Urutkan
Yakin A
06 Maret 2023 04:31
10
Meifadhilah N
06 Maret 2023 02:13
3
Indra R
06 Maret 2023 02:05
8
Mardani M
06 Maret 2023 00:24
1
Win J
05 Maret 2023 21:05
4
Anonim N
05 Maret 2023 13:24
1
Anonim N
05 Maret 2023 13:22
1
Diana A
05 Maret 2023 11:37
1
Perhatikan kutipan novel berikut!
Sekolah baru saja usai ketika itu. Udara panas menyengat meski tak segerah kemarin. Mentari siang Irian memancar dengan ganas. Tapi, anak-anak tak peduli. [. . . .] Seorang bocah sebaya Tutik menghampiri kami dan menyarankan sesuatu, "Kamu boleh menumpang sampai ke kota, kalau kamu mau. Nanti aku bilang ke pak sopir. Orangnya baik. Kalau kamu menumpang truk kami, kamu menghemat separuh jalan. Kios ibumu di APO Pantai, kan?"
Dikutip dari: Nunuk Y Kusmiana, Lengking Burung Kasuari, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2017
Kalimat yang tepat untuk melengkapi novel tersebut adalah ....
4
5.0
Apa yang dimaksud dengan teks nonfiksi?
3
5.0
Kalimat yang baik digunakan untuk menutup ceramah terdapat pada....
1
4.7
Nilai dalam kutipan buku nonfiksi tersebut adalah ....
1
3.0
Latar yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut adalah ....
1
4.2
Apa yang dimaksud tema dalam buku fiksi?
10
5.0
Perhatikan kutipan berikut!
Di sebelahnya, Gajah Mada membeku. Kedekatan pribadinya dengan Sang Prabu yang tercipta sejak Ra Kuti mendendangkan tembang makar menyebabkan Gajah Mada merasa kehilangan. Namun, kesedihan lelaki bertubuh amat kekar itu tidak harus menyebabkan meruntuhkan air mata.
(Dikutip dari: Langit Kresna Hariadi, Gajah Mada: Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara, Solo, Tiga Serangkai, 2006)
Analisislah penggunaan majas dalam kutipan novel sejarah tersebut!
2
4.4
Tuliskan tiga tema yang menurut Anda menarik untuk dijadikan judul novel.
1
3.6
Berdasarkan kutipan tersebut, tema cerpen termasuk masalah ….
3
5.0
Perhatikan kutipan novel sejarah berikut!
“Air sedang tinggi, Pak, kita butuh rakit untuk menyebrangi Kali Opak. Tapi Pak kulo ndak punya rakit,” ujar Panewu Kretek penuh hormat.
“Kalau membuat rakit, butuh waktu berapa lama?” tanya Nolly. Panewu Kretek itu berpikir sejenak.
“Mudah-mudahan segera dapat bambu yang baik. Tengah malam nanti sudah bisa dipakai,” jelasnya kemudian.
“Kalau begitu tolong Bapak buatkan rakit agar kami bisa menyeberang. Lebih baik lagi kalua tidak sampai tengah malam, agar Belanda tak keburu sampai di sini,” jelas Nolly. Panewu Kretek mengangguk. Lalu pamit. Tapi baru beberapa langkah ia berhenti dan kembali menemui Tjokropranolo.
“Bagaimana kalau jembatan yang menghubungkan jalan ini diputus, Pak?” ujar Panewu Kretek. Nolly tersentak karena telah diingatkan.
“Matur nuwun sanget, Pak. Sampean sudah mengingatkan kami semua. Dengan putusnya jembatan itu, Belanda akan terhambat dan Sampean bisa leluasa membuat rakit,” ujar Nolly seraya menggenggam kedua tangan Panewu Kretek.
“Sami-sami, Pak. Kulo pamit,” katanya seraya meninggalkan Tjokropranolo. Bersama para tetangga, Panewu Kretek membagi tugas. Ada yang memotong pohon bambu, membuat tali, dan merakit bagian-bagian itu agar cepat selesai. Sementara itu, Nolly setelah mendapat restu Soedirman, dibantu penduduk setempat segera menghancurkan jembatan yang menjadi penghubung utama.
Tengah malam akhirnya rombongan Soedirman berhasil menyeberangi Kali Opak. Panewu Kretek telah mempersiapkan tempat menginap rombongan Soedirman di Balai Desa Grogol. “Matur nuwun sanget,” ujar Soedirman. Ia menggunakan bahasa halus seperti yang dipergunakan Panewu kepada dirinya.
Dikutip dari: E. Rokajat Asura, Kupilih Jalan Gerilya: Roman Hidup Panglima Besar Jenderal Soedirman, Jakarta, Imania, 2015
Analisislah keterkaitan nilai dalam kutipan novel tersebut dengan kehidupan zaman sekarang!
1
4.8
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia