Reduktor adalah zat yang mengalami oksidasi atau zat yang mereduksi zat lain. Oksidator adalah zat yang mengalami reduksi atau zat yang mengoksidasi zat lain.
Penentuan bilangan oksidasi mengikuti beberapa aturan berikut.
- Bilangan oksidasi atom unsur bebas adalah nol.
- Dalam senyawa, bilangan oksidasi unsur golongan alkali sama dengan +1.
- Bilangan oksidasi oksigen dalam senyawanya sama dengan –2, kecuali dalam peroksida.
- Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam senyawa sama dengan nol.
Berdasarkan reaksi di atas, zat yang bertindak sebagai reduktor dan oksidator dapat ditentukan sebagai berikut.
2KCl+MnO2+2H2SO4→K2SO4+MnSO4+Cl2+2H2O
- Pada ruas kiri: biloks Cl dalam senyawa KCl
(biloks K)+(biloks Cl)(+1)+(biloks Cl)biloks Cl===00−1
(aturan 2 dan 4)
- Pada ruas kanan: Biloks Cl=0 (aturan 1)
Pada hal ini, klor mengalami reaksi oksidasi karena adanya kenaikan biloks dari -1 menjadi 0.
- Pada ruas kiri: biloks Mn dalam senyawa MnO2
(biloks Mn)+(biloks O×2)(biloks Mn)+((−2)×2)(biloks Mn)+(−4)biloks Mn====000+4
(aturan 3 dan 4)
- Pada ruas kanan: biloks Mn dalam senyawa MnSO4
(biloks Mn)+(biloks S)+(biloks O×4)(biloks Mn)+(+6)+((−2)×4)(biloks Mn)+(+6)+(−8)(biloks Mn)+(−2)biloks Mn=====0000+2
(aturan 3 dan 4)
Pada hal ini, mangan mengalami reaksi reduksi karena adanya penurunan biloks dari +4 menjadi +2.

Zat yang bertindak sebagai reduktor adalah KCl, sedangkan zat yang bertindak sebagai oksidator adalah MnO2.
Jadi, KCl merupakan reduktor dan MnO2 adalah oksidator.