Roboguru

Tuliskan lima kelompok adjektiva yang dapat digunakan untuk menyatakan keunggulan atau kelemahan isi buku!

Pertanyaan

Tuliskan lima kelompok adjektiva yang dapat digunakan untuk menyatakan keunggulan atau kelemahan isi buku!undefined

  1. ...undefined

  2. ...undefined

Pembahasan Soal:

Kata atau kelompok adjektiva (kata sifat) pada teks resensi banyak ditemukan kata sifat yang digunakan untuk menilai buku yang diresensi, seperti sangat berkualitas, cukup baik, sangat layak, kurang gereget, sangat menarik, tidak menarik, sangat bernilai, memuaskan, dan sebagainya.

Berikut lima kelompok adjektiva yang dapat digunakan untuk menyatakan keunggulan atau kelemahan isi buku

Sangat layak, kurang gereget, sangat menarik, tidak menarik, sangat bernilai.undefined 

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

A. Nadidah

Mahasiswa/Alumni Universitas Nasional

Terakhir diupdate 05 Oktober 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Kalimat resensi yang mengungkapkan kelemahan buku adalah ...

Pembahasan Soal:

Kelemahan buku ialah kekurangan yang ada di dalam buku yang diresensi. Kekurangan yang terdapat dalam buku tersebut tercermin dalam kalimat Sayang pengarang sering mengulang-ulang kata porno.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah pilihan C.undefined

0

Roboguru

Tulislah kembali teks tersebut sehingga menjadi kalimat yang efektif dengan memperhatikan penulisan huruf dan tanda baca!

Pembahasan Soal:

Kalimat efektif adalah kalimat yang tersusun secara baik, benar, jelas, dan tidak menimbulkan makna ganda. Kalimat efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memiliki struktur kalimat yang lengkap.
  • Tidak mengandung subjek ganda.
  • Kehematan, yakni tidak menggunakan kata yang dianggap tidak diperlukan.

Tanda baca adalah simbol yang tidak ada hubungannya dengan suara, kata, atau frasa dalam suatu bahasa. Tanda baca itu sendiri berperan menunjukkan sebuah struktur tulisan, intonasi, dan jeda pada saat pembacaan. Ada beberapa jenis fungsi penggunaan tanda baca, diantaranya:

  1. Penggunaan tanda baca titik (.) yang berfungsi sebagai penanda pada akhir kalimat.
  2. Penggunaan huruf kapital yang dipakai sebagai huruf pertama pada awal kalimat serta pada nama orang atau julukan.
  3. Penggunaan tanda baca koma (,) yang berfungsi untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimatnya, memisahkan kalimat yang setara yang didahului kata yang menunjukkan perbandingan (tetapi, namun, melainkan).
  4. Penggunaan tanda baca hubung (-) yang berfungsi untuk menyambung unsur kata yang berulang.

Berikut ini adalah analisis penggunaan kalimat pada kutipan teks di atas agar menjadi kalimat efekftif sesuai dengan huruf dan tanda baca yang tepat, yaitu:

  • Kata "terlepas" diganti menjadi "Terlepas" karena di awal kalimat sehingga harus menggunakan huruf kapital.
  • Penghilangan salah satu kata berulang "kekurangan kekurangan" menjadi "kekurangan" karena merupakan pemborosan kata.
  • Setelah kata "ada" seharusnya diberi tanda baca koma menjadi "ada," karena untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimatnya.
  • Kata "herlina sanjaya" diganti menjadi "Herlina Sanjaya" karena merupakan nama orang sehingga harus menggunakan huruf kapital di awal katanya.
  • Kata "anak anak" diganti menjadi "anak-anak" karena merupakan unsur kata yang berulang sehingga harus menggunakan tanda baca hubung (-)
  • Penghilangan kata "semua", "sangat". "sekali" karena merupakan pemborosan kata.
  • Penggunaan tanda baca titik (.) setelah kata "menyenangkan" menjadi "menyenangkan." sebagai penanda akhir sebuah kalimat.


Dengan demikian, penulisan kalimat efektif sesuai dengan huruf dan tanda baca yang tepat untuk kutipan teks di atas adalah "Terlepas dari beberapa kekurangan yang ada, buku karya Herlina Sanjaya ini layak digunakan untuk mengajari anak-anak tentang konsep ilmu bahasa secara menyenangkan."space

0

Roboguru

Penulisan judul yang tepat sesuai dengan PUEBI adalah yang bernomor ....

Pembahasan Soal:

Salah satu hal yang diperlukan untuk membuat sebuah tulisan itu menarik adalah mencantumkan judul yang tepat. Ibarat sampul, judul itu sendiri diartikan sebagai rangkaian kalimat di bagian paling atas karya tulis kita, dan di sanalah pembaca bisa mulai menilai mutu tulisan kita.

Judul yang tepat tidak hanya membutuhkan rangkaian kalimat yang unik, menarik, dan kontekstual, tetapi juga rapi dan sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Oleh karena itu, agar terhindar dari kesalahan tersebut, ada beberapa cara penulisan judul yang tepat menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), yaitu sebagai berikut:

  1. Menulis setiap awal kata dengan huruf kapital, terutama huruf pada kata paling depan. Aturan ini berlaku untuk hampir semua jenis kata termasuk nama, tempat, sifat, dan keterangan.
  2. Gunakan huruf kecil untuk preposisi. Preposisi adalah kata depan yang diikuti oleh kata lainnya. Contoh kata preposisi, yaitu di, ke, pada, dalam, yaitu, kepada, daripada, untuk, bagi, ala, bak, tentang, mengenai, sebab, secara, terhadap, dst.
  3. Gunakan huruf kecil untuk konjungsi. Konjungsi adalah nama lain dari kata sambung. Contoh kata konjungsi, yaitu dan, atau, tetapi, ketika, seandainya, supaya, pun, seperti, oleh, karena, sehingga, bahwa, kalau, untuk, kemudian.
  4. Gunakan huruf kecil untuk interjeksi. Interjeksi adalah istilah lain untuk kata seru yang mengungkapkan isi hati dari si pembicara. Kata ini relatif jarang ditemui pada judul karya-karya tulis serius, tetapi banyak menjadi pilihan untuk narasi yang bersifat ekspresif. Contoh interjeksi adalah Alhamdulillah, duh, ih, cih, yuk, wah, wow, amboi, ah, lho, dan lain-lain.
  5. Kaidah penulisan huruf kapital pada kata ulang murni (dwilingga) dan kata ulang semu harus ditulis dengan huruf kapital di setiap awal katanya karena sifatnya yang bisa dibilang tidak mengalami perubahan apapun.
  6. Sedangkan bentuk kata ulang sebagian, kata ulang berimbuhan, kata ulang dwipurwa, dan kata ulang perubahan semua yang sederhananya sudah mengalami perubahan bentuk hanya ditulis kapital pada huruf pertama kata ulang.

Berikut ini adalah analisis penulisan judul yang tepat sesuai dengan PUEBI, yaitu:

  1. Pada kalimat pertama yang berbunyi "Warna Warni Budaya Indonesia Dari Sabang Sampai Merauke" bukan termasuk ke dalam penulisan judul yang tepat karena terdapat beberapa kesalahan seperti kata "Warna Warni" yang seharusnya menjadi "Warna-Warni" karena merupakan bentuk kata ulang sehingga harus menggunakan tanda hubung (-), kata "Dari" seharusnya menjadi kata "dari" karena merupakan preposisi maka huruf awalnya menggunakan huruf kecil.
  2. Pada kalimat kedua yang berbunyi "Mengenal Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia" merupakan contoh penulisan judul yang tepat karena pada bentuk kata ulangnya "Masjid-Masjid" menggunakan huruf kapital di setiap awal katanya, dan penggunaan kata "di" juga sudah sesuai dengan aturan PUEBI yang menggunakan huruf kecil apabila termasuk preposisi.
  3. Pada kalimat ketiga yang berbunyi "Mengenang Perjuangan Para Pahlawan pada masa Penjajahan Jepang" bukan termasuk ke dalam penulisan judul yang tepat karena terdapat beberapa kesalahan seperti kata "masa" seharusnya menggunakan huruf kapital di awal katanya karena menunjukkan sebuah keterangan waktu.
  4. Pada kalimat keempat yang berbunyi "Ber-Macam-macam Kuliner Nusantara pada Era Modern" bukan termasuk ke dalam penulisan judul yang tepat karena terdapat beberapa kesalahan seperti kata "Ber-Macam-macam" seharusnya menjadi kata "Bermacam-macam" karena merupakan gabungan kata imbuhan dan kata dasar sehingga penulisannya digabungkan tanpa ada tanda pisah (-).
  5. Pada kalimat kelima yang berbunyi "Tips Sukses Me-Resensi Buku di Koran" bukan termasuk ke dalam penulisan judul yang tepat karena terdapat beberapa kesalahan seperti kata "Me-Resensi" seharusnya menjadi kata "Meresensi" karena merupakan penggabungan kata imbuhan "me-" dengan kata dasar resensi sehingga penulisannya digabungkan tanpa ada tanda pisah (-).

Berdasarkan hasil analisis di atas, maka penulisan judul yang tepat sesuai dengan PUEBI adalah yang bernomor 2.


Dengan demikian, jawaban yang benar adalah pilihan B.space

0

Roboguru

Alasan kesalahan penggunaan tanda baca dalam paragraf tersebut adalah ....

Pembahasan Soal:

Tanda baca adalah simbol dalam bahasa Indonesia yang memiliki banyak bentuk dan fungsi. Tanda baca itu sendiri merupakan pelengkap dalam membuat sebuah karya tulis atau di dalam sebuah paragraf. Tanda baca berperan dalam menunjukkan struktur tulisan, intonasi, dan jeda sewaktu dibacakan.

Ada beberapa jenis tanda baca beserta fungsinya, yaitu:

  • Tanda baca titik (.) yang berfungsi untuk mengakhiri sebuah kalimat, bukan pertanyaan dan seruan.
  • Tanda baca koma (,) yang berfungsi untuk memberikan jeda dalam sebuah kalimat, serta digunakan pada awal kalimat setelah kata konjungsi "Selain itu", "Akhirnya", "Akibatnya", "Oleh karena itu" dll.
  • Tanda petik (") yang berfungsi untuk menulis bagian dari suatu kalimat, misalnya judul bab pada suatu buku, sedangkan untuk penulisan judul karya yang lebih besar, misalnya judul buku harus menggunakan huruf miring.
  • Tanda hubung (-) yang berfungsi untuk menyambung unsur kata ulang.

Berikut ini adalah analisis kesalahan penggunaan tanda baca dalam paragraf di atas yaitu:

  1. Penggunaan tanda titik pada akhir pernyataan dalam kalimat merupakan penggunaan tanda baca yang benar sesuai dengan fungsinya bahwa tanda baca titik digunakan untuk mengakhiri sebuah kalimat, bukan pertanyaan dan seruan.
  2. Penggunaan tanda koma setelah konjungsi selain itu merupakan penggunaan tanda baca yang benar sesuai dengan fungsinya bahwa tanda baca koma (,) digunakan pada awal kalimat setelah kata konjungsi "selain itu".
  3. Penggunaan tanda petik pada penulisan judul buku merupakan penggunaan tanda baca yang salah karena tanda petik digunakan untuk menulis bagian dari suatu kalimat, misalnya judul bab bukan judul buku, sedangkan penulisan judul buku itu sendiri seharusnya menggunakan huruf miring.
  4. Penggunaan tanda hubung pada kata ulang merupakan penggunaan tanda baca yang benar sesuai dengan fungsi dari tanda hubung itu sendiri digunakan untuk menyambung unsur kata ulang.

Berdasarkan analisis di atas, maka kesalahan penggunaan tanda baca dalam paragraf di atas adalah penggunaan tanda petik pada penulisan judul buku dengan alasan karena tanda petik digunakan untuk menulis bagian dari suatu kalimat, misalnya judul bab bukan judul buku, sedangkan penulisan judul buku itu sendiri seharusnya menggunakan huruf miring.


Dengan demikian, jawaban yang benar adalah pilihan C.space

0

Roboguru

Kebahasaan dalam kutipan resensi tersebut menggunakan pronomina atau kata ganti ....

Pembahasan Soal:

Pronomina adalah kata-kata yang digunakan untuk mengganti panggilan pada orang atau benda. Dalam bahasa Indonesia, pronomina atau kata ganti dikelompokkan dalam beberapa jenis, yaitu :

  1. Kata Ganti Orang ( Pronomina Persona ). Seperti namanya, kata ganti orang/persona, yaitu kata ganti yang berfungsi untuk menggantikan nomina/panggilan seseorang. Kata ganti orang atau pronomina persona terbagi dalam 6 Jenis, yaitu : Kata ganti orang pertama Tunggal, seperti : saya, aku. Kata  ganti orang pertama Jamak, seperti : kita, kami. Kata ganti orang kedua Tunggal, seperti : engkau, kamu, anda. Kata ganti orang kedua Jamak, seperti : kalian. Kata ganti orang ketiga Tunggal, seperti : dia, beliau. Kata ganti orang ketiga Tunggal, seperti : dia, beliau.
  2. Kata Ganti Kepemilikan ( Pronomina Posesiva ). Adalah kata ganti yang digunakan untuk menyatakan kepunyaan/milik/kepemilikan, seperti : ku, mu, nya, mereka.
  3. Kata Ganti Petunjuk ( Pronomina Demonstrativa ). Kata ganti petunjuk digunakan untuk menunjuk suatu benda, lokasi atau tempat, entah itu berjarak jauh maupun dekat, seperti : ini, itu, sana, sini, begini, begitu. 
  4. Kata Ganti Tanya ( Pronomina Interogativa ). Kata ganti tanya adalah satu dari sekian banyak jenis kata ganti yang berfungsi sebagai kata tanya/ penanya/peminta informasi tertentu biasanya berupa peristiwa atau kejadian, seperti : apa, bagaimana, kapan, mengapa, siapa, dimana.
  5. Kata Ganti Penghubung ( Pronomina Relativa ). Kata ganti ini digunakan dan berfungsi menjadi penghubung antara 2 kalimat, kalimat awal dan kalimat akhir, atau disebut juga induk kalimat dengan anak kalimat, seperti: yang.
  6. Kata Ganti Tidak Tentu. Kata ganti yang digunakan untuk benda ataupun orang yang tak terbatas jumlahnya/Quantity (kemungkinan tidak diketahui). Sehingga kita dapat mengartikan kata ganti tidak tentu digunakan untuk menunjukan benda, kerumunan orang yang di dalamnya terdapat jumlah yang tidak menentu atau bisa jadi sangat banyak, seperti : seseorang, para, sesuatu, masing-masing. 

Sesuai dengan penjabaran jenis-jenis pronomina di atas, maka kebahasaan dalam kutipan resensi tersebut menggunakan pronomina atau kata ganti orang. Hal ini dibuktikan dengan kalimat Saya mengikuti kilas balik itu pelan-pelan. Penggunaan kata "saya" menunjukkan bahwa kutipan resensi tersebut menggunakan pronomina persona. 

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E. space 

1

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved