Urutkan
Bacalah teks berikut!
Cara membuat:
Urutan langkah-langkah yang tepat membuat empal gentong adalah ...
2
5.0
Cara Membuat Jus Mangga
Kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian yang rumpang adalah ....
2
5.0
Perhatikan surat lamaran pekerjaan berikut!
Buatlah simpulan unsur isi surat lamaran pekerjaan tersebut!
1
0.0
Kehadiran bencana masih disikapi secara berbeda. Sebagian kalangan menghubungkan hal ini dengan keadaan di luar alam. Contohnya bencana terjadi karena dosa manusia dan menafsirkan bencana sebagai hukuman atau teguran dari Tuhan. Sebagian pihak berpijak pada pengetahuan rasional dan menanggapinya sebagai fenomena alam biasa. Perbedaan cara menyikapi bencana tersebut terjadi perhatian kita agar tidak berujung pada tindakan berbenturan.
Spiritualitas dan rasionalitas dalam menyikapi bencana sangat penting. Spiritualitas menjadi sumber kekuatan manusia untuk menghadapi tantangan hidup.
Spiritualitas akan mendorong kita pada tindakan memulihkan kehidupan, bukan menghancurkan. Sementara itu, rasionalitas diperlukan karena manusia dibekali akal budi sebagai makhluk pengelola bumi. Dengan dua bekal utama itu semestinya tidak perlu terjadi benturan pemahaman untuk satu tujuan yang sama baik.
Disadur dari: https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/134235/ menyikapi-bencana-secara-cepat, diunduh 26 Februari 2019
Buatlah simpulan teks editorial tersebut!
25
0.0

Simpulkan surat lamaran pekerjaan tersebut!
1
0.0
Perhatikan kutipan teks berikut ini!
Siapakah kaum remaja itu? Mengapa kelompok mereka begitu penting dibicarakan dan perlu mendapat perhatian serius? Inilah pertanyaan mendasar menyangkut identitas sebuah komunitas yang sangat besar dan potensial. Tidak ada definisi yang sungguh-sungguh mampu dengan memadai menggambarkan kelompok remaja. Namun, patut diketahui bahwa kelompok mereka adalah sebuah kekuatan dahsyat yang terus-menerus bergerak secara dinamis dan mencari identitas serta pengakuan. Banyak orang mengandaikan kelompok remaja ibarat bom, Jika tidak ditangani secara hati-hati dan baik, ia akan meledak dan menghancurkan dunia ini. Jika dikelola dengan baik, niscaya remaja akan membawa perubahan dan perbaikan dengan energinyea yang sangat besar dan semmangatnya yang berkobar-kobar.
Dua aspek yang selalu berkaitan dengan remaja adalah kemerdekaan dan identitas diri. Seiring berjalannya waktu mereka terus-menerus melepaskan keterikatan emosional dariorang tua. Secara universal, kedua hal inilah yang menjadi ciri utarna kelompok remaja, siapa pun mereka dan di mana pun mereka berada. Hal yang turut memengaruhi pola perubahan identitas remaja maupun kebebasannya adalah situasi dan kondisi masyarakat tempat remaja tersebut bertumbuh, misalnya budaya, pendidikan, atau teknologi. Sebagai contoh, selera musik remaja tahun 1960-an sangat jauh berbeda dengan selera musik remaja tahun 2008. Meskipun landasannya sarna yakni musik, tetapi remaja masa kini lebih banyak punya pilihan ketimbang remaja tahun enam puluhan.
Fase remaja adalah masa penuh semangat, energi, dan pergolakan. Saat seorang anak tidak hanya mengalami perubahan fisik, tetapi juga psikis. Semua ini mengakibatkan perubahan status dari anak-anak menjadi remaja. Ada kebanggaan karena sebagai remaja, status sosial mereka berubah, keberadaan atau eksistensi mereka harus selalu diperhitungkan. Namun, ada juga kebingungan, kegelisahan, kecanggungan, kegalauan, atau salah tingkah karena perubahan hormonal menyebabkan mereka mengalami pertarungan identitas.
Perubahan secara psikologis menimbulkan sejumiah pertanyaan bagi remaja. "Saya menjadi dewasa, seperti apa saya kelak?" "Apakah saya terlalu pendek atau tinggi?" "Apakah saya terlalu gemuk atau kurus?" "Bagaimana dengan kaki, lengan, rambut, mata, warna kulit saya?" Sejumlah pertanyaan berkecamuk di dalam pikiran para remaja, umumnya lebih kepada perubahan fisik mereka karena perubahan fisik erat sekali kaitannya dengan penampilan mereka. Jawaban yang tepat terhadap kebingungan mereka akan sangat menentukan terhadap perkembangan identitas mereka apakah berkembang secara positif atau negatif.
Pertumbuhan fisik remaja juga diikuti oleh perkembangan daya intelektual. Mereka mulai mengembangkan pola pikir sendiri, lepas dari orang tua mereka. Jika pada masa kanak-kanak pola pikir mereka adalah konkret, pada masa remaja mereka mulai mengembangkan konsep berpikir abstrak, seperti keju juran, loyalitas, atau keadilan. Kemampuan berpikir secara abstrak membuat dunia mereka menjadi tidak terbatas, mampu memahami perbedaan dan mendorong mereka untuk menentukan pilihan menjadi apa kelak mereka pada kemudian hari.
Selain itu, remaja umumnya sudah mampu memnahami logika dan konsekuensi dari sebuah tindakan logis. Pola berpikir logis membuat mereka selalu menuntut alasan di balik sebuah tindakan. Itulah sebabnya, para remaja seringkali diberi label sebagai kelompok yang suka menentang. Seringkali remaja memandang orang tua mereka terlalu lamban, dan dalam banyak hal mereka lebih unggul daripada orang tua mereka. Meskipun tidak salah, pandangan ini tidak sepenuhnya benar. Kebanyakan orang tua terlambat meny adari kondisi dan jalan pikiran anak remaja mereka sehingga menimbulkan konflik.
Disadur dari: E.B Surtaka, Kenakalen Orang Tua Penyebab Kenakalan Remaja, Jakarta, Elex Media Kompulindo, 2008
Perhatikan kutipan teks berikut ini!
Siapakah kaum remaja itu? Mengapa kelompok mereka begitu penting dibicarakan dan perlu mendapat perhatian serius? Inilah pertanyaan mendasar menyangkut identitas sebuah komunitas yang sangat besar dan potensial. Tidak ada definisi yang sungguh-sungguh mampu dengan memadai menggambarkan kelompok remaja. Namun, patut diketahui bahwa kelompok mereka adalah sebuah kekuatan dahsyat yang terus-menerus bergerak secara dinamis dan mencari identitas serta pengakuan. Banyak orang mengandaikan kelompok remaja ibarat bom, Jika tidak ditangani secara hati-hati dan baik, ia akan meledak dan menghancurkan dunia ini. Jika dikelola dengan baik, niscaya remaja akan membawa perubahan dan perbaikan dengan energinyea yang sangat besar dan semmangatnya yang berkobar-kobar.
Dua aspek yang selalu berkaitan dengan remaja adalah kemerdekaan dan identitas diri. Seiring berjalannya waktu mereka terus-menerus melepaskan keterikatan emosional dariorang tua. Secara universal, kedua hal inilah yang menjadi ciri utarna kelompok remaja, siapa pun mereka dan di mana pun mereka berada. Hal yang turut memengaruhi pola perubahan identitas remaja maupun kebebasannya adalah situasi dan kondisi masyarakat tempat remaja tersebut bertumbuh, misalnya budaya, pendidikan, atau teknologi. Sebagai contoh, selera musik remaja tahun 1960-an sangat jauh berbeda dengan selera musik remaja tahun 2008. Meskipun landasannya sarna yakni musik, tetapi remaja masa kini lebih banyak punya pilihan ketimbang remaja tahun enam puluhan.
Fase remaja adalah masa penuh semangat, energi, dan pergolakan. Saat seorang anak tidak hanya mengalami perubahan fisik, tetapi juga psikis. Semua ini mengakibatkan perubahan status dari anak-anak menjadi remaja. Ada kebanggaan karena sebagai remaja, status sosial mereka berubah, keberadaan atau eksistensi mereka harus selalu diperhitungkan. Namun, ada juga kebingungan, kegelisahan, kecanggungan, kegalauan, atau salah tingkah karena perubahan hormonal menyebabkan mereka mengalami pertarungan identitas.
Perubahan secara psikologis menimbulkan sejumiah pertanyaan bagi remaja. "Saya menjadi dewasa, seperti apa saya kelak?" "Apakah saya terlalu pendek atau tinggi?" "Apakah saya terlalu gemuk atau kurus?" "Bagaimana dengan kaki, lengan, rambut, mata, warna kulit saya?" Sejumlah pertanyaan berkecamuk di dalam pikiran para remaja, umumnya lebih kepada perubahan fisik mereka karena perubahan fisik erat sekali kaitannya dengan penampilan mereka. Jawaban yang tepat terhadap kebingungan mereka akan sangat menentukan terhadap perkembangan identitas mereka apakah berkembang secara positif atau negatif.
Pertumbuhan fisik remaja juga diikuti oleh perkembangan daya intelektual. Mereka mulai mengembangkan pola pikir sendiri, lepas dari orang tua mereka. Jika pada masa kanak-kanak pola pikir mereka adalah konkret, pada masa remaja mereka mulai mengembangkan konsep berpikir abstrak, seperti keju juran, loyalitas, atau keadilan. Kemampuan berpikir secara abstrak membuat dunia mereka menjadi tidak terbatas, mampu memahami perbedaan dan mendorong mereka untuk menentukan pilihan menjadi apa kelak mereka pada kemudian hari.
Selain itu, remaja umumnya sudah mampu memnahami logika dan konsekuensi dari sebuah tindakan logis. Pola berpikir logis membuat mereka selalu menuntut alasan di balik sebuah tindakan. Itulah sebabnya, para remaja seringkali diberi label sebagai kelompok yang suka menentang. Seringkali remaja memandang orang tua mereka terlalu lamban, dan dalam banyak hal mereka lebih unggul daripada orang tua mereka. Meskipun tidak salah, pandangan ini tidak sepenuhnya benar. Kebanyakan orang tua terlambat meny adari kondisi dan jalan pikiran anak remaja mereka sehingga menimbulkan konflik.
(Disadur dari: E.B Surtaka, Kenakalen Orang Tua Penyebab Kenakalan Remaja, Jakarta, Elex Media Kompulindo, 2008)
Tentukan butir-butir penting atau pokok permasalahan dalam buku tersebut!
2
0.0
Apa saja isi dalam buku pengayaan?
1
0.0

Tentukan isi dan sistematika dalam surat lamaran pekerjaan tersebut!
3
5.0
Tak jelas, apa yang menyebabkan Permana diberhentikan dari pekerjaannya di pabrik. Dua puluh tahun lebih, lelaki itu mencurahkan segala tenaga dan pikirannya untuk pekerjaannya itu. Ketika pabrik makin banyak mendapat order dan mulai memperlihatkan kemantapannya, tiba-tiba saja tanpa alasan, Permana diberhentikan. Permana merasa terpukul atas kejadian itu. Beruntung, sewaktu masih bekerja, ia berhasil membangun sebuah rumah permanen dan layak untuk dihuni oleh sebuah keluarga kecil seperti keluarganya. Rumah itu pula yang menjadi salah satu kebanggannya sebagai seorang suami, sekaligus sebagai seorang ayah.
(Keluarga Permana, Ramadhan K.H.)
Pesan yang dapat diambil dari kisah dalam penggalan novel tersebut adalah ...
1
0.0
1)
Pegawai: "Selamat pagi, Bu."
Nasabah: "Selamat pagi."
Pegawai: "Ada keperluan apa, Bu? Mungkin saya bisa membantu."
2)
Nasabah: "Saya ingin mengajukan proposal peminjaman uang untuk usaha kain batik."
Pegawai: "Maaf, Bu, boleh saya melihat proposalnya?"
Nasabah: "Iya. silakan."
Pegawai: "Sebenarnya proposal yang Anda ajukan sangat bagus. Kami dari pihak koperasi tidak dapat memenuhi permintaan dana sebesar Rp250 juta."
3)
Nasabah: "Berapa dana yang mampu diberikan pihak koperasi?"
Pegawai: "Koperasi hanya dapat memenuhi pinjaman Rp100 juta, Bu, dengan bunga 3% per tahun."
Nasabah: "Apa tidak bisa ditambah lagi sekira Rp150 juta? Rencananya dengan dana tersebut saya akan membuka cabang usaha kain batik. Usaha saya juga sukses dan pesanan sampai diekspor ke Malaysia dan Singapura."
4)
Pegawai: "Tunggu dulu, Bu. Coba saya hitung lagi. Sepertinya pihak koperasi bisa memberi tambahan Rp25 juta sehingga total dana Rp125 juta."
Nasabah: "Apa tidak bisa naik lagi? Hanya selisih sedikit saja untuk mencapai Rp150 juta."
Pegawai: "Maaf, Bu. Hanya Rp125 juta yang kami sanggupi."
Nasabah: "Baiklah, tidak apa-apa. Saya setuju dengan Anda."
5)
Pegawai: "Saya akan mengurus proses pencairan dana untuk Anda. Silakan Anda mengisi biodata lengkap dan fotokopi KTP. Waktu pencairan dana sekitar seminggu. Saya akan memberikan kabar selanjutnya."
Nasabah: "Saya akan menunggu kabar Anda. Terima kasih."
Hasil negosiasi teks tersebut adalah...
2
1.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia