Urutkan
Nia N
05 Juni 2023 12:18
14
Gabriella Z
05 Juni 2023 08:37
1
Amelia D
05 Juni 2023 03:49
1
Putri W
05 Juni 2023 00:29
1
Arinda R
05 Juni 2023 00:19
1
Astria M
04 Juni 2023 06:58
1
Sulivan C
04 Juni 2023 06:46
1
Jelaskan-ciri-ciri teks prosedur!
1
4.5
Bacalah kutipan puisi berikut!
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembar:a di negeri asing
(Chairil Anwar)
Pembacaan kutipan puisi tersebut menyatakan ....
1
4.0
Bacalah kutipan puisi berikut!
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh
perahu yang bersama kan merapuh
mengapa ajal memanggil dulu
sebelum sempat berpeluk dengan
cintaku?
(Chairil Anwar)
Jenis rima yang digunakan pada puisi tersebut adalah . . . .
1
2.7
Bacalah kutipan puisi berikut!
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh
perahu yang bersama kan merapuh
mengapa ajal memanggil dulu
sebelum sempat berpeluk dengan
cintaku?
(Chairil Anwar)
Majas yang terdapat pada kutipan puisi tersebut adalah . . . .
2
1.9
Pancaran Hidup
Di pagi hari
Aku berangkat bekerja
Tampak olehku seorang lelaki
Mengorek-ngorek tong mencari nasi
Sepintas hatiku sedih
Terasa miskin badan sendiri
Di tengah kekayaan negeri raya
Awak menjadi peminta-minta.
Lalu mataku menoleh ke badannya
Tampak tegap teguh semata
Tiada cacat membuat celaka
Hatiku marah
Orang begini tidak perlu dikasihani
Di dunia Allah penuh rezeki
la tinggal bermalas diri
(Amal Hamzah)
Bagaimana suasana yang tercipta dalam puisi tersebut?
2
5.0
Teks Negosiasi Antara Pedagang Dan Pembeli
Pembeli: “Berapa harga sekilo mangga ini, Bang?”
Penjual: “Tiga puluh ribu, Bu. Murah.”
Pembeli: “Boleh kurang kan, bang?”
Penjual: “Belum boleh, Bu.
Barangnya bagus lho, Bu. Ini bukan karbitan. Matang pohon.”
Pembeli: “Iya, Bang, tapi harganya boleh kurang kan? Kan lagi musim, Bang. Dua puluh ribu saja ya?”
Penjual: “Belum boleh, Bu. Dua puluh delapan ribu, ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.”
Pembeli: “Baiklah, tapi saya boleh milih sendiri, kan Bang?”
Penjual: “Asal jangan pilih yang besar-besar, Bu. Nanti saya bisa rugi.”
Pembeli: “Iya, Bang. Yang penting saya dapat mangga yang bagus dan tidak busuk.”
Penjual: “Saya jamin, Bu. Kalau ada yang busuk boleh ditukarkan.”
Pembeli: “Baiklah, saya ambil 3 kilo ya Pak.”
Akhirnya, penjual mempersilakan pembeli untuk memilih dan menimbang sendiri mangga yang dibelinya.
Teks Terima Kasih Bu Mia
Kamis pagi usai pelajaran olah raga, Bu Mia, guru Kimia masuk kelas X MIPA tepat waktu. Tak seperti biasanya, hari itu anak-anak belum selesai berganti pakaian. Penyebabnya, mereka baru saja mengikuti ujian lari mengelilingi stadion.
Sebenarnya hari itu Bu Mia akan memberikan ulangan. Beberapa siswa yang napasnya masih memburu dan keringatnya bercucuran, mengajukan usul pada Dani.
“Dan ... minta Bu Mia menunda ulangan dong. Capek nih,” kata Ali.
“Waduuuh aku gak berani,” jawab Dani. “Lia saja suruh bilang. Dia kan ketua kelas, ” sambung Dani.
“Baiklah, aku akan mencoba merayu Bu Mia. Doakan berhasil,” kata Lia.
“Beres. Kamu kan ketua kelas.”
Dengan santun, Lia menghadap Bu Lia yang wajahnya tampak kaku melihat murid-muridnya belum juga siap mengikuti pelajaran.
“Maaf, Bu. Boleh Lia berbicara sebentar?” tanya Lia sambil duduk.
“Iya. Ada apa?”
“Begini, Bu, saya mewakili teman-teman, Lia minta maaf karena teman- teman belum selesai ganti baju.“
“Biasanya kan tidak terlambat seperti ini?” tanya Bu Mia.
“Iya, Bu. Sekali lagi maafhan, kami. Kami kelelahan, Bu. Tadi baru saja ujian lari mengelilingi stadion 2 kali.”
“Oh ... kenapa tidak bilang tadi? Kalian sudah minum?” suara Bu Mia berubah ramah setelah tahu penyebab Lia dan kawan-kawannya terlambat ganti baju.
“Belum sempat, Bu. Kami takut ketinggalan ulangan,” jawab Lia tetap dengan sopan. “Kalau boleh, kami minta waktu sepuluh menit untuk minum dan ganti baju, Bu. Biar badan kami segar.”
“Ya sudah, kalian istirahat 15 menit. Ulangannya minggu depan saja. Nanti kita latihan soal saja,” jawab Bu Lia mengagetkan Mia dan teman-teman.
“Makasih, Bu,” kata Lia.
“Eit ... tapi ingat. Kalian harus tertib. Tidak boleh gaduh dan mengganggu kelas lain. Dan masuk kelas lagi tepat pukul 09.00 WIB.”
“Iya, Bu. Makasih.”
Teman-teman Lia yang sejak tadi ikut menyimak pembicaraan Lia dan Bu Mia bertepuk tangan gembira mendengar keputusan Bu Mia.
Selanjutnya bacalah kembali teks negosiasi antara pedagang dan pembeli serta teks Terima Kasih Bu Mia. Analisislah apakah kesepakatan yang dicapai memenuhi persyaratan-persyaratan berikut:
kesepakatannya bersifat praktis, bisa diterapkan.
3
5.0
Teks Negosiasi Antara Pedagang Dan Pembeli
Pembeli: “Berapa harga sekilo mangga ini, Bang?”
Penjual: “Tiga puluh ribu, Bu. Murah.”
Pembeli: “Boleh kurang kan, bang?”
Penjual: “Belum boleh, Bu.
Barangnya bagus lho, Bu. Ini bukan karbitan. Matang pohon.”
Pembeli: “Iya, Bang, tapi harganya boleh kurang kan? Kan lagi musim, Bang. Dua puluh ribu saja ya?”
Penjual: “Belum boleh, Bu. Dua puluh delapan ribu, ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.”
Pembeli: “Baiklah, tapi saya boleh milih sendiri, kan Bang?”
Penjual: “Asal jangan pilih yang besar-besar, Bu. Nanti saya bisa rugi.”
Pembeli: “Iya, Bang. Yang penting saya dapat mangga yang bagus dan tidak busuk.”
Penjual: “Saya jamin, Bu. Kalau ada yang busuk boleh ditukarkan.”
Pembeli: “Baiklah, saya ambil 3 kilo ya Pak.”
Akhirnya, penjual mempersilakan pembeli untuk memilih dan menimbang sendiri mangga yang dibelinya.
Teks Terima Kasih Bu Mia
Kamis pagi usai pelajaran olah raga, Bu Mia, guru Kimia masuk kelas X MIPA tepat waktu. Tak seperti biasanya, hari itu anak-anak belum selesai berganti pakaian. Penyebabnya, mereka baru saja mengikuti ujian lari mengelilingi stadion.
Sebenarnya hari itu Bu Mia akan memberikan ulangan. Beberapa siswa yang napasnya masih memburu dan keringatnya bercucuran, mengajukan usul pada Dani.
“Dan ... minta Bu Mia menunda ulangan dong. Capek nih,” kata Ali.
“Waduuuh aku gak berani,” jawab Dani. “Lia saja suruh bilang. Dia kan ketua kelas, ” sambung Dani.
“Baiklah, aku akan mencoba merayu Bu Mia. Doakan berhasil,” kata Lia.
“Beres. Kamu kan ketua kelas.”
Dengan santun, Lia menghadap Bu Lia yang wajahnya tampak kaku melihat murid-muridnya belum juga siap mengikuti pelajaran.
“Maaf, Bu. Boleh Lia berbicara sebentar?” tanya Lia sambil duduk.
“Iya. Ada apa?”
“Begini, Bu, saya mewakili teman-teman, Lia minta maaf karena teman- teman belum selesai ganti baju.“
“Biasanya kan tidak terlambat seperti ini?” tanya Bu Mia.
“Iya, Bu. Sekali lagi maafhan, kami. Kami kelelahan, Bu. Tadi baru saja ujian lari mengelilingi stadion 2 kali.”
“Oh ... kenapa tidak bilang tadi? Kalian sudah minum?” suara Bu Mia berubah ramah setelah tahu penyebab Lia dan kawan-kawannya terlambat ganti baju.
“Belum sempat, Bu. Kami takut ketinggalan ulangan,” jawab Lia tetap dengan sopan. “Kalau boleh, kami minta waktu sepuluh menit untuk minum dan ganti baju, Bu. Biar badan kami segar.”
“Ya sudah, kalian istirahat 15 menit. Ulangannya minggu depan saja. Nanti kita latihan soal saja,” jawab Bu Lia mengagetkan Mia dan teman-teman.
“Makasih, Bu,” kata Lia.
“Eit ... tapi ingat. Kalian harus tertib. Tidak boleh gaduh dan mengganggu kelas lain. Dan masuk kelas lagi tepat pukul 09.00 WIB.”
“Iya, Bu. Makasih.”
Teman-teman Lia yang sejak tadi ikut menyimak pembicaraan Lia dan Bu Mia bertepuk tangan gembira mendengar keputusan Bu Mia.
Selanjutnya bacalah kembali teks negosiasi antara pedagang dan pembeli serta teks Terima Kasih Bu Mia. Analisislah apakah kesepakatan yang dicapai memenuhi persyaratan-persyaratan berikut:
tidak ada tekanan atau paksaan;
1
5.0
Tentukan inti-inti informasi dari kutipan proposal berikut.


1
2.2
Jenderal Sudirman adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Beliau lahir tanggal 24 Januari 1916 di Purbalingga.
Sudirman adalah seorang siswa yang rajin dan sangat aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler terutama program kepanduan (pramuka) yang dijalankan oleh organisasi Muhammadiyah. Beliau sangat dihormati oleh masyarakat karena ketaatannya pada ajaran Islam. Pada tahun 1936, ia menjadi guru kemudian menjadi kepala sekolah di sekolah dasar Muhammadiyah.
Tahun 1944, Sudirman bergabung dengan tentara PETA (Pembela Tanah Air) yang dibentuk oleh Jepang. Ia menjabat sebagai Komandan Batalion di Banyumas. Karena melakukan pemberontakan bersama prajurit lainnya, ia kemudian diasingkan ke Bogor. Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, beliau terpilih menjadi panglima besar, tepatnya pada tanggal 12 November 1945. Dalam keadaan sakit pun, beliau tetap memimpin perang gerilya melawan Belanda yang ingin menguasai kembali Indonesia. Tanggal 29 Januari 1950, pada usia 34 tahun, beliau wafat kurang lebih satu bulan setelah Belanda mengakui kemerdekaan indonesia. Jenderal Sudirman sosok panutan untuk pemimpin sekarang.
Keistimewaan tokoh pada teks tersebut adalah . ...
2
3.7
Perhatikan data buku berikut!
Judul buku : Pengantar Novel Indonesia
Pengarang : Jacob Sumardjo
Penerbit : PT Karya Unipress
Tahun terbit : 1983
Kota terbit : Jakarta
Berdasarkan data buku tersebut, penulisan daftar pustaka yang tepat adalah ....
2
3.7
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia