Urutkan
Ayu W
12 November 2022 12:17
1
Oky S
12 November 2022 04:02
2
Regita F
11 November 2022 01:04
1
Anonim A
10 November 2022 15:42
4
Chaaa C
10 November 2022 14:21
5
Nadia S
10 November 2022 14:04
2
Alviani C
10 November 2022 04:09
2
Alviani C
10 November 2022 04:07
1
Kutipan hikayat tersebut tergolong ke dalam bagian . . . .
1
5.0
Nilai didik dari kutipan hikayat tersebut adalah . . .
1
4.0
Tuliskan identitas pembuat lamaran pekerjaan tersebut!
11
4.6
Mengapa konflik-konflik dalam hikayat harus dicatat dengan cermat?
1
4.0
Jelaskan perbedaan tema dan latar hikayat dengan cerpen!
2
3.0
Uraikan macam-macam alur!
1
5.0
Sebutkan jenis-jenis hikayat berdasarkan fase historisnya!
3
4.0
Jelaskan yang dimaksud dengan hikayat!
1
5.0
Perhatikan kutipan hikayat berikut ini!
Maka suatu hari yang baik memakailah Baidaba pakaiannya yang tertentu, dan berjalanlah ia menuju ke istana. Di halaman istana ia memberi salam kepada penjaga pintu sambil berkata,
"Hamba bermaksud hendak menghadap, akan menyampaikan suatu pesan kepada Baginda." Penjaga pintu pun masuklah mempersembahkan bahwa di luar ada seorang brahmana bernama Baidaba, mengatakan ada membawa pesan untuk Baginda. Baginda lalu memberi izin Baidaba masuk.
Maka masuklah Baidaba. Demi sampai ke hadapan Baginda sujudlah ia menyembah dengan takzimnya. Kemudian, berdirilah ia, sepatah pun tiada berkata. Heranlah raja melihat kelakuannya itu, dan berkata baginda dalam hatinya, "Orang ini tentulah tiada maksudnya lain daripada dua perkara jua, pertama hendak meminta suatu yang dapat memperbaiki keadaan hidupnya, atau mengharapkan pertolongan penolak sesuatu bahaya yang telah menimpa dirinya."
(Dikutip dari: Baidaba, Hikayat Kalilah dan Dimnah, Jakarta, Balai Pustaka, 2011)
Karakteristik cerita hikayat yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ....
2
3.0
Perhatikan kutipan hikayat berikut!
Tersebutlah perkataan seorang raja keinderaan yang kena sumpah Batara lndra. Adapun raja itu sekarang hidup laki-bini sebagai si Miskin di negeri Anta Beranta yang diperintah oleh Maharaja Indra Dewa. Adapun pekerjaan si Miskin mengelilingi negeri mencari rezeki setiap hari adanya. Tetapi ke mana pun mereka pergi, mereka selalu dilempari orang dengan batu dan kayu. Terpaksalah mereka makan ketupat dan buku tebu yang didapatinya dari timbunan-timbunan sampah. Hatta beberapa lamanya bini si Miskin pun hamillah dan ingin makan mempelam yang ada di dalam istana raja. Biarpun gentar, terpaksa juga si Miskin meminta mempelam dari raja. Raja Anta Beranta dengan suka memberikan mempelam itu. Beberapa lama kemudian, bini si Miskin ingin makan nangka yang ada di dalam istana pula, dan nangka itu pun diberikan juga oleh raja. Si Miskin keheranan.
Dikutip dari: Aliudin Mahyudin (Alih Aksara), Hikayat Si Miskin, Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1981
Nilai yang terkandung kutipan hikayat tersebut adalah ....
1
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia