Pertanyaan

Teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini. (1) Seiring dengan perkembangan zaman, tradisi yang ada di Indonesia kian meredup dan hilang begitu saja. (2) Namun, berbeda dengan suku Mentawai yang berada di Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatra Barat. (3) Mereka tetap mempertahankan tradisi yang telah ada sejak lama. (4) Salah satunya adalah tradisi kerik gigi bagi wanita suku Mentawai. (5) Tradisi turun-temurun ini merupakan cara bagi wanita Mentawai untuk tampil cantik. (6) Selain itu, menurut mereka, tradisi kerik gigi juga dilakukan sebagai tanda kedewasaan wanita suku Mentawai. (7) Makna dari tradisi kerik gigi adalah untuk mengendalikan diri dari enam sifat buruk manusia yang sudah tertanam sejak dahulu. (8) Enam sifat buruk ini adalah hawa nafsu ( kama ), tamak ( lobha ), marah ( krodha ), mabuk ( mada ), iri hati ( matsarya ), dan bingung ( moha ). (9) Penduduk suku Mentawai percaya bahwa wanita yang bergigi runcing seperti hiu memiliki nilai lebih daripada yang tidak bergigi runcing. (10) Hal inilahyang membuat wanita suku Mentawai melakukan tradisi tersebut meski harus menahan sakit yang luar biasa ketika proses peruncingan gigi. (11) Dalam melakukan tradisi ini, wanita suku Mentawai harus menahan rasa sakit yang tidak sebentar. (12) Gigi mereka akan dikerik dan diruncingkan dengan runcingan yang terbuat dari besi atau kayu yang sudah diasah hingga tajam. (13) Mereka tidak hanya mengerik satu gigi, melainkan juga mengerik semua gigi.(14) Selama proses berlangsung, wanita suku Mentawai tidak dibius seperti yang dilakukan oleh dokter gigi jika akan melakukan pencabutan gigi. (15) Dari zaman dahulu hingga saat ini, masyarakat Mentawai percayabahwa manusia memiliki dua wujud, yaitu arwah dan tubuh yang tidak akan binasa. (16) Jika tidak puas dengan penampilan fisiknya, mereka akan terkena penyakit dan ditarik ke dunia lain. (17) Kepercayaan inilah yang membuat suku Mentawai menghias tubuh mereka dengan tato dan mengubah bentuk gigi agar jiwa mereka selalu bahagia dan panjang umur. Alicia, N. (2018). Harus Menahan Sakit, Inilah Tradisi Kerik Gigi Bagi Wanita Mentawai. Diambil 19 Desember 2019 dari https://nationalgeographic.grid.id/read/13939751/harus-menahan-sakit-inilah-tradisi-kerik-gigi-bagi-wanita-mentawai?page=all. Agar menjadi efektif, kalimat (13) perlu disempurnakan dengan cara ….

Teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini.


    (1) Seiring dengan perkembangan zaman, tradisi yang ada di Indonesia kian meredup dan hilang begitu saja. (2) Namun, berbeda dengan suku Mentawai yang berada di Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatra Barat. (3) Mereka tetap mempertahankan tradisi yang telah ada sejak lama. (4) Salah satunya adalah tradisi kerik gigi bagi wanita suku Mentawai. (5) Tradisi turun-temurun ini merupakan cara bagi wanita Mentawai untuk tampil cantik. (6) Selain itu, menurut mereka, tradisi kerik gigi juga dilakukan sebagai tanda kedewasaan wanita suku Mentawai.

    (7) Makna dari tradisi kerik gigi adalah untuk mengendalikan diri dari enam sifat buruk manusia yang sudah tertanam sejak dahulu. (8) Enam sifat buruk ini adalah hawa nafsu (kama), tamak (lobha), marah (krodha), mabuk (mada), iri hati (matsarya), dan bingung (moha). 

    (9) Penduduk suku Mentawai percaya bahwa wanita yang bergigi runcing seperti hiu memiliki nilai lebih daripada yang tidak bergigi runcing. (10) Hal inilah yang membuat wanita suku Mentawai melakukan tradisi tersebut meski harus menahan sakit yang luar biasa ketika proses peruncingan gigi. (11) Dalam melakukan tradisi ini, wanita suku Mentawai harus menahan rasa sakit yang tidak sebentar. (12) Gigi mereka akan dikerik dan diruncingkan dengan runcingan yang terbuat dari besi atau kayu yang sudah diasah hingga tajam. (13) Mereka tidak hanya mengerik satu gigi, melainkan juga mengerik semua gigi. (14) Selama proses berlangsung, wanita suku Mentawai tidak dibius seperti yang dilakukan oleh dokter gigi jika akan melakukan pencabutan gigi.

    (15) Dari zaman dahulu hingga saat ini, masyarakat Mentawai percaya bahwa manusia memiliki dua wujud, yaitu arwah dan tubuh yang tidak akan binasa. (16) Jika tidak puas dengan penampilan fisiknya, mereka akan terkena penyakit dan ditarik ke dunia lain. (17) Kepercayaan inilah yang membuat suku Mentawai menghias tubuh mereka dengan tato dan mengubah bentuk gigi agar jiwa mereka selalu bahagia dan panjang umur.

Alicia, N. (2018). Harus Menahan Sakit, Inilah Tradisi Kerik Gigi Bagi Wanita Mentawai. Diambil 19 Desember 2019 dari
https://nationalgeographic.grid.id/read/13939751/harus-menahan-sakit-inilah-tradisi-kerik-gigi-bagi-wanita-mentawai?page=all. 

Agar menjadi efektif, kalimat (13) perlu disempurnakan dengan cara …. 

  1. menghilangkan tanda koma setelah kata gigi 

  2. mengubah kata tidak menjadi kata bukan 

  3. mengganti kata melainkan menjadi kata tetapi 

  4. menghilangkan kata hanya 

  5. menghilangkan kata juga setelah kata melainkanspace

C. Tri

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

jawaban yang tepat adalah C.

jawaban yang tepat adalah C. 

Pembahasan

Berdasarkan soal tersebut, kalimat (13) memuat kalimat yang tidak efektif sehingga perlu disempurnakan. Syarat kalimat efektif adalah kelengkapan struktur, kelogisan, kehematan, kesejajaran, dan kecermatan. Kalimat Mereka tidak hanya mengerik satu gigi, melainkan juga mengerik semua gigi pada teks di atas memuat kesalahan penggunaan konjungsi, yakni kesalahan penggunaan konjungsi korelatif. Konjungsi korelatif merupakan jenis konjungsi yang menghubungkan dua yang unsur yang setara, yakni antarkata, frasa, klausa, ataupun kalimat. Contoh konjungsi korelatif adalah sebagai berikut. bukan (hanya)… melainkan (juga)… tidak (hanya) … tetapi (juga) ... baik … maupun …. Berdasarkan penjelasan tersebut, kata melainkan seharusnya diubah menjadi tetapi sehingga perbaikan penulisan yang tepat adalah Mereka tidak hanya mengerik satu gigi, tetapi juga mengerik semua gigi Pilihan A tidak tepat. Penggunaan tanda koma (,) sebelum kata gigi sudah tepat dan tidak perlu dihilangkan. Pilihan B tidak tepat karena dalam kalimat tersebut terdapat verba, yaitu mengerik sehingga bentuk negasi yang tepat adalah menggunakan kata tidak . Pilihan D tidak tepat karena menghilangkan kata hanya akan mengubah makna kalimat. Pilihan E tidak tepat karena menghilangkan kata juga akan mengubah makna kalimat. Jadi, kalimat bercetak miring dapat diperbaiki dengan cara mengganti kata melainkan menjadi kata tetapi. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.

Berdasarkan soal tersebut, kalimat (13) memuat kalimat yang tidak efektif sehingga perlu disempurnakan. Syarat kalimat efektif adalah kelengkapan struktur, kelogisan, kehematan, kesejajaran, dan kecermatan.

Kalimat Mereka tidak hanya mengerik satu gigi, melainkan juga mengerik semua gigi pada teks di atas memuat kesalahan penggunaan konjungsi, yakni kesalahan penggunaan konjungsi korelatif. Konjungsi korelatif merupakan jenis konjungsi yang menghubungkan dua yang unsur yang setara, yakni antarkata, frasa, klausa, ataupun kalimat. Contoh konjungsi korelatif adalah sebagai berikut.

  • bukan (hanya) … melainkan (juga)…
  • tidak (hanya) … tetapi (juga) ...
  • baik … maupun ….

Berdasarkan penjelasan tersebut, kata melainkan seharusnya diubah menjadi tetapi sehingga perbaikan penulisan yang tepat adalah Mereka tidak hanya mengerik satu gigi, tetapi juga mengerik semua gigi

  • Pilihan A tidak tepat. Penggunaan tanda koma (,) sebelum kata gigi sudah tepat dan tidak perlu dihilangkan.
  • Pilihan B tidak tepat karena dalam kalimat tersebut terdapat verba, yaitu mengerik sehingga bentuk negasi yang tepat adalah menggunakan kata tidak
  • Pilihan D tidak tepat karena menghilangkan kata hanya akan mengubah makna kalimat. 
  • Pilihan E tidak tepat karena menghilangkan kata juga akan mengubah makna kalimat. 

Jadi, kalimat bercetak miring dapat diperbaiki dengan cara mengganti kata melainkan menjadi kata tetapi.


Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C. 

520

Iklan

Pertanyaan serupa

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini! (1) Selain demam, batuk, dan sesak napas, beberapapasien yang terinfeksi Covid-19 di rumah sakit di New Yorktampak sangat bingung sampai-sam...

8

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Fitur Roboguru

Topik Roboguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

081578200000

Email info@ruangguru.com

info@ruangguru.com

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2022 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia