Urutkan
R N
08 September 2022 13:56
1
Toni K
08 September 2022 13:56
1
Sara K
08 September 2022 13:56
3
R N
08 September 2022 13:56
1
Toni K
08 September 2022 13:56
1
Sara K
08 September 2022 13:56
4
Farhan C
08 September 2022 13:56
1
R N
08 September 2022 13:56
1
Toni K
08 September 2022 13:56
1
Sara K
08 September 2022 13:56
1
Perhatikan teks berikut!
Pengarang dan Bayang-Bayang Kenangan dalam Kumcer Karya Sungging Raga dan Gunawan Tri Atmodjo
Karya dan penulisannya (sastrawan) seringkali tidak bisa dipisahkan. Sastrawan sering menarasikan bagian dari pengalaman, kenangan, dan kecenderungan pemikirannya di dalam karyanya. Ia ingin mengabadikan sesuatu yang tidak hanya ia baca dan lihat, tetapi juga diri dan jalan hidup yang dilintasinya. Sastrawan menciptakan kenangan dalam cerita yang dituturkannya sebagai bagian dari teknik untuk memasukkan tokoh-tokohnya ke dalam masa lalunya.
Dalam beberapa cerpen Sungging Raga dan Gunawan Tri Atmojo menggambarkan tokoh yang sedang mengenang masa lalunya. Kemudian, mereka membawa kenangan itu sebagai bahan menciptakan tikungan, perbandingan dengan masa kini, dan ketegangan-ketegangan titik cerita yang ditulis oleh sungging raga dan Gunawan Tri Atmojo memiliki aspek menarik yaitu kemunculan tokoh pengarang didalamnya. Tokoh pengarang dihadapkan dengan proses mengenang masa lalunya. Namun, sebagaimana lazimnya representasi kehidupan dalam karya sastra yang tidak bisa disamakan dengan kehidupan nyata membaca tidak seharusnya sepenuhnya percaya bahwa narasi tokoh sastrawan dalam karya sastra dan identitasnya adalah benar-benar sastrawan yang menulis karya tersebut.
Sungging Raga dan Gunawan Tri Atmodjo seperti tidak bisa melepaskan diri dari bayang-bayang kenangan. Mereka menggunakan kenangan-kenangan tidak hanya sebagai media menyusun struktur alur mundur. Sungging Raga menggunakan ingatan masa lampau sebagai pemicu tekanan batin dan patah hati tokoh-tokoh dalam cerita yang ditulis dengan narasi dan dialog puitis. Begitu memuja kenangan dan cinta sebagai kekuatan penggerak cerita. Sementara itu, Gunawan Triatmodjo menelusuri kenangan-kenangan dengan bumbu kejenakaan dalam karyanya. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan Gunawan lugas tidak seperti gaya bahasa Sungging Raga yang berkesan puitis.
Sebagai pengarang, Sungging Raga dan Gunawan Tri Atmodjo telah menghadirkan narasi pengarang dan berbagai kenangan dengan pilihan tekniknya masing-masing. Relasi masa lampau dan masa kini Membuat tokoh ciptaan kedua pengarang ini beraktualisasi, menciptakan identitas, dan memunculkan berbagai ketegangan dan persoalan. Tampaknya pengarang dan kenangan telah bersekutu untuk membuat pembaca terhanyut selalu memikirkan masa lalu yang menjadi bayang-bayang masa depan tanpa ketidakpastian. Kemudian, Apakah buku-buku karya Sungging Raga dan Gunawan Tri atmodjo ini telah membawa anda seakan berhadapan dengan mereka berdua sebagai pengarang yang benar-benar memikirkan status kepengarangan atau berbagai kenangan.
(Disadur dari: Yusri Fajar, Sastra yang Melintasi Batas dan Identitas Sehimpunan Esai Sastra, Yogyakarta, Basabasi, 2017)
Tentukan ide pokok dalam setiap teks paragaraf berikut!
7
5.0
Perhatikan teks berikut!
Puisi-Puisi Eko Susanto: Sebuah Kritik Reflektif
Kegiatan menulis puisi melihatkan banyak aspek. Aspek tersebut antara lain pengalaman, kedalaman, kejujuran, kecerdasan, dan sedikit kegilaan (Sarjono, 2010). Mengingat kompleksitas urusan menulis puisi, puisi yang baik tidak akan lahir dalam waktu singkat. Ada lima musuh puisi yang harus dihindari agar puisi mendapat predikat puisi bagus menurut Agus R Sarjono. Kelima musuh puisi tersebut antara lain keumuman, simplikasi, propaganda dan reklame, klise, dan nasihat. Kelima puisi tersebut harus dihindari Jika ingin mencapai predikat puisi bagus.
Puisi "Ibu" karya Eko Susanto dalam antologi puisi Syair dari Sebuah Nama terasa sekali pandangan umum Eko Susanto terhadap sosok ibu. Keumuman ibu yang bijaksana masih tampak dalam puisi karya Eko Susanto. Apakah kita tidak boleh menulis puisi ibu yang bijak dan penuh kasih sayang? Tentu saja boleh, tetapi Apa bedanya puisi dengan tulisan deskripsi ibu? Itulah persoalannya. Dari puisi Eko Susanto berjudul "Buto (C)akil Indonesia" kita bisa menangkap kemarahan penyair. Namun, kemarin itu akan lebih indah jika dituangkan dalam puisi yang elegan dan tidak kasar.
Demikian penilaian saya terhadap puisi-puisi Eko Susanto dalam antologi puisinya berjudul Syair dari Sebuah Nama. Untuk sebuah profesi penyair tiada batas waktu melahirkannya Dan Tiada Batas waktu menghentikannya. Tidak ada kata pensiun untuk seorang penyair. Semakin diasah kepekaan pengairannya akan semakin tajam dan pilihannya dan semakin dinantikan kehadirannya.
(Disadur dari. Esti Ismawati, Kritik Sastra, Yogyakarta , 2014)
Tentukan struktur teks kritik tersebut!
9
5.0
Bacaan tersebut membahas masalah..............
1
5.0
Teks prosedur berikut untuk soal nomor 4 dan 5.
Cara Membuat Bakpia Basah Isi Kacang Hijau
Bahan isi bakpia:
Bahan kulit bakpia:
Cara membuat bakpia sebagai berikut:
Cara membuat kulit bakpia sebagai berikut:
Disadur dari: https://medium.comi@safitrilisa240/cara-membuat-bakpia-pathok-basah-isi-kacang-hijau-5465d47e10a5, diunduh 14 Januari 2020
Tentukan informasi dalam teks prosedur tersebut!
2
3.5
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Fanny adalah anak tetangga di sebelah rumah. Satu keluarga yang sangat rukun terhadap semua tetangga. Mereka berasal dari suku Maya-maya, suku Melayu dari Sumatra Timur. Kebiasaan mengantar makanan menjelang berbuka, hingga sekarang masih mereka pertahankan, walau sudah begitu lama mereka merantau. Makanan yang mereka kirim selalu cocok dengan lidahku yang lahir di perkampungan Melayu di Sumatra Timur. Oleh sebab itu, begitu aku tahu dia yang menyebarkan aroma itu, segera aku bergegas ke meja makan dan membuka tudung saji. Di sana tersaji semangkuk jeluk santan durian dan sepiring ketan.
Dikutip dari: Hamsad Rangkuti, "Santan Durian" dalam Panggilan Rasul, Jakarta. Gramedia, 2010
Apakah nilai kehidupan dalam kutipan cerpen tersebut?
1
5.0
Hubungan antara subjek puisi dan masalah kehidupan saat ini adalah ...
1
5.0
Bacalah kutipan novel berikut dengan saksama, kemudian tentukanlah unsur apa saja yang tampak di dalamnya!
"Bakal takut enggak ya si Aira itu..." kata salah satu dari murid iseng tersebut. Wajahnya bersinar penuh rasa penasaran dan tegang . . . Begitu pun teman-temannya.
Aira yang sama sekali tidak siaga mengeluarkan tasnya untuk mengambil buku matematika. . . Ketika ia membuka ritsleting tasnya, seekor ular menyembulkan kepalanya yang bersisik!
"AAHI Apaan itu, Airal?" jerit Yeni sambil melompat berdiri. Teman-teman sekelasnya yang melihat juga pada berteriak menjauh. Mendadak, seluruh kelas heboh.
"Buang! Buang, Airal ! Nanti kau digigit!! " Yeni masih menjerit-jerit sambil menutup sebagian mulutnya dengan histeris.
Tapi Aira tak bergerak. Matanya yang tajam menatap lekat si ular yang masih dalam tas di pangkuannya itu. Ular itu menjulur-julurkan lidahnya, balas menatap Aira . . .
"AIRA! ! Buang tasnya! ! Aduhh! Kamu ini . . . uuh! Aku akan panggil Pak Guru ! !" Yeni berlari keluar sementara teman-teman sekelas masih mengamati Aira dengan ular di pangkuannya itu. Semuanya menahan napas dan nyaris tak bergerak.
5
5.0
Susunlah teks ceramah!
1
5.0
Perhatikan data berikut.
Nama: Dimas Nugroho
Tempat dan tanggal lahir: Sukabumi, 1 November 2001
Jenis Kelamin: Laki-laki
Agama: Islam
Alamat: JI. Bunga Rampai No. 1 2 Banyuwangi Jawa Timur
Pendidikan: SD lulus tahun 2012 dan SMP lulus tahun 2014
Hobi: Melukis
Susunlah isian formulir di atas menjadi bentuk uraian atau narasi.
1
5.0
Bacalah puisi "Permintaan" berikut!
Permintaan
(Karya: Muhammad Yamin)
Mendengarkan ombak pada hampirku
Debar-mendebar kiri dan kanan
Melagukan nyanyi penuh santunan
Terbitlah rindu ke tempat lahirku.
Sebelah timur pada pinggirku
Diliputi langit berawan-awan
Kelihatan pulau penuh keheranan
ltulah gerangan tanah airku.
Di mana laut debur-mendebur
Serta mendesir tiba di pasir
Di sanalah jiwaku, mula tertabur.
Di mana ombak sembur-menyembur
Membasahi barisan sebelah pesisir
Di sanalah hendaknya, aku berkubur
6
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia