Urutkan
Paul P
14 September 2022 11:22
2
Ahn H
14 September 2022 11:22
1
Paul P
14 September 2022 11:22
2
Arjuna A
14 September 2022 08:35
1
Nakula N
14 September 2022 08:28
5
Yudhistira Y
14 September 2022 08:27
5
Nakula N
14 September 2022 08:27
4
Arjuna A
14 September 2022 08:27
1
Suropati S
14 September 2022 08:27
1
Mengapa Rido tidak ingin bersekolah di SMA, tetapi lebih memilih di SMK?
1
4.5
Kutipan tersebut merupakah bagian….
32
2.0
Tulislah sebuah puisi dengan mengikuti langkah langkah berikut!
Gunakan pilihan kata tepat untuk mengungkapkan perasaan-perasaan yang berbeda.
1
5.0
Tulislah sebuah puisi dengan mengikuti langkah langkah berikut!
Tuliskan ide Anda sesuai tema yang telah dipilih.
1
5.0
Berilah tanda-tanda jeda pada puisi berikut!
Cintaku Jauh di Pulau
Karya: Chairil Anwar
Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan oleh-oleh buat si pacar
Angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak 'kan sampai padanya.
Di air yang tenang, di angin yang mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertahta, sambil berkata:
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja".
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
Mengapa ajal memanggil dulu
sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri
(Dikutip dari: Linus Suryadi A.G., Tonggak Antologi Puisi Indonesia Modern 1, Jakarta, Gramedia, 1987)
2
5.0
Tentukan imaji yang digunakan dalam puisi tersebut!
5
5.0
Puisi tepat sesuai ilustrasi tersebut terdapat dalam bait….
1
4.5
Judul buku yang bukan kumpulan puisi terdapat pada opsi ...
1
5.0
Bacalah teks resensi berikut.
Judul: Doa untuk Anak Cucu
Penulis: W.S. Rendra
Penyunting: Edi Haryono
Penerbit: Penerbit Bentang
Kota terbit: Yogyakarta
Tahun: 2013
Cetakan: pertama
Tebal: 97 halaman
Siapa yang tidak kenal alm. W.S. Rendra, sang maestro dalam seni dan sastra. Buku kumpulan puisi ini berisi 22 judul puisi. Buku ini merupakan karya Rendra yang belum pernah diterbitkan sebelumnya.
Puisi pertama berjudul "Gumamku Ya, Allah". Dalam puisi tersebut, Rendra menyampaikan puji-pujian pada keesaan Tuhan. la menggambarkan agama sebagai media bagi manusia untuk berdoa kepada Tuhan meskipun pada dasarnya setiap orang memiliki cara berdoa masing-masing.
Secara umum, puisi-puisi dalam buku ini berisi kritikan Rendra terhadap keadaan ketika dia menulis, seperti puisi yang berjudul "Di mana Kamu De, Na?" yang menggambarkan keadaan Aceh ketika dilanda gempa dan tsunami.
...
di TV kulihat mayat-mayat yang bergelimpangan di jalan
kota dan desa-desa berantakan
alam yang murka
manusia-manusia terdera dan sengsara
...
Dalam puisi-puisinya, Rendra selalu menggunakan kata-kata yang indah dan bermakna tersirat atau simbol walaupun ada beberapa puisi jika dibaca seperti membaca tulisan dengan bahasa sehari-hari. Namun, jika dipahami lebih dalam, kita akan menemukan makna yang luar biasa.
Kehadiran buku kumpulan puisi ini dapat mengobati kerinduan para pencinta sastra, khususnya puisi karya Rendra setelah beliau meninggal. Melalui buku ini, kita dapat mengenang dan mempelajari pemikiran-pemikiran Rendra, sang maestro sastra Indonesia.
(Dikutip dengan perubahan dari Nasril Aril)
Pernyataan yang sesuai dengan isi ulasan tersebut adalah ...
2
5.0
Bacalah teks resensi berikut.
Judul: Doa untuk Anak Cucu
Penulis: W.S. Rendra
Penyunting: Edi Haryono
Penerbit: Penerbit Bentang
Kota terbit: Yogyakarta
Tahun: 2013
Cetakan: pertama
Tebal: 97 halaman
Siapa yang tidak kenal alm. W.S. Rendra, sang maestro dalam seni dan sastra. Buku kumpulan puisi ini berisi 22 judul puisi. Buku ini merupakan karya Rendra yang belum pernah diterbitkan sebelumnya.
Puisi pertama berjudul "Gumamku Ya, Allah". Dalam puisi tersebut, Rendra menyampaikan puji-pujian pada keesaan Tuhan. la menggambarkan agama sebagai media bagi manusia untuk berdoa kepada Tuhan meskipun pada dasarnya setiap orang memiliki cara berdoa masing-masing.
Secara umum, puisi-puisi dalam buku ini berisi kritikan Rendra terhadap keadaan ketika dia menulis, seperti puisi yang berjudul "Di mana Kamu De, Na?" yang menggambarkan keadaan Aceh ketika dilanda gempa dan tsunami.
...
di TV kulihat mayat-mayat yang bergelimpangan di jalan
kota dan desa-desa berantakan
alam yang murka
manusia-manusia terdera dan sengsara
...
Dalam puisi-puisinya, Rendra selalu menggunakan kata-kata yang indah dan bermakna tersirat atau simbol walaupun ada beberapa puisi jika dibaca seperti membaca tulisan dengan bahasa sehari-hari. Namun, jika dipahami lebih dalam, kita akan menemukan makna yang luar biasa.
Kehadiran buku kumpulan puisi ini dapat mengobati kerinduan para pencinta sastra, khususnya puisi karya Rendra setelah beliau meninggal. Melalui buku ini, kita dapat mengenang dan mempelajari pemikiran-pemikiran Rendra, sang maestro sastra Indonesia.
(Dikutip dengan perubahan dari Nasril Aril)
Dalam ulasan buku kumpulan puisi tersebut, yang tidak dikomentari adalah ....
1
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia