Larutan penyangga adalah larutan yang menjaga pH dengan cukup konstan dan memiliki kemampuan untuk menahan perubahan pada pH saat pengenceran atau penambahan sedikit asam atau basa. Larutan penyangga dibagi ke dalam 2 jenis, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa.
- Larutan penyangga asam merupakan larutan yang mengandung suatu asam lemah dan basa konjugasinya. Contoh : HCOOH dan HCOONa.
- Larutan penyangga basa merupakan larutan yang mengandung suatu basa lemah dan asam konjugasinya. Contoh :
dan
.
Untuk menentukan pH larutan penyangga asam HCOOH + HCOONa dengan penambahan larutan NaOH dilakukan langkah-langkah berikut :
1) Menentukan mol HCOOH, HCOONa dan NaOH
mol HCOOH=M×V=0,1×100=10 mmolmol HCOONa=M×V=0,1×100=10 mmolmol NaOH=M×V=0,1×1=0,1 mmol
2) Membuat persamaan reaksi dan tabel MRS
HCOOH(aq)+NaOH(aq)→HCOONa(aq)+H2O(l)M : 10 mmol 0,1 mmol 10 mmol −R : 0,1 mmol− 0,1 mmol− 0,1 mmol+ 0,1 mmol+ 9,9 mmol 0 10,1 mmol 0,1 mmol
3) Menghitung pH larutan penyangga asam dengan rumus berikut :
[H+]pH======Ka×mol garammol asam10−5×10,1 mmol9,9 mmol0,98×10−59,8×10−6−log (9,8×10−6)6−log 9,8
Dengan demikian, pH setelah ditambah 1 mL NaOH 0,1 M adalah 6–log 9,8.