Urutkan
Febe P
18 Agustus 2022 13:50
2
Febe P
18 Agustus 2022 13:50
0
Febe P
18 Agustus 2022 13:43
5
Febe P
18 Agustus 2022 13:29
1
Febe P
18 Agustus 2022 13:18
2
Maiza F
18 Agustus 2022 13:05
2
Febe P
18 Agustus 2022 12:53
0
Febe P
18 Agustus 2022 12:53
1
Christy C
18 Agustus 2022 12:38
3
Yudhistira Y
18 Agustus 2022 07:15
2
Isi kutipan hikayat tersebut adalah ....
2
0.0
Perhatikan kutipan hikayat berikut!
Dinding bilik kerja Anggung Selamat dipenuhi hiasan berbagai bentuk senjata tajam. Ada keris panjang maupun pendek, keris beruk, dan pedang yang lurus maupun pedang bengkok. Ada pula tombak berluk dan tombak biasa. Perisai dengan berbagai bentuk pun tampak tergantung di dinding itu.
Keduanya duduk bersila di atas permadani yang dibentangkan di lantai bilik.
"Wajah Tuan amat murung pagi ini," sapa Anggung Selamat dengan berhati-hati. "Ada apa gerangan?" lanjutnya. Wajah sahabatnya memang amat kusut.
Muda Cik Leman tak segera menjawab. Anggung Selamat menunggu jawaban dan mencoba menerka melalui sepasang mata sahabatnya. Tetapi, Muda Cik Leman selalu melarikan pandangannya ke arah lain. Anggung Selamat pun tidak bermaksud mendesak sahabatnya menjawab pertanyaannya. Ia tahu sifat sahabatnya, keduanya bersahabat sejak lama. Kesenangan maupun kesedihan sering mereka hadapi bersama.
"Gadis Cik Inam bermimpi buruk," akhirnya Muda Cik Leman membuka suara.
Kalimat itu diucapkan Muda Cik Leman dengan pelan, tetapi amat mengejutkan Anggung Selamat. Seketika tumbuh parit-parit kecil di dahinya.
"Mimpi apa?" tanya Anggung Selamat penuh perhatian.
"Banyak pulau bergerak mendekati pantai Muar, kemudian ribuan tabuan datang menyerang kota. Piring makannya pecah. Dan .... ''
"Dan apa?"
"Banjir darah di Negeri Muar," Muda Cik Leman meneruskan seraya menatap mata Anggung Selamat.
"Tidak sejengkal pun tanah yang digenangi darah."
Ternganga mulut Anggung Selamat mendengar cerita Muda Cik Leman. Lalu keduanya saling pandang. Keduanya diam membisu seperti patung.
Dikutip dari: Sudarno Mahyudin, Hikayat Muda Cik Leman, Yogyakarta, Yayasan Putra Jaya bekerja sama dengan Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, 2006
Latar tempat yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut adalah ....
4
2.0
Apa yang terjadi saat Jepang menyerah kepada Sekutu?
2
0.0
Teks tersebut menjelaskan tentang....
4
2.0
Apakah yang dimaksud dengan penampilan tokoh secara analitik?
1
0.0
Siapa saja tokoh dalam kutipan cerita rakyat (hikayat) tersebut?
2
0.0
Interpretasi yang tepat berdasarkan pandangan penulis tentang alasan atau motivasi mamak yang rela mengeluarkan biaya yang mahal untuk pendidikan keponakannya adalah . . .
2
0.0
Adegan tokoh mengenang sejenak peristiwa masa lalu pada alur cerita disebut . . . .
1
0.0
Struktur cerita novel beralur maju adalah . . . .
1
0.0
Berikut ini yang bukan merupakan ketentuan, ciri, atau kriteria teks novel adalah . . .
1
0.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia