Urutkan
Indah I
15 Oktober 2023 14:30

1
Datu A
15 Oktober 2023 14:06
1
Datu A
15 Oktober 2023 14:00
1
Dina N
15 Oktober 2023 13:57
1
Datu A
15 Oktober 2023 13:51
1
Anonim A
15 Oktober 2023 13:46
1
Herlina H
15 Oktober 2023 12:37

0
Surau kecil itu berada di salah satu sudut tambak yang lumayan lebar. Seperti balai kambang. Disangga oleh empat batang kelapa yag terpancang ke dasar tambak. Surau itu kadang tampak seperti perahu atau rumah panggung kecil di atas air. Dan siapa saja yang mau salat di sana akan berjalan melewati titian bambu sepanjang belasan langkah. Ada tempat berwudu di pangkal titian berupa pancuran yag dikelilingi bilik anyaman daun kelapa. Pancuran itu memasok air segar dari lereng bukit ke dalam kolam. Di dalam bilik itu orang berwudu, biasanya sesudah membuang hajat.
Karena agak jauh dari permukiman, surau itu hanya dipergunakan orang untuk salat zuhur dan asar di siang hari. Setelah matahari terbenam, surau itu gelap dan merana. Burung hantu yang sedang mengintai ikan suka bertengger di atapnya.Hanya beberpa orang yang biasa salat di sana. Diantaraya dua orang penyadap nira. Sering juga ada pedagang keliling singgah untuk menuaikan ibadah. Selebihnya hanya kadang-kadang adalah saya dan Kang Nurya.
Nilai kehidupan yang terkandung dalam kutipan cerpen tersebut adalah...
3
4.8
Saya terdiam lagi. Menghela napas sejenak dan menyedot coca cola dingin. Mencoba mencari jawaban yang menghibur. Terlanjur … ditawari menjadi manajer. Tak mudah untuk menutupi rasa girang saya.
Ungkapan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ...
6
4.5
Yang tidak termasuk unsur intrinsik dalam novel adalah....
1
4.1
Jelaskan aspek kebahasaan dalam novel sejarah!
2
4.3
Jelaskan struktur novel sejarah!
2
5.0
Apakah fungsi fakta-fakta sejarah dalam sebuah novel sejarah?
2
4.7
Dilihat dari strukturnya, kutipan novel sejarah tersebut termasuk ke dalam . . . .
4
4.1
Unsur intrinsik yang dominan dalam penggalan teks novel sejarah tersebut adalah....
3
4.0
Contoh 1
Dosen yang juga Menjadi Pejabat
Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang.
Tono: "Saya heran dengan dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri."
Udin: "Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton."
Tono: "Ya, Udin tahu sebabnya."
Udin: "Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri."
Tono: "Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang pejabat."
Udin: "Loh, apa hubungannya."
Tono: "Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain."
Udin: "???"
Sumber: http://radiosuaradogiyafm,blogspot.co.id dengan penyesuaian
Contoh 2
Cara Keledai Membaca Buku
Alkisah, seorang raja bernama Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Namun, Timur Lenk memberi syarat, agar Nasrudin mengajari terlebih dahulu keledai itu agar dapat membaca. Timur Lenk memberi waktu dua minggu sejak sekarang kepada Nasrudin.
Nasrudin menerima syarat itu dan berlalu. Sambil menuntun keledai itu, ia memikirkan apa yang akan diperbuat. Jika ia dapat mengajari keledai itu untuk membaca, tentu ia akan menerima hadiah, namun jika tidak maka hukuman pasti akan ditimpakan kepadanya.
Dua minggu kemudian ia kernbali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar agar Nasrudin segera mempraktikkan apa yang telah ia ajarkan kepada keledai. Nasrudin lalu menggiring keledainya menghadap ke arah buku tersebut dan membuka sampulnya.
Si keledai menatap buku itu. Kemudian, sangat ajaib! Tak lama kemudian si Keledai mulai membuka-buka buku itu dengan lidahnya. Terus menerus, lembar demi lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin seolah berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya.
Demikianlah, keledaiku sudah membaca semua lembar bukunya", kata Nasrudin. Timur Lenk merasa ada yang tidak beres dan ia mulai menginterogasi. la kagum dan memberi hadiah kepada Nasrudin. Namun, ia minta jawaban, "Bagaimana cara mengajari keledai membaca?"
Nasrudin berkisah, "Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku. Aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji itu. Kalau tidak ditemukan biji gandumnya, ia harus membalik halaman berikutnya. Itulah yang ia lakukan terus sampai ia terlatih membalik balik halaman buku itu".
"Namun, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?" tukas Timur Lenk. Nasrudin menjawab, Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya". Jadi, kalau kita juga membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita sebodoh keledai, bukan?" kata Nashrudin dengan mimik serius.
Sumber: http://blogger-apik1.blogspot.co.id (dengan penyesuaian)
Temukan unsur humor dalam anekdot tersebut?
3
4.7
Dalam teks tersebut yang termasuk peristiwa penting adalah….
1
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia