Urutkan
Arjuna A
13 September 2022 23:51
1
Yudhistira Y
13 September 2022 23:51
1
Nakula N
13 September 2022 23:51
1
Arjuna A
13 September 2022 23:51
1
Suropati S
13 September 2022 23:51
9
Yudhistira Y
13 September 2022 23:51
1
Nakula N
13 September 2022 23:51
1
Arjuna A
13 September 2022 23:50
1
Suropati S
13 September 2022 23:50
1
Nakula N
13 September 2022 23:50
1
Apa yang harus dilakukan oleh negosiator agar negosiasi dapat berjalan sesuai rencana? Jelaskan!
2
4.0
Sebutkan aspek-aspek yang perlu diperhatikan negosiator sebelum dan ketika melakukan negosiasi!
6
5.0
Cermatilah teks negosiasi berikut!
Risti ingin membuat rujak. Risti ke pasar untuk membeli buah-buhan yang akan dipakai sebagai bahan rujak. Di pasar, ia membeli bengkoang, mentimun, dan belimbing.
Risti: "Selamat siangg, Bu."
Penjual: "Selamat siang, Dik. Mau beli apa Dik?"
Risti: "Bengkoang ada, Bu?"
Penjual: "Ada. Bengkoangnya bagus-bagus, lo."
Risti: " Sekilonya berapa, Bu?"
Penjual: "Sekilonya sepuluh ribu."
Risti: "Kok mahal, Bu. Boleh saya tawar?"
Penjual: "Silakan, Dik."
Risti: "Lima ribu ya, Bu?"
Penjual: "Belum dapat, Dik."
Risti: "Bagaimana kalau tujuh ribu?"
Penjual: "Belum dapatlah, Dik."
Risti: "Pasnya saja berapa?"
Penjual: "Untuk Adik saya beri harga delapan ribu lima ratus."
Risti: "Delapan ribu ya, Bu?"
Penjual: "Baiklah kalau begitu."
Risti: "Ada mentimun, Bu?"
Penjual: "Ada, Dik."
Risti: "Saya butuh tiga biji saja, Bu."
Penjual: "Empat ribu."
Risti: "Dua ribu, ya?"
Penjual: "Tiga ribu."
Risti: "Baiklah saya juga mau beli belimbing. Yang mana belimbingnya, Bu?"
Penjual: "Belimbingnya sedang kosong,Dik."
Risti: "Ya sudah, Bu. semua jadi berapa, Bu?"
Penjual: "Sebelas ribu."
Risti: "Ini, Bu." (memberikan uang dua puluh ribu)
Penjual: "Ini kembaliannya, Dik. Terima kasih kunjungannya."
Risti: "Sama-sama, Bu. Selamat siang."
Penjual: "Selamat siang."
Apakah negosiasi tersebut mencapai keberhasilan? Jelaskan!
1
4.0
Bacalah teks berikut!
Ketidakberdayaan Bahasa Indonesia dalam Interaksi Antarbahasa
Moderator: Selamat pagi. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas banyaknya kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam penggunaan bahasa Indonesia. Banyaknya pemakaian kosakata asing dalam bahasa Indonesia karena ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa. Saya persilakan kepada tim A, tim B, dan tim C mengemukakan pendapatnya mengenai topik ini.
Tim A: Kami setuju bahwa kosakata bahasa asing masuk ke dalam penggunaan bahasa Indonesia karena ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa. Bahasa Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peranan bahasa lain, baik dari bahasa daerah maupun bahasa asing. Peranan bahasa asing dalam bahasa Indonesia membuktikan adanya kontak atau hubungan antarbahasa sehingga timbul penyerapan bahasa-bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mengandalkan kosakata asing yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia. Penyerapan tersebut membuktikan bahwa ketergantungan bahasa Indonesia terhadap bahasa asing menjadikan bahasa Indonesia sulit berinteraksi antarbahasa tanpa bantuan kosakata asing. Masuknya kosakata bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia membuktikan bahwa semakin banyak orang yang mampu berkomunikasi dengan baik sehingga proses transfer ilmu pengetahuan berjalan dengan cepat. Kosakata serapan bahasa asing tersebut mempermudah kita dalam mempelajari. memahami, sekaligus berinteraksi dengan bangsa lain. Tanpa bantuan bahasa asing yang masuk kedalam bahasa Indonesia, bahasa Indonesia belum mampu menunjukkan eksistensinya dalam interaksi antarbahasa. Banyak kosakata serapan bahasa asing dalam bahasa Indonesia sehingga peran bahasa Indonesia masih diragukan. Banyak orang lebih familiar dengan kosakata serapan dari bahasa asing dibandingkan dengan bahasa Indonesta. Dengan demikian, kami tetap setuju bahwa kosakata bahasa asing yang masuk ke cfalam bahasa Indonesia membuktikan ketidakberdayaan bahasa Indonesta dalam interaksi antarbahasa.
Tim B: Kami tidak setuju bahwa banyaknya kosakata bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia disebabkan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa. Kosakata bahasa asing masuk ke dalam bahasa Indonesia hanya digunakan sebagai padanan kata. Padanan kata ini bagi sebagian orang lebih mudah dipahami. Namun, pada intinya dalam bahasa Indonesia, telah ada kosakata yang berkaitan dengan kosakata asing tersebut. Kata snack, misalnya. lebih sering kita dengar daripada padanan katanya dalam bahasa Indonesia makanan ringan. Dalam permasalahan ini, kosakata asing hanya sebagai variasi kata bagi sebagian kalangan. Bahasa Indonesia mampu berinteraksi dengan bahasa lain karena memiliki banyak variasi kosakata. Kosakata bahasa asing hanya digunakan dan dimengerti bagi kalangan tertentu saja. Namun, bahasa Indonesia dimengerti dan digunakan oleh hampir semua kalangan. Artinya meskipun banyak kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam bahasa Indonesia. eksistensi bahasa Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan kosakata bahasa asing baik yang telah dibakukan maupun belum dibakukan ke dalam bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia mampu berinteraksi dengan bahasa lain karena memiliki banyak variasi kosakata. Kosakata bahasa asing hanya digunakan dan dimengerti bagi kalangan tertentu saja. Namun, bahasa Indonesia dimengerti dan digunakan oleh hampir semua kalangan. Artinya meskipun banyak kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam bahasa Indonesia. eksistensi bahasa Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan kosakata bahasa asing baik yang telah dibakukan maupun belum dibakukan ke dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mampu berinteraksi dengan bahasa lain tanpa bantuan dari kosakata bahasa asing. Masuknya kosakata bahasa asing bukan disebabkan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa, melainkan lebih kepada masyarakat yang ingin selalu merasa berpendidikan tinggi dan merasa terhormat jika menggunakan kosakata bahasa asing. Dengan demikian, tim kami tetap tidak setuju jika kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam penggunaan bahasa Indonesia menunjukkan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa.
Tim C: Kami sebagai pihak netral menganggap bahwa kemampuan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa dapat diwujudkan jika porsi penggunaan bahasa Indonesia soimbang dengan kosakata bahasa asing. Apabila seseorang menggunakan bahasa asing yang telah dibakukan seperti kata atom, vitamin. dan unit, tentunya ini bukan merupakan masalah karena bahasa asing itu sudah menjadi padanan dalam bahasa Indonesia. Akan tetapi. apabila pengguna bahasa Indonesia menggunakan bahasa asing yang belum dibakukan, akan mengancam keberadaan bahasa Indonesia. Penggunaan kosakata asing dalam bahasa Indonesia tidak selalu diidentikkan dengan dampak negatif. Penggunaan kosakata asing juga mempunyai sisi positif yakni mempermudah kegiatan berkomunikasi. Namun, dengan adanya sosialisasi padanan bahasa Indonesia dari bahasa asing diharapkan kelak tidak lagi terdapat wacana bahwa kosakata bahasa asing lebih akrab di telinga para pengguna bahasa Indonesia dibandingkan dengan bahasa Indonesia.
(Disadur dari: http://id.scribd.com/doc/285837571MATERI-DESAT.BAHASA-INDONESIA. diunduh 10 Maret 2016.)
Apa yang dimaksud dengan debat?
2
5.0
Perhatikan teks negosiasi berikut!
Demonstrasi Meminta Kenaikan Gaji Buruh PT Permata Citra
Buruh PT Permata Citra melakukan demonstrasi meminta kenaikan gaji. Setelah lama berdemonstrasi, perwakilan PT Permata Citra menerima perwakilan buruh untuk bernegosiasi. Negosiasi tersebut bertangsung tertutup dan dijaga beberapa petugas pengamanan perusahaan.
Wakil Buruh: "Selamat pagi, Pak."
Wakil Pabrik: "Selamat pagi. Mari, silakan duduk."
Wakil Buruh: “Terima kasih, Pak."
Wakil Pabrik: "Saya, Robert. Perkenalkan diri Anda."
Wakil Buruh: "Saya Budi, Pak. Saya wakil dari teman-teman buruh untuk bertemu dengan Anda." (bersalaman)
Wakil Pabrik: "Saya ingin tahu, sebenarnya apa alasan para buruh melakukan aksi demonstrasi?"
Wakil Buruh: "Jadi begini. Pak. Teman-teman buruh ingin memperbaiki kesejahteraan mereka.”
Wakil Pabrik: "Maksudnya?"
Wakil Buruh: "Kami sebagai buruh sudah merasa bekerja keras, Pak. Oleh karena itu, kami meminta pihak perusahaan menaikkan gaji kami."
Wakil Pabrik: "Berapa kenaikan gaji yang diinginkan para buruh?"
Wakil Buruh: "Gaji kami sebagai buruh saat ini Rp1.500.000,00. Gaji tersebut kami rasa tidak dapat mencukupi kebutuhan bulanan kami. Apalagi, keadaan sekarang memaksa kami berpikir keras untuk dapat bertahan hidup di kota ini. Oleh karena itu, kami minta kenaikan gaji menjadi Rp2.500.000,00."
Wakil Pabrik: "Itu tidak mungkin. Saat ini perusahaan mempunyai banyak beban produksi. Kenaikan bahan baku menjadi penyebab utama sikap perusahaan. Apalagi, perusahaan harus menanggung biaya listrik dan biaya operasional lainnya. Kenaikan tersebut belum bisa kami lakukan sekarang.”
Wakil Buruh: “Kalau memang begitu adanya. Pak. Kami akan terus melakukan aksi demonstrasi dan mogok kerja."
Wakil Pabrik: “Tidak bisa begitu.Kita cari jalan tengahnya saja. Saya akan mengusulkan kenaikan gaji buruh kepada direksi. Akan tetapi, kenaikan yang dapat saya janjikan hanya sampai Rp2.000.000,00. Anda sebagai perwakilan buruh seharusnya juga memahami kesulitan perusahaan akibat krisis global yang sedang terjadi. Perusahaan mana pun pasti akan kesulitan dalam menangani masalah ini."
Wakil Buruh: “Tidak bisa, Pak. Kami minta gaji kami naik menjadi Rp2.500.000.00."
Wakil Pabrik: "Sudah saya katakan. Saya hanya bisa menaikkan gaji buruh menjadi Rp2.000.000,00."
Wakil Buruh: "Kalau bisa, tolong diusahakan lebih dari itu Pak.”
Wakil Pabrik: "Baiklah. akan saya coba upayakan. Sekarang, tolong kendalikan teman-teman Anda. Kembalilah bekerja."
Wakil Buruh: "Baik, Pak. Terima kasih atas kebijakannya. Boleh saya keluar?”
Wakil Pabrik: "Ya, silakan.”
Wakil Buruh: "Terima kasih. Pak. Selamat siang."
Wakil Pabrik: "Selamat siang.” (keduanya bersalaman)
Bagaimana penawaran yang dilakukan Robert kepada Budi?
1
3.0
Bacalah kedua teks berikut!
Teks 1
Bu Tika: "Selamat siang, Pak."
Penjual Buah: "Selamat slang. Mau beli buah apa, Bu?"
Bu Tika: "Saya ingin beIi buah naga, Pak. Ada?"
Penjual Buah: "Oh, ada, Silakan dipilih dahulu!"
Bu Tika: "Kalau buah naga merah harganya berapa, Pak?"
Penjual Buah: "Sekilonya sembilan belas ribu."
Bu Tika: "Ya, mahal sekali, Pak. Biasanya hanya sepuluh ribu per kilo."
Penjual Buah: "Maklum, Bu. Buah naga bulan-bulan ini sedang tidak musim. Kaiau bulan Januarl-Februari itu harganya murah karena musim panen buah naga."
Bu Tika: "Kalau dua belas ribu bagaimana, Pak?"
Penjual Buah: "Belum dapat, Bu."
Bu Tika: "Bagaimana kalau lima belas ribu, Pak?"
Penjual Buah: "Belum dapat, Bu. Saya rnasih rugi kaiau segitu."
Bu Tika: "Begini saja, bagaimana kalau tujuh belas ribu?"
Penjual Buah: "Ya sudah. Bu. Setuju. Hitung-hitung sebagai penglaris."
Bu Tika: "Ini uangnya, Pak."
Penjual Buah: "Iya. Bu. Ini buah naga merahnya, terima kasih."
Bu Tika: "Sama-sama. Mari, Pak."
Penjual Buah: "Mari, Bu. Hati-hati di jalan."
Teks 2
Perundingan Permintaan Fasilitas Kesehatan di PT Prima Buana
Para buruh PT Prima Buana melakukan protes meminta fastlitas kesehatan berupa di pabrik PT Prima Buana. Seteiah lama berdemonstrasi, perwakilan PT Prima Buana menerima perwakilan buruh untuk bernegosiasi. Negosiasi tersebut berIangsung tertutup dan dijaga beberapa petugas pengamanan perusahaan.
Wakil Buruh: "Selamat pagi, Pak."
Wakil Pabrik: "Selamat pagi. Mari, silakan duduk."
Wakil Buruh: "Terima kasih, Pak."
Wakil Pabrik: "Saya, Reza. Perkenalkan diri Anda."
Wakil Buruh: "Saya Budi, Pak. Saya wakil dari teman-teman buruh untuk bertemu dengan Anda." (bersalaman)
Wakil Pabrik: "Saya ingin tahu, sebenarnya apa alasan para buruh melakukan aksi protes?"
Wakil Buruh: "Jadi begini, Pak. Teman-teman buruh menginginkan fasilitas kesehatan yang memadai di pabrik."
Wakil Pabrik: "Maksudnya? Bukannya sudah ada ruang kesehatan?"
Wakil Buruh: "Iya, Pak. Tapi, ruang kesehatan itu kami anggap belum memadai dan manusiawi."
Wakil Pabrik: "Maksudnya?"
Wakil Buruh: "Pak, kami menginginkan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, misalnya ada ruang laktasi yang dilengkapi dengan lemari pendingin, dokter yang setiap saat berjaga, dan peralatan pertolongan pertama secara lengkap. Ruang kesehatan yang ada sempit sekali dan hanya ada satu tempat tidur. Kotak obat juga hanya seadanya.
Wakil Pabrik: "Wah! Itu tidak mungkin. Saat ini perusahaan mempunyai banyak beban produksi. Pengadaan fasilitas kesehatan seperti yang diminta rekan-rekan Anda memberatkan perusahaan."
Wakil Buruh: "Kalau memang begitu adanya, Pak. Kami akan terus melakukan aksi protes dan mogok kerja."
Wakil Pabrik: "Tidak bisa begitu."
Wakil Buruh: "Apa ada solusi lain, Pak?"
Wakil Pabrik: "Kita cari jalan tengahnya saja. Saya akan mengusulkan pengadaan fasilitas kesehatan berupa ruang laktasi, ruang periksa dengan perawat, dan pertolongan pertama berupa tabung oksigen sedang."
Wakil Buruh: "Kira-kira kapan usul itu direalisasikan, Pak?"
Wakil Pabrik: "Ini saya usulkan dulu ke direksi dan pemegang saham. Jika disetujui segera kami bangun fasilitas tersebut."
Wakil Buruh: "Kalau bisa, tolong diusahakan, Pak."
Wakil Pabrik: "Baiklah, akan saya coba upayakan. Sekarang, tolong kendalikan teman-teman Anda. Kembalilah bekerja."
Wakil Buruh: "Balk, Pak. Terima kasih atas kebijakannya. Boleh saya keluar?"
Wakil Pabrik: "Ya, silakan."
Wakil Buruh: "Terima kasih, Pak. Selamat slang."
Wakil Pabrik: "Selamat siang." (keduanya bersalaman)
Setelah membaca kedua teks tersebut, kerjakan tugas-tugas berikut!
Apa isi kedua teks tersebut?
1
5.0
Bacalah teks biografi berikut!
Pada tahun 1902 Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum wanita. Di sebuah ruangan kecil, di belakang rumah ibunya di Bandung, Dewi Sartika mengajar di hadapan anggota keluargarnya. Materi yang diajarkan saat itu, di antaranya merenda, memasak, jahit-menjahit, membaca, dan menulis.
Usai Dewi Sartika berkonsultasi dengan Bupati RA. Martenagara, pada 16 Januari 1904 membuka Sekolah lstri (Sekolah Wanita) pertama se-Hindia Belanda. Tenaga pengajarnya tiga orang, yaitu Dewi Sartika dibantu dua saudara misannya, Ny. Poerwa dan Ny. Oewid. Murid-murid angkatan pertamanya terdiri atas 20 orang. Ketika mengajar ia menggµnakan ruangan pendopo Kabupaten Bandung.
Setahun kemudian, pada tahun 1905, sekolahnya menambah kelas. Kemudian, sekolahnya pindah ke Jalan Ciguriang, Kebon Cau. Lokasi baru ini dibeli Dewi Sartika dengan uang tabungan pribadinya dan bantuan dana pribadi dari Bupati Bandung. Lulusan pertama dari sekolah ini pada tahun 1909. Lulusan tersebut membuktikan kepada bangsa kita bahwa wanita memiliki kemampuan yang tidak ada bedanya dengan laki-laki. Tahun 1910, Dewi Sartika menggunakan harta pribadinya lagi untuk memperbaiki sekolahnya. Akhirnya, sekolah tersebut memenuhi syarat kelengkapan sekolah formal.
Disadur darl: http://ummikultsum0405.blogspot.com/2012/03/pahlawanpendidikan-indonesia.html, diunduh 28 Maret 2016.
Penggunaan konjungsi bermakna hubungan waktu terdapat pada kalimat...
1
5.0
Bacalah teks biografi berikut!
Andy F. Noya kecil memang tidak bisa lepas dari mesin ketik. la gemar tulis-menulis sejak bersekolah di SD. Ketika sekolah di Jayapura, Andy F. Noya gemar mengarang dan menggambar, bahkan ia pernah menjuarai lomba mengarang dan menggambar karikatur. Andy F. Noya juga memiliki nilai akademis sangat baik dan ia termasuk menjadi salah satu lulusan terbaik STM N 6 Jakarta.
Setelah lulus dari STM N 6 Jakarta, Andy F. Noya memutuskan jalan hidupnya sendiri yang sedari dahulu ingin menjadi seorang wartawan. Berawal dari ketertarikannya pada sebuah artikel tentang sekolah wartawan, Sekolah Tinggi Publisistik, ia meridaftar meski ia berasal dari sekolah teknik. Secara administratif, Andy F. Noya memang tidak bisa lulus seleksi. Namun, Andy F. Noya tidak mau menyerah, ia kemudian memperoleh rekomendasi dari Dirjen Pendidikan Tinggi. Akhirnya, Andy F. Noya diterima di Program Diploma 3 STP Jakarta dengan syarat jika nanti nilainya jelek, ia langsung di-dropout.
Disadur dari: http://www.tokohtokoh.com.andy-f-noya.html, diunduh 28 Maret 2016.
Hal yang dapat diteladani dari tokoh Andy F. Noya adalah...
1
3.0
Bacalah teks biografi berikut!
Andy F. Noya kecil memang tidak bisa lepas dari mesin ketik. la gemar tulis-menulis sejak bersekolah di SD. Ketika sekolah di Jayapura, Andy F. Noya gemar mengarang dan menggambar, bahkan ia pernah menjuarai lomba mengarang dan menggambar karikatur. Andy F. Noya juga memiliki nilai akademis sangat baik dan ia termasuk menjadi salah satu lulusan terbaik STM N 6 Jakarta.
Setelah lulus dari STM N 6 Jakarta, Andy F. Noya memutuskan jalan hidupnya sendiri yang sedari dahulu ingin menjadi seorang wartawan. Berawal dari ketertarikannya pada sebuah artikel tentang sekolah wartawan, Sekolah Tinggi Publisistik, ia meridaftar meski ia berasal dari sekolah teknik. Secara administratif, Andy F. Noya memang tidak bisa lulus seleksi. Namun, Andy F. Noya tidak mau menyerah, ia kemudian memperoleh rekomendasi dari Dirjen Pendidikan Tinggi. Akhirnya, Andy F. Noya diterima di Program Diploma 3 STP Jakarta dengan syarat jika nanti nilainya jelek, ia langsung di-dropout.
Disadur dari: http://www.tokohtokoh.com.andy-f-noya.html, diunduh 28 Maret 2016
Penggunaan konjungsi bermakna hubungan pertentangan berdasarkan teks biografi tersebut terdapat pada kalimat...
1
2.6
Bacalah teks biografi berikut!
Di Indonesia, Bob Sadino bekerja di PT UNILEVER Indonesia. Suatu hari Om Bob memutuskan untuk keluar dari perusahaan tempat ia bekerja karena pola pikirnya yang ingin maju dan sukses secara mandiri. Om Bob tidak ingin kerja terikat dan terus-menerus diperintah oleh atasan. Sang istri pun, mendukung keputusan Om Bob. Tekad Om Bob sudah bulat. la lalu membuka usaha penyewaan mobil mercedes miliknya dan memberanikan diri untuk menjadi sopir. Namun, usaha Bob Sadino yang pertama ini tidak berjalan lancar. Mobil mercedesnya mengalami kerusakan akibat kecelakaan. Om Bob tentu saja tidak dapat membiayai kerusakannya. Jatuh bangun kehidupannya tidak membuat semangatnya surut. Om Bob lalu mencoba cara lain untuk menafkahi keluarganya. la pun melakoni pekerjaan sebagai tukang batu yang hanya dihargai Rp100,00. Kondisi ini tentu saja membuat Bob Sadino sangat depresi dan sedih. Kehidupan yang tadinya dirasa aman dan masih di atas roda telah berbalik 180 derajat saat itu. Namun, pengalaman hidup yang getir itu tidak lantas membuat Bob Sadino patah arang. Semangat juangnya terus membara untuk menyongsong masa depan yang lebih baik bersama anak istrinya.
Disadur dari: https://www.maxmanroe.com/bob-sadino-pengusaha.nyentrik-nan-inspiratif.html, diunduh 28 Maret 2016
Keteladanan tokoh Bob Sadino adalah...
1
2.5
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia