Pemanfaatan reaksi redoks sebagai sumber arus searah dipelopori oleh Luigi Galvani (1780) dan Alessandro Volta (1800) melalui percobaannya. Perangkat yang diciptakan dikenal dengan sebutan sel Volta atau sel Galvani. Elektrode tempat terjadinya reaksi oksidasi disebut anode, sedangkan elektrode tempat terjadinya reaksi reduksi disebut katode. Adanya arus listrik yang mengalir dari katode ke anode diakibatkan oleh beda potensial antara anode dan
katode.
Nilai potensial elektrode dapat digunakan untuk mengetahui daya oksidasi dan daya reduksi suatu zat. Semakin positif nilai potensial reduksi suatu zat, berarti zat tersebut semakin mudah mengalami reduksi, dan itu berarti zat tersebut akan menjadi oksidator kuat. Sebaliknya, semakin negatif nilai potensial reduksi suatu zat, berarti zat tersebut semakin mudah mengalami oksidasi, dan itu berarti zat tersebut akan menjadi reduktor kuat. Jadi, semakin positif nilai potensial reduksi standar suatu zat, semakin kuat daya oksidasinya (oksidator kuat) dan sebaliknya, semakin negatif nilai potensial reduksi standar suatu zat, semakin kuat daya reduksinya (reduktor
kuat).
Katode = reduksi = mengendap, sedangkan anode = oksidasi = larut. Berdasarkan data potensial reduksi standar, maka:

Logam yang larut hanya
, artinya logam
mengalami oksidasi jika dilarutkan ke dalam larutan
Reaksi yang terbentuk adalah
Jadi, jawaban yang benar adalah
D.