Urutkan
Anji V
31 Januari 2023 06:44
1
Lily S
31 Januari 2023 06:44
2
Tissa Y
31 Januari 2023 06:44
3
Jiny B
31 Januari 2023 06:44
1
Anji V
31 Januari 2023 06:44
1
Tissa Y
31 Januari 2023 06:44
1
Lily S
31 Januari 2023 06:44
3
Tissa Y
31 Januari 2023 06:44
2
Anji V
31 Januari 2023 06:44
1
Kutipan artikel berikut untuk soal nomor 1—5.
Mencipta Lebih Banyak Unicorn
Istilah unicorn tiba-tiba populer. Sebagian besar masyarakat belum tahu istilah unicorn. Istilah ini merujuk pada perusahaan rintisan (startup) yang telah memiliki aset di atas satu miliar dolar AS; Jadi, tidak banyak perusahaan yang bisa menyandang status unicorn. Di dunia ada sembilan unicorn, empat di antaranya di Indonesia yaitu GO-JEK, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.
Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan akan menciptakan lebih banyak unicorn. Namun, ambisi tersebut tidak mudah. Di Indonesia masih kekurangan wirausaha, apalagi kategori unicorn. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM pada 2018, hanya terdapat 3,1 persen wirausaha di Indonesia. Walaupun melebihi standar intemasional, yaitu 2 persen, angka ini masih jauh di bawah Malaysia (5 persen) dan Singapura (7 persen).
Ada beberapa faktor yang memengaruhi jumlah wirausaha di Indonesia yang belum banyak. Salah satu faktor tersebut adalah sulitnya memulai usaha. Dalam Indeks Kemudahan Berbisnis Bank Dunia, Indonesia menempati posisi ke-72 dari 190 negara pada tahun 2018.
Untuk menciptakan unicorn baru diperlukan beberapa faktor. Faktor tersebut adalah sumber daya manusia (SDM). Selain SDM, faktor lain yang memengaruhi penciptaan unicorn baru adalah infrastruktur telekomunikasi (tol langit) yang melengkapi tol darat dan laut. Tol langit adalah pembangunan serat optik sepanjang 36.000 kilometer. Pembangunan serat optik kemudian dibagi-bagi dalam lingkar-lingkar kecil per wilayah yang kemudian dikenal dengan nama Palapa Ring (PR).
Menciptakan unicorn tidaklah mudah. Unicorn membutuhkan jumlah wirausaha yang banyak. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia menciptakan sumber daya manusia dan melengkapi infrastruktur telekomunikasi agar tercipta unicorn baru.
Disadur dari: http://www.koran-jakarta,com/mencipta-lebih-banyak-unicorn/, diunduh 26 Februari 2019
Struktur isi artikel ditunjukkan oleh paragraf...
3
5.0
Apa bentuk rima puisi tersebut?
2
5.0
Bacalah teks berikut!
"Ada apa, Ping?"
"Kurasa Vino salah paham sampai marah terhadapmu, Bel. Pasti yang dia pergoki waktu itu adalah aku dan Kenny. Dia bilang anak metal karena Kenny rambutnya agak gondrong. lya, kan?' Pingkan berkata dengan suara yang menggebu-gebu.
Bella terdiam sejenak. Sedetik kemudian... "Oh, iya! Kamu betul Ping. Dia memang nggak tahu kaJau aku punya saudara kembar, "ucap Bella sambil menepuk jidatnya yang luas. Giliran Pingkan yang merajuk.
"Kamu jahat Bel Masa nggak karnu akui saudara kembarmu!"
"Sory Ping Habis aku takut kalau nanti kamu kecantol ama dia," jawab Bella sambil tersipu.
Peristiwa yang terjadi pada penggalan cerpen tersebut termasuk pada bagian. . . .
3
5.0
Jenis tulisan yang berisi pendapat, gagasan, pikiran, atau kritik terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat, biasanya ditulis dengan bahasa ilmiah populer disebut ...
1
3.3
Buatlah percakapan teks negosiasi tentang jual beli barang!
5
4.6
Jelaskan pengertian negosiasi!
2
5.0
Perhatikan kutipan berikut!
"Piiit, mana jilbab Kakak?" tanya kakak dari kamarnya.
"Emang kenapa? lni 'kan jilbabku juga," kata Pipit tak mau kalah.
"Ada apa sih kok ribut terus? Kamu ngalah dong, Kak!" seru Ibu.
"Ah, ibu pasti membela Pipit terus, kan?."
"Bukan membela, tapi..."
"Sudah, sudah, tiap hari yang diributin, kok, jilbaaaab terus! Kalian kan muslimah berjilbab, tunjukkan dong akhlak yang baik, nggak kaya sekarang, tiap pagi mesti ngeributin jilbab, jilbaaaab terus! Mending kalian nggak usah pake jilbab sekalian!" kata Ayah yang sudah mulai kehilangan kesabaran.
Kakak dan Pipit diam tertunduk. Segumpal penyesalan menyesakkan dada mereka masing-masing.
('Jilbab', Virgorini D. Fatayati)
Tema yang dikembangkan dalam penggalan cerita tersebut berkaitan dengan . . . .
2
5.0
Perhatikan teks cerpen berikut!
"Salahkah menurut pendapatmu jika menyembah Tuhan di dunia?" tanya Haji Saleh.
"Tidak. Kesalahan engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Kau takut masuk neraka. Karena itu, kau taat bersembahyang, tetapi engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak istrimu."
("Robohnya Surau Kami", A.A. Navis)
Nilai keagamaan yang dibahas dalam penggalan cerpen di atas adalah . . .
1
5.0
Viralnya video kekerasan antara murid dan guru memberi bukti baru betapa kekerasan terjadi akrab dilakukan di sekolah. Dalam banyak kasus, pelaku bukan hanya murid, melainkan juga guru atau mereka yang menjadi representasi lembaga pendidikan atas alasan yang kadang sepele. Respons mayoritas masyarakat terutama orang tua atau wali murid melihat kasus tersebut ialah mengutuk perilaku itu. Selain itu, mereka membandingkan dengan relasi murid/guru/sekolah di masa sebelumnya yang dianggap lebih baik. Masa yang jarang ditemukan peristiwa murid menentang gurunya semasif saat ini. Respons lain menyalahkan perkembangan teknologi yang dipandang menjadi penyebab anak kehilangan adab dan akhlak baik.
Disadur dari: http://mediaindonesia.com/read/detail/219033-damai-sejak-dari-rumah, diunduh 26 Februari 2019
Pemyataan yang sesuai dengan teks editorial tersebut adalah ...
2
4.3
Perhatikan puisi berikut ini!
Negeriku Hari ini
Aprilia Ika
Orang-orang turun ke jalan bukan untuk membuat sejarah
Tapi ada suara yang harus didengar
Lebih baik negara hidup monoton tanpa kisah
Daripada harus ada bertumpahan darah
Kejayaan mana yang setara dengan nyawa
Ke mana mereka harus mengadu
Apakah raga itu direlakan begitu saja
Semua duka telah kita rasakan
Semoga lekas membaik
lbu pertiwi
Dikutip dari: Himpunan Mahasiswa Sastra Arab UNS 2019,"Negeriku Hari Ini" dalam Sajak-sajak Pulang, Sidoarjo, Citra Airiz, 2019
Nilai keindahan berupa gaya bahasa puisi tersebut adalah ....
2
4.6
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia