Urutkan
Farhan C
08 September 2022 13:56
1
R N
08 September 2022 13:56
1
Farhan C
08 September 2022 13:55
4
R N
08 September 2022 13:55
9
Sara K
08 September 2022 13:55
1
Farhan C
08 September 2022 13:55
1
Toni K
08 September 2022 13:55
1
Farhan C
08 September 2022 13:55
6
R N
08 September 2022 13:55
5
Toni K
08 September 2022 13:55
1
Bacalah puisi "Kepada Peminta-minta" berikut!
Kepada Peminta-minta
(Karya : Chairil Anwar)
Baik, baik aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku.
Jangan lagi kau bercerita
Sudah tercacar semua di muka
Nanah meleleh dari Iuka
Sambil berjalan kau usap juga.
Bersua tiap kau melangkah
Mengerang tiap kau memandang
Menetes dari suasana kau datang
Sembarang kau merebah.
Mengganggu dalam mimpiku
Menghempas aku di bumi keras
Di bibirku terasa pedas
Mengaum di telingaku.
Baik, baik aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku.
9
5.0
Angin pergantian musim semakin kencang berembus, mengantar hawa dingin yang menembus ketebalan jaket yang kukenakan. Aku merasakan suasana malam ini tidak biasanya. Aku merasa ada yang aneh. Bulu kudukku berdiri. Sesekali, lolongan anjing di kejauhan menambah suasan malam semakin mencekam. Kuletakkan Alquran kecil di pangkuanku ke tempatnya. Aku bangkit menuju kamar di samping surau. Langkahku tiba-tiba terhenti. Sekelebatan aku melihat bayangan hitam di bawah pohon nangka di samping rumah. Aku menajamkan penglihatan.
("Santet" Ida Royani, S.Pd)
Kalimat komentar yang menyatakan keunggulan sesuai dengan kutipan tersebut adalah ...
6
1.4
Perhatikan teks esai berikut!
Puisi-puisi para penyair Indonesia dan Korea seperti Chairil Anwar , Park In Hwan, dan Shim Hun yang ditulis pada masa penjajahan memiliki kecenderungan yang sama, mereka cenderung mempresentasikan akibat penjajahan dan mengobarkan semangat perlawanannya. Situasi global penjajahan yang terjadi di negara seorang penyair dan persamaan pengalaman telah mendorong penciptaan karya. Penciptaan karya-karya tersebut menunjukkan empati, solidaritas, dan persepsi serta pengetahuan sang penyair. Seruan dan ajakan untuk melawan penjajah yang dilakukan penyair Indonesia dan Korea secara substansi memiliki kesamaan. Hal ini tidak terlepas dari rasa nasionalisme yang sama-sama dimiliki oleh penyair. Selain itu, hal ini tidak terlepas dari kesadaran akan pentingnya menyuarakan perlawanan untuk meraih kemerdekaan.
(Disadur dari: Yusri Fajar, Sastra yang Melintasi Batas dan Identitas Sehimpunan Esai Sastra, Yogyakarta , Basabasi, 2017)
Makna solidaritas dalam teks tersebut adalah ...
4
1.4
Pancaran Hidup
Di pagi hari
Aku berangkat bekerja
Tampak olehku seorang lelaki
Mengorek-ngorek tong mencari nasi
Sepintas hatiku sedih
Terasa miskin badan sendiri
Di tengah kekayaan negeri raya
Awak menjadi peminta-minta.
Lalu mataku menoleh ke badannya
Tampak tegap teguh semata
Tiada cacat membuat celaka
Hatiku marah
Orang begini tidak perlu dikasihani
Di dunia Allah penuh rezeki
la tinggal bermalas diri
(Amal Hamzah)
Apa maksud puisi tersebut?
3
2.7
Bacalah puisi berikut dengan saksama.
Takkan Kupalingkan
(1 ) Takkan kupalingkan wajahku, Hari
ini
(2) daku ingat selalu. Nestapaku yang
terakhir
(3) Daku yang terdalam
(4) Takkan kupalingkan wajahku, Hari
ini
(5) kan kulambungkan sanjung pulaku
(6) Terasa diri sirna di mata-Mu
(7) telah
.....
(Budiman S.Hartoyo)
Larik yang mengungkapkan sapaan pengarang terhadap Tuhan terletak pada larik . . . .
2
1.4
Jelaskan dua jenis informasi yang dapat Anda temukan dalam artikel!
1
5.0
SD Muhammadiyah tampak begitu rapuh dan menyedihkan dibandingkan dengan sekolah-sekolah PN Timah (Perusahaan Negara Timah). Mereka tersudut dalam ironi yang sangat besar karena kemiskinannya justru berada di tengah-tengah gemah ripah kekayaan PN Timah yang mengeksploitasi tanah ulayat mereka. Kesulitan terus-menerus membayangi sekolah kampung itu. Sekolah yang dibangun atas jiwa ikhlas dan kepeloporan dua orang guru, seorang kepala sekolah yang sudah tua, Bapak Harfan Efendy Noor, dan ibu guru muda, Ibu Muslimah Hafsari, yang juga sangat miskin berusaha mempertahankan semangat besar pendidikan dengan terseok-seok. Sekolah yang nyaris dibubarkan oleh pengawas sekolah Depdikbud Sumsel karena kekurangan murid itu terselamatkan berkat seorang anak idiot yang sepanjang masa bersekolah tak pernah mendapatkan rapor.
(Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
Pesan yang dapat dipetik dari kutipan novel tersebut adalah ...
1
2.7
Bacalah kutipan judul berikut ini!
Judul: Penggunaan teknik rekonstruksi cerita film melalui media VCD dalam pembelajaran menulis cerpen.
Penulisan judul yang sesuai dengan EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) adalah ....
5
5.0
Bacalah kutipan dua puisi berikut!
|
Puisi I |
Puisi II |
|
Gantilah makanan Bapak dengan nasi putih, sayur dan daging jangan makan uang kami lihatlah air mata para bocah yang menderas di tiap lampu merah jalan-jalan Jakarta dengarlah jerit lapar mereka di pengungsian juga doa kanak-kanak yang ingin sekolah |
Beginilah hidupku tanpa ayah dan ibu betapa malang nasibku demikianlah duniaku jadi kelabu bercucuran air mataku jika aku mngenang nasibku tapi ini takdir Tuhan maha tahu kita tak boleh menggerutu |
Perbedaan amanat kedua kutipan puisi tersebut adalah ....
1
5.0
Jenderal Sudirman adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Beliau lahir tanggal 24 Januari 1916 di Purbalingga.
Sudirman adalah seorang siswa yang rajin dan sangat aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler terutama program kepanduan (pramuka) yang dijalankan oleh organisasi Muhammadiyah. Beliau sangat dihormati oleh masyarakat karena ketaatannya pada ajaran Islam. Pada tahun 1936, ia menjadi guru kemudian menjadi kepala sekolah di sekolah dasar Muhammadiyah.
Tahun 1944, Sudirman bergabung dengan tentara PETA (Pembela Tanah Air) yang dibentuk oleh Jepang. Ia menjabat sebagai Komandan Batalion di Banyumas. Karena melakukan pemberontakan bersama prajurit lainnya, ia kemudian diasingkan ke Bogor. Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, beliau terpilih menjadi panglima besar, tepatnya pada tanggal 12 November 1945. Dalam keadaan sakit pun, beliau tetap memimpin perang gerilya melawan Belanda yang ingin menguasai kembali Indonesia. Tanggal 29 Januari 1950, pada usia 34 tahun, beliau wafat kurang lebih satu bulan setelah Belanda mengakui kemerdekaan indonesia. Jenderal Sudirman sosok panutan untuk pemimpin sekarang.
Sikap/tindakan Jenderal Sudirman yang patut diteladani adalah ....
1
4.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia