Urutkan
Shindy S
01 Februari 2024 12:05
5
Naufaladitya N
01 Februari 2024 06:17
3
Diana N
01 Februari 2024 00:32

1
Bil B
31 Januari 2024 11:21

4
Rafif A
31 Januari 2024 03:37
1
Alyaa A
31 Januari 2024 01:19
2
Najwa A

31 Januari 2024 00:34
2
Perhatikan teks negosiasi berikut!
Diwa: "Selamat pagi, Pak."
Kepala Sekolah: "Selamat pagi. Silakan duduk."
Diwa: "Perkenalkan, saya Diwa, Pak, Ketua OSIS yang baru."
Kepala Sekolah: "Oh, Iya. Silakan sampaikan maksud kedatangan Ananda ke sini."
Diwa: "Pak. Saya sebagai perwakilan OSIS ingin menyampaikan pemberitahuan bahwa OSIS berencana mengadakan kegiatan, pentas seni di sekolah bulan depan."
Kepala Sekolah: "Pentas seni seperti apa yang kalian rencanakan?"
Diwa: "Ya pentas seni yang menampilkan band-band berbagai aliran musik, Pak."
Kepala Sekolah: "Wah, kalau pentas seni semacam itu, saya tidak setuju."
Diwa: "Kalau boleh tahu, mengapa Bapak tidak setuju?"
Kepala Sekolah: "Pertama, dari segi keamanan. Pentas seni semacam itu dikhawatirkan bisa menimbulkan kerusuhan. Kedua, dari segi biaya pasti memerlukan biaya yang tidak sedikit. Terakhir, pentas seni semacam itu kurang dirasakan manfaatnya bagi peserta didik di sekolah ini".
Diwa: "Apakah ada usulan lain dari Bapak?"
Kepala Sekolah: "OSIS bisa mengadakan pentas seni yang menampilkan kesenian tradisional. Jika tetap ingin menampilkan band-band, kita dapat rnengundang band perwakilan sekolah-sekolah yang ada di kota ini."
Diwa: "Baik, Pak. Saya akan menyampaikan arahan Bapak tersebut kepada pengurus OSIS untuk didtskusikan lebih lanjut."
Kepala Sekolah: "Iya. Lebih baik seperti itu."
Diwa: "Baik, Pak. Terima kasih. Saya mohon pamit untuk kembali ke kelas."
Kepala Sekolah: "Ya. Jangan lupa membuat proposal rencana kegiatan pentas seni, ya."
Diwa: "Baik, Pak. Selamat pagi." (bersalaman)
Kepala Sekolah: "Selamat pagi."
Tentukan kaidah kebahasaan yang terdapat dalam teks negosiasi tersebut!
4
4.8
Kalimat berikut yang termasuk bagian isi dari teks negosiasi adalah ...
4
4.2
Bacalah kutipan novel berikut
Pada masa pendudukan Jepang, orang-orang Pegaten mengalami masa yang sangat sulit. Kurang pangan terjadi di mana-mana karena padi orang kampung dijarah oleh tentara Jepang. Kemarau selama sembilan bulan juga ikut menyengsarakan semua orang. Di Pegaten orang sudah beruntung apabila masih bisa makan ubj-ubian, tak terkecuali keluarga Pak Mantri. Priyayi itu sangat tersiksa, bukan hanya karena harus makan ubi. Menurut keyakinannya, seorang mantri hanya pantas makan nasi dari beras kualitas terbaik. Ubi tak pantas dihidangkan kepada Pak Mantri, baik pada zaman normaal maupun pada zaman Jepang.
Dikutip dari: Ahmad Tohari, Kubah, Jakarta,.Gramedia, 1995
Unsur intrinsik yang menonjol dalam kutipan novel tersebut adalah ... .
3
5.0
Perhatikan kutipan teks berikut!
Candra, Fitri, dan Dedi adalah anggota karang taruna Harapan Bangsa. Pada sore itu, mereka pergi ke rumah Pak Dirman untuk mencari bantuan dana yang akan digunakan untuk membuat seragam karang taruna. Candra berbicara dengan serius. Fitri tampak diam saja. Pak Dirman juga menanggapi ucapan Candra dengan kaku. Untuk mendinginkan suasana, Dedi melontarkan kalimat-kalimat lucu tanpa mengurangi maksud negosiasi tersebut.
Tindakan yang dilakukan Dedi adalah trik negosiasi ...
4
4.9
Aku Ingin
Aku ingin mencintaimu dengan
sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadi abu
Aku ingin mencintaimu dengan
sederhana
dengan isyarat yang tak sempat
disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikan
tiada
(Hujan Bulan Juni, Sapardi Joko Darmono)
Kalimat esai yang sesuai dengan puisi tersebut adalah ...
6
4.4
Bacalah teks di bawah ini!
Subagio Satrowardoyo
Subagio Sastrowardoyo adalah seorang penyair terkemuka Indonesia. Sajak dan kumpulan sajaknya beberapa kali mendapat penghargaan. Tahun 1966/1967, sajaknya yang berjudul "Dan Kematian Makin Akrab" merupakan pemenang hadiah majalah Horison. Tahun 1971 Subagio menerima Anugerah Seni untuk sajaknya "Daerah Perbatasan" (1970). Tahun 1991, Subagio menerima Hadiah Sastra ASEAN untuk kumpulan sajaknya Simfoni Dua (1990).
Dalam buku Sastra Indonesia Modern II (1957-1989), Prof. Dr. A. Teeuw mengatakan, "Subagio adalah cendekiawan yang bacaannya sangat luas seperti tercermin dalam sajak-sajaknya dan juga tulisan-tulisan kritiknya. "Bahkan, lebih lanjut ahli sastra itu menyatakan, "Di antara semua penyair Indonesia modern, memang dialah yang paling menarik bagi saya."
Hal-hal yang kurang menarik dari tokoh tersebut adalah . . .
1
4.3
Perhatikan teks berikut ini!
Sepanjang perjalanan hidupnya, beliau mendapati banyak peristiwa penting menghampiri dirinya. Sebagiannya adalah pilihan-pilihan yang ia ambil dengan penuh keberanian. Sebagian lagi adalah kesempatan-kesempatan yang memberinya ruang untuk berbuat sesuatu, terutama untuk bangsa ini di kala itu. Jabatan yang pernah didudukinya adalah Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), Menteri Keuangan pada Kabinet Syahrir, dan Gubernur Bank Indonesia. Perjuangannya yang paling berkesan adalah menerobos sampai berjuang dari lebatnya hujan dalam peristiwa yang dikenal dengan RRI. Tentu, bagi anak seorang tokoh agama di Banten ini, kesemuanya itu tetap dimaknai sebagai karunia lllahi.
Keistimewaan yang dimiliki tokoh tersebut adalah ....
2
4.5
Berikut yang tidak termasuk karakteristik teks biografi adalah ....
2
4.7
Perhatikan kutipan teks berikut ini!
Cerpen Sukri Membawa Pisau Belati karya Hamzad Rangkuti merupakan cerpen karyanya yang sangat menarik dan asyik untuk dibaca. Sajian peristiwa menggunakan alur sorot balik yang belum disadar oleh pembaca bahwa itu merupakan peristiwa yang terjadi hanya dalam khayalan pelaku (Sukri) yang mempunyai watak sangat cemburu kepada kekasihnya (Sumarni), Pembaca dibawa oleh pengarang ke peristiwa yang sangat hidup, seakan-akan pembaca hadir menyaksikan peristiwa tersebut. Di samping itu, bahasa pengarang sangat mudah dipahami dan dengan baik pengarang menyampaikan alur cerita yang penuh dengan konfik batin sang tokoh (Sukri).
Unsur kebahasaan yang tidak tampak pada penggalan resensi tersebut adalah ....
3
5.0
Awan Hitam
Awan hitam datang arak-arakan
membawa prahara, membelantara
mencabik, mengoyak, menyiksa
ribuan jiwa anak bangsa
(Batas langit, Farida Munawaroh)
Kalimat tanggapan (esai) yang sesuai dengan kutipan puisi tersebut adalah ...
5
4.8
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia