Roboguru

Sistem pemerintahan pada masa Hindu-Buddha berorientasi pada "kultus Dewa-Raja" yang otomatis membuat sesorang yang hendak menjadi raja harus memiliki 8 kiteria kebaikan yang dimiliki oleh para Dewa. Jelaskan 3 dari 8 kebaikan yang harus dimiliki seorang Raja!

Pertanyaan

Sistem pemerintahan pada masa Hindu-Buddha berorientasi pada "kultus Dewa-Raja" yang otomatis membuat sesorang yang hendak menjadi raja harus memiliki 8 kiteria kebaikan yang dimiliki oleh para Dewa. Jelaskan 3 dari 8 kebaikan yang harus dimiliki seorang Raja!

Pembahasan Soal:

Dalam budaya Jawa telah diwariskan konsep kepemimpinan ”hasthabrata” oleh para raja dan pujangga untuk dapat dijadikan pedoman dan diterapkan dalam melaksanakan tugasnya, mengatur bangsa dan negara. Ajaran hasthabrata berisi 8 (delapan) watak dan perbuatan delapan dewa, yaitu: Indra, Surya, Bayu, Kuwera, Baruna, Yama, Candra, dan Brama atau kosmosentris (delapan anasir jagad raya), yaitu: matahari,  bulan, bintang, awan, angin, api, laut, dan tanah. Penjelasan mengenai sikap-sikap yang harus dimiliki oleh raja adalah sebagai berikut.

  1. Seorang raja sebaiknya berperilaku seperti Dewa Indra, yaitu dewa hujan. Dia menghujani anugerah kepada rakyatnya. Seorang pemimpin diharapkan selalu memperhatinkan pendidikan orang-orang yang dipimpinnya dan selalu memberikan kesempatan kepada orang-orang yang dipimpinnya untuk maju dan berkembang
  2. Raja hendaknya bersikap laiknya Dewa Yama, dewa kematian. Dia menghukum orang yang bersalah tanpa pandang bulu. Seorang pemimpin harus mampu bersifat adil dan memiliki ketegasan dalam menerapkan hukum kepada setiap orang yang dipimpinnya.
  3. Raja hendaknya bersikap seperti Dewa Bayu yaitu dewa angin. Seorang pemimpin idealn memiliki sifat keteguhan hati dan tidak mudah terhasut. Keteguhan sikapnya akan membuat rakyat yang dipimpinnya disiplin dan tidak akan berperilaku sembarangan.

Dengan demikian, 3 kebaikan dari 8 kebaikan yang harus dimiliki raja bisa dilihat dari tokoh Dewa Indra, Dewa Yama, dan Dewa Bayu.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

M. Gandhi

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

Terakhir diupdate 31 Maret 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Jelaskan pengaruh Hindu Buddha terhadap masyarakat di Indonesia, di bidang pemerintahan, sosial, ekonomi, agama, kebudayaan!

Pembahasan Soal:

Masuk dan berkembangnya Hindu-Budha di Indonesia memberikan berbagai pengaruh terhadap masyarakat Indonesia. Beberapa pengaruh tersebut adalah sebagai berikut.

  • Bidang Pemerintahan

Masuknya agama Hindu-Budha di Indonesia telah membawa sistem pemerintahan baru, yaitu kerajaan. Sebelumnya, masyarakat Indonesia hanya mengenal sistem kesukuan dengan kepala suku sebagai pemimpinnya. Kepala suku dipilih berdasarkan kelebihan dibandingkan dengan anggota suku yang lain. Sistem ini berubah dengan diperkenalkannya sistem pemerintahan kerajaan dengan raja sebagai pemimpin yang didasarkan kepada keturunan. Raja pun dianggap sebagai titisan dewa yang memimpin kerajaan secara mutlak.

  • Bidang Sosial

Di bidang sosial, masuknya agama Hindu-Budha membawa sistem stratifikasi sosial bernama kasta. Dalam agama Hindu, kasta dibagi menjadi empat, yaitu:

  1. kasta brahmana (pendeta, pemuka agama, dan guru),
  2. kasta ksatria (bangsawan, anggota lembaga pemerintahan, dan prajurit),
  3. kasta waisya (pedagang, pengrajin, dan buruh kelas menengah),
  4. kasta sudra (para pelayan atau budak).
  • Bidang Ekonomi

Nusantara merupakan wilayah yang strategis karena terletak dalam jalur perdagangan internasional. Para pedagang dari India datang menyebrangi laut untuk sampai ke Indonesia dalam rangka berdagang dan menyebarkan agama Hindu-Budha. Selain para pedagang India, para pedagang Cina juga singgah untuk melakukan kegiatan jual beli di Nusantara. Daerah pantai timur Sumatera merupakan salah satu daerah yang ramai dikunjungi para pedagang. Kehadiran para pedagang mancanegara yang sekaligus menyebarkan agama Hindu-Budha ini menjadikan Nusantara sebagai pusat perdagangan yang ramai.

  • Bidang Agama

Masyarakat Indonesia pada awalnya menganut sistem kepercayaan animisme (kepercayaan terhadap roh-roh nenek moyang) dan dinamisme (kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap sebagai tempat menetapnya roh-roh nenek moyang). Masuknya agama Hindu-Budha di Indonesia menyebabkan masyarakat Indonesia mulai menganut dan mengenal adanya agama. Dalam perkembangannya, agama Hindu-Budha mengalami perpaduan dengan kepercayaan lokal di Indonesia sehingga lebih mudah diterima.

  • Bidang Kebudayaan

Masuknya agama Hindu-Budha ke Indonesia memengaruhi bidang kebudayaan. Hal ini dapat ditunjukkan dengan berbagai seni rupa dan seni ukir dari India yang masuk ke Indonesia seperti relief serta arca. Selain itu, terdapat pula kalender Saka dan berbagai candi-candi bercorak Hindu-Budha.

Dengan demikian, pengaruh dari masuknya agama Hindu-Buddha di bidang pemerintahan adalah diperkenalkannya sistem kerajaan, di bidang sosial adanya sistem kasta, di bidang ekonomi ditunjukkan dengan jalur perdagangan Indonesia yang semakin ramai, di bidang kepercayaan ada masuknya agama Hindu dan Buddha, serta di bidang kebudayaan dengan masuknya beragam kebudayaan India. space

1

Roboguru

Sebelum masuknya pengaruh agama Hindu dan Buddha sistem pemerintahan yang berlangsung di Nusantara masih berupa pemerintahan ....

Pembahasan Soal:

Masuknya kebudayaan Hindu-Buddha ke Nusantara, telah memberikan pengaruh terhadap kehidupan politik dan pemerintahan saat itu. Konsep kerajaan sebenarnya merupakan konsep baru dalam bidang pemerintahan pada masa Hindu-Buddha. Sebelum masuknya pengaruh agama dari India ini, sistem pemerintahan yang berlangsung di Nusantara masih berupa pemerintahan kesukuan yang mencakup daerah-daerah yang terbatas.

Jadi, jawaban yang tepat adalah C

0

Roboguru

Sebutkan 4 pengaruh Hindu dan Budha di Indonesia!

Pembahasan Soal:

Pengaruh Hindu dan Buddha di Indonesia diantaranya adalah.

  1. Pengaruh Hindu Buddha dalam sistem politik. Sebelum masuknya pengaruh Hindu Buddha di Indonesia sistem pemerintahan yang dianut di Indonesia adalah sistem pemerintahan desa, yang di pimpin seorang kepala suku dan di pilih berdasarkan kekuatan dan kelebihannya. Salah satu pengaruh Hindu di bidang politik muncul konsep dewa-raja. Konsepnya adalah seorang raja diyakini sebagai titisan atau reinkanarsi dewa. Konsep ini melegitimasi pemuasatan kekuasaan pada raja. Dari konsep ini pulalah Indonesia mulai mengenal sistem pemerintahan kerajaan, dengan raja sebagai pemimpin tertinggi dibantu sejumlah pejabat yang bertugas sesuai fungsinya. Sebagai penguasa, raja memiliki wewenang penuh terhadap seluruh tanah di wilayah kerajaannya, sedangkan rakyat hanyalah penggarap. Sistem pemerintahan kerajaan pada masa kerajaan Hindu dan Buddha pada umumnya terbagi dalam beberapa bidang, yaitu bidang pertahanan atau angkatan perang, perdagangan, keuangan, urusan luar negeri, pajak, dan hukum. Jabatan-jabatan ini dapat dirangkap hanya oleh beberapa orang, bergantung keinginan raja dan luasnya kerajaan. 
  2. Pengaruh Hindu Buddha dalam sistem politik dalam sistem kepercayaan. Sebelum pengaruh Hindu-Buddha masuk, bangsa Indonesia teleh mengenal sistem kepercayaan animisme dan dinamisme serta sejumlah kegiatan upacara yang terkait pemujaan terhadap roh nenek moyang. Masuknya pengaruh Hindu membuat masyarakat Indonesia mengenal dewa-dewi. Setiap dewa-dewi memiliki tempat dan perannya yang khas. Selain itu masuknya kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia terjadi alkuturasi dalam sistem percayaan khususnya dalam upacara keagamaan atau pemujaan terhadap para dewa-dewi di candi, terlihat adanya unsur pemujaan terhadap roh nenek moyang. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pripih di dalam bangunan candi, yaitu tempat benda-benda lambang jasmaniah raja yang membangun candi tersebut disimpan. Hal tersebut berarti candi dianggap sebagai makam atau tempat berdiamnya roh raja yang telah meninggal. Hal ini memiliki kemiripan dengan fungsi bangunan menhir, dolmen pada Zaman Megalitikum. Selain itu, biasanya di atas pripih terdapat arca dewa yang merupakan perwujudan raja yang di dharmakan di dalam candi.
  3. Pengaruh Hindu Buddha dalam Bahasa dan Aksara. Masuknya bangsa India ke Nusantara sejak abad I Masehi mengantarkan masyarakat Nusantara ke budaya tulis atau masa aksara (masa ketika mereka mengenal dan mempraktikkan tradisi tulisan). Budaya tulis itu menggunakan bahasa Sansekerta dengan huruf Pallawa, yaitu sejenis tulisa yang ditemukan juga di wilayah India bagian selatan. Dalam perkembangannya, huruf Pallawa menjadi dasar dari huruf-huruf lain di Indonesia seperti huruf Kawi, Jawa Kuno, Bali Kuno, Lampung, Batak dan Bugis. Adapun bahasa Sanskerta tidak berkembang sepesat huruf Pallawa. Penyebabnya adalah basaha Sansekerta digunakan hanya di lingkungan terbatas yaitu lingkungan istana oleh para brahmana dalam upacara keagamaan. Bukti pertama dikenalnya tulisan di Nusantara adalah penemuan tulisan di atas tujuh buah yupa abad IV di wilayah Kutai, Kalimantan Timur. z
  4. Sistem penanggalan atau kalender Hindu Buddha turut berpengaruh terhadap kebudayaan Indonesia, yaitu digunakannya kalender dari India bernama kalender Saka. Tahun Saka dimulai tahun 78 M. Penggunaan kalender Saka ditemukan dalam Prasasti Talang Tuo. Prasasti berhuruf Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno tersebut menjelaskan tentang keberadaaan Kerajaan Sriwijaya di Sumatra, berangka tahun 606 Saka atau 686 M. Perhitungan tahun Saka saat ini masih digunakan oleh masyarakat Bali yang beragama Hindu. Perhitungan ini digunakan untuk menentukan hari dari sejumlah kegiatan upacara keagamaan yang mereka anut.

Berdasarkan penjelasan di atas maka pengaruhnya adalah munculnya sistem pemerintahan kerajaan, masyarakat Indonesia mengenal dewa-dewi, mengenal huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta serta penggunaan kalender saka. 
 

0

Roboguru

Menurut sejarah yang ditemukan, bahwasannya  salah satu misi India adalah penyebaran agama sekaligus memberi wawasan dengan sistem pemerintah kerajaan. Hal itu terbukti dalam terbentuknya kerajaan Hin...

Pembahasan Soal:

Penduduk asli Indonesia telah mengembangkan sejumlah pranata sosial, misalnya “negara,” yang dibuktikan dengan adanya prasasti Muara Kaman yang menunjukkan kerajaan Kutai dengan rajanya Kudungga. Prasasti Muara Kaman ini merupakan salah satu dari 7 prasasti yang dipahat pada tiang batu yang disebut yupa. Secara garis besar ketujuh yupa ini berisikan tentang sedekah raja Mulawarman kepada para brahmana. Atas kebaikan budi sang raja, maka para brahmana mendirikan yupa sebagai tanda peringatan. Oleh karena itu prasasti ini juga dikenal dengan nama yupa atau prasasti Mulawarman atau prasasti Muara Kaman.

Jadi, jawaban yang tepat adalah D

0

Roboguru

Contoh pengaruh Hindu di Indonesia dalam bidang pemerintahan adalah ....

Pembahasan Soal:

Sejak masuknya agama Hindu dan Buddha di Indonesia, pengaruh India termasuk sistem pemerintahan juga menyebar. Akibatnya, muncullah kerajaan-kerajaan mengikuti pola pemerintahan dari India. Sistem kerajaan ini menggantikan sistem kesukuan dan desa yang sebelumnya diterapkan. Sebelum masuknya pengaruh Hindu dan Buddha, misalnya, orang Jawa hidup dalam desa-kecil yang dipimpin seorang kepala desa. Kemudian setelah masuknya pengaruh India mulailah muncul kerajaan di Jawa. Kerajaan yang dipengaruhi ajaran Hindu Buddha ini menganut paham devaraja atau kultus dimana sang raja didewakan atau dianggap titisan dewa di bumi. 

Dengan masuknya agama Hindu dan Buddha, para pemimpin di Indonesia mulai menggunakan gelar-gelar kebangsawanan dan nama dari bahasa Sansekerta. Misalnya di Kutai, raja pertama adalah Kudungga yang menggunakan nama asli Kutai, namun keturunannya mulai menggunakan nama bahasa Sansekerta, yaitu Aswawarman dan Mulawarman.undefined

Dengan demikian, contoh pengaruh Hindu di Indonesia dalam bidang pemerintahan adalah munculnya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia, para pemimpin di Indonesia mulai menggunakan gelar-gelar kebangsawanan, dan nama dari bahasa Sansekerta.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved