penglaris. "
Bu Rinda: "Ini uangnya, Pak."
Penjual Buah: "Iya, Bu. Ini apel merahnya, terima kasih."
Bu Rinda: "Sama-sama. Mari, Pak."
Penjual Buah: "Mari, Bu. Hati-hati di jalan."
Siapa partisipan dalam teks tersebut?
1
5.0
Cermatilah teks negosiasi berikut!
(Sumber:http://www.koranperdjoeangan.com/wp-conten/uploads/
2015/12/IMG_20151222_1306041.jpg. diunduh 30 Mel 2016)
Buruh PT Permata Citra melakukan demonstrasi meminta kenaikan gaji. Setelah lama berdemonstrasi, perwakilan PT Permata Citra menerima perwakilan buruh untuk bernegosiasi. Negosiasi tersebut bertangsung tertutup dan dijaga beberapa petugas pengamanan perusahaan.
Wakil Buruh: "Selamat pagi, Pak."
Wakil Pabrik: "Selamat pagi. Mari, silakan duduk."
Wakil Buruh: “Terima kasih, Pak."
Wakil Pabrik: "Saya, Robert. Perkenalkan diri Anda."
Wakil Buruh: "Saya Budi, Pak. Saya wakil dari teman-teman buruh untuk bertemu dengan Anda."
(bersalaman)
Wakil Pabrik: "Saya ingin tahu, sebenarnya apa alasan para buruh melakukan aksi demonstrasi?"
Wakil Buruh: "Jadi begini. Pak. Teman-teman buruh ingin memperbaiki kesejahteraan mereka.”
Wakil Pabrik: "Maksudnya?"
Wakil Buruh: "Kami sebagai buruh sudah merasa bekerja keras, Pak. Oleh karena itu, kamimeminta pihak perusahaan menaikkan gaji kami."
Wakil Pabrik: "Berapa kenaikan gaji yang diinginkan para buruh?"
Wakil Buruh: "Gaji kami sebagai buruh saat ini Rp1.500.000,00. Gaji tersebut kami rasa tidak dapat mencukupi kebutuhan bulanan kami. Apalagi, keadaan sekarang memaksa kami berpikir keras untuk dapat bertahan hidup di kota ini. Oleh karena itu, kami minta kenaikan gaji menjadi Rp2.500.000,00."
Wakil Pabrik: "Itu tidak mungkin. Saat ini perusahaan mempunyai banyak beban produksi. Kenaikan bahan baku menjadi penyebab utama sikap perusahaan. Apalagi, perusahaan harus menanggung biaya listrik dan biaya operasional lainnya. Kenaikan tersebut belum bisa kami lakukan sekarang.”
Wakil Buruh: “Kalau memang begitu adanya. Pak. Kami akan terus melakukan aksi demonstrasi dan mogok kerja."
Wakil Pabrik: “Tidak bisa begitu."
Wakil Pabrik: "Kita cari jalan tengahnya saja. Saya akan mengusulkan kenaikan gaji buruh kepada direksi. Akan tetapi, kenaikan yang dapat saya janjikan hanya sampai Rp2.000.000,00. Anda sebagai perwakilan buruh seharusnya juga memahami kesulitan perusahaan akibat krisis global yang sedang terjadi. Perusahaan mana pun pasti akan kesulitan dalam menangani masalah ini."
Wakil Buruh: “Tidak bisa, Pak. Kami minta gaji kami naik menjadi Rp2.500.000.00."
Wakil Pabrik: "Sudah saya katakan. Saya hanya bisa menaikkan gaji buruh menjadi Rp2.000.000,00."
Wakil Buruh: "Kalau bisa, tolong diusahakan lebih dari itu Pak.”
Wakil Pabrik: "Baiklah. akan saya coba upayakan. Sekarang, tolong kendalikan teman-teman Anda. Kembalilah bekerja."
Wakil Buruh: "Baik, Pak. Terima kasih atas kebijakannya. Boleh saya keluar?”
Wakil Pabrik: "Ya, silakan.”
Wakil Buruh: "Terima kasih. Pak. Selamat siang."
Wakil Pabrik: "Selamat siang.” (keduanya bersalaman)
Siapa partisipan dalam teks tersebut?
2
5.0
Cermatilah teks negosiasi berikut!
Membeli Apel di Pasar
(Sumber: http://www.dprdpayakumbuh.files.wordpress.com,
diunduh 30 Mei 2016)
Bu Rinda: "Selamat siang, Pak."
Penjual Buah: "Selamat siang."
Bu Rinda: "Ada apel, Pak?"
Penjual Buah: "Ada. Silakan dipilih dahulu!"
Bu Rinda: "Kalau apel merah harganya berapa, Pak?"
Penjual Buah: "Sekilonya dua puluh lima ribu."
Bu Rinda: "Ya, mahal sekali, Pak"
Penjual Buah: "Memang segitu harganya."
Bu Rinda: "Kalau dua puluh ribu bagaimana, Pak?"
Penjual Buah: "Belum dapat, Bu."
Bu Rinda: " Bagaimana kalau dua puluh satu ribu, Pak?"
Penjual Buah: "Belum dapat, Bu. Saya masih rugi kalau segitu."
Bu Rinda: "Ayolah, Pak. Anak saya ingin sekali makan apel."
Penjual Buah: "Begini saja, bagaimana kalau dua puluh empat ribu."
Bu Rinda: "Dua puluh tiga ribu ya, Pak."
Penjual Buah: "Ya sudah, Bu. Setuju. Hitung-hitung sebagi penglaris. "
Bu Rinda: "Ini uangnya, Pak."
Penjual Buah: "Iya, Bu. Ini apel merahnya, terima kasih."
Bu Rinda: "Sama-sama. Mari, Pak."
Penjual Buah: "Mari, Bu. Hati-hati di jalan."
Apakah terjadi kesepakatan dalam teks tersebut? Jika ada, tunjukkan bagian yang menunjukkan kesepakatan dalam teks tersebut!
1
5.0
Bacalah teks berikut!
Ketidakberdayaan Bahasa Indonesia dalam Interaksi Antarbahasa
Moderator: Selamat pagi. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas banyaknya kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam penggunaan bahasa Indonesia. Banyaknya pemakaian kosakata asing dalam bahasa Indonesia karena ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa. Saya persilakan kepada tim A, tim B, dan tim C untuk mengemukakan pendapatnya mengenai topik ini.
Tim A: Kami setuju bahwa kosakata bahasa asing masuk ke dalam penggunaan bahasa Indonesia karena ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa. Bahasa Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peranan bahasa lain, baik dari bahasa daerah maupun bahasa asing. Peranan bahasa asing dalam bahasa Indonesia membuktikan adanya kontak atau hubungan antarbahasa sehingga timbul penyerapan bahasa-bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mengandalkan kosakata asing yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia. Penyerapan tersebut membuktikan bahwa ketergantungan bahasa Indonesia terhadap bahasa asing menjadikan bahasa Indonesia sulit berinteraksi antarbahasa tanpa bantuan kosakata asing. Masuknya kosakata bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia membuktikan bahwa semakin banyak orang yang mampu berkomunikasi dengan baik sehingga proses transfer ilmu pengetahuan berjalan dengan cepat. Kosakata serapan bahasa asing tersebut mempermudah kita dalam mempelajari, memahami, sekaligus berinteraksi dengan bangsa lain. Tanpa bantuan bahasa asing yang masuk kedalam bahasa Indonesia, bahasa Indonesia belum mampu menunjukkan eksistensinya dalam interaksi antarbahasa. Banyak kosakata serapan bahasa asing dalam bahasa Indonesia sehingga peran bahasa Indonesia masih diragukan. Banyak orang lebih familiar dengan kosakata serapan dari bahasa asing dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Dengan demikian, kami tetap setuju bahwa kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam bahasa Indonesia membuktikan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa.
Tim B: Kami tidak setuju bahwa banyaknya kosakata bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia disebabkan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa. Kosakata bahasa asing masuk ke dalam bahasa Indonesia hanya digunakan sebagai padanan kata. Padanan kata ini bagi sebagian orang lebih mudah dipahami. Namun, pada intinya dalam bahasa Indonesia, telah ada kosakata yang berkaitan dengan kosakata asing tersebut. Kata snack, misalnya, lebih sering kita dengar daripada padanan katanya dalam bahasa Indonesia makanan ringan. Dalam permasalahan ini, kosakata asing hanya sebagai variasi kata bagi sebagian kalangan. Bahasa Indonesia mampu berinteraksi dengan bahasa lain karena memiliki banyak variasi kosakata. Kosakata bahasa asing hanya digunakan dan dimengerti bagi kalangan tertentu saja. Namun, bahasa Indonesia dimengerti dan digunakan oleh hampir semua kalangan. Artinya meskipun banyak kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam bahasa Indonesia. eksistensi bahasa Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan kosakata bahasa asing baik yang telah dibakukan maupun belum dibakukan ke dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mampu berinteraksi dengan bahasa lain tanpa bantuan dari kosakata bahasa asing. Masuknya kosakata bahasa asing bukan disebabkan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa, melainkan lebih kepada masyarakat yang ingin selalu merasa berpendidikan tinggi dan merasa terhormat jika menggunakan kosakata bahasa asing. Dengan demikian, tim kami tetap tidak setuju jika kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam penggunaan bahasa Indonesia menunjukkan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa.
Tim C: Kami sebagai pihak netral menganggap bahwa kemampuan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa dapat diwujudkan jika porsi penggunaan bahasa Indonesia seimbang dengan kosakata bahasa asing. Apabila seseorang menggunakan bahasa asing yang telah dibakukan seperti kata atom, vitamin, dan unit, tentunya ini bukan merupakan masalah karena bahasa asing itu sudah menjadi padanan dalam bahasa Indonesia. Akan tetapi, apabila pengguna bahasa Indonesia menggunakan bahasa asing yang belum dibakukan, akan mengancam keberadaan bahasa Indonesia. Penggunaan kosakata asing dalam bahasa Indonesia tidak selalu diidentikkan dengan dampak negatif. Penggunaan kosakata asing juga mempunyai sisi positif yakni mempermudah kegiatan berkomunikasi. Namun, dengan adanya sosialisasi padanan bahasa Indonesia dari bahasa asing diharapkan kelak tidak lagi terdapat wacana bahwa kosakata bahasa asing lebih akrab di telinga para pengguna bahasa Indonesia dibandingkan dengan bahasa Indonesia.
Disadur dari: htlps://id.scribd.conrcloc/285837571/MATERI-DEBAT-BAHASA-INDONESIA, diunduh 10 Maret 2016
Apakah topik yang sedang diperdebatkan dalam teks tersebut?
2
3.0
Bacalah teks biografi berikut!
Di Indonesia, Bob Sadino bekerja di PT UNILEVER Indonesia. Suatu hari Om Bob memutuskan untuk keluar dari perusahaan tempat ia bekerja karena pola pikirnya yang ingin maju dan sukses secara mandiri. Om Bob tidak ingin kerja terikat dan terus-menerus diperintah oleh atasan. Sang istri pun, mendukung keputusan Om Bob. Tekad Om Bob sudah bulat. la lalu membuka usaha penyewaan mobil mercedes miliknya dan memberanikan diri untuk menjadi sopir. Namun, usaha Bob Sadino yang pertama ini tidak berjalan lancar. Mobil mercedesnya mengalami kerusakan akibat kecelakaan. Om Bob tentu saja tidak dapat membiayai kerusakannya. Jatuh bangun kehidupannya tidak membuat semangatnya surut. Om Bob lalu mencoba cara lain untuk menafkahi keluarganya. la pun melakoni pekerjaan sebagai tukang batu yang hanya dihargai Rp100,00. Kondisi ini tentu saja membuat Bob Sadino sangat depresi dan sedih. Kehidupan yang tadinya dirasa aman dan masih di atas roda telah berbalik 180 derajat saat itu. Namun, pengalaman hidup yang getir itu tidak lantas membuat Bob Sadino patah arang. Semangat juangnya terus membara untuk menyongsong masa depan yang lebih baik bersama anak istrinya.
Disadur dari: https://www.maxmanroe.com/bob-sadino-pengusaha.nyentrik-nan-inspiratif.html, diunduh 28 Maret 2016
Ringkasan tepat teks biografi tersebut adalah...
4
3.0
Bacalah teks biografi berikut!
Pada tahun 1902 Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum wanita. Di sebuah ruangan kecil, di belakang rumah ibunya di Bandung, Dewi Sartika mengajar di hadapan anggota keluargarnya. Materi yang diajarkan saat itu, di antaranya merenda, memasak, jahit-menjahit, membaca, dan menulis.
Usai Dewi Sartika berkonsultasi dengan Bupati RA. Martenagara, pada 16 Januari 1904 membuka Sekolah lstri (Sekolah Wanita) pertama se-Hindia Belanda. Tenaga pengajarnya tiga orang, yaitu Dewi Sartika dibantu dua saudara misannya, Ny. Poerwa dan Ny. Oewid. Murid-murid angkatan pertamanya terdiri atas 20 orang. Ketika mengajar ia menggµnakan ruangan pendopo Kabupaten Bandung.
Setahun kemudian, pada tahun 1905, sekolahnya menambah kelas. Kemudian, sekolahnya pindah ke Jalan Ciguriang, Kebon Cau. Lokasi baru ini dibeli Dewi Sartika dengan uang tabungan pribadinya dan bantuan dana pribadi dari Bupati Bandung. Lulusan pertama dari sekolah ini pada tahun 1909. Lulusan tersebut membuktikan kepada bangsa kita bahwa wanita memiliki kemampuan yang tidak ada bedanya dengan laki-laki. Tahun 1910, Dewi Sartika menggunakan harta pribadinya lagi untuk memperbaiki sekolahnya. Akhirnya, sekolah tersebut memenuhi syarat kelengkapan sekolah formal.
Disadur darl: http://ummikultsum0405.blogspot.com/2012/03/pahlawanpendidikan-indonesia.html, diunduh 28 Maret 2016.
Pernyataan yang sesuai dengan teks biografi tersebut adalah...
1
5.0
Bacalah teks biografi berikut!
Abdul Muis lahir pada tanggal 3 Juni 1886 di Solok, Sumatra Barat. Ayahnya bernama Datuk Tumeriggung Lareh, seorang tokoh masyarakat Sungai Puar. Setelah menyelesaikan pendidikan di ELS, Abdul Muis melanjutkan ke sekolah kedokteran STOVIA. Akan tetapi, tiga tahun kemudian, ia terpaksa meninggalkan pendidikannya karena sakit.
Pada tahun 1903, Abdul Muis diangkat sebagai klerk di Department van Onderwijs en Eredienst. Kehadiran Abdul Muis di departemen ini tidak disukai teman-teman sekantornya yang didominasi orang-orang keturunan Belanda. Abdul Muis pun berhenti bekerja.
Setelah berhenti dari departemen tersebut, Abdul Muis mulai berpindah-pindah kerja. Awalnya ia bekerja di Bank Rakyat, lalu ia keluar dan bergabung dengan surat kabar Bintang Hindia. Setelah Bintang Hindia bangkrut ia bergabung dengah surat kabar de Prianger Bode. Setelah bosan berpindah-pindah pekerjaan, ia mendirikan surat kabar Kaum Muda.
Di sela-sela kesibukannya sebagai jurnalistik, ia juga aktif berpolitik. la tercatat sebagai anggota Sarekat Islam. Di bidang politik, karier Abdul Muis mengalami kemajuan. Abdul Muis adalah tokoh pejuang yang sangat gigih. la tidak pernah menyerah dan terus berjuang melalui surat kabar meski pernah dicekal Pemerintah Kolonia! Hindia Belanda.
Disadur dari: lndarti Yuni Astuti, Ensiklopedia Sastrawan Indonesia 1, Yogyakarta, Permata Equator Media, 2008
Ringkasan tepat untuk isi teks biografi tersebut adalah...
2
4.6
Bacalah teks biografi berikut!
Abdul Muis lahir pada tanggal 3 Juni 1886 di Solok, Sumatra Barat. Ayahnya bernama Datuk Tumeriggung Lareh, seorang tokoh masyarakat Sungai Puar. Setelah menyelesaikan pendidikan di ELS, Abdul Muis melanjutkan ke sekolah kedokteran STOVIA. Akan tetapi, tiga tahun kemudian, ia terpaksa meninggalkan pendidikannya karena sakit.
Pada tahun 1903, Abdul Muis diangkat sebagai klerk di Department van Onderwijs en Eredienst. Kehadiran Abdul Muis di departemen ini tidak disukai teman-teman sekantornya yang didominasi orang-orang keturunan Belanda. Abdul Muis pun berhenti bekerja.
Setelah berhenti dari departemen tersebut, Abdul Muis mulai berpindah-pindah kerja. Awalnya ia bekerja di Bank Rakyat, lalu ia keluar dan bergabung dengan surat kabar Bintang Hindia. Setelah Bintang Hindia bangkrut ia bergabung dengah surat kabar de Prianger Bode. Setelah bosan berpindah-pindah pekerjaan, ia mendirikan surat kabar Kaum Muda.
Di sela-sela kesibukannya sebagai jurnalistik, ia juga aktif berpolitik. la tercatat sebagai anggota Sarekat Islam. Di bidang politik, karier Abdul Muis mengalami kemajuan. Abdul Muis adalah tokoh pejuang yang sangat gigih. la tidak pernah menyerah dan terus berjuang melalui surat kabar meski pernah dicekal Pemerintah Kolonia! Hindia Belanda.
Disadur dari: lndarti Yuni Astuti, Ensiklopedia Sastrawan Indonesia 1, Yogyakarta, Permata Equator Media, 2008
Keteladanan dari tokoh Abdul Muis adalah ...
1
3.0
Pembeli: "Selamat sore, Mbak, saya Hanif yang menghubungi Mbak tadi pagi."
Penjual: "Selamat sore. Apa benar Anda tertarik dengan sepeda yang saya iklankan di Bintara Olshop itu?"
Pembeli: "Betul, Mbak. Saya tertarik ingin melihat fisik asli sepeda tersebut secara dekat. Berdasarkan foto yang saya lihat, sepeda Mbak masih dalam keadaan baik."
Penjual: "Ya, betul sekali. Sepeda itu baru saya beli sekitar satu tahun yang lalu dan kondisinya masih bagus."
Pembeli: "Oh begitu, Mbak. Kalau begitu, bisa saya lihat sepeda itu sekarang?"
Penjual: "Bisa. Nah, ini sepedanya! Masih bagus, bukan?"
Pembeli : "Iya, Mbak, persis seperti di foto. Warnanya masih mengkilat seperti baru."
Penjual: "Tentu saja. Sepeda ini selalu saya rawat."
Pembeli: "Iya, Mbak. Bicara mengenai barang kan sudah jelas ini, Mbak. Bagaimana dengan harga yang Mbak ajukan?"
Penjual: "Untuk masalah harga, setelah saya cari informasi dari berbagai sumber mengenai harga sepeda merek ini, saya mematok harga Rp2.500.000,00."
Pembeli: "Wah, harganya cukup tinggi ya, Mbak!"
Penjual: " lya, itu sesuai dengan kondisi sepedanya. Sekarang berapa harga yang Anda tawarkan?"
Pembeli: "Bagaimana kalau saya menawar seharga Rp1.800.000.00?"
Penjual: "Wah, itu terlalu rendah! Anda sudah tahu kondisi sepeda ini. Jadi, saya rasa tawaran dari Anda jauh di bawah harga standar."
Pembeli: "Bagaimana kalau saya naikkan Rp100.000.00 Mbak?"
Penjual: "Kalau segitu, saya belum bisa melepas sepeda ini. Bagaimana kalau saya beri pilihan? Jika Anda benar-benar menginginkan sepeda ini, saya bisa memberi waktu satu minggu untuk melunasi. Bagaimana Saudara Hanif?"
Pembeli: "Alternatif yang bagus, Mbak. Sebenarnya saya memang tertarik dengan sepeda ini. Tapi masalah harga yang belum sesuai. Bagaimana kalau saya naikkan menjadi Rp1.950.000,00, Mbak?"
Penjual: "Begini saja, sepeda ini akan saya lepas dengan harga Rp2.000.000,00, itu sudah saya kurangkan Rp500.000,00. Jika di bawah harga ini, saya tidak bisa melepas sepeda ini. Jadi, bagaimana?"
Pembeli: "Baiklah, Mbak, saya setuju, tetapi pembayarannya sesuai dengan alternatif yang telah disepakati tadi."
Penjual: "Baiklah,Saudara Hanif.Jadi pembayarannya tunai atau bagaimana?"
Pembeli: "Pembayarannya separuh tunai di sini dan separuhnya lagi jika sepeda telah saya terima. Bagaimana, Mbak?"
Penjual: "Baiklah, Saudara Hanif, Silakan tanda tangan di sini. Terima kasih, Saudara Hanif. Senang bekerja sama dengan Anda. Semoga beruntung dengan sepeda ini."
Pembeli: "Terima kasih kembali, Mbak, saya juga merasa senang bekerja sama dengan Anda. Baiklah, Mbak, saya tunggu kedatangan sepeda ini. Ini aIamat rumah saya."
Penjual: "Baiklah, Saudara Hanif, hati-hati di jalan."
Disadur dari: http://hanif. awanda.blogspot.com/2014/02/contohteks negoisasijualbellsepeda.html, diunduh 1 Juni 2016
Jelaskan hasil negosiasi pada teks tersebut!
1
5.0
Perhatikan paragraf berikut!
Siang ini SMA Kusuma Bakti mengadakan pemilihan ketua PMR. Kepala Sekolah mengumumkan bahwa siswa yang terpilih menjadi ketua PMR adalah Nur Hasan, siswa kelas X A. ___, Nur Hasan telah resmi menjadi ketua PMR SMA Kusuma Bakti periode 2016-2017. Seluruh siswa menyambut gembira hasil keputusan tersebut.
Konjungsi antarkalimat tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah...
6
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia