Urutkan
Hilman H
22 September 2022 04:16
2
Aisha P
22 September 2022 04:16
1
Ahmad A
22 September 2022 00:46
1
Silmi H
21 September 2022 15:57
1
Bani N
21 September 2022 15:57
3
Hilman H
21 September 2022 15:57
1
Aisha P
21 September 2022 15:57
1
Bani N
21 September 2022 15:57
2
Hilman H
21 September 2022 15:57
1
Aisha P
21 September 2022 15:56
3
Bacalah teks berikut.
Di Indonesia, ilmu sosial-humaniora dipandang sebelah mata, tidak punya otonomi keilmuan, dan hanya dijadikan alat legitimasi kebijakan negara. Maka, alih-alih memangkas jatah ilmu sosial-humaniora dari LPDP, ada baiknya pemerintah menilik terlebih dahulu situasi pendidikan humaniora dan penelitian sosial di Indonesia. Sebagaimana diuraikan oleh Samuel (2010), Dhakidac (2003), Hadiz (2016), Hadiz dan Dhakidae (2006), serta Fansuri (2015), sudah sejak lama ilmu sosial-humaniora di Indonesia berhubungan dengan kekuasaan dalam bentuk kebijakan publik.
Efeknya, ilmu sosial-humaniora tidak punya otonomi keilmuan dan hanya dijadikan alat legitimasi agar kebijakan publik terlihat ilmiah. Kondisi ini semakin parah pasca-Orde Baru karena meskipun cengkeraman negara terhadap ilmu sosial-humaniora sudah jauh berkurang tetapi pasar bebas mulai mendikte perkembangan ilmu sosial-humaniora sebatas menjadi "alat ukur" yang bisa menghasilkan profit.
(Disadur dari: https://tirto.id/kebijakan-lpdp-dan-nasib-ilmu-sosial-humaniora-kita-cCFY, diunduh 19 Februari 2019)
Argumentasi penulis yang sesuai dengan isi kutipan tersebut, kecuali ...
3
4.2
Pesan pengarang dalam puisi disebut....
1
3.0
Tema penggalan puisi tersebut adalah
1
5.0
Masalah yang dapat didiskusikan dari teks tersebut adalah....
5
5.0
"Tapi, apa salah saya, Kyai?" Kadis terlanjur mengajukan pertanyaan itu dan seketika menyesal selama hidupnya tidak pernah membantah gurunya.
"Karena kau tidak belajar apa-apa dari pengajian itu." Perkataan Kyai Dofir kedengaran melengking di telinga Kadis. "Kau pergi mengaji hanya untuk alasan untuk dalih yang dicari-cari supaya kau tidak usah bekerja untuk memberi nafkah pada anak istrimu."
"Tapi, Kyai, selama ini, saya selaku memberi nafkah.
"Ya, memang kau memberi nafkah." suara Kyai Dofir memotong dengan cekatan dan keras, "tapi nafkah itu kau dapat dari hasil meminta-minta pada orang lain. Betul tidak, Kadis?"
("Kadis," Hamzah Rangkuti)
Masalah yang diungkapkan dalam cerita yang diulas tersebut berkaitan dengan nilai ....
1
5.0
Karim: Tapi, aku tidak bisa menjadi pemimpin.
Anwar: Sudah bertahun-tahun berlangsung, sekarang mendadak hilang begitu, apa artinya ini? Kan aku selalu ada. Ini kesempatan yang baik. Orang mendengarkan pidato.
Karim: Tapi, itu bukan perkataanku sendiri yang mereka dengar.
Anwar: Peduli apa, yang penting kan mereka, rakyat, semua senang mendengar apa yang kau ucapkan. Dan sementara itu, kau mendapat kedudukan yang baik. Kau telah mencapai angan-anganmu.
Karim: Itulah yang aku takutkan. Aku takut segala yang telah kucapai ini akan lenyap dan punah kalau mereka tahu.
Anwar: Dan, kau sedang berusaha membuat mereka tahu, insya Allah itu. Dengar, turutilah seperti biasanya segala nasihatku, cukup.
("Bung Besar," Misbach Yusa Biran)
Kelemahan penggalan drama tersebut adalah ...
1
5.0
Sudut pandang yang digunakan pengarang pada cerpen tersebut ialah …
1
5.0
Latar pada penggalan cerpen tersebut adalah …
1
5.0
"Salahkah menurut pendapatmu kalau kami menyembah Tuhan di dunia?" tanya Haji Saleh.
"Tidak, kesalahan engkau karena engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Kau takut masuk neraka. Karena itu, taat sembahyang. Tapi, engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak istrimu sendiri sehingga mereka kocar-kacir selamanya. Inilah kesalahanmu yang terbesar, terlalu egois. Padahal, engkau di dunia ini berkaum, bersaudara semuanya.
(Robohnya Surau Kami, A.A. Navis)
Masalah utama yang dibahas dalam karya tersebut berkaitan dengan nilai ....
7
5.0
Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan saat menyampaikan cerita, kecuali …
1
2.7
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia