Urutkan
Perhatikan surat lamaran pekerjaan berikut!
Simpulan bagian isi kutipan surat lamaran pekerjaan tersebut adalah….
3
5.0
Pemaparan teks di atas merupakan pola pengembangan teks eksposisi....
1
0.0
Bacalah kutipan novel berikut!
Ketenangan di bawah pohon mbulu itu seakan diberi bobot Iain oleh kedatangan seorang pemancing tua. Lelaki itu telah lama menjadikan kerindangan pohon mbulu di tepi Sungai Cibawor itu sebagai tempat yang paling disukai. Memancing di tempat itu adalah berkawan dengan keheningan, dengan semilir angin, dengan Iambaian ranting-ranting yang mengayun di atas air atau ceririt burung-burung emprit. Dan bila air sedang jernih, naungan pohon mbulu itu juga memberi kesempatan orang melihat bayangan langit serta kelebat burung layang-layang. Pada saat demikian, pemancing itu merasa dirinya benar-benar hadir dan ikut berdenyut dengan alam di sekitarnya.
Tapi pagi ini lelaki tua itu tampak ragu. Dia tidak segera memasang pancingnya lalu duduk di batu seperti biasa. Dia tetap berdiri dan menatap ke permukaan air. Mengernyitkan alis, lalu menurunkan kantong perkakas lusuh yang disandangnya. Duduk di atas batu pada tempat yang paling nyaman lalu mengeluarkan sesuatu dari kantong lusuhnya. Bukan pancing, melainkan seruling bambu. Sementara pancingnya tetap tinggal dalam kantong.
Dikutip dari: Ahmad Tohari, Orang-Orang Proyek, Jakarta. Gramedia Pustaka Utama, 2007
Sudut pandang pada kutipan novel tersebut adalah ....
1
0.0
Bacalah kutipan novel berikut!
Ketenangan di bawah pohon mbulu itu seakan diberi bobot Iain oleh kedatangan seorang pemancing tua. Lelaki itu telah lama menjadikan kerindangan pohon mbulu di tepi Sungai Cibawor itu sebagai tempat yang paling disukai. Memancing di tempat itu adalah berkawan dengan keheningan, dengan semilir angin, dengan Iambaian ranting-ranting yang mengayun di atas air atau ceririt burung-burung emprit. Dan bila air sedang jernih, naungan pohon mbulu itu juga memberi kesempatan orang melihat bayangan langit serta kelebat burung layang-layang. Pada saat demikian, pemancing itu merasa dirinya benar-benar hadir dan ikut berdenyut dengan alam di sekitarnya.
Tapi pagi ini lelaki tua itu tampak ragu. Dia tidak segera memasang pancingnya lalu duduk di batu seperti biasa. Dia tetap berdiri dan menatap ke permukaan air. Mengernyitkan alis, lalu menurunkan kantong perkakas lusuh yang disandangnya. Duduk di atas batu pada tempat yang paling nyaman lalu mengeluarkan sesuatu dari kantong lusuhnya. Bukan pancing, melainkan seruling bambu. Sementara pancingnya tetap tinggal dalam kantong.
Dikutip dari: Ahmad Tohari, Orang-Orang Proyek, Jakarta. Gramedia Pustaka Utama, 2007
Suasana yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ....
1
5.0
Bacalah kutipan novel berikut!
Ketenangan di bawah pohon mbulu itu seakan diberi bobot Iain oleh kedatangan seorang pemancing tua. Lelaki itu telah lama menjadikan kerindangan pohon mbulu di tepi Sungai Cibawor itu sebagai tempat yang paling disukai. Memancing di tempat itu adalah berkawan dengan keheningan, dengan semilir angin, dengan Iambaian ranting-ranting yang mengayun di atas air atau ceririt burung-burung emprit. Dan bila air sedang jernih, naungan pohon mbulu itu juga memberi kesempatan orang melihat bayangan langit serta kelebat burung layang-layang. Pada saat demikian, pemancing itu merasa dirinya benar-benar hadir dan ikut berdenyut dengan alam di sekitarnya.
Tapi pagi ini lelaki tua itu tampak ragu. Dia tidak segera memasang pancingnya lalu duduk di batu seperti biasa. Dia tetap berdiri dan menatap ke permukaan air. Mengernyitkan alis, lalu menurunkan kantong perkakas lusuh yang disandangnya. Duduk di atas batu pada tempat yang paling nyaman lalu mengeluarkan sesuatu dari kantong lusuhnya. Bukan pancing, melainkan seruling bambu. Sementara pancingnya tetap tinggal dalam kantong.
Dikutip dari: Ahmad Tohari, Orang-Orang Proyek, Jakarta. Gramedia Pustaka Utama, 2007
Unsur intrinsik yang menonjol dalam kutipan novel tersebut adalah ....
2
5.0
Bacalah kedua kutipan novel berikut!
Kutipan Novel I
Badanku panas dingin. Ada yang tidak beres dalam mulutku di belakang, sebelah kiri. Ketika, meludah, merah. Gigi yang tidak diundang, tumbuh di situ. Betapa murah hati Tuhan, dalam usia dewasa ini, aku masih diberi gigi. Sayangnya, dapat dikatakan, berdasarkan pendapat awamku, tidak ada lagi tempat di gusiku untuk kelebihan gigi itu. Tapi ia ngotot, menyeruak, menabrak gusi yang rapat menudunginya. Tidak ada masalah dengan geraham yang gagah perkasa itu, tapi gusinya Iuka.
Disadur darl: Andrea Hirata, Mimpi-Mimpi Lintang Maryamah Karpovv, Yogyakarta, Bentang Pustaka, 2008
Kutipan Novel II
Hati kecilku mengatakan tidak setuju pada Abah, namun tidak kuasa berontak. Apalah daya seorang anak tamatan SD. Sebenamya ada argumen yang hendak kusampaikan, namun Iidahku kelu, sulit rasanya merangkai kalimat yang tepat. Terasa di ujung Iidah, namun sulit terucap. Lagipula, wawasanku masih sangat terbatas kala itu.
Dikutip dari: Mohd Amin, Anak-Anak Langit, Jakarta, Pustaka Alvabet, 2011
Perbedaan karakteristik kutipan kedua novel tersebut adalah...
1
0.0
Perhatikan kutipan novel berikut!
Setelah lulus SMA Arai dan Ikal merantau ke Jawa, tepatnya daerah Bogor. Sementara Jimbron lebih memilih untuk beternak kuda di Belitung. Jimbron menghadiahkan dua sahabatnya dua buah celengan kuda, dengan itu Jimbron percaya walaupun dia tidak pernah ke Paris namun hatinya akan sampai di sana bersama Arai dan Ikal, jika mereka sampai di Paris. Perjuangan di Bogor ternyata tidak semudah yang mereka harapkan. Mereka bersusah payah untuk mendapatkan pekerjaan. Pada akhirnya nasib menempatkan Ikal sebagai tukang sortir (tukang pos), sementara Arai pergi merantau karena tidak kunjung mendapat kerja. Arai menghilang tanpa kabar dan peristiwa itu membuat Ikal benar-benar kehilangan.
Disadur darl: Andrea Hirata, Sang Pemmpi, Yogyakarta, Bentang Pustaka, 2006
Watak tokoh Jimbron dalam kutipan novel tersebut adalah ....
1
5.0
Perhatikan kutipan novel berikut!
Bu Meynar berkacak pinggang di teras depan saat Jasmine menutup pagar. Baju dan sepatunya basah. Rambutnya juga jadi tampak kusut.
"Dari mana saja, Jasmine?”
"Mm . . . dari rumah teman, Bunda.”
Aduh, hari ini gue kok jadi doyan bohong Sih? keluhnya dalam hati.
"Apa susahnya nelepon ngasih kabar? İni sudah jam delapan! Semuanya bingung nyariin kamu dimana!"
"Maaf deh, Bunda,” jawab Jasmine tenang.
Sikap Jasmine yang tidak merasa bersalah itu semakin mengesalkan Bu Meynar. "Kamu sekarang makin susah diatur!”
Kalau gitu nggak usah ngatur gue. Gampang, kan? batin Jasmine membangkang.
"Makin bandel, bikin aturan sendiri, suka membantah.
Hei, kapan gue membantah? Bukannya gue lebih suka diem? pikir Jasmine.
"Kamu sekarang udah gede. Tapi bukannya ngasih contoh bagus ke adik-adikmu, eh, malah ngasih contoh nggak bener.”
Tralala trilili burung beo bernyanyi ... Jasmine tersenyum kecil. Pikirannya memang kadang kacau. Memikirkan sesuatu tidak pada waktu dan tempat yang tepat.
"Ada yang lucu?”
Jasmine menggeleng.
"Nggak, Bunda. Bunda kelihatan cantik aja kalau lagi marah.” Ia lalu mendekati Bu Meynar, mencium tangan dan pipinya,
"Maaf deh, Bunda. Tadi kan hujan deras, jadi Jasmine berteduh dulu. Giliran pulang, jalanan macet. Besok nggak telat pulang lagi deh.”
Dikutip darı: Amalia Suryani dan Andryan Suhardi, I(X)Jam, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2007
Sudut pandang pada kutİpan novel tersebut adalah ....
1
3.0
Terangkan pengertian resensi!
1
0.0
Tulislah unsur utama dalam buku!
1
1.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia