Iklan

Pertanyaan

Contoh pemanfaatan bioteknologi konvensional yang banyak dilakukan oleh masyarakat . . .

Contoh pemanfaatan bioteknologi konvensional yang banyak dilakukan oleh masyarakat . . .  

  1. Pembuatan tape dari bahan singkong atau ketan undefined 

  2. Memproduksi vaksin dari bakteri atau virus undefined 

  3. Memperbanyak tanaman melalui teknik kultur jaringan undefined 

  4. Memproduksi insulin dari bakteri undefined 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

20

:

36

:

15

Klaim

Iklan

L. Anggraeni

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Ahmad Dahlan

Jawaban terverifikasi

Jawaban

pilihan jawaban yang tepat adalah A.

pilihan jawaban yang tepat adalah A. undefined 

Pembahasan

Bioteknologi konvensional merupakan proses bioteknologi sederhana dengan memanfaatkan mikroba, proses biokimia dan genetika secara alami. Bioteknologi konvensional ini sudah dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat sejak zaman dahulu, walaupun tanpa sebutan bioteknologi untuk pembuatan alkohol, pembuatan anggur, dan berbagai produk lainnya. Contoh proses bioteknologi konvensional adalah fermentasi dan hidroponik. Berikut adalah contoh produk bioteknologi konvensional antara lain : Anggur dan bir , dari bahan mentah biji sereal (semisal gandum) dengan agen hayati khamir dari jenis Aspergillus oryzae . Roti , dari bahan dasar biji sereal (gandum) dengan agen hayati berupa khamir dari jenis Saccharomyces cerevisiae . Keju , dari bahan dasar susu murni dengan agen hayati kelompok bakteri asam laktat (dari genus: Lactobacillus dan Streptococcus ) yang memfermentasi laktosa menjadi asam laktat. Juga terkadang digunakan jamur Penicillium camembert dan Penicillium requefort. Yoghurt , dari bahan dasar susu segar dengan agen hayati bacteri asam laktat dari jenis Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophylus. Mentega , dari bahan dasar susu segar dengan agen hayati bacteri dari jenis Streptococcus lactis dan Leuconostoc Antibiotik pinisilin , memanfaatkan kemampuan jamur Penicillium notatum dan Penicillium crysogenum untuk mensintesis antibiotik (ditemukan Alexander Fleming, 1926). Sauerkraut , dari bahan dasar sayuran menggunakan agen hayati bacteri asam laktat Nata de coco , dari bahan dasar air kelapa menggunakan jasa agen hayati Acetobacter xyllinum. Tempe , dari bahan dasar kedelai menggunakan bantuan jenis jamur Rhizopus stoloniferus. Kecap , dari bahan dasar kedelai menggunakan agen hayati jamur Aspergillus wentii . Tapai , dari bahan dasar singkong atau sereal seperti beras ketan menggunakan agen hayati Saccharomyces cerevisiae. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A .

Bioteknologi konvensional merupakan proses bioteknologi sederhana dengan memanfaatkan mikroba, proses biokimia dan genetika secara alami. Bioteknologi konvensional ini sudah dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat sejak zaman dahulu, walaupun tanpa sebutan bioteknologi untuk pembuatan alkohol, pembuatan anggur, dan berbagai produk lainnya. Contoh proses bioteknologi konvensional adalah fermentasi dan hidroponik.

Berikut adalah contoh produk bioteknologi konvensional antara lain :

  • Anggur dan bir, dari bahan mentah biji sereal (semisal gandum) dengan agen hayati khamir dari jenis Aspergillus oryzae.
  • Roti, dari bahan dasar biji sereal (gandum) dengan agen hayati berupa khamir dari jenis Saccharomyces cerevisiae.
  • Keju, dari bahan dasar susu murni dengan agen hayati kelompok bakteri asam laktat (dari genus: Lactobacillus dan Streptococcus) yang memfermentasi laktosa menjadi asam laktat. Juga terkadang digunakan jamur Penicillium camembert dan Penicillium requefort.
  • Yoghurt, dari bahan dasar susu segar dengan agen hayati bacteri asam laktat dari jenis Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophylus.
  • Mentega, dari bahan dasar susu segar dengan agen hayati bacteri dari jenis Streptococcus lactis dan Leuconostoc
  • Antibiotik pinisilin, memanfaatkan kemampuan jamur Penicillium notatum dan Penicillium crysogenum untuk mensintesis antibiotik (ditemukan Alexander Fleming, 1926).
  • Sauerkraut, dari bahan dasar sayuran menggunakan agen hayati bacteri asam laktat
  • Nata de coco, dari bahan dasar air kelapa menggunakan jasa agen hayati Acetobacter xyllinum.
  • Tempe, dari bahan dasar kedelai menggunakan bantuan jenis jamur Rhizopus stoloniferus.
  • Kecap, dari bahan dasar kedelai menggunakan agen hayati jamur Aspergillus wentii.
  • Tapai, dari bahan dasar singkong atau sereal seperti beras ketan menggunakan agen hayati Saccharomyces cerevisiae.

Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A. undefined 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

4

Iklan

Pertanyaan serupa

Sebutkan mikroorganisme yang digunakan dalam pembuatan produk pangan di bawah ini! Tape Yoghurt Keju Tempe Oncom Kecap Roti Minuman beralkohol

6

4.9

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia