Iklan

Iklan

Pertanyaan

Moderator: Selamat siang, topik debat kali ini adalah tentang ujian nasional. Mosi debat kali ini adalah ujian nasional masih perlu diadakan. Silakan kepada setiap pesertauntuk menyampaikan pendapatnya. Peserta 1: Yasetuju. Bagi saya, standar mutu pendidikan haruslah tetap ada. Ujian nasional harus tetap dilaksanakan. Akan tetapi, semua elemen pendidikan harus meningkatkan mutunya. Siswa harus meningkatkan belajarnya, guru lebih baik dalam mengajar, Pemerintah juga lebih baik memberikan anggaran untuk pendidikan, dan orang tua juga harus memberi dukungan yang lebih baik. Peserta 2: Saya tidak sependapat dengan pernyataan pembicara tim lawan. Dalam kenyataannya, pelaksanaan ujian nasional setiap tahun selalu mengalami kecacatan dan hasil nilai ujian nasionaltidak menjamin keberhasilan suatu pendidikan. Hasil ujian nasional tidak berlaku untuk siswa lulusan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Meskipun siswa RSBI tidak lulus ujian nasional, mereka masih bisa mendaftar kuliah di luar negeri. Peserta 3: Ujian nasional penting. Ujian nasional menjadi standar kelulusan sebuah institusi pendidikan. Sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa akan berusaha mencapai standar kelulusan tersebut. Usaha ini akan menjaga kualitas standar pendidikan di I ndonesia. Bayangkan saja jika tidak ada ujian nasional sebagai standar kelulusan, institusi pendidikan tidak akan memiliki motivasi untuk meningkatkan standarnya Peserta 4: Apa yang disampaikan oleh tim lawan sangat ideal dan hanya bisa dikerjakan di sekolah-sekolah di perkotaan dengan sumber daya memadai. Apakah adil menggunakan ujian nasional sebagai standar kelulusan di institusi pendidikan daerah-daerah terpencil dengan sumber daya minim? Masih adilkah menggunakan ujian nasional sebagai standar kelulusan? Faktanya terjadi kesenjangan sumber daya antara institusi pendidikan d kota dan di daerah. Peserta 5: Saya sangat menyesalkan pemikiran teman-teman semua tentang kontroversi ujian nasional, terutama yang berpikir untuk menghapuskan ujian nasional. Sekali lagi saya tekankan bahwa ujian nasional sangat penting sebagai standar kelulusan. Untuk menjaga kualitas suatu sistem, diperlukan suatu standar, termasuk sistem pendidikan. Jika tidak ada standar kelulusan tersebut, suatu sistem tidak akan terjaga kualitasnya. Peserta 6: Saya hampir setuju dengan pendapat Anda. Namun, pada praktiknya, seideal apa pun jenis ujian nasional yang diterapkan tetap memiliki kelemahan-kelemahan signifikan. Salah satu contoh kelemahan ujian yang paling dominan adalah proses belajar mengajar di sekolah tereduksi menjadi sekadar mengutamakan pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional. Oleh karena itu, solusi paling baik adalah meniadakan ujian nasional dan menggantinya dengan standar kelulusan baru. Peserta 7: Kami tetap berpendapat bahwa ujian nasional sebaiknya ditiadakan. Argumen-argumen yang disampaikan teman-teman memperkuat pendapat tersebut. Peserta 8 : Ujian nasional tetap harus diadakan. Ujian nasional sebagai tolok ukur standar pendidikan. Jadi, penghapusan ujian nasional tidak 'tepat dan bukan solusi baik. Disadur dari: http://maswardiyanto.blogspot co.KI/2014/01/naskah-debat-masih-efekti kah-upan.html , diunduh 30 Maret 2016 Tentukan peran setiap pembicara dalam teks debat tersebut...

Moderator: Selamat siang, topik debat kali ini adalah tentang ujian nasional. Mosi debat kali ini adalah ujian nasional masih perlu diadakan. Silakan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapatnya.

Peserta 1: Ya setuju. Bagi saya, standar mutu pendidikan haruslah tetap ada. Ujian nasional harus tetap dilaksanakan. Akan tetapi, semua elemen pendidikan harus meningkatkan mutunya. Siswa harus meningkatkan belajarnya, guru lebih baik dalam mengajar, Pemerintah juga lebih baik memberikan anggaran untuk pendidikan, dan orang tua juga harus memberi dukungan yang lebih baik.

Peserta 2: Saya tidak sependapat dengan pernyataan pembicara tim lawan. Dalam kenyataannya, pelaksanaan ujian nasional setiap tahun selalu mengalami kecacatan dan hasil nilai ujian nasional tidak menjamin keberhasilan suatu pendidikan. Hasil ujian nasional tidak berlaku untuk siswa lulusan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Meskipun siswa RSBI tidak lulus ujian nasional, mereka masih bisa mendaftar kuliah di luar negeri.

Peserta 3: Ujian nasional penting. Ujian nasional menjadi standar kelulusan sebuah institusi pendidikan. Sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa akan berusaha mencapai standar kelulusan tersebut. Usaha ini akan menjaga kualitas standar pendidikan di I ndonesia. Bayangkan saja jika tidak ada ujian nasional sebagai standar kelulusan, institusi pendidikan tidak akan memiliki motivasi untuk meningkatkan standarnya

Peserta 4: Apa yang disampaikan oleh tim lawan sangat ideal dan hanya bisa dikerjakan di sekolah-sekolah di perkotaan dengan sumber daya memadai. Apakah adil menggunakan ujian nasional sebagai standar kelulusan di institusi pendidikan daerah-daerah terpencil dengan sumber daya minim? Masih adilkah menggunakan ujian nasional sebagai standar kelulusan? Faktanya terjadi kesenjangan sumber daya antara institusi pendidikan d kota dan di daerah.

Peserta 5: Saya sangat menyesalkan pemikiran teman-teman semua tentang kontroversi ujian nasional, terutama yang berpikir untuk menghapuskan ujian nasional. Sekali lagi saya tekankan bahwa ujian nasional sangat penting sebagai standar kelulusan. Untuk menjaga kualitas suatu sistem, diperlukan suatu standar, termasuk sistem pendidikan. Jika tidak ada standar kelulusan tersebut, suatu sistem tidak akan terjaga kualitasnya. 

Peserta 6: Saya hampir setuju dengan pendapat Anda. Namun, pada praktiknya, seideal apa pun jenis ujian nasional yang diterapkan tetap memiliki kelemahan-kelemahan signifikan. Salah satu contoh kelemahan ujian yang paling dominan adalah proses belajar mengajar di sekolah tereduksi menjadi sekadar mengutamakan pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional. Oleh karena itu, solusi paling baik adalah meniadakan ujian nasional dan menggantinya dengan standar kelulusan baru. 

Peserta 7: Kami tetap berpendapat bahwa ujian nasional sebaiknya ditiadakan. Argumen-argumen yang disampaikan teman-teman memperkuat pendapat tersebut.

Peserta 8 : Ujian nasional tetap harus diadakan. Ujian nasional sebagai tolok ukur standar pendidikan. Jadi, penghapusan ujian nasional tidak 'tepat dan bukan solusi baik.

Disadur dari: http://maswardiyanto.blogspot co.KI/2014/01/naskah-debat-masih-efekti kah-upan.html, diunduh 30 Maret 2016


Tentukan peran setiap pembicara dalam teks debat tersebut... 

  1. ...undefined 

  2. ...undefined 

Iklan

A. Salim

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Pelita Harapan

Jawaban terverifikasi

Iklan

Pembahasan

Peran tiap-tiap pembicara dalam debat di atas, yaitu : Pemimpin debat (moderator) = berperan dalam memoderasi dan mengawasi debat yang menjadi tanggung jawabnya Peserta 1 (pembicara pertama) tim afirmasi = Menyampaikan persetujuannya atas mosi debat dengan diiringi argumen-argumen penjelas. Peserta 2(pembicara pertama) tim oposisi = Menyampaikan ketidaksetujuannya atas mosi debat dengan diiringi argumen-argumen penjelas. Peserta 3(pembicara kedua) tim afirmasi = Menyampaikan tanggapannya atas tanggapan dari tim oposisibahwa dirinya dan timnyasetuju. Dengan memberikan argumen-argumen penjelas untuk mendukung pendapat Pembicara 1 dalam timnya sekaligus menyanggah Pembicara 1 dalam tim oposisi. Peserta 4(pembicara kedua) tim oposisi = Menyampaikan tanggapannya atas tanggapan dari tim afirmasibahwa dirinya dan timnya tidak setuju. Dengan memberikan argumen-argumen penjelas untuk mendukung pendapat Pembicara 1 dalam timnya sekaligus menyanggah Pembicara 1 dalam tim afirmasi. Peserta 5(pembicara ketiga) tim afirmasi = Menyampaikan tanggapannya atas tanggapan dari tim oposisibahwa dirinya dan timnyasetuju. Memberikan argumen-argumen penjelas untuk memperkuat pendapat rekan timnya, sekaligus membantah argumen semua pembicara dalam tim oposisi. Peserta 6(pembicara ketiga) tim oposisi = Menyampaikan tanggapannya atas tanggapan dari tim afirmasibahwa dirinya dan timnya tidak setuju. Memberikan argumen-argumen penjelas untuk memperkuat pendapat rekan timnya, sekaligus membantah argumen semua pembicara dalam tim afirmasi. Peserta 7(pembicara pengulang) tim oposisi=Menegaskan kembali ketidaksetujuannya dan timnya terhadap argumen tim afirmasiserta memberikan argumen-argumen penjelas untuk memperkuat pendapat rekan timnya. Peserta 8(pembicara pengulang) tim afirmasi= Menegaskan kembali ketidaksetujuannya dan timnya terhadap argumen tim oposisi serta memberikan argumen-argumen penjelas untuk memperkuat pendapat rekan timnya.

Peran tiap-tiap pembicara dalam debat di atas, yaitu:

  1. Pemimpin debat (moderator) = berperan dalam memoderasi dan mengawasi debat yang menjadi tanggung jawabnya 
  2. Peserta 1 (pembicara pertama) tim afirmasi = Menyampaikan persetujuannya atas mosi debat dengan diiringi argumen-argumen penjelas.
  3. Peserta 2 (pembicara pertama) tim oposisi = Menyampaikan ketidaksetujuannya atas mosi debat dengan diiringi argumen-argumen penjelas.
  4. Peserta 3 (pembicara kedua) tim afirmasi = Menyampaikan tanggapannya atas tanggapan dari tim oposisi bahwa dirinya dan timnya setuju. Dengan memberikan argumen-argumen penjelas untuk mendukung pendapat Pembicara 1 dalam timnya sekaligus menyanggah Pembicara 1 dalam tim oposisi.
  5. Peserta 4 (pembicara kedua) tim oposisi = Menyampaikan tanggapannya atas tanggapan dari tim afirmasi bahwa dirinya dan timnya tidak setuju. Dengan memberikan argumen-argumen penjelas untuk mendukung pendapat Pembicara 1 dalam timnya sekaligus menyanggah Pembicara 1 dalam tim afirmasi.
  6. Peserta 5 (pembicara ketiga) tim afirmasi = Menyampaikan tanggapannya atas tanggapan dari tim oposisi bahwa dirinya dan timnya setuju. Memberikan argumen-argumen penjelas untuk memperkuat pendapat rekan timnya, sekaligus membantah argumen semua pembicara dalam tim oposisi.
  7. Peserta 6 (pembicara ketiga) tim oposisi = Menyampaikan tanggapannya atas tanggapan dari tim afirmasi bahwa dirinya dan timnya tidak setuju. Memberikan argumen-argumen penjelas untuk memperkuat pendapat rekan timnya, sekaligus membantah argumen semua pembicara dalam tim afirmasi.
  8. Peserta 7 (pembicara pengulang) tim oposisi= Menegaskan kembali ketidaksetujuannya dan timnya terhadap argumen tim afirmasi serta memberikan argumen-argumen penjelas untuk memperkuat pendapat rekan timnya.
  9. Peserta 8 (pembicara pengulang) tim afirmasi= Menegaskan kembali ketidaksetujuannya dan timnya terhadap argumen tim oposisi serta memberikan argumen-argumen penjelas untuk memperkuat pendapat rekan timnya.space 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

52

Iklan

Iklan

Pertanyaan serupa

Di bawah ini tugas moderator, kecuali …

230

4.7

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2024 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia