Urutkan
Suropati S
14 September 2022 08:26
2
Yudhistira Y
14 September 2022 08:26
2
Nakula N
14 September 2022 08:26
3
Arjuna A
14 September 2022 08:26
1
Suropati S
14 September 2022 08:26
7
Yudhistira Y
14 September 2022 08:26
4
Nakula N
14 September 2022 08:26
2
Suropati S
14 September 2022 08:25
3
Yudhistira Y
14 September 2022 08:25
20
Nakula N
14 September 2022 08:25
28
Unsur yang tidak termasuk dalam resensi buku nonfiksi adalah ....
1
5.0
Cermati kutipan novel berikut!
(Dikutip dari: Yudhi Herwibowo, Sang Penggesek Biola:Sebuah Roman Wage Rudolf Supratman, Tangerang Selatan, Imania, 2018)
Watak penolong tokoh Pak Anwar tampak dalam kutipan kalimat nomor ....
1
5.0
Tulislah sebuah puisi dengan mengikuti langkah langkah berikut!
Kembangkan pilihan kata yang sudah Anda pilih ke dalam larik-larik beraturan.
3
5.0
Kutipan drama untuk soal nomor 21 dan 22.
Istri: Aku sudah tidak tahan!
Suami: Hai! (Memegang tangan istrinya).
Istri: Aku sangat bergembira, kita akan mati bersama-sarna ...
Suami: Tidak!
Istri: Jadi, engkau tidak mau?
Suami: Tidak. Kita tidak boleh kalah dengan kemiskinan. Sebaiknya kita bergabung saja dengan teman-teman orang miskin.
Dikutip dari: A. Rumadi. Kumpulan Drama Remaja. Jakarta Grasindo. 1991
Penggalan drama tersebut memiliki konflik ...
1
5.0
Teks resensi berikut untuk soal nomor 1-3.
Judul Buku : Sepatu Dahlan
Penulis : Khrisna Pabichara
Penerbit : Noura Books I
Tahun Terbit : Mei 2012
Ketebalan : 392 halaman
Novel Sepatu Dahlan adalah buku ke-14 karangan Khrisna Pabichara. Selain menulis, Khrisna Pabichara bekerja sebagai penyunting lepas dan aktif dalam berbagai kegiatan literasi. Dia bisa disapa dan diajak berbincang berbagai masalah. Novel Sepatu Dahlan ini merupakan novel new release yang mendapat sambutan sangat balk dari masyarakat. Dengan begitu, novel Sepatu Dahlan ini menjadi novel best seller.
Dahlan Iskan, remaja Kebon Dalem, sebuah kampung kecil dengan enam buah rumah, yang letaknya saling berjauhan. Jika berjalan seratus atau dua ratus langkah ke arah timur, Sungai Kanal segera terlihat. Di sepanjang sungai itu banyak pohon yang besar-besar, seperti trembesi, angsana, jawi, dan jati. Di sebelah barat dan selatan hanya ada tebu. Ladang-ladang tebu terhampar sejauh mata memandang. Ada juga beberapa petak sawah yang ditanami padi atau jagung, tetapi tidak seberapa dibanding tebu-tebu yang tingginya kini sudah nyaris dua setengah meter. Di sanalah, di ladang-ladang tebu itu, Dahlan Iskan mengais rezeki. Di sana pula kehidupan Dahlan Iskan berlangsung.
Cerita ini diawali dengan keadaan yang kritis karena Dahlan terkena penyakit liver akut. Pada saat dibius, beliau bermimpi tentang masa lalunya. Dahlan Iskan merupakan anak kecil yang bersekolah di sekolah rakyat bersama teman-teman dekatnya, yakni Aril, Imran, Komaryah, Maryati, Kadir. Ketika duduk di sekolah rakyat, Dahlan tidak pernah merasakan rasanya mengenakan sepatu. la berangkat ke sekolah tidak mengenakan alas kaki. Padahal, is harus berjalan berkilo-kilo meter menuju sekolahnya. Dahlan tidak pernah mengeluh dengan keadaan yang dialaminya.
Ketika ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, Dahlan memohon kepada bapaknya untuk bersekolah di sekolah yang diinginkannya, yaitu SMP 1 Magetan. Karena orang tuanya tidak memiliki uang, akhirnya Dahlan melanjutkan ke Tsanawiyah Takeran.
Dalam novel ini terdapat beberapa masalah yang cukup rumit dijalani seorang anak remaja. Sejak ibunya meninggal dunia, ia tidak bisa membeli makan untuk sehari-hari. Masalah-masalah itu terus datang menghampirinya.
Dahlan mempunyai mimpi untuk memiliki sepatu dan sepeda agar dapat mempermudahnya pergi ke mana-mana. Impiannya itu dia dapatkan ketika satu per satu prestasi ia dapatkan. Dia mendapat kesempatan untuk mengajar voli pada anak-anak juragan kaya. Penghasilannya dia gunakan untuk membeli sepatu dan sepeda.
Novel ini berhasil melontarkan sesuatu yang patut direnungkan oleh pembaca. Di samping itu, ceritanya cukup enak untuk dibaca. Tanpa banyak tutur, Khrisna berhasil melukiskan adegan demi adegan dengan gaya ceritanya yang lembut. Setting cerita kehidupan di kampung. Tidak mengharankan apabila sering muncul gurauan-gurauan dan humor versi anak-anak kampung Kebon Dalem.
Novel Sepatu DahIan ini telah dikerjakan dengan keterampilan teknik bercerita, dengan gaya bahasa yang lembut, serta dengan perasaan halus seorang lelaki. Pada akhir cerita disebutkan apabila kita menjalani kemiskinan dengan benar, kita akan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga.
DIsadur dari: http://www.gentaandalas.com/resensi-novel-sepatu-dahlan, diunduh 17 Juli 2017.
Tentukan identitas buku dalam novel Sepatu Dahan!
2
3.5
Kutipan drama untuk soal nomor 21 dan 22.
Istri: Aku sudah tidak tahan!
Suami: Hai! (Memegang tangan istrinya).
Istri: Aku sangat bergembira, kita akan mati bersama-sama ...
Suami: Tidak!
Istri: Jadi, engkau tidak mau?
Suami: Tidak. Kita tidak boleh kalah dengan kemiskinan. Sebaiknya kita bergabung saja dengan teman-teman orang miskin.
Dikutip dari: A. Rumadi. Kumpulan Drama Remaja. Jakarta Grasindo. 1991
Isi kutipan drama tersebut adalah ...
1
5.0
Bacalah kutipan resensi berikut!
Novel Bunga Cantik di Balik Salju karya Titik Andarwati ini diterbitkan pada tahun 2011. Novel ini diterbitkan oleh Diva Press dengan tebal 458 halaman. Novel ini menceritakan tokoh Lana yang mengasuh anak sahabatnya yang meninggal dunia ketika melahirkan. Berbagai masalah hidup dihadapi Lana dengan penuh kesabaran. Novel ini mengajarkan arti tegar, kuat, dan mandiri. [... .] Kata-kata yang disajikan dalam novel ini juga mudah dipahami. Perwatakan tokoh dan alur cerita digambarkan dengan jelas. Sayangnya, halaman novel ini cukup tebal. Ada beberapa bagian cerita yang cukup panjang dan sedikit membosankan.
Disadur dari: http://www.katakatabijak.co.id/2015/02/contoh-resensi-novel-terbaru-2015.html. diunduh 20 Juli 2017
Kalimat tepat untuk melengkapi kutipan resensi tersebut adalah ...
2
5.0
Moderator: Selamat siang, topik debat kali ini adalah tentang ujian nasional. Mosi debat kali ini adalah ujian nasional masih perlu diadakan. Silakan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapatnya.
Peserta 1: Ya setuju. Bagi saya, standar mutu pendidikan haruslah tetap ada. Ujian nasional harus tetap dilaksanakan. Akan tetapi, semua elemen pendidikan harus meningkatkan mutunya. Siswa harus meningkatkan belajarnya, guru lebih baik dalam mengajar, Pemerintah juga lebih baik memberikan anggaran untuk pendidikan, dan orang tua juga harus memberi dukungan yang lebih baik.
Peserta 2: Saya tidak sependapat dengan pernyataan pembicara tim lawan. Dalam kenyataannya, pelaksanaan ujian nasional setiap tahun selalu mengalami kecacatan dan hasil nilai ujian nasional tidak menjamin keberhasilan suatu pendidikan. Hasil ujian nasional tidak berlaku untuk siswa lulusan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Meskipun siswa RSBI tidak lulus ujian nasional, mereka masih bisa mendaftar kuliah di luar negeri.
Peserta 3: Ujian nasional penting. Ujian nasional menjadi standar kelulusan sebuah institusi pendidikan. Sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa akan berusaha mencapai standar kelulusan tersebut. Usaha ini akan menjaga kualitas standar pendidikan di I ndonesia. Bayangkan saja jika tidak ada ujian nasional sebagai standar kelulusan, institusi pendidikan tidak akan memiliki motivasi untuk meningkatkan standarnya
Peserta 4: Apa yang disampaikan oleh tim lawan sangat ideal dan hanya bisa dikerjakan di sekolah-sekolah di perkotaan dengan sumber daya memadai. Apakah adil menggunakan ujian nasional sebagai standar kelulusan di institusi pendidikan daerah-daerah terpencil dengan sumber daya minim? Masih adilkah menggunakan ujian nasional sebagai standar kelulusan? Faktanya terjadi kesenjangan sumber daya antara institusi pendidikan d kota dan di daerah.
Peserta 5: Saya sangat menyesalkan pemikiran teman-teman semua tentang kontroversi ujian nasional, terutama yang berpikir untuk menghapuskan ujian nasional. Sekali lagi saya tekankan bahwa ujian nasional sangat penting sebagai standar kelulusan. Untuk menjaga kualitas suatu sistem, diperlukan suatu standar, termasuk sistem pendidikan. Jika tidak ada standar kelulusan tersebut, suatu sistem tidak akan terjaga kualitasnya.
Peserta 6: Saya hampir setuju dengan pendapat Anda. Namun, pada praktiknya, seideal apa pun jenis ujian nasional yang diterapkan tetap memiliki kelemahan-kelemahan signifikan. Salah satu contoh kelemahan ujian yang paling dominan adalah proses belajar mengajar di sekolah tereduksi menjadi sekadar mengutamakan pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional. Oleh karena itu, solusi paling baik adalah meniadakan ujian nasional dan menggantinya dengan standar kelulusan baru.
Peserta 7: Kami tetap berpendapat bahwa ujian nasional sebaiknya ditiadakan. Argumen-argumen yang disampaikan teman-teman memperkuat pendapat tersebut.
Peserta 8 : Ujian nasional tetap harus diadakan. Ujian nasional sebagai tolok ukur standar pendidikan. Jadi, penghapusan ujian nasional tidak 'tepat dan bukan solusi baik.
Disadur dari: http://maswardiyanto.blogspot co.KI/2014/01/naskah-debat-masih-efekti kah-upan.html, diunduh 30 Maret 2016
Tentukan peran setiap pembicara dalam teks debat tersebut...
2
4.0
Sastrawan besar, sepert! Sutardji Calzoum Bachri, Habiburrahman El Shirazy, dan Andrea Hirata pun mulai berkarya dari titik nol. Mereka tampil dengan model diri mereka sendiri. Alhasil keberadaan karya mereka tidak diragukan lagi dalam dunia sastra. (...) janganlah menjiplak dijadikan tradisi turun-temurun. Gunakan media blog sebagai media belajar agar kita mampu berkarya lebih aktif, lebih baik, dan lebih diakui delam dunia sastra dalam negeri hingga kancah internasional.
Disadur dari: http://berkarya.um.ac.id, diunduh 28 Maret 2016
Konjungsi antarkalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah...
1
5.0
Kutipan resensi untuk soal nomor 14 dan 15!
Buku karya Fitria Septiani ini berjudul Demi Waktu Jaga Waktumu Sebelum Kau Kecewa berisikan tentang pentingnya waktu. Segala sesuatu yang sudah terjadi dalam hidup manusia terjadi di dalam waktu. Kejadian yang sudah berlalu disebut masa lalu, kejadian pada hari ini adalah masa sekarang, dan kejadian yang belum terjadi disebut masa depan. Wujud waktu adalah pergantian siang dan malam. Orang yang dapat memanfaatkan waktu akan mampu melesat terbang dalam waktu singkat, sedangkan orang yang tidak menghargai waktu akan tetap berjalan di tempat. Menyia-nyiakan waktu sama saja dengan membunuh diri sendiri karena waktu adalah nyawa. Buku Demi Waktu Jaga Waktumu Sebelum Kau Kecewa menggunakan bahasa yang mudah dipahami sehingga pembaca tidak kesulitan untuk memahami isi buku tersebut. Cerita dalam buku tersebut juga menarik untuk dibaca. [ .... ] Selain itu, masih terdapat banyak lembar halaman yang kosong. Buku ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi para pembaca tentang pentingnya menggunakan waktu, jangan sampai waktu kita terbuang sia-sia. Gunakan waktu yang ada untuk melakukan sesuatu yang baik.
Disadur dari: https://resensibukupgsdupy.wordpress.com/2014/12/04/ pentingnya-menghargai-waktu/.diunduh 8 Juli 2017
Pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui penggalan resensi tersebut adalah ...
1
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia