Iklan

Pertanyaan

Bacalah fabel berikut dengan saksama dan kerjakan soal di bawah teks!

Singa dan Tikus

Suatu ketika, seekor singa tengah tertidur di hutan dengan pose kepalanya yang besar bertumpu pada kedua akarnya. Tiba-tiba, seekor tikus kecil yang pemalu tidak sengaja menghampirinya.

Dengan ketakutan dan tergesa-gesa untuk melarikan diri, ia malah berlari melintasi hidung Sang Singa.

Terbangun dari tidurnya, Singa itu dengan marah meletakkan kakinya yang besar di atas makhluk kecil itu.

"Ampuni aku wahai Singa!" pinta Tikus yang malang itu. "Tolong biarkan aku pergi dan suatu hari aku pasti akan membaca budimu."

Singa itu lalu tertawa terbahak-batak karena berpikir bahwa Tikus itu tidak dapat membantunya.

"Memangnya makhluk sekecil kamu bisa bantu apa? ucap Singa sambil tertawa. Namun karena iba, sang Singa akhirnya tetap melepaskan Tikus itu.

Beberapa hari kemudian, saat sedang mengintai mangsanya di hutan, Singa tersebut ternyata masuk ke dalam jebakan seorang pemburu. la tidak dapat membebaskan dirinya sendiri, dan merang karena marah. Tikus dengan segera mengetahui suara itu dan berhasil menemukan Singa yang terperangkap di jarring pemburu.

Sang tikus berlari ke salah satu tali besar yang pengikatnya, dia menggerogotinya sampai terputus, dan dengan segera Singa itu dapat bebas.

"Kamu tertawa saat kubilang aku akan membalas budi kamu" kata Tikus. "Sekarang kamu tahu kan, bahwa Tikus pun dapat membantu seekor Singa."

Sekecil apa pun itu kebaikan tetaplah kebaikan. Bahkan meskipun tampaknya kecil seperti tikus jika dibandingkan dengan singa, kebaikan itu tak akan pernah berujung sia-sia.undefined 

Tentukan struktur fabel di atas!

Tentukan struktur fabel di atas! 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

05

:

29

:

06

Klaim

Iklan

M. Rozalina

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Jambi

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Cerita fabel adalah cerita tentang kehidupan binatang yang berperilaku menyerupai manusia. Fabel termasuk jenis cerita fiksi, bukan tentang kehidupan nyata. Beberapa struktur dalam menulis cerita fabel di antaranya adalah orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda. Orientasi Orientasi adalah bagian permulaan pada sebuah cerita fabel yang berisikan dengan pengenalan cerita fabel tersebut yang diantaranya seperti pengenalan tokoh, pengenalan latar tempat dan waktu, pengenalan background atau tema dan lain sebagainya. Komplikasi Komplikasi adalah klimaks pada sebuah cerita yang berisikan mengenai puncak masalah yang dialami dan dirasakan oleh tokoh. Resolusi Resolusi adalah bagian dari teks yang berisikan dengan pemecahan permasalahan yang dialami dan dirasakan oleh tokoh. Koda Koda adalah bagian terakhir dari teks cerita yang berisikan pesan-pesan dan atau amanat yang terdapat didalam cerita fabel itu sendiri. Berdasarkan struktur fabel di atas, struktur cerita Singa dan Tikus adalah sebagai berikut: Orientasi , bagian ini dapat ditemukan dalam kutipan "Suatu ketika, seekor singa tengah tertidur di hutan dengan pose kepalanya yang besar bertumpu pada kedua akarnya. Tiba-tiba, seekor tikus keci yang pemalu tidak sengaja menghampirinya." (paragraf 1). Dari kutian tersebut, penulis mengenalkan latar cerita, tokoh dan wataknya. Komplikasi , bagian ini dapat ditemukan dalam kutipan berikut. " Ampuni aku wahai Singa!"pinta Tikus yang malang itu. "Tolong biarkan aku pergi dan suatu hari aku pasti akan membaca budimu." Singa itu lalu tertawa terbahak-batak karena berpikir bahwa Tikus itu tidak dapat membantunya. "Memangnya makhluk sekecil kamu bisa bantu apa? ucap Singa sambil tertawa.Namun karena iba, sang Singa akhirnya tetap melepaskan Tikus itu. Kutipan di atas menunjukkan klimaks cerita pada saat Singa meremehkan Tikus karena tubuhnya yang kecil. Resolusi , bagian ini dapat ditemukan pada kutipan berikut. Sang tikus berlari ke salah satu tali besar yang pengikatnya, dia menggerogotinya sampai terputus, dan dengan segera Singa itu dapat bebas. "Kamu tertawa saat kubilang aku akan membalas budi kamu"kata Tikus. "Sekarang kamu tahu kan, bahwa Tikus pun dapat membantu seekor Singa." Kutipan di atas menunjukkan pemecahan permasalahan yang dialami dan dirasakan oleh tokoh Tikus dan Singa. Koda, bagian ini dapat ditemukan pada kutipan "Sekecil apa pun itu kebaikan tetaplah kebaikan. Bahkan meskipun tampaknya kecil seperti tikus jika dibandingkan dengan singa, kebaikan itu tak akan pernah berujung sia-sia." Kutipan ini menunjukkanpesan-pesan dan atau amanat yang terdapat didalam cerita Singa dan Tikus.

Cerita fabel adalah cerita tentang kehidupan binatang yang berperilaku menyerupai manusia. Fabel termasuk jenis cerita fiksi, bukan tentang kehidupan nyata. Beberapa struktur dalam menulis cerita fabel di antaranya adalah orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda. 

  1. Orientasi
    Orientasi adalah bagian permulaan pada sebuah cerita fabel yang berisikan dengan pengenalan cerita fabel tersebut yang diantaranya seperti pengenalan tokoh, pengenalan latar tempat dan waktu, pengenalan background atau tema dan lain sebagainya.
  2. Komplikasi
    Komplikasi adalah klimaks pada sebuah cerita yang berisikan mengenai puncak masalah yang dialami dan dirasakan oleh tokoh.
  3. Resolusi
    Resolusi adalah bagian dari teks yang berisikan dengan pemecahan permasalahan yang dialami dan dirasakan oleh tokoh.
  4. Koda
    Koda adalah bagian terakhir dari teks cerita yang berisikan pesan-pesan dan atau amanat yang terdapat didalam cerita fabel itu sendiri.

Berdasarkan struktur fabel di atas, struktur cerita Singa dan Tikus adalah sebagai berikut:

  1. Orientasi, bagian ini dapat ditemukan dalam kutipan "Suatu ketika, seekor singa tengah tertidur di hutan dengan pose kepalanya yang besar bertumpu pada kedua akarnya. Tiba-tiba, seekor tikus keci yang pemalu tidak sengaja menghampirinya." (paragraf 1).  Dari kutian tersebut, penulis mengenalkan latar cerita, tokoh dan wataknya.
     
  2. Komplikasi, bagian ini dapat ditemukan dalam kutipan berikut.
    "Ampuni aku wahai Singa!" pinta Tikus yang malang itu. "Tolong biarkan aku pergi dan suatu hari aku pasti akan membaca budimu."

    Singa itu lalu tertawa terbahak-batak karena berpikir bahwa Tikus itu tidak dapat membantunya.

    "Memangnya makhluk sekecil kamu bisa bantu apa? ucap Singa sambil tertawa. Namun karena iba, sang Singa akhirnya tetap melepaskan Tikus itu.
    Kutipan di atas menunjukkan klimaks cerita pada saat Singa meremehkan Tikus karena tubuhnya yang kecil.

  3. Resolusi, bagian ini dapat ditemukan pada kutipan berikut.
    Sang tikus berlari ke salah satu tali besar yang pengikatnya, dia menggerogotinya sampai terputus, dan dengan segera Singa itu dapat bebas.

    "Kamu tertawa saat kubilang aku akan membalas budi kamu" kata Tikus. "Sekarang kamu tahu kan, bahwa Tikus pun dapat membantu seekor Singa."
    Kutipan di atas menunjukkan pemecahan permasalahan yang dialami dan dirasakan oleh tokoh Tikus dan Singa.

  4. Koda, bagian ini dapat ditemukan pada kutipan "Sekecil apa pun itu kebaikan tetaplah kebaikan. Bahkan meskipun tampaknya kecil seperti tikus jika dibandingkan dengan singa, kebaikan itu tak akan pernah berujung sia-sia." Kutipan ini menunjukkan  pesan-pesan dan atau amanat yang terdapat didalam cerita Singa dan Tikus.undefined 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

4

santidewi Ayu

Pembahasan lengkap banget

Iklan

Pertanyaan serupa

Makna tersurat dalam kutipan fabel tersebut adalah ...

1

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia