Urutkan
“Trimaaah!” Suara Ndoro Den Ayu Suryo menggema di rumah itu. Trimah kaget. Dia sedang mengepel lantai dapur. Mungkin terlalu lama karena sambil mengepel dia mengikuti suara gending yang disuarakan oleh Nyi Condrolukito, favoritnya.
“Dalam, Ndorooo,” ucap Trimah, dan dia meletakkan lap pel di ember. Lalu dia cepat-cepat menemui Ndoro Den Ayu Suryo.
“Kalau sudah selesai mengepel lantai, kamu bersihkan ruang makan, ya?”
“Sendiko, Ndoro.”
“Cepat ya Nduk.”
“Sendiko”
Trimah tersenyum. Bibir yang tipis membentuk lubang yang mungil.
“Ah, aku dulu digadang Bapak menjadi waranggono.
Kalimat berupa kritik yang sesuai dengan isi kutipan tersebut adalah …
2
0.0
Membaca adalah kegiatan yang dapat menambah wawasan kita, untuk itu bacalah karangan “pengaruh membaca bagi kesehatan jiwa dan raga”.
Penulisan judul karangan dalam kalimat tersebut tidak tepat, perbaikannya adalah …..
1
0.0
|
Dalam kegiatan manajemen, faktor waktu sering dilupakan. Ada anggapan bila waktu mudah diatur. Dengan mesin absensi memang waktu kerja pegawai bisa dikontrol yang intensitas kerja mereka sebenarnya belum bisa dipastikan. Hal ini tidak dapat dipastikan dengan mesin di mana intensitas pemanfaatan waktu kerja tidak bisa direkam dengan mesin itu. |
Kata penghubung yang tepat untuk meperbaiki kata yang bercetak miring pada paragraf tersebut adalah...
1
0.0
Kawasan “The Bukit” di Ancol, dibangun sangat sedikit, yaitu di atas lahan seluas kurang lebih 5,4 hektare. Kualitas bahan bangunan lebih kuat arsitektur atau desain premium dengan item-item pilihan yang diciptakan untuk kenyamanan penghuninya, seperti Air Cushron, Roof Garden, Light Steel Roof Frame, Solar Water Heater, Water Treatment Plan Instalation, Roof Tank, dan lain sebagainya. Sebagian kawasan itu sekarang sedang berdiri dengan megahnya.
Frase yang tepat untuk memperbaiki frase yang tercetak miring pada paragraf tersebut adalah ….
1
0.0
Cermati kutipan novel berikut!
Dan kebetulan, aku dan Arai berda di garda depan. Aku urutan ketiga, Arai kelima. Adapun Jimbron, memepersembahkan nomor kursi 78 untuk Pendeta Geo. Biasanya acara pembagian rapik akan berakhir dengan maki-makian kasar orang tua pada anak-anaknya di bawah jajaran pohon bungur di depan aula tadi.
"Berani-beraninya kaududukkan bapakmu di kursi nomor 147! Apa kerjamu di sekolah selama ini?"
"Bikin malu! Semester depan kau cari orang lain untuk mengambil rapormu!"
Metode Pak Mustar memang keras, tapi efektif. Anak-anak yang dimaki bapaknya itu biasanya belajar jungkir balik dalam rangka memperkecil nomor kursinya. Mereka sadar bahwa muka bapaknya dipertaruhkan langsung di depan majelis.
dikutip dari: Andrea Hirata, "Baju Safari Ayahku" dalam Sang Pemimpi, Yogyakarta, Bentang, 2008.
Hubungan unsur intrinsik dalam kutipan novel tersebut adalah ...
10
2.3
Perhatikan paragraf berikut!
Nayian rakyat (folksong) merupakan salah satu sastra tradisional yang sering dikenal dan dinyanyikan hingga kini. Nyanyian rakyat dapat melekat dalam hati anggota masyarakat karena mereka terbiasa mendengarkan nyanyian itu sejak kecil. Saat kanak-kanak pun mereka ikut menyanyikannya. Nyanyian rakyat merupakan salah satu jenis nyanyian yang biasa dinyanyikan oleh ibu-ibu atau orang tua kepada anak-anaknya.
Dikutip dari: Burhan Nurgiyanto, Sastra Anak Pengantar Dunia Anak, Yogyakarta, Gadjah Mada University Press, 2005
Kalimat tanggapan yang tepat berdasarkan kutipan tersebut adalah...
1
5.0
Cermati kutipan novel berikut!
Sebagai pimpinan, baik Sayid maupun Syuhainie, tidak pernah menunjukkan lelaku mentang-mentang berkuasa. Mereka tidak sok berkuasa, yang harus dilayani dan didengarkan dengan patuh. Kalaupun mereka mengamuk atau marah-marah, tentulah demi kepentingan dan masa depan kami-anak-anak muda-yang sedang getol-getolnya belajar. Tak ada kesan menggurui. Tak ada mimik merasa paling bisa. Begitu akrab, begitu hangat. Laksana abang-adik saja. Pada akhirnya, setelah melebar ke mana-mana, Sayid mewariskan nasihat yang kelat kujadikan "azimat hati", tiga hal utama yang harus kulakukan sepanjang hayat" "memikirkan", "merasakan", dan "melakukan".
dikutip dari: Khrisna Pabicha, Surat Dahlan, Jakarta, Noura Books, 2013
Amanat dalam kutipan novel tersebut adalah...
1
4.6
Kutipan cerpen berikut untuk soal nomor 23 dan 24.
Di kampung itu tidak ada yang tidak tahu Kaji Ali. Bukan karena lelaki setengah baya dengan kumis tipis serta berjenggot tebal dan panjang itu adalah satu dari tiga orang di kampung yang sidah sampai Makkah pada musim haji, melainkan karena kedermawanannya. Dia adalah orang yang paling ringan tangan. Dia tak segan mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah untuk renovasi masjid. Dia tak ragu menyumbangkan bekarung-karung semen untuk membantu Maj Ijah (janda miskin datang beberapa bulan yang lalu) dan memperbaiki rumahnya. Dan, dialah tujuan orang-orang yang sedang kesulitan keuangan. Dia memberi mereka pinjaman. Dan, tak pernah menagihnya.
karya: Farid Helmi.”Karpet Merah Kaji Ali”
Dikutip dari: http://cepenminggu.wordpress.com/2011/11/23/39/#repost, diunduh 7 Februari 2018
Nilai Moral dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...
1
3.6
Kutipan cerpen berikut untuk soal nomor 23 dan 24.
Di kampung itu tidak ada yang tidak tahu Kaji Ali. Bukan karena lelaki setengah baya dengan kumis tipis serta berjenggot tebal dan panjang itu adalah satu dari tiga orang di kampung yang sidah sampai Makkah pada musim haji, melainkan karena kedermawanannya. Dia adalah orang yang paling ringan tangan. Dia tak segan mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah untuk renovasi masjid. Dia tak ragu menyumbangkan bekarung-karung semen untuk membantu Maj Ijah (janda miskin datang beberapa bulan yang lalu) dan memperbaiki rumahnya. Dan, dialah tujuan orang-orang yang sedang kesulitan keuangan. Dia memberi mereka pinjaman. Dan, tak pernah menagihnya.
karya: Farid Helmi.”Karpet Merah Kaji Ali”
Dikutip dari: http://cepenminggu.wordpress.com/2011/11/23/39/#repost, diunduh 7 Februari 2018
Watak tokoh Kaji Ali dalam kutipan cerpen tersebut adalah...
1
2.0
|
Novel Atheis ini sangat menarik, berlatar budaya daerah Priangan, Jawa Barat, pada masa perang dunia kedua. Inti permasalahan dalam novel ini menyajikan benturan dua dunia, yaitu antara “dunia lama” dengan “dunia modern”. Dunia lama diwakili oleh segolongan masyarakat yang masih menganut paham tradisional dengan pola pikir kosmosentris, taat beribadah kepada Tuhan, dan sangat relgius. Dunia modern diwakili oleh sekelompok masyarakat yang menganut paham kebudayaan modern dengan pola pikir antroposentris, agresif, dan atheis. Posisi tokoh utama Hasan berada dalam situasi terjepit antara dua dunia dengan perangkat nilai yang berbeda. |
Kallimat esai yang sesuai dengan penjelasan tersebut adalah...
1
1.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia