Urutkan
Nicko R
26 April 2023 13:29
2
Hanif N
19 April 2023 05:52
13
Paquita Z
16 April 2023 07:39
4
Jessenia N
11 April 2023 03:20
1
Najahi N
10 April 2023 18:15
2
Salma N
09 April 2023 06:21
1
Chinor J

08 April 2023 06:48
2
Apa yang dimaksud dengan kesetaraan sosial?
2
5.0
Masyarakat Indonesia yang menentang masuknya budaya asing yang tidak sesuai merupakan contoh dari konflik ...
1
4.3
Integrasi sosial yang terwujud dalam wujud kehidupan masyarakat yang paling mendasar, yaitu keluarga. Pengertian dari keluarga adalah ...
1
4.6
Kemukakan contoh integrasi yang tinggi yang terjadi di masyarakat!
2
3.6
Apa yang dimaksud dengan prinsip demokrasi partisipatif ....
1
4.6
Penelitian sosial memberikan manfaat luas, baik bagi masyarakat maupun pemerintah. Salah satu manfaat laporan hasil penelitian bagi pemerintah adalah ....
3
3.6
Ungkapan "Indonesia adalah bangsa yang ramah" merupakan salah satu pandangan positif yang didasarkan pada bangsa Indonesia. Contoh tersebut merupakan bentuk lain dari ....
2
5.0
Komnas Perempuan Mencatat 16.217 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan pada 2015
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengeluarkan Catatan Tahunan (Catahu) 2016.
Catatan ini diluncurkan setiap tahun bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional 8 Maret, dan mencatat beragam kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi sepanjang 2015.
"Dari sisi pola, bentuk dan angka, kekerasan terhadap perempuan semakin meluas," ujar Ketua Komnas Perempuan, Azrianan, di kantor Komnas Perempuan, Jakarta Pusat, Senin (7/3/2016).
Data Komnas Perempuan menunjukkan, sepanjang 2015 kekerasan tidak hanya terjadi di wilayah domestik, melainkan telah meluas di berbagai ranah termasuk di wilayah publik.
"Ini ada kaitannya dengan peraturan daerah yang diskriminatif, peristiwa intoleransi agama, kebijakan hukuman mati, penggusuran, konflik politik.” kata Azriana.
Menurut penuturan Azriana, persoalan kekerasan perempuan bisa dibagi dalam 3 ranah, yakni wilayah relasi personal, komunitas dan negara.
Berdasarkan jumlah kasus yang didapat dari 232 lembaga mitra Komnas Perempuan di 34 provinsi, terdapat 16.217 kasus yang berhasil didokumentasikan.
Kekerasan terhadap perempuan yang paling menonjol kekerasan terjadi di ranah personal. Catahu 2016 menunjukkan terjadi kenaikan data jenis kekerasan seksual di ranah personal dibanding tahun sebelumnya, yakni 11.207 kasus.
Di ranah komunitas, terdapat 5.002 kasus kekerasan terhadap perempuan. Sebanyak 1.657 kasus di antaranya jenis kekerasan seksual.
Temanya pun meluas, yakni pekerja seks online, mucikari, selebriti pekerja seks, cyber crime, biro jodoh yang dinilai berkedok syariah, dan penyedia layanan perkawinan siri.
Sementara di ranah negara, aparat negara masih menjadi pelaku langsung atau melakukan pembiaran pada saat peristiwa pelangaran HAM terjadi.
Komnas Perempuan mencatat ada 8 kasus yang melibatkan negara. Di antaranya 2 kasus pemalsuan akta nikah di Jawa Barat dan 6 kasus lainnya terjadi di Nusa Tenggara Timur terkait perdagangan orang atau trafficking.
Pada kasus pelanggaran HAM masa lalu, terdapat kekerasan seksual dan stigmatisasi terhadap perempuan yang masih berlangsung hingga kini.
"Melihat fakta-fakta tersebut, penting bagi negara untuk hadir secara maksimal, terlibat dalam hal pencegahan, penanganan serta tindakan strategis untuk menjamin rasa aman korban," ucap Azrianan.
Sebagian besar data yang terdapat pada Catahu 2016 ini bersumber dari pengaduan yang berasal dari pengaduan korban ke lembaga-lembaga negara, organisasi pendamping korban, maupun pengaduan langsung ke Komnas Perempuan.
(Sumber:http://nasional.kompas.com/read/2016/03/07/17453241/Komnas.Perempuan.Mencatat.16.217.Kasus.Kekerasan.terhadap.Perempuan.pada.2015 diakses pada16 Desember 2016 pada pukul 09.04 WIB)
Berdasarkan wacana tersebut, apakah ada bentuk masalah sosial? jelaskan!.
3
4.3
Mengapa marginalisasi dikategorikan sebagai bentuk dari ketidakadilan? Jelaskan pendapat Anda!.
10
4.0
Seorang individu melakukan tindakan perilaku menyimpang karena hasil ia belajar semasa kecil, ia melihat orang-orang di lingkungan tempat tinggal melakukan perilaku meyimpang pula. Berdasarkan contoh tersebut, teori perilaku menyimpang yang sesuai adalah ....
1
4.8
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia