Urutkan
Jiny B
31 Januari 2023 06:27
1
Anji V
31 Januari 2023 06:27
2
Tissa Y
31 Januari 2023 06:27
1
Anji V
31 Januari 2023 06:27
1
Tissa Y
31 Januari 2023 06:26
1
Lily S
31 Januari 2023 06:25
1
Jiny B
31 Januari 2023 06:24
1
Lily S
31 Januari 2023 06:23
2
Tissa Y
31 Januari 2023 06:23
1
Isma I
31 Januari 2023 05:35
0
Sulit sekali menemukan kekurangan pada buku ini. Semua unsur yang seharusnya dimiliki karya fiksi terpenuhi dalam buku ini. Bagi siswa yang tidak senang membaca karya-karya sastra memang buku ini tidak begitu menarik sebab novel ini serius dan tidak cukup menghibur.
Masalah yang dibahas dalam kutipan resensi tersebut adalah . . . .
2
5.0
Sebuah teks dapat digolongkan sebagai negosiasi apabila . . .
1
5.0
Tema: Dampak globalisasi terhadap pendidikan di Indonesia
Rumusan masalah sesuai tema tersebut adalah ...
1
3.0
Teks drama berikut untuk menjawab soal nomor 1--4.
Janji
Karya: Djody M.
(Panggung menggambarkan tempat di pinggir jalan pada siang hari yang lengang. Di latar belakang tampak pepohonan yang cukup rimbun.)
Yanti: (muncul dengan membawa buku, berjalan akan pulang, tetapi bertemu Herman dan keduanya saling menyapa)
Herman: (menegur lebih dulu) Heh, cari barang rongsokan, ya?
Yanti: (terkejut) Ah, kamu Herman, jadi terkejut aku.
Herman: Jalan kok menunduk saja, sedang men-cari barang-barang bekas?
Yanti: Ah, ada-ada saja kamu. Masak iya jalanku seperti orang mencari barang-barang bekas. Kalau begitu, tolong Her, ambilkan keranjang untuk rongsokan. (ketawa riang) Hihi …
Herman: (berlagak akan mengambil) Baik, Nona.
Yanti: Her, Her, mau ke mana?
Herman: Lho, kok, ditanya, ambil keranjang, kan?
Yanti: Her, jangan begitu, aku main-main saja. kok. .
Herman: (diam, pura-pura tersinggung)
Yanti: (mendekat pelan) Herman, aku main-main saja, lo. Kau marah?
Herman: (masih pura-pura) Tidak. aku tidak marah. Hanya …
Yanti: (ingin tahu) Apa Her? Katakan Apakah aku bicara tidak sopan tadi?
Herman: Tidak. Hanya saja kamu …
Yanti: (semakin ingin tahu) Herman, katakan saja apa yang kamu maksud. Biar aku dapat memperbaiki kekuranganku. Atau aku harus meminta maaf kepadamu, Her?
Herman: Tidak. Kamu tidak usah minta maat kepadaku. Kamu tidak bersalah. Hanya …
Yanti: (kesal dan takut) Aku semakin tidak mengerti dan bingung.
Herman: (semakin menggoda) Kamu tidak mengerti, Yanti?
Yanti: (seolah akan menangis) Herman, kalau kamu masih menggodaku dan aku tak bersalah … baiklah, aku pulang saja. Aku malu, Her.
Herman: (maksud menggoda jadi pudar) Yanti …, aku …, hahaaa …
Yanti: (melihat keanehan)
Herman: (mendekat,sayang)Yanti, aku sebenamya mencoba ketabahanmu.
Yanti: (sadar kalau digoda) Aku kira … kamu marah kepadaku.
Herman: Buat apa marah tanpa sebab, Yanti? Aku bukan pemuda yang mudah naik darah … hahaha …
Dikutip dari: Asul Wijayanto. Terampil Bermain Drama. Jakarta, Grasindo. 2007.
Temukan kalimat-kalima yang mengandung ciri-ciri kebahasaan dalam teks drama tersebut!
3
4.0
Ulasan buku berikut untuk menjawab soal nomor 17 dan 18.
Dalam Alex Ferguson, Autobiografi Saya segalanya tentang penulis diuraikan. Kronologi cerita sangat lengkap mengenai perasaan-perasaan yang Sir Alex rasakan mengenai lapangan hijau, para pemain sepak bola terkenal, dan juga para pelatih serta manajer dari tim lawan. Semua tulisan itu dikemas sangat baik dengan bahasa. yang sangat mudah dipahami oleh pernbacanya. Di dalam buku ini terdapat beberapa lembar foto penulis sehingga membuat pembaca tidak bosan dalam membaca autobiografi ini.
Kemunculan buku ini menimbulkan banyak kontroversi karena Sir Alex berani membuka kejadian-kejadian yang sebenarnya tidak diketahui masyarakat. Namun, dibalik suksesnya buku ini terdapat beberapa kesalahan. Kurangnya keakuratan data dalam buku ini adalah kesalahan terbesar dari penulis. Banyak pembaca berkomentar dan mengeluhkan kesalahan penulis dalam buku ini.
Dikutip dari: http://www.vinitianiet.blogspot.co.id/2016/06/tugas-resensi-buku-biografi-soft-skill.html, diunduh 14 Juli 2017.
Pernyataan yang sesuai dengan isi teks tersebut adalah ...
1
4.5
Tuliskan satu kalimat menggunakan pronomina persona orang ketiga.
2
3.6
Perhatikan kutipan drama berikut!
Mintarsih: Mana Ayah, Bang?
Ibu: Mana Ayahmu?
Maimun: Tidak aku lihat. Hanya kopiah dan bajunya saja yang kudapati.
Gunarto: Maimun, di mana kau dapatkan baju dan kopiah itu?
Maimun: Di bawah lampu dekat jembatan
Gunarto: Lalu Ayah? Bagaimana dengan Ayah? Di mana Ayah?
Maimun: Aku tidak tahu ...
Gunarto: (Kaget. Sadar) Jadi, jadi Ayah meloncat ke dalam sungai!!
Ibu: (menjerit) Gunarto .....!!!
Gunarto: (Berbicara sendiri sambil memegang pakaian dan kopiah ayahnya. Tampak menyesal) Dia tak tahan menerima penghinaan dariku. Dia yang biasa dihormati orang, dan dia yang angkuh, yah, angkuh seperti diriku juga .... Ayahku. Aku telah membunuh Ayahku. Ayahku sendiri. Ayahku pulang, Ayahku pulang.
Dikutip dari: http://teaterkitablog.wordpress.com/2015/11/06/ kumpulan-naskah-teater. Diunduh 20 Juli 2017.
Kutipan drama menggambarkan tahap alur ...
8
3.6
Perhatikan teks berikut.
Jeruk nipis memiliki manfaat untuk menyehatkan rambut. Sudah sejak lama, jeruk nipis digunakan sebagai bahan campuran sampo. Jeruk nipis juga ternyata bisa menghilangkan ketombe. Caranya adalah sebagai berikut. Siapkan dua buah jeruk nipis yang masing-masing dipotong tiga. Gosokkan potongan jeruk tadi pada kulit kepala dan rambut sampai rata hingga ke seluruh bagian rambut. Setelah itu, bungkus kepala dengan handuk lalu biarkan hingga satu malam. Keesokan harinya, keramas dan bilas rambut hingga tidak tersisa serpihan jeruk di rambut. Lakukan cara ini hingga tiga kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Judul yang tepat untuk teks tersebut adalah ...
1
4.6
Kalimat berikut yang predikatnya menggunakan verba tingkah laku adalah ...
1
4.0
Cermati kutipan novel sejarah berikut!
Menjelang siang, saat Supratman telah berniat untuk pulang, seorang pemuda pergerakan lainnya terlihat memasuki halaman gedung Indonesische Clubgebouw dengan sepeda onthelnya. Dialah Mas Tabrani dari Jong Java.
Supratman segera saja berlaric mengejarnya. "Mas Tabrani, Mas Tabrani, apakah ada berita baru?" tanyanya sambil menjejeri Mas Tabrani.
Mas Tabrani yang terus berjalan, sebenarnya akan langsung memasuki ruangannya. Namun, begitu melihat siapa yang mendekatinya, dia sedikit menahan langkahnya. Dia mengenal Supratman.
Saat Supratman mendekat, Mas Tabrani bertanya untuk meyakinkan dirinya, "Mas wartawan penggesek biola itu?" Supratman tersenyum, dan mengangguk. "Amboi, dulu pertama kali aku melihat Mas, kupikir Mas seorang mahasiswa," Mas Tabrani menepuk pundaknya, "hebat juga, tak banyak wartawan yang pandai bermusik."
"Terima kasih, Mas. Tapi, aku cuma bisa sedikit-sedikit saja," ucap Supratman pelan.
Mas Tabrani tertawa, "Kau pandai merendah juga rupanya."
"Jadi, apa yang mau kautanyakan?" tanya Mas Tabrani kemudian. "Kau dari...."
"Dari Sin Po, Mas. Aku hanya mau menanyakan apa ada berita baru di sini?"
"Hmmm, tentu saja ada," nada suaranya sedikit merendah. "Tapi, kupikir untukmu saja."
Supratman secara refleks mendekatkan wajahnya. Dia sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Kadang seorang narasumber memang tak ingin ucapannya ditulis karena satu dan lain hal.
"Akan ada kongres beberapa hari lagi di sini,"
Supratman tampak kaget. "Kongres apa, Mas?"
"Tentu saja kongres untuk memikirkan keadaan negeri ini. Apa lagi?"
"Tanggal berapa, Mas?"
"Hmmm, mungkin sekitar tanggal 30 April sampai 2 Mei."
Supratman semakin kaget, "Wah itu sebentar lagi, Mas!"
Mas Tabrani mengangguk, "Tapi, ingat, ini berita untukmu saja. Jangan kau tulis dulu di surat kabarmu."
"Memangnya kenapa, Mas? Bukankah berita ini harusnya disebar?"
"Kau ini seperti tak mengerti saja!" Mas Tabrani sedikit melotot. "Ini sekadar untuk berjaga-jaga, supaya agen-agen PID itu tak mengacaukannya nanti."
Supratman langsung mengerti. "Siap, Mas. Mulutku terkunci rapat," ujarnya sambil membuat gerakan mengunci bibir.
(Dikutip dari: Yudhi Herwibowo, Sang Penggesek Biola: Sebuah Roman Wage Rudolf Supratman, Tangerang Selatan, Imania, 2018)
Jelaskan watak tokoh dalam kutipan novel sejarah tersebut! Sertakan bukti kutipan watak tersebut!
2
4.5
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia