Roboguru

Reaksi: Ag+(aq)+Cl−(aq)→AgCl(s) merupakan reaksi redoks. SEBAB Bilangan oksidasi Ag turun dari +1 menjadi 0 dan bilangan oksidasi Cl naik dari -1 menjadi 0.

Pertanyaan

Reaksi: Ag to the power of plus sign left parenthesis italic a italic q right parenthesis plus Cl to the power of minus sign left parenthesis italic a italic q right parenthesis yields Ag Cl open parentheses italic s close parentheses merupakan reaksi redoks.

SEBAB

Bilangan oksidasi Ag turun dari +1 menjadi 0 dan bilangan oksidasi Cl naik dari -1 menjadi 0.space

  1. Jika pernyataan benar, alasan benar, dan keduanya menunjukkan hubungan sebab akibat.space

  2. Jika pernyataan benar, alasan benar, tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab akibat.space

  3. Jika pernyataan benar dan alasan salah.space

  4. Jika pernyataan salah dan alasan benar.space

  5. Jika pernyataan dan alasan keduanya salah.space

Pembahasan Soal:

Reaksi redoks merupakan reaksi yang terdiri dari reaksi oksidasi dan reduksi secara simultan. Suatu zat mengalami reaksi oksidasi atau reduksi dapat diketahui salah satunya melalui perubahan bilangan oksidasi.

Perhatikan biloks masing-masing unsur pada reaksi tersebut:

Ag to the power of plus sign left parenthesis italic a italic q right parenthesis plus Cl to the power of minus sign left parenthesis italic a italic q right parenthesis yields Ag Cl open parentheses italic s close parentheses bold plus bold 1 bold space bold space bold space bold space bold space bold space bold space bold space bold space bold minus sign bold 1 bold space bold space bold space bold space bold space bold space bold space bold space bold plus bold 1 bold minus sign bold 1

Terlihat bahwa Ag dan Cl tidak mengalami perubahan biloks, sehingga reaksi tersebut bukan reaksi redoks. 

Dengan demikian, kalimat pernyataan dan kalimat sebab keduanya salah.

Jadi, jawaban yang benar adalah E.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

B. Rohmawati

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Semarang

Terakhir diupdate 01 Oktober 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Amati persamaan reaksi berikut: MnO2​(s)+KClO3​(aq)+KOH(aq)→KCl(aq)+K2​MnO4​(aq)+H2​O(l)  Tentukanlah: a.  Bilangan oksidasi masing-masing unsur yang terlibat.

Pembahasan Soal:

Diketahui ketentuan umum bilangan oksidasi

  • Biloks unsur bebas (Contoh : Ne, H2) adalah 0
  • Biloks ion monoatom sama dengan muatannya
  • Biloks unsur golongan IA, IIA, adalah +1, dan +2 berturut-turut
  • Biloks H adalah +1, kecuali pada senyawa hidrida contoh NaH adalah -1
  • Biloks O adalah -2 kecuali pada peroksida -1
  • Biloks Cl umumnya -1 kecuali pada senyawa Cl dengan O
  • Biloks unsur golongan transisi lebih dari satu dan ditentukan tergantung senyawanya
  • Jumlah biloks senyawa netral = 0

Menghitung biloks Mn pada senyawa MnO2
table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell Biloks space Mn plus left parenthesis 2 cross times biloks space O right parenthesis end cell equals 0 row cell Biloks space Mn plus left parenthesis 2 cross times left parenthesis minus sign 2 right parenthesis right parenthesis end cell equals 0 row cell Biloks space Mn minus sign 4 end cell equals 0 row cell Biloks space Mn end cell equals cell plus 4 end cell end table 

Menghitung biloks Mn pada senyawa K2MnO4
table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell left parenthesis 2 cross times biloks space K right parenthesis plus biloks space Mn plus left parenthesis 4 cross times biloks space O right parenthesis end cell equals 0 row cell left parenthesis 2 cross times left parenthesis plus 1 right parenthesis right parenthesis plus biloks space Mn plus left parenthesis 4 cross times left parenthesis minus sign 2 right parenthesis right parenthesis end cell equals 0 row cell left parenthesis plus 2 right parenthesis plus Biloks space Mn minus sign 8 end cell equals 0 row cell Biloks space Mn minus sign 6 end cell equals 0 row cell Biloks space Mn end cell equals cell plus 6 end cell end table 

Menghitung biloks Cl pada senyawa KClO3
table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell Biloks space K and biloks space Cl plus left parenthesis 3 cross times biloks space O right parenthesis end cell equals 0 row cell left parenthesis plus 1 right parenthesis plus Biloks space Cl plus left parenthesis 3 cross times left parenthesis minus sign 2 right parenthesis right parenthesis end cell equals 0 row cell left parenthesis plus 1 right parenthesis plus Biloks space Cl minus sign 6 end cell equals 0 row cell Biloks space Cl minus sign 5 end cell equals 0 row cell Biloks space Cl end cell equals cell plus 5 end cell row blank blank blank end table 

  

Jadi,

begin mathsize 14px style Biloks space Mn equals plus 4 space dan space plus 6 Biloks space Cl equals plus 5 space dan space minus sign 1 Biloks space K equals plus 1 Biloks space O equals minus sign 2 Biloks space H equals plus 1 end style  undefined

0

Roboguru

Periksalah reaksi berikut ini tergolong reaksi redoks atau bukan. Zn+2HCl→ZnCl2​+H2​

Pembahasan Soal:

Aturan penentuan bilangan oksidasi:

  • Biloks unsur bebas adalah 0.
  • Biloks ion monoatom (1 atom) dan poliatom (lebih dari 1 atom) sesuai dengan jenis muatan ionnya.
  • Biloks unsur pada golongan logam IA, IIA, dan IIIA sesuai dengan golongannya
  • Biloks unsur golongan transisi (golongan B) lebih dari satu.
  • Jumlah biloks unsur-unsur yang membentuk ion = jumlah muatannya.
  • Jumlah biloks unsur-unsur yang membentuk senyawa = 0.
  • Biloks H bila berikatan dengan logam = -1. Bila H berikatan dengan non-logam = +1.
  • Biloks O dalam senyawa proksida = -1. Bilangan oksidasi O dalam senyawa non peroksida = -2.

Berdasarkan aturan penentuan bilangan biloks, maka pada reaksi dapat ditentukan:
 

 


Reaksi termasuk reaksi redoks karena mengalami reaksi oksidasi pada Zn dan reaksi reduksi pada H.

Jadi, jawaban yang benar reaksi tersebut tergolong reaksi redoks. 

0

Roboguru

Tentukan reaksi berikut tergolong reaksi redoks atau bukan redoks! I2​+H2​S→2HI+S

Pembahasan Soal:

Aturan penentuan bilangan oksidasi:

  • Biloks unsur bebas adalah 0.
  • Biloks ion monoatom (1 atom) dan poliatom (lebih dari 1 atom) sesuai dengan jenis muatan ionnya.
  • Biloks unsur pada golongan logam IA, IIA, dan IIIA sesuai dengan golongannya
  • Biloks unsur golongan transisi (golongan B) lebih dari satu.
  • Jumlah biloks unsur-unsur yang membentuk ion = jumlah muatannya.
  • Jumlah biloks unsur-unsur yang membentuk senyawa = 0.
  • Biloks H bila berikatan dengan logam = -1. Bila H berikatan dengan non-logam = +1.
  • Biloks O dalam senyawa proksida = -1. Bilangan oksidasi O dalam senyawa non peroksida = -2.

Berdasarkan aturan penentuan bilangan biloks, maka pada reaksi dapat ditentukan:
 

 


Reaksi termasuk reaksi redoks karena mengalami reaksi oksidasi pada S dan reaksi reduksi pada I.

Jadi, jawaban yang benar reaksi tersebut tergolong reaksi redoks. 

0

Roboguru

Tentukan apakah reaksi berikut merupakan reaksi redoks atau bukan. Jika reaksi redoks, tentukan reduktor, oksidator, hasil reduksi, dan hasil oksidasinya. b.Ca(HCO3​)2​+Na2​CO3​→CaCO3​+NaHCO3​

Pembahasan Soal:

Reaksi redoksi adalah persamaan reaksi kimia yang mengandung reaksi oksidasi dan reaksi reduksi sekaligus. Untuk mengetahui apakah suatu reaksi merupakan reaksi redoks, salah satu caranya adalah dengan menentukan bilangan oksidasi (biloks) masing-masing atom dan mengamati apakah ada perubahan.

Kita hitung biloks masing-masing unsur dalam reaksi tersebut:

  • Biloks unsur golongan IIA = +2
  • Biloks unsur O secara umum = -2 kecuali pada senyawa peroksida, superoksida dan OF2
  • Biloks unsur H secara umum = +1 kecuali pada senyawa hidrida
  • Biloks unsur C pada ion CO32  yaitu: 

BiloksC+(3×biloksO)BiloksC+(3×(2))BiloksC6BiloksC====222+4 

 

  
 

Berdasarkan reaksi tersebut, tidak ada perubahan biloks unsur-unsur dalam reaksi.

Jadi, reaksi Ca(HCO3)2+Na2CO3CaCO3+NaHCO3 bukan merupakan reaksi redoks.

0

Roboguru

Tentukan reaksi berikut tergolong reaksi redoks atau bukan redoks! Pb(NO3​)2​+2KI→PbI2​+2KNO3​

Pembahasan Soal:

Aturan penentuan bilangan oksidasi:

  • Biloks unsur bebas adalah 0.
  • Biloks ion monoatom (1 atom) dan poliatom (lebih dari 1 atom) sesuai dengan jenis muatan ionnya.
  • Biloks unsur pada golongan logam IA, IIA, dan IIIA sesuai dengan golongannya
  • Biloks unsur golongan transisi (golongan B) lebih dari satu.
  • Jumlah biloks unsur-unsur yang membentuk ion = jumlah muatannya.
  • Jumlah biloks unsur-unsur yang membentuk senyawa = 0.
  • Biloks H bila berikatan dengan logam = -1. Bila H berikatan dengan non-logam = +1.
  • Biloks O dalam senyawa proksida = -1. Bilangan oksidasi O dalam senyawa non peroksida = -2.

Berdasarkan aturan penentuan bilangan biloks, maka pada reaksi dapat ditentukan:
 

 


Reaksi termasuk reaksi bukan redoks karena tidak mengalami reaksi oksidasi dan reaksi reduksi.

Jadi, jawaban yang benar reaksi tersebut tergolong reaksi bukan redoks. 

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved