Iklan

Pertanyaan

Suatu larutan penyangga dibuat dengan mencampurkan 50 mL larutan CH 3 ​ COOH 0,1 M dengan 50 mL larutan CH 3 ​ ( CO ) 2 ​ 0,1 M. Selanjutnya ditambahkan 1 mL larutan NaOH 0,1 M. TentukanpH larutan penyangga setelah ditambahkan NaOH ! Diketahui K a ​ CH 3 ​ COOH = 2 × 1 0 − 5 .

Suatu larutan penyangga dibuat dengan mencampurkan 50 mL larutan  0,1 M dengan 50 mL larutan 0,1 M. Selanjutnya ditambahkan 1 mL larutan 0,1 M. Tentukan pH larutan penyangga setelah ditambahkan ! Diketahui .space

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

12

:

46

:

59

Iklan

B. Rohmawati

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Semarang

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

pH larutan penyangga setelah ditambah1 mL larutan NaOH 0,1 M adalah 4,72. Larutan CH 3 ​ COOH merupakan larutan asam lemah dan larutan ( CH 3 ​ CO ) 2 ​ O ( seharusnya ( C H 3 ​ CO ) 2 ​ O bukan C H 3 ​ ( CO ) 2 ​ ) merupakan pasangan garamnya, ketika kedua larutan ini dicampurkan akan terbentuk larutan penyangga yang bersifat asam. Berikut adalah sistem kesetimbangan pada larutan penyangga tersebut: CH 3 ​ COOH ( a q ) ⇌ CH 3 ​ COO − ( a q ) + H + ( a q ) Ketika larutan NaOH yang merupakan basa kuat ke dalam larutan penyangga tersebut, NaOH akan bereaksi dengan komponen yang bertindak sebagai asam, yaitu CH 3 ​ COOH . Jumlah mol masing-masing pereaksi: Jumlah mol50 mL larutan CH 3 ​ COOH 0,1 M: n CH 3 ​ COOH = [ CH 3 ​ COOH ] ⋅ V CH 3 ​ COOH ​ n CH 3 ​ COOH = 0 , 1 M ⋅ 50 mL n CH 3 ​ COOH = 5 mmol Jumlah mol ion CH 3 ​ COO − : ( CH 3 ​ CO ) 2 ​ O ( a q ) → CH 3 ​ COO − ( a q ) + CH 3 ​ CO + ( a q ) Koefisien ( CH 3 ​ CO ) 2 ​ O = koefisien CH 3 ​ COO − , maka : n CH 3 ​ COO − = n ( CH 3 ​ CO ) 2 ​ O n CH 3 ​ COO − = [ ( CH 3 ​ CO ) 2 ​ O ] ⋅ V ( CH 3 ​ CO ) 2 ​ O ​ n CH 3 ​ COO − = 0 , 1 M ⋅ 50 mL n CH 3 ​ COO − = 5 mmol Jumlah mol1 mL larutan NaOH 0,1 M: n NaOH = [ NaOH ] ⋅ V NaOH ​ n NaOH = 0 , 1 M ⋅ 1 mL n NaOH = 0 , 1 mmol Jumlah mol ion CH 3 ​ COO − dalam CH 3 ​ COONa : CH 3 ​ COONa ( a q ) → CH 3 ​ COO − ( a q ) + Na + ( a q ) Koefisien CH 3 ​ COONa = koefisien CH 3 ​ COO − , maka : n CH 3 ​ COO − = n CH 3 ​ COONa n CH 3 ​ COO − = 0 , 1 mmol Jumlah mol ion CH 3 ​ COO − total: n CH 3 ​ COO − = 5 mmol + 0 , 1 mmol n CH 3 ​ COO − = 5 , 1 mmol pH larutan setelah ditambah1 mL larutan NaOH 0,1 M: Konsentrasi ion H + dalam larutan: [ H + ] = K a ​ n CH 3 ​ COO − n CH 3 ​ COOH ​ [ H + ] = 2 × 1 0 − 5 5 , 1 mmol 4 , 9 mmol ​ [ H + ] = 1 , 9 × 1 0 − 5 pH larutan: pH = − lo g [ H + ] pH = − lo g 1 , 9 × 1 0 − 5 pH = 5 − lo g 1 , 94 pH = 4 , 72

pH larutan penyangga setelah ditambah 1 mL larutan NaOH 0,1 M adalah 4,72.

Larutan  merupakan larutan asam lemah dan larutan  (seharusnya  bukan ) merupakan pasangan garamnya, ketika kedua larutan ini dicampurkan akan terbentuk larutan penyangga yang bersifat asam. Berikut adalah sistem kesetimbangan pada larutan penyangga tersebut:

Ketika larutan NaOH yang merupakan basa kuat ke dalam larutan penyangga tersebut, NaOH akan bereaksi dengan komponen yang bertindak sebagai asam, yaitu .

Jumlah mol masing-masing pereaksi:

Jumlah mol 50 mL larutan  0,1 M:

Jumlah mol ion :

Jumlah mol 1 mL larutan NaOH 0,1 M:

Jumlah mol ion  dalam :

Jumlah mol ion  total:

pH larutan setelah ditambah 1 mL larutan NaOH 0,1 M:

Konsentrasi ion  dalam larutan:

pH larutan:

Buka akses jawaban yang telah terverifikasi

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

9

Tyas Asih

Jawaban tidak sesuai

Iklan

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!